Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 120


__ADS_3

Damar masih berdiri dengan kedua tangan terlipat di hadapan Lulu yang menundukkan kepalanya, Dengan kedua tangannya yang saling meremas,


Tidak berani menatap pria yang telah menjadi suaminya beberapa jam lalu, Perasaan bersalah menyelip kedalam hatinya,


Beberapa kali dirinya mendumel dalam hati. Merutuki kebodohannya yang lupa jika dirinya telah bersuami,


"Bagaimana apa masih nggak ingat juga? " Tanya Damar gemas dengan tingkah istrinya itu,


"Sudah bang. Maaf tadi… "


"Kamu harus di hukum, " Potong Damar cepat. Membuat Lulu mengangkat kepalanya sehingga pandangan mereka bertemu,


"Dihukum? " Tanya nya keberatan, "Masa gitu aja di hukum sih bang, Ka aku juga udah minta maaf, " Protes nya tak Terima jika harus mendapat hukuman dari suaminya,


"Ya aku memaafkan mu, Tapi kamu tetap akan mendapatkan hukuman dariku, " Ucap Damar sembari menduduk kan dirinya di tampat tidur yang telah di hias layaknya kamar pengantin pada umum nya,


Dengan kelopak bunga mawar yang bertaburan di atas ranjang tersebut, Menghasilkan Aroma wangi semerbak seluruh ruangan yang hanya berukuran sedang itu, wangi bunga hidup Yang menambah kesan rantis nan syahdu bagi pasangan pengantin baru itu,


"Tapi bang tadi itu aku nggak sengaja melupakan status kita, " Lulu masih berusaha membebaskan diri dari ancaman hukuman sang suami,


Damar menarik tangan Lulu dengan lembut, Kemudian menuntun nya duduk di pangkuan nya, "Tapi kamu tetap akan mendapat hukuman dariku sayang, Karena kamu sudah berani melupakan suamimu ini, "


Jelas Damar dengan membelai pipi Lulu yang sudah memerah karena malu,


Jantung Lulu sudah berdisco ria kala dirinya berada dalam pangkuan Damar, Wajah mereka begitu dekat, Hmbusan nafas keduanya saling menerpa wajah masing-masing,


"Memang nya abang mau kasih hukuman apa ke aku!?" Tanya Lulu berusaha mengalihkan perasaan nya sebab jantung nya sudah tidak bisa dikondisikan lagi,


" Hukuman nya adalah.. " Damar menggantungkan kalimatnya dengan pandangan terfokus kepada bibir chery milik istrinya, Yang selalu membuatnya candu,


"Apa bang! Jangan yang berat-berat ya aku sudah lelah banget hari ini dari pagi make baju beginian, " Ucap nya panjang lebar dengan memegan kebaya yang masih melekat di tubuhnya,


"Hem! " Damar menaggapinya dengan deheman sebab terlalu fokus dengan bibir chery yang mengoceh dengan lincah nya itu,

__ADS_1


"Buruan apa hukuman nya, " Akhirnya Lulu menyerah untuk membela dirinya agar tergolong dari hukuman, "Aku mau mandi ini udah gerah banget, " Lanjut nya dengan dahi mengekerut memandang Damar,


Sedang yang ditanya malah bengong tidak menjawab, Karena terlalu fokus dengan wajah cantik Lulu,


"Lah malah bengong lagi, Ya udah aku mau mandi dulu. Entar kalau sudah beres mandi baru abang kasih tahu hukummhh,,"


Perkataan Lulu terpotong oleh ciuman Damar, Lagi lagi karena tidak tahan melihat bibir Lulu yang selalu mengoceh itu, Damar langsung mencium nya dengan dalam, tidak memberikan celah bagi Lulu untuk melepaskan tautan kedua benda kenyal yang saling merasai itu,


Lulu yang kaget dengan serangan Damar yang tiba-tiba itu hanya mampu memejamkan matanya, Tanpa membalas ciuman Damar,


Dirinya yang tidak pernah pacaran membuatnya tidak mengerti harus berbuat apa saat mendapatkan serangan seperti saat ini,


Setelah me lu mat bibir **** istrinya beberapa saat namun tidak ada pergerakan atau sambutan dari sang istri, Membuat Damar melepaskan tautan bibir mereka,


Tubuh Lulu yang berada dalam pangkuan nya sangat kaku, Dengan kedua tangan nya yang meremat kuat kemejanya, Ini yang kedua kali nya ia mencium Lulu dan sama seperti sebelumnya, Ia menebak jika istri bar-bar nya itu tidak pernah ber ciu man sebelum nya,


Itu berarti dirinyalah yang pertama, Ada kebanggan dalam hatinya jika dirinya adalah orang pertama yang mencicipi manis nya bibir chery itu,


"Kenapa kamu diam saja? " Tanya nya kemudian mengusap bibir Lulu yang basah dengan ibu jarinya, "kenapa kamu nggak membalas ciuman aku? " Lanjut nya dengan menatap mata Lulu yang salah tingkah dengan kedua pipinya yang sudah memerah menahan malu,


Satu kecupan singkat mendarat di bibir Lulu yang langsung membulatkan matanya karena kembali terkejut, Dengan perlakuan Damar,


"Apa aku adalah orang pertama yang.. " Damar menggantungkan ucapan nya, Ibu jari nya kembali mengusap bibir Lulu yang selalu saja membuatnya candu,


"Apaan sih bang!! " Lulu bangkit dari pangkuan Damar demi menyembunyikan wajah nya yang sudah seperti kepiting rebus,


Hal itu membuat Damar terkekeh kecil melihat istri nya yang malu, "Ok sekarang waktunya menjalankan hukuman! " Ucap Damar santai, Namun tidak dengan Lulu yang kembaki kesal karena hukuman itu masih saja berlaku,


"Abang ini rese juga ya, gitu aja pake di hukum segala, " Kesal Lulu sembari membuka sanggul rambutnya bersiap untuk mandi,


"Rese gimana hem! " Damar bangkit dari duduk nya kemudian mendekati istrinya dan memeluk nya dari belakang, Dagunya dia tumpukan di bahu Lulu yangg masih sibuk dengan pernak pernik yang ada di rambutnya,


"Siapa yang lupa sama suaminya sendiri? " Ucap Damar masih memeluk tubuh Lulu dengan sesekali mencium bahunya yang tertutup kain kebaya,

__ADS_1


"Geli bang jangan gini ihh! " Lulu menggoyangkan tubuhnya agar Damar melepas pelukan nya, Namun percuma bukan nya melepaskan Damar malah makin mempererat belitan tangan nya di tubuh nya,


"Bang! Jangan begini. Lepas dulu aku mau mandi udah gerah nih! " Lulu kembali menggoyangkan tubuh nya dan kali ini berhasil membuat pelukan Damar terlepas,


"Oke! oke!! Sebagai hukuman karena telah melupakan suamimu ini," Damar menggantungkan ucapan nya dengan memandang Lulu dengan penuh maksud,


"Apa bang? " Tanya Lulu tak sabar sebab rasa gerah semakin membuatnya ingin segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin,


"Hukuman nya adalah… Mandi bareng! " Ucap Damar berbisik di telinga Lulu,


"Nggak!!! Aku mau mandi sendiri, " Tukas Lulu sembari berlari dengan cepat menuju kamar mandi dan masuk kedalam nya setelah menutup pintu nya dengan sedikit kencang,


"Astaga aku kalah cepat darinya, Dasar gadis nakal awas saja kamu nanti ya! " Gemas Damar yang gagal menangkap Lulu yang meloloskan diri darinya secepat kilat,


Damar kembali mendudukkan dirinya ditempat tidur Lulu yang berukuran sedang, Ranjang kayu yang sepertinya tidak akan sanggup bila menahan bobot merka berdua nanti nya,


Damar yang lelah akhirnya memilih membaringkan tubuhnya sembari menunggu Lulu selesai mandi, Dirinya pun sudah sangat gerah setelah menjadi pajangan seharian


Apalagi di rumah Lulu tidak ada pendingin ruangan. Hanya ada kipas angin saja yang anginya tidak seberapa, Apalagi cuaca nya sangat panas hari ini,


Ceklekk!!


Suara pintu kamar mandi terbuka setelah beberapa menit berlalu, Lulu menyembulkan kepalanya mengintip di seluruh ruangan yang tidak luas itu mencari keberadaan suaminya,


Dan pandangan matanya tertuju pada tempat tidur dimana disana sosok suaminya sedang tertidur membelakangi nya,


Membuatnya menghembuskan nafas lega,


Sebab dirinya yang terburu-buru tadi sehingga melupakan baju gantinya yang seharusnya nya ia bawa kedalam kamar mandi,


"Ahh untung saja dia tidur jadi aman ganti baju di sini, " Ucap Lulu berjalan dengan langkah pelan menuju lemari yang ada di sebrang tempat tidur nya, Takut bila membangunkan Damar dan melihat nya dalam penampilan yang hanya menggunakan handuk sebatas paha itu,


Lulu yang sedang fokus memilih baju apa yang akan dia kenakan, tidak menyadari jika sejak tadi ada yang memperhatikan nya,

__ADS_1


Jangan lupa ya dukungan nya bestie 😘😘


Maaf bila banyak typo🙏


__ADS_2