Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab:133


__ADS_3

Tepat pukul 11:30 Arum telah sampai ke rumah Desi mengunakan mobil Alphard yang bisa mengangkut mereka semua, Rencananya sebelum pergi memanjakan diri, Mereka akan makan siang dulu,


Tak lupa Arum juga memboyong duo serangkai turut ikut bersamanya, Dan dengan senang hati keduanya ikut, Kapan lagi bisa memanjakan diri di salon ala-ala nyonya kaya, Begitulah kata duo serangkai itu,


"Wahh kita sudah seperti rombongan manten aja ya, satu mobil penuh, " Ucap bu Tina dengan terkekeh ketika Desi masuk kedalam mobil bersama ke 4 anak nya,


"Iya rombongan pengantar manten, Bu Tina mau nikah lagi, " Ucap bu Siti sembari tertawa kencang,


Plak!!!


"Aduhh sakit Tin!, " Adu bu Siti karena geplakan bu Tina di lenganya,


"Ya salahmu do'ain aku mau nikah lagi, gini-gini aku itu masih setia sama mas bojo!, " Tukas bu Tina sedikit sewot,


"Iya deh iya yang setia karo mas bojo, Tapi kalau liat yang bening-bening lupa. Sama mas bojo di rumah, " Lanjut Bu Siti masih menggoda teman nya itu,


"Ya kan itu mah benda Ti. Itu namanya cuci mata bukan mendua, " Jawab bu Tina dengan tersenyum malu-malu kepada bu Siti,


Bu Siti hanya mencebik saja kala mendengar perkataan bu Tina,


Sedang Desi Lulu Dan Arum hanya geleng-geleng Kepala saja dengan kelakuan duo serangkai Itu,


"Hay mas Danur bagaimna keadaanmu. Sudah bisa jalan sendiri?, " Tanya Bu Siti saat melihat Danur naik kedalam mobil di bantu Desi dan Dimas,


"Hay juga Tan. Udah baikan Ini sudah bisa jalan tapi belum berani lari kencang masih lemes dengkul nya, " Jawab Danur setelah duduk dengan benar,


"Syukurlah kalau gitu. Lekas pulih ya Mas, " Ucap bu Siti ikut mendoakan Remaja itu, "Yang ini nananya Dimas ya? " Bu Siti kini beralih kepada Dimas yang duduk di samping nya,


"Iya Tante saya Dimas, " Jawab bocah itu dengan singkat dan malu-malu,


"Dimas kelas berapa? " Kali ini bu Tina yang bersuara, Ikut bertanya,


"Dimas kelas 3 Tante, " Jawab nya lagi singkat,


" Wah udah gede ya sekarang, Mba Desi. Ini anak sampean udah pada gede semua ya, Cakep-cakep lagi, " Tukas bu Tina sembari terkekeh-kekeh,


"Halah kamu ini Tin, Nggak bisa liat yang bening pasti gak tahan untuk muji, " Cebik bu Siti, menimpali perkataan teman karib nya itu,


" Ih. Akukan bener Ti anak mba Desi ini cakep-cakep, Apalagi noh si bujang ganteng sekali pasti banyak cewek nya ini di sekolah, Iya nggak Mas Danur?, " Bu Tina menggoda Danur. Yang hanya di tanggapi dengan senyuman saja,


"Wahh!! iyakah? Bener Mas di sekolah banyak gebetan nya? " Kali ini Arum yang bersuara dari depan wanita hamil itu menoleh kebelakang demi menatap wajah Danur, Arum ikut menggoda remaja tampan itu, Sembari menahan senyum nya,


"Nanti aja belajar pacaran nya, Sekolah yang bener aja dulu ya Mas, Nanti kalau sudah SMA baru boleh cari gebetan," Sahut Desi yang sejak tadi menyimak ibu-ibu itu menggoda Danur,

__ADS_1


" Iya bu, Nggak ada mba, Danur nggak ada kepikiran buat cari gebetan, Kalau temen cewek sih banyak cowok juga banyak, " Jawab nya dengan Jujur,


"Uh kalau aku punya anak gadis sudah tak jodohkan dengan mu Mas, pasti kelak akan menjadi menantu idaman nih, " Tukas bu Siti dengan terkekeh,


Sedang para anak-anak sibuk dengan obrolan nya Masing-masing, Arkha sedang bertanya ini itu kepada Dimas yang sudah duduk di bangku SD kelas 3, Tidak menghiraukan ocehan bu Siti dan juga bu Tina,


Mobil Mulai bergerak menyusuri jalan raya yang mulai padat oleh kendaraan lain nya, Yang ingin mencari santap siang di luar kantor,


Beberapa menit berkendara Lulu membelokan kemudi nya memasuki area parkir restoran mewah, Namun mengusung konsep Ndeso, Hidangan nya juga beraneka ragam,


Banyak menu pilihan nya sangat cocok bagi rombongan Arum yang bededa-beda selera itu,


Rombongan Arum memilih meja untuk keluarga di ruang terbuka, Sembari menatap keindahan taman bunga yang berada di samping restoran itu,


"Silahkan pesan makanan masing-masing, Terserah mau pesan apa, Sesuai selera pokonya, Mumpung kita di traktir Nyobes.Kapan lagi kan kita ngabisin isi dompet Nyonya Dewantara!" Ucap Lulu terkekeh setelah mengatakan hal itu,


Arum memukul pelan lengan sahabat nya itu, "Bisa aja kamu Lu, bukan isi Dompet aku tapi isi dompet Tuan Dewantara, " Tukas Arum ikut terkekeh,


Arum duduk berdampingan dengan Lulu di sebelah kiri nya ada Arkha, kemudian bu Tina dan bu Siti , Didepan nya Desi Citra dan Danur, Danur duduk di tengah-tengah antara Citra dan Dara, Sedang Dimas duduk bersebelahan dengan Dara dan Lulu,


"Bu! Citra mau udang yang besar boleh?, " Tanya gadis kecil itu menatap Desi penuh harap,


"Dara juga mau udang besar bu!. Sama seperti Citra! " Seru Nya sembari tersenyum menampakan gigi susunya yang putih dan rapih,


"Samain aja bu, seperti adik-adik, " Sahut nya Dimas tidak cerewet dan juga bukan pemilihan mkanan, Namun Dimas agak pendiam, tidak seperti Danur dan Dara yang banyak omong,


"Ngemeng-ngemeng bagaimana ceritanya kamu bisa nikah sama Tuan Sekretaris itu Lulu, Prasaan setiap kalian bertemu pasti ribut. mba Jadi kevo nih cerita kalian, " Desi melontarkan pertanyaan nya saat pelayanan restoran yang telah menyatat pesanan mereka berlalu,


"Hem…panjang ceritanya Mba! Tapi aku dah cerita ke Nyobes nih! " (Menunjuk Arum) Mba tanya aja sama dia pokoe komplit deh, " Jawab Lulu sembari menahan tawanya,


"Hem begitu ya, kok nggak ada nelpon Mba Ar?, " Tanya Desi menuntut Arum,


"Ya kan belom sempat mba, baru kemarin malam dia cerita, " tukas Arum membela diri,


"Oh iya ya mba lupa kalau Lulu baru saja kembali dari mudik, Mohon maklum faktor U kan suka lupa, " Desi terkekeh dengan kalimat terakhir nya,


Arum juga ikut tertawa saat Desi mengatakan kalimat terakhirnya,


" Kalian ini ngomongin soal Umur aku jadi tersungging deh, Sebab di antara kalian aku yang paling muda kan disini, " sahut bu Siti yang memang paling tua usianya di antara yang lain,


Semuanya ikut tertawa saat mendengar perkataan bu Siti tersebut,


"Jangan lupakan aku yang masih abege ini Ti hahahaha, " sahut bu Tina, di iringi suara tawanya yuang tertahan,

__ADS_1


Tawa mereka terhenti saat pelayanan datang membawa pesanan mereka,


"Silahkan semuanya aku ke toilet dulu kebelet nih, " Usai mengatakan itu Lulu pun bangkit dari kursinya dengan tergesa-gesa dia menuju toilet untuk menuntaskan hajat nya,


Dari kejauhan tepatnya dibagian belakang resto tersebut seorang pelayan tengah mengerutu kesal, Melihat keakraban Desi dengan Citra.


"Heh dasar wanita murahan! Pintar sekali berpura-pura baik di hadapan Citra, Aku yakin jika semua kebaikan nya itu adalah palsu, Wanita licik!!, " Geram nya dengan mengepalkan kedua tangan nya,


"Lihat saja aku akan membuat Tuan Devan membencimu seumur hidup, " Senyum sinis terpatri diwajah judes nya, Dengan masih memperhatikan interaksi Desi dan Citra, Hatinya semakin tidak terima saat melihat Citra begitu manja terhadap Desi dan Danur,


"Heh kamu!! Ngapain bengong disitu. Cepat antar ini ke meja nomor 12 , Jangan sampai pelanggan kecewa karena kelalaian mu dalam bekerja, " Bentak seorang wanita yang merupakan pelayanan senior di resto itu,


"Iya mba maaf, " Nurlinda segera meraih nampan yang berisi pesanan meja Nomor 12 itu dengan hati dongkol,


Andai saja bukan karena Desi, mungkin nasib nya tidak akan berujung menjadi pelayanan yang sering di bentak-bentak sesuka nya di resto itu,


"Semua ini karena dirimu wanita murahan tak tahu diri!! " Dumel nya sembari melangkah, Saat melihat nampan ditangan nya yang ternyata merupakan Sup panas, timbul ide di otak dangkal nya,


"Heh kesempatan yang begitu menarik! Aku akan menamatkan sandiwara palsumu itu hahaha, " Nur membatin dengan senyum jahat merekah di bibir nya,


Meja nomor 12 tepat berada di sebelah meja rombongan Arum dan keluarganya, Untuk sampai kesana harus melewati meja Rombongan Arum dahulu, karena meja rombongan Arum berbentuk bundar,


Langkah kaki Nur begitu ringan saat akan melewati meja dimana Desi Duduk, wanita itu sengaja melewati kursi Desi dan Citra, Dengan niat buruk nya,


"Tamat lah riwayat mu wanita murahan!!!, " Batin nya bersorak. Sedetik kemudian…


Byurrrr…


"Ahh panas!! panas!!! , "


WADUHH SIAPA YANG KENA SIRAM TUH??? 😯


EM KITA SAMBUNG DI BAB BERIKUT NYA AJA YA, ✌


ALL BESTIE MOHON MAAF YA UP NYA MOLOR 🙏


SEBENARNYA KEMARIN MAU UP TAPI KARNA KETIKAN KU YANG SUDAH PANJANG KALI LEBAR KALI TINGGI MENDADAK HILANG!!! ENTAH KEMANA, JADI GAGAL UP😭


DAN ALL BESTIE TAU ITU TUH NYESEK BANGET, DAN AKHIRNYA TIMBUL LAH MAGER YANG BERKEPANJANGAN🤧🤧 KARENA UNTUK MENGULANG LAGI ITU SYUSAHHH😩😢 ISI KEPALAKU ITU GAMPANG BERGANTI² YA GITU, UNTUNG AYANGKU TAK TERGANTIKAN, HANYA SATU TETAP DIHATI🤣🤣


BTW TERIMAKASIH YA UNTUK ALL BESTIE YANG SUDAH SETIA MENANTI SETIAP UP NYA, AKU BAHAGIA BANGET LIAT KOMEN-KOMEN KALIAN 🥰🥰😍😍🤗🤗


MOHON MAAF JUGA YA JIKA BELUM BISA BALAS KOMEN KALIAN SATU² TAPI PERCAYA DEH AKU SAYANG KALIAN SEMUA😘😘😘🥰

__ADS_1


WALAUPUN KALIAN GAK SAYANG AKU🤣🤣🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️


__ADS_2