Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab 85


__ADS_3

"Halo bro! Silahkan duduk, Tumben loe datang menemuiku sepagi ini ada apa? "


Roy menyambut kedatangan Devan yang terlihat sedikit murung, Dahinya sedikit mengerinyit saat melihat tampang sahabat nya yang bermuram durja itu, 


Tanpa menjawab pertanyaan Roy Devan menjatuhkan tubuh nya di atas sofa empuk yang berada di dalam ruangan tersebut, Disusul dengan Roy yang ikut duduk di hadapan nya, 


"Ada apa? Tumben pak pengacara terlihat galau! Apa ini ada hubungan nya dengan Jan.. " 


"Iya!! Dan tolong dia punya nama. berhenti menyebut nya seperti itu, "


"Ohh ok bro santai ok. Ehm memangnya ada apa apa malah nya sangat serius sehingga Pak Devan galau begini? " Tanya Roy kembali, Dirinya yakin jika sahabat ini sudah benar-benar terpikat dengan Janda 3 anak itu, 


Devan pun menceritakan apa yang terjadi  kepada Roy, Sekaligus meminta bantuan sahabat nya itu untuk menyelidiki siapa orang yang telah mengancam Desi, 


Roy adalah seorang Detektif handal dan juga penyedia jasa Bodyguard ternama di kotanya,  Devan yakin jika Roy akan dengan mudah menemukan siapa orang yang telah mengusik hidup dan kebahagian nya dengan Citra, 


…… … … . . … . … … 


"Ya itu anak nya! Ikuti dia, "  Perintah Nyonya Gayatri kepada anak buah nya,  ia sengaja duduk di dalam mobil tepat di sebrang gang  Rumah Desi, Demi mencintai dan mencari kesempatan untuk menjalan kan Aksi nya, 


" Aku harus segera memberi peringatan kecil kepada wanita murahan itu,"  Geram nya tak Terima kala mengingat jika sampai saat ini Devan masih bahkan terlihat semakin lengket kepada Desi,


Danur yang pagi itu sedang terburu-buru karena sudah terlambat kesekolah akibat sang Adik Dewi yang rewel ingin di mandikan oleh nya, Mau tidak mau Danur pun menuruti kemauan adik kesayangan nya itu, Dan akibat nya dia terlambat berangkat kesekolah, 


Danur membawa laju motor kesayangan nya dengan sedikit ngebut, Sehingga tidak menyadari jika dirinya sedang di ikuti, oleh sebuah Mobil di belakang nya, 

__ADS_1


"Lakukan sekarang!!! Jangan sampai kau gagal"  Nyonya Gayatri menyuruh anak buah nya untuk melakukan nya saat itu juga dan… 


Brak!!! 


Pranggg!!!!   


Wadah kaca yang sedang di pegang Desi berikut isinya kini telah hancur dan berceceean di dapur, Setelah tak sengaja terlepas dari tangannya dan jatuh membentur lantai keramik, 


Sehingga membuat para pekerja yang biasa membantunya mengerjakan katering  setiap harinya, Ikut terkejut dan segera mendatangi Desi yang sedang melamun karena syok, 


"Ya Ampun mba Desi.. Mba nggak apa-apa? " Tanya salah satu karyawan nya khawatir melihat pecaha  beling yang berserakan di lantai dan sedikit menggores kaki Desi sehingga sedikit mengeluarkan darah, 


"Saya nggak apa-apa Bu. Tolong di beresin ya bu takut nya nanti terkena kaki yang lain, "  Ucap Desi 


Pikiran nya langsung tertuju pada Danur, Jantung Desi berdetak sangat kencang saat kekhawatiran mulai meliputi perasaan nya, 


"Ya Tuhan, semoga Danur baik-baik saja, " Gumam Desi lirih seraya meraih ponsel nya yang tergeletak di atas meja di samping kirinya, 


Dengan tangan gemetar ia menyalakan benda pipih itu kemudian mencari kontak Danur dan men dial nya, Perasaan nya semakin tak karuan setelah panggilan nya tak kunjung di jawabt oleh Danur, 


Baru juga ia hendak men dial nya ulang namun sebuah panggilan masuk dari nomor Danur, Yang membuat nya sedikit lega karna Danur menelpon nya balik, 


" Halo Dan kamu…" 


"Halo bu, kami dari kepolisian ingin mengabar kan jika saudara Danur mengalami kecelakaan di jalan XX. Dan sekarang telah di larikan kerumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan  pertolongan, "  

__ADS_1


Suara di sebrang sana seakan terasa sangat kecil masuk ke indera pendengaran Desi, Yang semakin syok dengan kabar yang baru saja ia dengar, 


Desi mencoba berdiri walaupun seluruh tubuh nya bergetar,Kaki nya yang lemas tidak mampu menahan bobot tubuh nya, sehingga membuat nya jatuh terduduk dengan berderai air mata, Sekelebat bayangan masa lalu kini mulai kembali berputar di kepalanya, 


"Ya ampun mba Desi ada apa mba. kok bisa jatoh?, " Bu Endang bertanya dengan khawatir saat melihat kondisi Desi yang terduduk di lantai dengan berderai air mata, 


" Bu Endang tolong bantu saya berdiri Bu, "  Desi meminta bantuan Bu Endang salah satu karyawan  nya yang tinggal di sebelah Rumah nya, 


"Ada apa mba Des apa ada masalah atau sesuatu terjadi? "


Tanya Bu Endang lagi setelah membantu Desi berdiri, 


"Danur Bu. Danur mengami kecelakaan " jawab Desi dengan  suara tercekat akibat menahan tangis,  "Tolong handle semuanya ya Bu,Saya harus kerumah sakit sekarang juga,Saya juga titip Dewi ya Bu tolong, " 


Setelah mendapat anggukani dari Bu Endang Desi pun dengan langkah terhuyung berjalan  keluar rumah menuju motor matic nya yang biasa menemaninya kemanapun ia bepergian, 


Dengan kencang ia menarik  gas motor nya agar  bisa sampai ke alamat rumah sakit yang telah dikirim kan oleh petugas kepolisian tadi melalui ponsel Danur, 


Sepanjang jalan Desi terus berdoa dengan air mata yang bercucuran, Semoga Danur baik-baik saja dan tidak mengalami luka yang fatal, 


"Ya Tuhan semoga saja Danur gak kenpa-napa, Tolong selamat kan Danur ya Tuhan aku tidak ingin kehilangan keluarga ku lagi"


… … … … … 


"Huahahaha rasakan itu wanita tidak tahu diri! Sudah mu peringatkan denga  Baik namun  kau tidak mengindahkan nya, sekarang rasakan akibat dari ketidak patuhan mu dengan menjauhi Devan dan juga Citra,"

__ADS_1


jangan. lupa. like dan komentar nya yas


Terimakasih semuany


__ADS_2