
"Halo bro! Silahkan duduk, Tumben loe datang menemuiku sepagi ini ada apa? "
Roy menyambut kedatangan Devan yang terlihat sedikit murung, Dahinya sedikit mengerinyit saat melihat tampang sahabat nya yang bermuram durja itu,
Tanpa menjawab pertanyaan Roy Devan menjatuhkan tubuh nya di atas sofa empuk yang berada di dalam ruangan tersebut, Disusul dengan Roy yang ikut duduk di hadapan nya,
"Ada apa? Tumben pak pengacara terlihat galau! Apa ini ada hubungan nya dengan Jan.. "
"Iya!! Dan tolong dia punya nama. berhenti menyebut nya seperti itu, "
"Ohh ok bro santai ok. Ehm memangnya ada apa apa malah nya sangat serius sehingga Pak Devan galau begini? " Tanya Roy kembali, Dirinya yakin jika sahabat ini sudah benar-benar terpikat dengan Janda 3 anak itu,
Devan pun menceritakan apa yang terjadi kepada Roy, Sekaligus meminta bantuan sahabat nya itu untuk menyelidiki siapa orang yang telah mengancam Desi,
Roy adalah seorang Detektif handal dan juga penyedia jasa Bodyguard ternama di kotanya, Devan yakin jika Roy akan dengan mudah menemukan siapa orang yang telah mengusik hidup dan kebahagian nya dengan Citra,
…… … … . . … . … …
"Ya itu anak nya! Ikuti dia, " Perintah Nyonya Gayatri kepada anak buah nya, ia sengaja duduk di dalam mobil tepat di sebrang gang Rumah Desi, Demi mencintai dan mencari kesempatan untuk menjalan kan Aksi nya,
" Aku harus segera memberi peringatan kecil kepada wanita murahan itu," Geram nya tak Terima kala mengingat jika sampai saat ini Devan masih bahkan terlihat semakin lengket kepada Desi,
Danur yang pagi itu sedang terburu-buru karena sudah terlambat kesekolah akibat sang Adik Dewi yang rewel ingin di mandikan oleh nya, Mau tidak mau Danur pun menuruti kemauan adik kesayangan nya itu, Dan akibat nya dia terlambat berangkat kesekolah,
Danur membawa laju motor kesayangan nya dengan sedikit ngebut, Sehingga tidak menyadari jika dirinya sedang di ikuti, oleh sebuah Mobil di belakang nya,
__ADS_1
"Lakukan sekarang!!! Jangan sampai kau gagal" Nyonya Gayatri menyuruh anak buah nya untuk melakukan nya saat itu juga dan…
Brak!!!
Pranggg!!!!
Wadah kaca yang sedang di pegang Desi berikut isinya kini telah hancur dan berceceean di dapur, Setelah tak sengaja terlepas dari tangannya dan jatuh membentur lantai keramik,
Sehingga membuat para pekerja yang biasa membantunya mengerjakan katering setiap harinya, Ikut terkejut dan segera mendatangi Desi yang sedang melamun karena syok,
"Ya Ampun mba Desi.. Mba nggak apa-apa? " Tanya salah satu karyawan nya khawatir melihat pecaha beling yang berserakan di lantai dan sedikit menggores kaki Desi sehingga sedikit mengeluarkan darah,
"Saya nggak apa-apa Bu. Tolong di beresin ya bu takut nya nanti terkena kaki yang lain, " Ucap Desi
Pikiran nya langsung tertuju pada Danur, Jantung Desi berdetak sangat kencang saat kekhawatiran mulai meliputi perasaan nya,
"Ya Tuhan, semoga Danur baik-baik saja, " Gumam Desi lirih seraya meraih ponsel nya yang tergeletak di atas meja di samping kirinya,
Dengan tangan gemetar ia menyalakan benda pipih itu kemudian mencari kontak Danur dan men dial nya, Perasaan nya semakin tak karuan setelah panggilan nya tak kunjung di jawabt oleh Danur,
Baru juga ia hendak men dial nya ulang namun sebuah panggilan masuk dari nomor Danur, Yang membuat nya sedikit lega karna Danur menelpon nya balik,
" Halo Dan kamu…"
"Halo bu, kami dari kepolisian ingin mengabar kan jika saudara Danur mengalami kecelakaan di jalan XX. Dan sekarang telah di larikan kerumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan, "
__ADS_1
Suara di sebrang sana seakan terasa sangat kecil masuk ke indera pendengaran Desi, Yang semakin syok dengan kabar yang baru saja ia dengar,
Desi mencoba berdiri walaupun seluruh tubuh nya bergetar,Kaki nya yang lemas tidak mampu menahan bobot tubuh nya, sehingga membuat nya jatuh terduduk dengan berderai air mata, Sekelebat bayangan masa lalu kini mulai kembali berputar di kepalanya,
"Ya ampun mba Desi ada apa mba. kok bisa jatoh?, " Bu Endang bertanya dengan khawatir saat melihat kondisi Desi yang terduduk di lantai dengan berderai air mata,
" Bu Endang tolong bantu saya berdiri Bu, " Desi meminta bantuan Bu Endang salah satu karyawan nya yang tinggal di sebelah Rumah nya,
"Ada apa mba Des apa ada masalah atau sesuatu terjadi? "
Tanya Bu Endang lagi setelah membantu Desi berdiri,
"Danur Bu. Danur mengami kecelakaan " jawab Desi dengan suara tercekat akibat menahan tangis, "Tolong handle semuanya ya Bu,Saya harus kerumah sakit sekarang juga,Saya juga titip Dewi ya Bu tolong, "
Setelah mendapat anggukani dari Bu Endang Desi pun dengan langkah terhuyung berjalan keluar rumah menuju motor matic nya yang biasa menemaninya kemanapun ia bepergian,
Dengan kencang ia menarik gas motor nya agar bisa sampai ke alamat rumah sakit yang telah dikirim kan oleh petugas kepolisian tadi melalui ponsel Danur,
Sepanjang jalan Desi terus berdoa dengan air mata yang bercucuran, Semoga Danur baik-baik saja dan tidak mengalami luka yang fatal,
"Ya Tuhan semoga saja Danur gak kenpa-napa, Tolong selamat kan Danur ya Tuhan aku tidak ingin kehilangan keluarga ku lagi"
… … … … …
"Huahahaha rasakan itu wanita tidak tahu diri! Sudah mu peringatkan denga Baik namun kau tidak mengindahkan nya, sekarang rasakan akibat dari ketidak patuhan mu dengan menjauhi Devan dan juga Citra,"
__ADS_1
jangan. lupa. like dan komentar nya yas
Terimakasih semuany