
"Jadi kita pindah dua hari lagi?, "
"Iya sayang, Sekalian kita syukuran rumah Baru ya, Undang tetangga kita di rumah Lama, Bu Siti dan Bu Tina Paling Utama, Karena mereka yang paling berjasa membantu segala kesakitan kita saat itu,"
Ucap Azka seraya menjalankan Mobil nya menuju pintu gerbang langsung di buka oleh Security,
" Titip Rumah ya Pak, Lusa kita pindahan nya," Ucap Azka seraya menyodorkan lima lembar uang pecahan 100 ribu kepada Sang security, Yang menerima nya dengan wajah berbinar,
"Buat beli rokok,"
" Siap! Terima kasih Pak Azka,"
"Mas, Kita langsung ke Rumah Mba Desi ya, Kita jemput Rakha," Tukas Arum Seraya memainkan Hp nya,
"Iya sayang, Mau beli makanan dulu nggak? Atau sesuatu mungkin," Tanya Azka Menoleh Arum sekilas,
" Em.. Ini mba Desi barusan Wa katanya kita makan malam di sana aja sekalian, Bagus nya kita bawa i apa ya Mas?," Tanya Arum meminta saran dari Suaminya,
"Bagaimana kalau kita beli yang di sukai Anak-anak?, Seperti Donat J,ko atau Pizza mungkin?, "
Saran Azka seraya menolah jam tangan nya melihat, jam yang melingkar dipergelangan tangan nya, Yang sudah menunjuk kan pukul 4 Sore,
" Boleh, Mas kita beli donat dan Pizza aja, Anak-anak pasti suka,"
" Oke Sayang, " Jawab Azka tersenyum,
" Ayah..!" Rakha yang sedang bermain bersama Dimas dan Dara, Di teras Rumah, Kini beranjak menyongsong kedatangan Mama Dan Ayah nya,
"Uluh-uluh Anak Ayah, Pinter nggak nih main sama kakak-kakak disini?,"
Azka yang baru turun dari Mobil nya langsung menyambut Kedatangan Putra nya dan mengangkat nya tinggi-tinggi,
Setelah menyerahkan bungkusan donat dan Pizza ke tangan Arum,
"Pintal Yah, Laka nggak nackal loh, Iya tan Kak Imas?," Rakha meminta Pembenaran kepada Dimas yang tersenyum melihat Rakha di gendong Oleh Ayah nya,
" Iya, Bener," saut nya pelan.
Kemudian kedua bersaudara itu saling pandang, dengan Pikiran yang sama,
__ADS_1
Mereka ingin juga di perlakukan seperti Rakha, Di gendong dan di cium oleh Bapak mereka,
Seakan mengerti dengan tatapan sendu kedua bocah itu, Azka menurunkan Rakha, " Sana sama Mama, Mama bawa donat," Bisik nya di telinga Putra nya, Yang langsung berlari mendekati Arum yang sedang bercipika cipiki dengan Desi,
" Sini, Gendong bersamaan, " Azka merentangkan Tangan nya kepada kakak beradik itu,Kedua nya saling pandang,
" Ayo! Siap dulu yang mau di gendong, Atau dua-duanya juga bisa, Ayah kuat kok,"
Azka kembali bersuara untuk meyakinkan kedua Anak itu,
" Ayo Kak Imas, Kak Dalla , Enak loh di gendong Aya,"
Rakha kembali menghampiri Azka dengan Donat di tangan nya, Pipi gembul nya sudah belepotan toping Donat, Yang ia gigit,
Kedua anak baik itu berdiri bersamaan, Mendekati Azka, Dengan ragu keduanya merentangkan tanganya,
Happ!!
Azka meraup kedua tubuh mungil di depan nya itu, Kemudian mengangkat nya sembari mencium kepala mereka secara bergantian,
Kedua Anak Desi itu memekik dengan Girang saat Aja berjalan dengan menggendong mereka,
Ucap Dimas dengan senyum semringah,
Tinggi badan Azka 187 cm, dengan bobot 85kg, otot-otot lengan nya mengetat saat mengangkat kedua kakak beradik itu,
"Ya Ampun Mas Azka, Turun kan aja mereka, Mereka udah gede, pasti berat, " Tukas Demi merasa Sungkan,
Namun dalam hatinya ia merasa bahagia, Melihat raut gembira kedua Anak nya,
" Nah sekarang waktunya makan Donat, Nanti di habisin Rakha semunya, " Gurau nya, Seraya menurunkan kedua anak Desi itu,
" Nggak kok Yah, Ini masih banyak loh, Laka balu dua ini" Protes balita itu, Saat Ayah nya menyebut dirinya akan menghabiskan Donat,
Azka terkekeh sembari maraih tisu di atas meja kemudian melapor pipi gembul Rakha yang blepotan krim Donat,
" Oh iya, Kakak Danur mana?" Tanya Azka kepada tiga anak yang tengah membahas toping Donat yang mereka gigit,
__ADS_1
Sedang Arum dan Desi sudah melipir Ke dapur, untuk menyiapkan makan malam,
" Kakak Danur lagi bimbel Yah," Jawab Dimas dengan mulut penuh Donat,
Azka memang menyuruh semua anak-anak desi untuk memanggil nya Ayah,
,
" Jadi lusa kamu pindahan nya?, ". Tanya Desi sembari menggoreng ikan Nila, mereka akan membuat makan malam dengn menu asam manis Nila, ada juga Nila bakar dengan bumbu berlimpah,
" Iya mba, Aku mau pesan Prasmanan, menunya yang paling best seller ya, Buat Syukuran Rumah baru, sekalian juga aku mau undang tetanggaku yang ada di perumahan, Mas Azka juga akan mengundang Teman-teman lamanya sekalian reuni, Nggak banyak sih, Cuman temen dekat aja paling 5-6 orangan gitu katanya, "
Jawab Arum, memandang Desi dengan senyum lebar nya, Menandakan jika I sangat bahagia saat ini,
" Nanti Aku transfer uang nya ya, Dan jangan lupa, Mba juga wajib buat Risol mayo nya, Sekitar 3-4 nampan ya, Soal nya itu Paling enak,"
" Beres dah, Serahkan semuanya sama Mba mu ini, " Ucap Desi sembari menepuk Dadanya dengn wajah terangkat,
Kemudian Kedua wanita itu tertawa cekikikan,
" Wahh.. Ini Rumah apa istana Rum, Gede banget,"
" Iya bener, ini sih istana Namanya, wihh. Mobil nya aja berjejer Ti, Mobil mahal semua ini Ti, Yuk kit selfie dulu buat story',"
Bu Tina menarik lengan sahabat nya dan mengajak nya berfoto-foto dengan berganti mobil,
Arum hanya tersenyum menuaksikan kehebohan Teman-teman unik dan baik itu" Bu, Udah ah mulu sama Mama nya Azka, " Suami bu Siti dan bu Tina telah menarik masing-masing lengan istrinya,
" Awaw, Ada kolam renang nya, Om, boleh berenang nggak nih,?" Tanya Jaka yng memang hobi renang
"Boleh-boleh, Danur juga boleh kalau mau,"
Tukas Azka, Dan di sambut gembira oleh Anak-anak itu,
" Hai bro! Kita-kita belom terlambat kan? "
Seruan Suara yang nyaring itu, membuat serentak kaum Ibu-ibu menoleh ke sumber suara itu,
Next…..
__ADS_1