
" Mas.."
"Hem?"
" Teman-teman Mas itu udah pada berkeluarga semua ya?"
"Iya, Hanya Devan aja yang Duda, Kenapa?,"
"Nggak apa-apa, Kenapa istri mereka nggak ikut tapi siang?,"
"Oh, Mereka sengaja nggak ngajak istri-istri nya, Katanya mereka mau temu kangen sama Mas, Soal nya udah lama banget nggak ketemu, Semenjak Mas kecelakaan hampir tiga tahun yang lalu, Mereka kangen katanya, "
" Selama itu Mas?, Emang mereka nggak jengukin Mas di rumah sakit waktu itu?," Tanya Arum lagi mendongak menatap suaminya, yang hanya terlihat dagu nya saja,
Saat ini keduanya tengah berbaring di tempat Tidur, Saling berpelukan, Mengobrol sebelum tidur, Sembari meluruskan tubuh mereka yang pegal karena hampir seharian ini mereka meladeni teman dan kekuarga,
"Dulu saat Mas sadar, Sabira sudah melarang kunjungan dari teman-teman ku, Bahkan banyak relasi bisnis yang datang menjenguk, Namun Sabira selalu bisa beralasan jika Mas nggak mau di ganggu oleh siapapun, Termasuk keempat teman-temanku tadi,"
Azka mengeratkan pelukan nya, Dengan sesekali mencium pucuk kepala istrinya dengan sayang,
"Nyonya…"
"Jangan panggil dia Nyonya, Panggil namanya saja, dia bukan siapa-siapa kita,"
Protes Azka saat Arum menyebut Sabira dengan kata Nyonya,
" Tapi nggak Sopan Mas,Diakan…"
"Syuut, Udah panggil apapun kecuali Nyonya, dia nggak pantas di sebut Nyonya, Yang pantas mendapat sebutan itu adalah kamu,Nyonya Dewantara,"
Ucap Azka sembari menarik Arum hingga sejajar dengan nya, Dan mncium nya dengan lembut,
" Kamu adalah Nyonya dalam hatiku, Nyonya Dewantara, Belahan jiwaku, Ibu untuk anak-anaku, Adik dari Rakha bakal banyak nanti, Kamu harus kuat melayani suamimu yang perkasa ini,"
Arum mencebik kan bibir nya, Saat mendengar perkataan Suaminya itu,
"Nggak percaya hem?" Azka sudah menindih tubuh Arum dan mengukung nya,
" Percaya Mas.., Percaya banget kalau suamiku ini perkasa," Ucap Arum, Dengan kedua tangan menagkup wajah Suaminya,
__ADS_1
" Hem, Tapi sudah terlambat, keperkasaan ku sudah terbangun, karena Nyonya Dewantara meragukan kinerjanya," Ucap Azka dengan senyum mesum,
Azka bangkit dari berbaring nya,
Dan melepaskan semua baju nya, Membuang nya ke sembarang arah,
Arum yang melihat Suaminya sudah polos itupun tidak menyia-nyiakan pemandangan menggiurkan itu,
Matanya terus menyusuri setiap lekuk dan otot-otot Suaminya yang tercetak begitu indah di matanya,
Selama hidup nya, Arum tidak pernah melihat Tubuh polos pria manapun, Waktu dulu dia dan Rangga, hanya melkukan nya sagu kali, Arum tidak berani melihat nya karena takut, Hingga kesucian nya hilang saat itu,
Tubuh polos pria yang pertama kali ia lihat adalah tubuh suaminya, Azka Dewantara, Arum terpukau dengan keindahan tubuh atletis Suaminya itu, Walaupun Azka pernah sakit dan duduk di kursi roda,
Tubuh nya tetap bagus, dan berotot, wlaluoun tidak sekedar sekarang ini, Selama beberapa bulan paska kesembuhan nya Azka rajin berolahraga, dengan pola makan yang teratur, membuat Tubuh Azka kembali bugar,
Itu semua tidak lepas dari perhatian Arum, Arum sangat memperhatikan asupan gizi makanan nya selama ia sakit, Dan sekarang, Saat nya ia menikmati Tubuh indah Suaminya itu, yang berdiri menantang di hadapan nya,
Satu tangan nya telah memegang benda perkasa milik nya, membuat Arum sulit menelan slivanya, Suaminya itu terlihat sangat sexy malam itu, Terbesit rasabingin meraba menyusuri tubuh indah itu dengan tangan nya, Memegang otot-otot lengan nya yang liat, Arum memusatkn perhatian nya pada sesuatu yang seakan menantang nya itu,
Sesuatu yang membuat bulu kuduk nya meremang nikmat, Ingin sekali ia memegang nya, menggenggam nya, Dan….Ahh,
"Kenapa Nyonya Dewantara?, " Tanya Azka masih berdiri dengan satu tangan ny memegang benda penting milik nya yang sudah berdiri dengan gagah nya,
Azka sengaja menggoda Istrinya itu, Ia ingin istrinya hanya melihat nya sebagai lelakinya, Ia ingin Arum selalu merindukan nya,
Azka akan memenuhi kebutuhan istrinya lahir bathin, Dia tidak akan membiarkan Arum mekirik lelaki lain di luar sana, Tidak akan,
Azka sadar Arum masih sangat muda, Dan sangat cantik, Di luar sana Pasti banyak lelaki yang tertarik padanya,
Membayangkan nya saja Azka sudah tak sanggup, Pokonya Arum adalah milik nya, ia akan menghamili wanita itu setiap tahun, agar istrinya itu tidak sempat melirik pria lain di luar sana,
"Mau pegang? Sini," Azka menarik tangan Arum yang kini wajah nya sudah merona,Karena malu, kepergok tengah mengamati tubuh Suaminya,
" Ini adalah milikmu, Semu yang ada pada tubuhku ini adalah milik Nyonya Dewantara, Nyonya bebas mau ngapain aja, "
Azka menuntun tangan Arum dan meletakan nya di benda penting milik nya itu,
" Mas.." Pekik Arum, kaget walaupun ia ingin menyentuh nya, Namun begitu Azka tiba-tiba saja menarik tangan nya dan merematkan nya di benda keras itu, membuat nya sedikit kaget,
__ADS_1
"Pegang sayang, Ayo!," Tangan nya telah menjelajah ke seluruh Tubuh istrinya, Membuka setiap kain yang masih melekat di tubuh istrinya,
Dengan ragu Arum menggenggam benda keras itu, Azka mengeram nikmat saat kehangatan melingkupi nya di bawah sana,
" Ahh… Sayang, Cium sayang, " Suara Azka sudah semakin parau,
Mengerti dengan yang di inginkan Suaminya, Arum dengan cepat melakukan nya, Membuat Azka semkin mengeram, dengan kepala terangkat kedua mata nya terpejam, Menikmati kehangatan dan kenikmatan yang di berikan Istrinya itu,
"Liat sini sayang,,," Azka meraup rambut Arum dan Memegang nya, Agar tidak menghalangi pemandangan indah itu,
" Kamu semakin sexy kalau begini sayang," Ucap Azka tangan nya mengusap Bibir Arum yang masih setia mengulum milik nya,
" Mas sangat mencintaimu sayang," Desah Azka saat merasakan sesapan itu semakin kuat mencengkram milik nya,
" Ahh sayang ku,,,"
Dengan Cepat Azka melepaskan Milik nya dan meraih Tubuh Arum dan mencium Bibir nya, Ciuman itu semakin panas sebab Arum ikut membalas ciuman panas Suaminya itu,
Azka mencium setiap jengkal tubuh istrinya, Dengan perlahan Azka merebahkan tubuh molek itu, dengan dirinya yang masih berdiri di tepi Ranjang,
Menekuk kedua kaki Arum dan membenamkan ciuman nya di sana, Membuat Arum tak kuasa menahan suara indah nya, Yang membuat Azka semkin merasa di butuhkan,
Azka mencium, Dan menyesap nya begitu bergairah, satu tangan nya sudah memijat bergantian kedua gundukan Arum, Istrinya sangat lezad, Azka selalu suka kegiatan nya itu,
Dirinya selalu candu akan hal itu, menurut nya, bagian inti istrinya itu bagaikan bunga mekar yang begitu indah, Yang selalu membuat nya betah berlama-lama di bawa sana, Terkadang ia senang walau hanya memandang nya saja, Hal itu adalah candu baginya,
Tak jarang Arum merasa malu, saat Suaminya selalu betah memperhatikan milik nya itu,
" Enak banget sayang, Mas selalu suka punya kamu ini, " Azka kembali menegak kan tubuh nya saat Arum baru saja mencapai kenikmatan nya,
Haredeung guys, Haredeung…✌️
Othor mau ngadem Dulu ah, bay..!💃💃
Pak su..oh pak su! Dimana dirimu?
__ADS_1