Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Teringat kakek nenek


__ADS_3

"Hem.. enyak banget Bu., " Arum berkata dengan mulut penuh mengunyah potongan mangga muda, Yang di cocol dengan sambel kacang yang sangat enak buatan bu Siti,


"Ya ampun Mama Rakha, telan dulu itu makanan nya baru ngomong biar jelas," Tukas Bu Tina kemudian ia juga mengambil potongan kedondong dan mencocol nya dengan sambel kacang yang mengiurkan itu,


"Habis nya enak banget si Bu. sambel buatan Bu Siti ini beuh luar bisa enak nggak ada duanya," jawab Arum sembari terkekeh pelan.


"Iya sih Siti ini memang juara dia kalo masak, Aku aja nggak ada apa-apa nya, " Sahut bu Tina ikut memuji sambel buatan bu Siti,


"Hem..nggak lama lagi aku terbang dah ke awan, Kalau kalian terus memujiku seperti ini, Nanti nggak ada lagi yang masak untuk kalian, " Ujar bu Siti dengan terkekeh kecil,


"Jangan. Sit, Kasian mas bojo nanti kalau kamu terbang ke atas, Entar nggak bisa kembali, mas bojo nanti nikah lagi gimana?, "


"Uasem kamu Tin amit-amit jabang bayi, jangan sampe begitu ihh," bu Siti berkata sambil memukul paha bu Tina, karena geemes,


Membuat Arum tak kuasa menahan tawa nya, Saat melihat raut wajah bu Siti yang bersungut-sungut, mengomeli bu Tina,


"Lagian sih kamu bilang mau terang gegara aku memmujimu," tukas Bu Tina lagi sembari terkekeh,


"Ya nggak gitu juga lah Tin ampun deh kamu ini, "

__ADS_1


"Tapi beneran loh bu Siti ini tuh enak banget sambel nya," Lanjut Arum lagi sembari memasuk kan ml potongan kedondong kedalam mulut nya,


"iya lah itu tuh resep warisan dari nenek moyang ku," sahut bu Siti lagi,


Mendengar kata Nenek moyang dari bu Siti, Arum sontak teringat dengan Kakek Nenek nya di kampung, Hati Arum berdenyut nyeri ketika ia menyadari jika dirinya sudah sangat lama tidak mengetahui kabar mereka,


Arum mendadak kehilangan selera nya untuk menikmati rujak disiang hari itu, Dirinya merasa sedikit bersalah terhadap kedua kakek-nenek nya itu,


Ya walaupun mereka memperlakukan dirinya dengan tidak adil, Namun hati kecil nya yang lemah lembut itu tidak bisa mengabaikan mereka begitu saja,


Mengingat mereka yang sudah sepuh dan kemungkinan tidak kuat lagi untuk berkerja di sawa, Arum mendadak kepikiran dengan Kakek Nenek nya


yang sudah sepuh itu,


Selebihnya nya iya tidak menanyakan lagi kabar mereka, Arum terlalu sibuk dengan kehidupan nya sendiri saat itu, Menjalani kehamilan nya, Melahirkan dan merawat bayi Rakha, Hingga ia harus menikah secara paksa dengan Azka,


Dirinya semakin sibuk mengurus Suami dan Anak nya, Arum betul-betul lupa dengan kabar kakek-nenek nya,


"Kenapa dia?, " Bu Siti menyenggol lengan Tina yang masih asik mengunyah buah kedondong,

__ADS_1


"Apa Ti?. "


"Itu Mama nya Rakha kenapa?, Kok tiba-tiba diem, "


Bu Siti menunjuk Arum dengan matanya, Bu Tina pun menoleh Arum dan seketika menghentikan kunyahan nya demi melihat raut sedih di wajah Mama nya Rakha itu,


"Aku nggak tahu Ti, Apa kita ada salah ucap tadi?, " Tanya Bu Tina sambil memggingat-ingat apakah ada salah ucap atau bagaimana,


"Kenapa Mama Rakha?, Apa kami ada salah kata? kok Mama Rakha kek sedih begitu mukanya nya, "


Bu Siti akhir nya memberanikan Diri bertanya, Kepada Arum yang masih bermuram durja,


"Nggak kok Bu, Aku hanya ingat sama kakek nenek ku saja, Apa mereka sehat-sehat saja ya saat ini, Apa kakek masih kuat kerja di sawah, Apa mereka makan dengan layak saat ini, "


Tak terasa Arum kini telah menjatuhkan air matanya, saat mengucapkan kekhawatiran nya terhadap kakek nenek nya itu,


Bu Siti dan bu Tina kini saling pandang,Serayaengusap punggung Bumil yang sedang melow itu, Mereka tidak terlalu tahu cerita tentang kakek nenek nya Arum, kedua buibu itupun kini hanya saling perpandangan saja, Bingung mau berkata apa,


Next....

__ADS_1


Maaf hanya sedikit ya up nya sayangku,


jangan lupa like dan komen nya ya😊


__ADS_2