Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Gayatri


__ADS_3

Plak!!


Hening


"Kamu.. kamu telah menyia-nyiakan waktu berhargaku dengan kegagalan mu?, "


Hening..


"Aku memberimu tugas mudah begitu saja kamu nggak becus mengerjakan nya, Sia-sia saja aku membayar mu, Jika tahu kamu kerjanya nggak bener begini sejak awal ku nggak aka membuang waktu ku seperti ini,


"Maaf kan saya Nyonya, Ini semua gara-gara wanita sialan itu, Jika saja Pak Devan nggak mengenal dia, Mungkin sekarang aku sudah bisa menakluk kan nya dengan mudah, Ini semua...,"


"Wanita..? wanita siapa?, Bukan kah kamu bilang Devan nggak pernah dekat dengan seorang wanita selama ini?,"


"Betul Nyonya, Tetapi akhir-akhir ini Pak Devan tengah dekat dengan seorang janda, Aku rasa Pak Devan sudah terkena rayuan wanita busuk itu,"


Nur berkata dengan penuh emosi, Seraya memegang sebelah pipi nya yang terasa kebas, Setelah terkena tamparan yang lumayan kuat dari seorang wanita baru baya di depan nya itu,


"Heh, Sudah mulai move on ternyata, Devan. Devan kamu pikir setelah kepergian putriku kamu bisa berbahagia dengan wanita lain? Tidak...karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi,"


Nyonya Gayatri tidak terima saat putri kesayangan nya Clarissa Permana, Meninggal dunia saat melahirkan Cucu nya,


Nyonya Gayatri menyalahkan Devan atas semua itu,


Bahkan Nyonya Gayatri tidak Sudi menganggap Citra sebagai Cucunya, Ia membenci Citra, Karena nya putri kesayangan nya pergi meninggalkan nya,


Dan sekarang ia hidup hanya dengan mengandalkan hasil dari butik nya, Sebagai seorang single parent dan hanya memiliki seorang putri, Gayatri banyak menggantungkan harapan besar terhadap Putri satu-satunya itu,


Ketika ia tahu jika putrinya memacari anak orang kaya, Dirinya sangat bahagia kala itu, Gayatri sudah memimpikan kehidupan mewah dan bergabung dengan Ibu-ibu sosialita yang bergayaa elite,


Tahun pertama pernikahan Clarissa Dirinya sudah meminta di buat kan butik kepada menantunya sebagai kado ualang tahun nya,


Dan Devan yang memang tidak pelit dan sangat mencintai istrinya itu pun dengan cepat mengabul kan keinginan Ibu mertuanya itu,


Namun di tahun ke tiga ia harus menelan kekecewaan serta kepedihan karena telah kehilangan putrinya,


Putri satu-satunya sekaligus tambang emasnya telah menghembuskan nafasnya untuk selamanya saat berjuang melahirkan anak pertamanya dengan sang suami,


Devan sebenar nya tidak lepas tangan, Devan masih rutin memberikan nya uang bulanan walaupun tidak sebesar dulu saat ia masih menjadi menantunya,

__ADS_1


Namun tetap saja itu kurang bagi Gayatri yang gaya hidup nya tinggi namun kemampuan tipis,


"Dasar wanita tua gila, Nggak bisa menerima kenyataan kalau anak nya sudah mati, Tapi nggak apa-apa aku bisa memanfaatkan nya untuk menyingkirkan si jendes gatel itu, Setelah itu aku akan mendekati kembali Pak Devan, Hahaha,"


Nur membatin, Dengan segala rencana licik nya,


"Ehh ngapain kamu masih disini? Senyum-senyum sendiri sudah seperti ODGJ saja kamu,Pergi sana,"


"Ba..baik Nyonya permisi," Nur bergegas segera berlalu dari hadapan Nyonya Gayatri yang galak itu, Sebelum pipi nya kembali mendapat elusan yang menyakit kan dari tangan ringan sang Nyonya,


...................


Azka baru saja sampai di kantor, Dan sudah di sambut oleh Damar dan Beberapa staf Karyawan nya di loby,


Seperti biasa banyak Karyawan wanita yang mencuri-curi pandang padanya, Bahkan ad juga yang berbisik-bisik menggagumi sosok atasan mereka itu,


Sedang Azka hanya biasa saja tidak terpengaruh dengan semua itu, Baginya wanita tercantik dan tersexy hanya istrinya seorang,


Dirinya tidak tertarik sama sekali dengan wanita di sekitarnya, Tak jarang Teman bisnis nya menawarkan putri mereka, Dengan alasan demi kemajuan dan kesejahteraan bisnis mereka,


Namun Azka menolak nya dengan tegas, Dengan berkata jika ia sudah memiliki seorang istri yang cantik luar biasa sempurna,


" Jadwal Siang nanti anda akan makan siang bersama dengan salah satu direktur dari Perusahaan X, Kemudian jam tidak ada pertemuan dengan investor dari Kota B, Di hotel xx,"


Damar telah selesai membacakan Skedule Tuan muda nya hari ini,


"Oke. terima kasih, Oya Damar Arum megiginkan temen nya yang kemarin itu untuk menjadi Asprinya, Dia karyawan disini kan? Bagian Admin?,"


Azka berkata seraya memandang Damar yng berdiri di hadapan nya, Dengan wajah sedikit tegang,


"Maksud Tuan.. wanita yang...,"


"Ya Tolong bawakan CV nya kesini dan panggil dia suruh menghadap ku sekarang juga, Ada yang ingin ku tanyakan padanya,


Aku juga nggak bisa tenang kalau belum ada yang mendampingi istriku jika ingin bepergian, "


Ujar Azka sembari membuk berkas-berkas yang ada di hadapan nya dan memeriksanya,


"Baik Tun muda, "

__ADS_1


Damar segera berlalu dari hadapan Tuan muda nya itu, Dan segera menuju lantai dua untuk melaksanakan perintah sang Tuan muda,


"Astaga bertemu lagi dengan gadis itu, Kepalaku saja rasanya masih sakit setelah dia memukuliku kemarin, Oh ya ampun,


"Lu, Kenapa muka kamu kok nggak ngenakin banget? Masih pagi loh ini kamu udah manyun aja,"


Salah satu temen kerja Lulu bertanya dengan wajah heran, Saatvmelihat Lulu datang ke Kantor dengan wajah masam dan di tekuk,


"Aku kesellll mba Dina.. Rasanya kalau ku ingat lagi pen ku ulek itu orang, Asli ngeselin pokonya," Lulu menjawab pertanyaan teman nyabutu dengan wajah kesal campur gregetan dengan seseorang,


"Siapa? apa pacar kamu selingkuh? Atau kamu di putusin sama pacar kamu?,"


Kepo Dina dengan wajah penasaran,


" Heh aku nggak punya pacar Din, Ada seseorang yang bikin aku kesel banget, Dia nuduh aku.....,"


" Ehem, Bisa berhenti dulu ghibah nya? "


" Lulu yang mendengar suara deheman seseorang yang seperti nya tidak asing itupun, Langsung menghentikan kata-kata nya, Dan menoleh ke belakang,


Disana di ambang pintu yang tidak tertutup itu Damar berdiri dengan wajah datar tanpa expresi, Memandang dirinya dan Dina,


"Ya Ada apa?," Ketus Lulu sembari melipat kedua tangan nya di dada,


Dina yang mendengar nada jutek Lulu itupun sontak saja membulatkan kedua bola matanya, Syok.


"Lulu. jaga bicaramu, Kamu nggak tahu siapa dia?," Bisik Dina dengan melirik Damar takut-takut,


" Ya aku tahu siapa dia," jawab Lulu santai dengan berbisik pula, Namun Suara bisikan Lulu itu terdengar sangat jelas di telinga Damar yang tajam,


"Nona Lulu, silahkan ikut saya, Anda di suruh menghadap kepada Tuan muda, " Tukas Damar tegas kemudian berbalik badan dan berlalu dari ambang pintu yng masih terbuka itu,


"Lu. buruan itu kamu di suruh ikut sama Pak Damar, " Tegur Dina Saatvmelihat Lulu masih berada di samping nya


"Oh ya ampun apa aku harus terus berurusan dengan nya?, Bisa terkuras terus tenagaku jika harus menimpuk kepalanya setiap hari," Dumel Lulu sembari mengikuti langkah lebar Damar,


Next.....


Jangan lupa like dan komen nya ya sayang-sayang nya Othor😘

__ADS_1


__ADS_2