
Arum masih tidak percaya dengan apa yang ia saksikan saat ini, Foto dirinya bersama dua pria yang sangat ia sayangi dalam hidup nya itu, Kini terpajang fi dinding Ruang keluarga nan luas itu,
Dengan ukuran 30 R, Sangat besar menurut Arum, Senyuman mereka bertiga sangat manis, dalam foto itu, seolah memancarkan kebahagian yang mereka rasakan saat ini,
Foto itu di ambil ketika mereka bertemu Teman Azka di Salah satu Mall terbesar di kota itu,
Kebetulan Ada perlombaan foto keluarga, Dan Azka yang Saat itu melihat banyak nya kelurga yang ikut, Ingin juga mengikuti Lomba foto itu,
Walaupun mereka tidak menang, Namun mereka ouas Saat melihat hasil Foto nya, Kebetulan mereka memang belum memiliki foto keluarga satupun,
"Perkenalkan, Nama saya Azka Dewantara, Umur.. sedikit tua sih 35 tahun, Tapi masih gagah dan ehem, perkasa tentunya,"
"Perkenalan macam apa itu? Mesum gitu." Tukas Arum, seraya menutup mulut nya, menyembunyikan senyum nya,
Azka terkekeh, Mendengar perkataan Istrinya itu,
"Ehem, Kita lanjut perkenalan nya Nona," Lanjut Azka sembari terkekeh,
" Perkenalkan Nama saya Arumni Diang Selsai, Umur 21 tahun sebentar lagi," Ucap Arum menjabat Tangan Azka, seolah baru bertemu dan berkenalan,
"Oke, Nona Cantik, Sekarang sini, Cium dulu,"
"Idih genit nya, Baru kenal juga, Udah minta Cium," Arum mencibir dengan memeletkan lidah nya dan terlalu dari hadapan Azka, Menaiki Tangga menuju lantai Atas,
"Ehh Nona! Tunggu, jangan kabur,"
Azka mengejar Arum yang sudah menaikit beberapa undakan tangga itu,
"Tangkap sini, Kalau dapat baru di kasih Imbalan," Goda Arum, Yang sudah sampai di lantai Atas, Berdiri dengan gaya menggoda, dengan mengedipkan Sebelah matanya,
Membuat darah Azka berdesir, jantung nya berdebar kencang, Seperti baru pertma kali jatuh Cinta,
"Ternyata Nona sangat genit ya,Tunggu Abang Nona, Abang akan menagkapmu,"
Azka dengan cepat menaiki undakan tangga itu, Dan mengejar,Arum yang berlari kecil sambil tertawa-tawa,
Azka memang belum begitu lancar berlari kencang, Namun jika hanya untuk menangkap Istri yang sedang menggoda nya itu, masih bisa ia lakukan,
Lagi-lagi Arum terkagum-kagum dengan Interior Dan juga Desain ruangan di setiap sudut-sudut rungan itu,
__ADS_1
Di lantai Atas tersebut, terdapat empat buah kamar, dengan Pintu laing berhadapan, di tengah-tengah nya Ruang santai dengan TV led dengan ukuran selebar Layar bioskop,
Di lengkapi dengan Satu Set Sofa yng terlihat empuk dan mahal, Warna Silver,
Di di di bagian depan terdapat balkon yang mengarah ke bagian depan Rumah, dengan pemandangan jalan komplek perumahan tersebut,
Sedang masing-masing kamar memiliki Balkon yang mengarah di bagian samain Rumah, di bagian balkon belakang yang langsung di suguhkan dengan Kolam renang, yang luas dan terbagi dua, Untuk dewasa dan untuk anak-anak,
Arum berpikir jika Rumah yang ia pijak saat ini, Seperti Hotel dengan Ukuran minimalis,
Happ. "Dapat, Nona sudah tertangkap, Sekarang, sini imbalan buat Abang,"
Azka berhasil menangkap Arum yang terpukau dengan kolam renang, yang ia pandang dari balkon lantai dua itu,
Azka menempelkan bibir nya dengan bibir Arum, Dan menyesap nya perlahan, Dengan posisi Arum yang menyandar di pagar balkon,
" Bagaimana?, Kamu suka, Sama Rumah nya? " Tanya Azka, Mengusap Bibir Arum yang basah, Setelah melepas tautan bibir mereka,
" Suka sekali Mas, Tapi.. Apa ini tidak terlalu berlebihan Mas?, Aku ini hanya.. "
"Nggak sayang, ini malah belum ada apa-apanya dengan ketulusan dan juga pengorbanan mu, merawat Mas selama ini,"
Merawatnya dengan kasih sayang, tanpa mengeluh sedikitpun, Arum selalu sabar merawatnya saat masih belum bisa berjalan,
Di hari kedua pernikahan mereka, Arum sudah sangat perduli dengan dirinya,Mencukur cambang nya, memotong kuku-kukunya, dan merapihkan kan rambut nya,
Dari situ Azka sudah bisa menilai,Jika Arum adalah wanita yang baik, yang dikirimkan Tuhan untuk nya,
Jika yang dinikahkan dengan dirinya adalah wanita tidak baik, Saat itu Belum tentu dirinya di urus dengan baik, mungkin Dirinya akan berakhir di panti sosial,
.
"Nah ini Kamar utama nya,Silahkan Masuk Nyonya Dewantara,". Goda Azka merentngkan tangan nya, mempersilahkan Arum untuk memasuki kamar mereka, Dengan sedikit menunduk, Ala-ala pelayan,
Membuat Arum terkekeh dengan tingkah Suaminya itu, " Mas, Aku baru ngeh loh, ternyata Nama Mas dan Rakha itu sangat mirip ya, Azka Dewantara, Dan Arkha Dewananda,"
Ucap Arum yang kini berbaring di ranjang king size yang sangat Empuk, dengan Bad cover lembut nan tebal, Yang melapisi Ranjang tersebut,
" Iya ya sayang, Mas juga baru ngeh, Berarti memang kit di takdirkan untuk bertemu dan bersama, dalam ikatan Pernikahan, " Saut Azka dengan melingarkan kedua kakinya di tubuh Arum, memjadikan Arum seperti layak nya guling,
__ADS_1
"Kami memang sangat Cocok menjadi Ayah dan anak Sayang, Mas sangat menyayangi kalian berdua,"
"Terima kasih Mas,Terim kasih sudah menerima dan menyayangi kami berdua, Aku sayang Mas Azka," Ucap Arum, Seraya mengelus Pipi Azka dan memberi kecupan di bibir Pria itu,
Tentu saja hal itu tidak di sia-siakan oleh Azka yang memang selalu candu dengan sentuhan dan semua yang ada pada Istrinya itu,
Semakin lama Ciuman itu semakin panas dan menuntut, ******* serta rintihan telah lolos dari bibir Sexy Arum,
" Mas! "
"Iya sayang, Mas mau ini," Azka telah merosotkan tubuh nya dan menunduk di antara kedua kaki Sang istri,
" Hem Wangi banget sayang, Mas Suka," detik berikut nya Arum sudah menggigit Bibir bawah nya, dengan kedua tangan nya meremas kain seprai di kedua sisi tubuh nya,
Arum mengatur Nafas nya yang masih tersengal-sengal, Setelah Azka mengantarkan nya kepada kenikmatan Surga dunia,
Siang itu keduanya Melakukan penyatuan hingga 2 jam lama nya, Membuat Arum jatuh terkulai di pelukan nya, Dengan banda lengket oleh Keringat,
"Mas,"
"Apa sayang, Mau lagi?" Goda nya,
"Nggak Mas, Badan aku pegel semua ini," Arum memukul manja Dada bidang Suaminya itu,
"Aku ke mana nanti pulang nya?, Baju aku Rusak tuh, Mas Robek tadi,"
Arum mengingatkan Suaminya tentang Bajunya yng di Robek, Karena tak sabar ingin menikmati Kemolekan Tubuh istrinya,
"Jangan khawatir Nyonya, Di rumah ini semua kebutuhan dan perlengkapan mu dan Rakha sudah Mas siapkan semua,"
Azka turun dari Ranjang dan berjalan dengan santai nya memungut Boser nya yang terbang lumayan jauh dari ranjang, Saat ia lembar tadi, tanpa mengenak kan apapun untuk menutup Area Pribadinya,
Sedang Arum Hanya membuang muka dengan kedua pipinya yng merona,
Bersambung…..
Jangan lupa like dan komen nya ya bestie 🙏
__ADS_1