Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
penyesalan tiada arti


__ADS_3

" Minum dulu Mas,". Arum menyodorkan segelas air putih kepada Azka, yang baru saja berhasil masuk kedalam Rumah dengan di tuntun Rakha,


" Makasih sayang, "


"Sama-sama,"


"Nih Rakha juga minum pasti hauskan setelah berjemur," Arum kembali mengulurkan gelas khusus milik Rakha,


"maaci sayang," Ucap balita itu meniru Sang Ayah,


Arum melebarkan matanya. Sedang Azka hampir tersedak air yang tengah ia teguk, Saat mendengar perkataan Rakha,


Keduanya saling pandang, dengan mimik wajah kaget,


" Nanti tunggu kering dulu keringat nya baru boleh mandi, Kata Nenek ku sih biar nggak panuan," Ucap Arum kemudian,


" Laka mau mandi sama Ayah Ma," Saut balita pintar itu, dengan memasang wajah imut membuat Arum dan Azka tertawa


" Iya,iya, Rakha mandi bareng Ayah, biar Mama masak untuk makan siang kita,". Tukas Arum sembari menjawil Pipi tembem anak nya, Yang kemerahan karena terpapar sinar matahari


Setelah Azka berlalu masuk ke kamar dengan Rakha yang menuntun nya, Arum segera menuju Dapur,  Ia membiarkan Ayah dan anak itu mandi bersama, 


Dia akan memasak untuk makan siang mereka, Tangan nya dengan cekatan menyiangi sayuran dan juga membersihkan ikan di wastafel dapur, 


Hari ini ia akan memasak tumis kangkung dan juga asam manis ikan Nila, Di lengkapi dengan Sambel mercon namun tidak terlalu pedes, 


Azka sangat menyukai Ikan Nila dalam olahan apapun, 


" Hem…, Wanginya. Masak apa Ma?" 


" Hem… Waninya.. Macak Ma?" 


Suara kedua Pria kesayangan nya  terdengar saling bersautan, Hal itu selalu membuat Arum bahagia, mendengar nya,


" Mama masak Asam manis ikan Nila, sayang,sayang nya Mama pasti sudah laper kan, Setelah berjemur tadi," 


Arum segera menyiapkan nasi dan juga air minum untuk kedua pria kesayangan nya,


 


" Ayo duduk, Kita makan ini udah agak siang, Mama juga udah laper," 


" Emm masakan Mama selalu paling enak deh," Puji Azka setelah menyelesaikan makan nya setelah Nambah dua kali, 


" He,em, Enyak," Rakha yang selalu mengikuti perkataan Ayah ny itu, ikut membenarkan pujian Azka tentang Masakan Arum, Yang selalu enak, apapun itu, selalu enak,


" Bisa aja kalian ini, ". Arum tersenyum simpul dengan pujian Azka barusan,


" Benar sayang, " 

__ADS_1


Azak melirik Rakha khawatir jika terdengar oleh balita dua tahun itu, Yang ternyata sudah berpindah tempat ke ruang Tamu dan menyalakan Televisi, Yang menayangkan Film kartun sin kuning kotak,


"Apalagi itu  Sambal nya, Enak banget, Mas sampai. Nambah dua kali loh, Pake apa sih sayang kok bisa enak gitu?" 


Tanya Azka, Tangan nya terulur memeluk pinggang Arum yang berdiri di sampingbnya , Tengah merapikan piring bekas makan mereka,


Sesekali Azka menciumi lengan putih istrinya, 


" Itu cuman seperti biasa aja Mas, nggak yang gimana-gimana"  Arum membawa semua piring kotor ke wastafel dan mencucinya sampi bersih,


" Iya kah?, Tapi serius loh beda rasanya, sama yang biasa Mas makan," 


Arum hanya menanggapi dengan senyuman soal pertanyaan Suaminya itu,


"Mas, Aku seneng banget, Mas udah bisa jalan, Artinya Ikhtiar kita selama beberapa bulan ini membuahkan hasil," 


Arum sudah menyelesaikan mencuci piring nya,Dan sekarang tengah duduk di samping Azka, Yang sekarang tidak menggunakan kursi roda lagi jika di Rumah,


Azka semakin semangat belajar berjalan, ia ingin cepat sembuh seperti sediakala, ia ingin mengajak Arum dan juga Rakha untuk jalan-jalan, 


" Iya, Mas senang banget bisa berjalan lagi, Ini semua karena kamu, Kamu yang merawat ku sehingga aku seperti sekarang ini, Terima kasih ya Istriku sayang, Mas Janji, jika sudah sembuh nanti Mas akan membawamu dan juga Rakha jalan-jalan kemana pun kalin mau," 


Azka mencium kening Arum dengan sayang, dan memeluk bahu nya, 


" Sama-sama Mas, Aku liat Mas bisa berjalan aja Aku udah bersyukur banget," 


Arum melingkar kan kedua tangan nya di pinggang Azka, dengan kepala bersandar di dada bidang Sang suami, 


 


.


"Bagaimana? Sudah ada perkembangan?" 


" Sudah Tuan Rangga, Tapi..belum semuanya," 


Sembari mengangsurkn sebuah map di tangan nya, 


" Hem," 


Rangga hanya berdehem, Tangan nya meraih map yang  berisi informasi tentang Arum, Yang baru saja di angsurkan orang kepercayaan nya itu


" kamu boleh pergi, ingat jangan sampai ada yang tahu soal ini,"  Peringat nya,


" Siap Tuan Rangga,  Saya permisi," 


" Hem," 


Orang kepercayaan Rangga itupun menunduk seraya berlalu dari Ruang kerja Tuan nya,

__ADS_1


Rangga masih terdiam, Dengan wajah murung, Saat membaca informas tentang Arum,Yang ada di hadapan nya,


Dua tahun yang lalu, ia berhasil kembali ke Desa,  Walaupun kedatangan nya sangat membuat Nenek nya murka, Tetapi saat Itu Rangga hanya ingin menemui Arum, 


Namun setelah mendesak Lulu, Rangga menerim kabarbyng sangat memhut nya terpukul, dalam penyesalan, 


Lulu mengatakan jika Arum telah meninggalkan Desa setahun yang lalu, Karena dia tidak ingin di nikahkan dengan Bandot Tua, 


Selain Itu juga, Arum pergi karena dia hamil, Namun orang yang menghamilinya 


Malah menghilang tanpa kabar,


 Saat itu Rangga kenyang mendengar Caci maki Luku kepda nya, karena telah menyianyiakan Sahabat baik nya, 


Rangga membaca lembaran kertas  yang berisi tentang Arum, 


Arum baru saja menikah belum lama ini, Dan Arum menikah dengan Pria lumpuh,


Bernama Azka, hanya itu yang orang-orang nya ketahui, 


Mereka belum bisa mencari tahu lebih jauh lagi informasi tentang pria yang telah menikahi mantan kekasih nya itu,


Ternyata Pria yang duduk di kursi Roda waktu itu benar-benar Suami Arum.


 


Tangan nya kembali meraih satu foto yang memperlihatkan Arum yang sedang berdiri di depan sebuah Rumah sederhana,Dengan menggendong seorang Anak laki-laki, yang sangat mirip dengan  Arum,  


Namun jika diperhatikan lebih detail, Anak Laki-laki itu sedikit mirip dengan nya, Matanya sangat mirip dengan nya, 


Seketika Azka berdiri dari kursi nya, jantung nya berdebar kencang, Apakah itu putranya, 


Tangan Rangga bergetar, Memegang  Selembar foto Arum dan Anak nya,  Rangga memandang lekat, Wajah Anak nya, 


Apa yang harus ia lakukan sekarang, Istri nya baru saja melahirkan satu bulan yang lalu,  istri nya Vika mochtar melahirkan seorang bayi perempuan, yang cantik, 


Namun Anak nya yang lain terlantar, Apakah suami Arum bisa menerima kehadiran Anak nya, 


 


Ia ingin sekali menemui Arum, Ingin meminta Maaf, kepada wanita itu, karena telah menyakiti nya sangat dalam,


  


" Kamu semakin cantik Rum,  Aku masih sayang sama kamu, Seandainy Nenek nggak ikut campur dalam hubungan kita, 


Mungkin kamu yang akn menjadi istriku saat ini," 


Rangga mengusap-usap wajah Arum dan Anaknya yang ada di foto itu,  Kini hanya penyesalan lah yang bercocok dihatinya, walaupun ia sadar Sebesar apapun penyesalan nya, Tidak akan bisa merubah kenyataan yang ada saat ini,

__ADS_1


Next....


__ADS_2