
Pagi yang cerah, Sinar mentari bersinar dengan terang di luar sana, Cahaya nya menembus celah-celah ventilasi yang ada di kamar itu, Yang masih terlihat remang, Oleh lampu tidur yang belum di matikan,
Arum menggeliat, kan tubuh nya, Yang terasa begitu lelah, Perlahan matanya mengerjap, Dan perlahan terbuka,
Dilirik nya di samping kirinya, kosong, Arum kembali mengucek kedua matanya, Kemudian melirik Box Rakha yang juga Kosong,
Dengan kening mengkerut Arum berusaha bangkit dari Tidur nya, Dengan sekuat tenaga ia menyeret tubuh lemas nya dan bersandar di kepala ranjang,
"Kemana mereka?, Dan sudah jam berapa ini," Arum bertanya pada dirinya sendiri, Kepala nya menoleh, Ke arah jam yang tergantung di tembok kamar nya,
" Ya ampun! Sudah jam delapan ternyata,"
Arum menoleh jendela kamar nya yang masih tertutup gorden, Namun dari celah-ventilasi cahaya terang dari luar yang sudah terang benderang,
"Kenapa Mas Azka nggak ngebangunin aku ya,"
Dengan menyibak selimut yang menutupi tubuh polos nya, Mata Arum membela, Melihat banyak nya bercak-bercak merah ke unguan di tubuh nya,
" Ya ampun, Ini kenapa? Kok gini, Apa aku alergi? Tapi selama ini Aku nggak pernah Alergi apapun, "
Arum semakin panik pula saat melihat paha, betis, dan yang paling banyak di area dada dan juga perut nya,
Saat masih mengamati dan juga meraba satu persatu tanda-tanda keunguan di tubuh nya, Tiba-tiba pintu kamar terbuka,
Dan menampilkan sosok tampan dan gagah suaminya,
Yang pagi itu mengenakkan celana Chinos selutut dengan kaos yang fit di tubuh nya, Suaminya itu sangat tampan di matanya,
" Sudah bangun sayang?, " Azka mendekat ke sisi ranjang, Dengan tersenyum hangat, " Istri mas Lemas ya?, Nih minum susu dulu biar kuat lagi,"
Azka menganjurkan segelas susu hangat kepada Istri nya itu, yang langsung di terima tanpa penolak kan,
__ADS_1
" Terima kasih Mas," Ucap Arum, Setelah selesai menandaskan segelas Susu yang di buatkan Suaminya itu,
" Sama-sama Sayang, Mau mandi sekarang?" Tanya nya kemudian Setelah meletakkan kan gelas kosong, Yang di sodorkan Arum padanya, ke atas nakas,
" Emm.. Mau mandi, Tapi.."
"Tapi apa?, Mau lagi?,". Goda Azka dengan nakal nya meremas dada Arum di balik selimut yang melilit di tubuhnya,
" Ish.. Bukan Mas, itu..Kek nya Aku alergi sesuatu deh, badan Aku merah merah Mas, banyak lagi, Padahal selama ini aku nggak pernah alergi apapun,"
Arum berkata seraya memandang Suaminya, Dengan raut sedikit panik, Membuat Azka mengkerut kan kening nya,
Melihat raut serius istrinya itu,
" Merah-merah? Alergi?" Ulang Azka, Dan Arum mengangguk kan kepalanya dengan kuat,
" Seperti apa? Boleh liat?" Raut wajah Azka tak kalah serius dengan Arum tadi,
"Kenapa mesti malu? " Potong Azka cepat, "Kan Mas udah liat semuanya,Mas udah rasain semua yang ada padamu,"
Arum menutup wajah nya dengan kedua tangan nya, Malu, Dan karena itu selimut yang sejak tadi ia pegang kini telah melorot hingga ke pinggang,
Dan menampakan pemandangan indah di mata Azka, Bercak-bercak merah yang sudah berubah keunguan terlihat jelas di matanya,
Arum yang tersadar dengan keadaan nya, Dengan cepat kembali meraih selimut itu, dan kembali mendekap nya di depan dada,
"Aku alergi apa ya Mas?, merah nya lebar-lebar dan juga, banyak, Sampai betis dan juga paha loh," Tukas nya polos,
Azka baru sadar jika yang di sebut istri nya Alergi itu adalah hasil karya nya semalam,
" Sayang,Yuk mandi, Nanti mas bantu obatin alergi nya, Tapi sebelum itu, Mas mau periksa dulu, Separah apa Alergi di tubuh istriku ini,"
__ADS_1
Azka menjawil pucuk hidung Arum dengan gemas, Ia lupa Jika istri kecil nya ini masih sangat polos, ia hanya gadis polos dari Desa, korban dari
Orang yang tidak bertanggung jawab,
" Ayo sayang," Azka menunduk sedikit kemudian Meraup Tuhuh polos istrinya dan membawa nya menuju mandi,
" Mas!, " Pekik Arum, " Nanti kaki mas sakit, Turunin aja Mas, Biar aku mandi sendiri, "
" Apa istriku ini masih meragukan stamina suaminya? Bukan kah semalam…"
" Nggak. nggak, Ampun Mas, " Rengek Arum. Mengalungkan kedua tangan nya dileher Suaminya, "Eh. Mas? Rakha mana?"
Bisa-bisanya dia lupa dengan Anak nya sendiri, Gara-gara panik karena Alergi,
" Tenang Nyonya, Rakha sedang di ajak ke lapsngan sama Bu Siti dan bu Tina, Katanya kalau hari minggu begini suka ada bazar kuliner, yang murah dan enak, sekalian olahraga katanya, "
Pungkas Azka, Seraya mendudukan Arum di kursi bekas ia biasa mandi sewaktu masih belum bisa berjalan,
Arum hanya ber oh, saja mendengar penjelasan Dari Suaminya, Rakha memang sangat Anteng jika bersama Bu Siti dan Bu Tina,
.
" Mas, Sepertinya rencana kita tidak berhasil seratus persen, Aku baru aja dapet Info dari Orang-orang kita, Kalau Azka sudah bisa berjalan,
Adit hanya diam saat mendengar perkataan Sabira barusan, Ia menikmati sarapan pagi nya dengan tenang,
" Mas kalau dia datang kesini dan menuntut balik kita gimana?,"
" Kamu tenang aja, Aku tidak akan membiarkan, Hal itu terjadi, "
Adit meletak kan sendok nya di piring, Selera makan nya Pagi ini mendadak hilang, Saat Sabira menyebutkan keadaan Azka saat ini,
__ADS_1
Next....