
Wanita parubaya yang baru saja menyadari jika wanita hamil yang berebut Dasi dengan putri sambungnya itu adalah orang yang sangat ia kenali,
Dirinya tidak menyangka jika Tuhan kini mempertemukan mereka lagi dalam keadaan yang berbeda, batin nya was-was khawatir kalau-kalau Arum akan memanggil nya Ibu lagi seperti dulu saat pertemuan mereka pertama kali di salah satu rumah sakit,
" Hah semoga saja anak ini tidak memanggilku ibu lagi bisa bahaya kalau sampai Fika curiga padaku, " Batin Arini sembari menatap intens penampilan Arum dari atas ke bawah,
Arini menelisk penanpilan Arum yang jauh berkelas di banding dengan penampilan nya yang dulu, " Apa dia benar-benar telah menjadi pelakor? " Bantin Arini lagi, saat ingatanya tentang berita viral itu kembali melintas di otak nya
Sedang Arum masih mempertahankan dasi itu di tangan nya, Entah menggapa dirinya tidak mau mengalah dari wanita yang bernama Fika itu,
"Ini ma. mba ini nggak mau ngasih dasi nya ke Fika. Padahal Fika duluan yang pegang, " Ucap Fika dengan manjanya kepada Arini,
Arum yang mendengar Hal itu justru semakin naik egonya untuk memiliki Dasi tersebut, Mendengar suara manja Fika kepada Arini timbul rasa iri dalam hatinya, Menggapa ibu kandung nya sendiri lebih menyayangi orang lain dibanding anak Kandung sendiri,
"Mba salah! yang pegang duluan itu saya, karna sejak tadi yang berdiri disini mengamati dasi-dasi itu saya, setelah saya ambil baru mba datang ikut ambil juga, " Ucap Arum tak mau kalah,
"Mending mba pilih yang lain aja gih, Masih banyak pilihan yang lebih bagus dari ini kan. Nggak harus merebut MILIKKU juga, " Lanjut Arum sengaja menekan kata Milikku,
Arini yang sedikit tersinggung dengan perkataan Arum hendak menyahutinya namun belum sempat ia membuka mulut, Kedatangan Seseorang yang begitu ia kenali membuatnya diam tak. Berkutik,
"Itukan Tuan Azka Dewantara pengusaha sukses di kota ini,"
Batin Fika dan juga Arini,
"Ada apa sayang? " Tanya Azka yang baru saja tiba di samping Arum, Dengan Arkha berada dalam gendongan nya,
Arini yang melihat Arkha sedikit terkejut, Rupanya dugaan nya tempo hari benar jika anak laki-laki itu adalah Anak dari Arum, Yang berarti adalah Cucunya. Cucu kandungnya,
"Ini mas mba ini ngotot ingin Dasi yang sama dengan yang aku pilih, Dia bilang dia duluan yang pegang, padahal sejak tadi aku disini memilih-milih dia belum ada. Tau-tau datang aja main ambil, " Adu nya kepada sang suami,
__ADS_1
Sedang Fika hanya bengong menatap Azka dari jarak yang sangat dekat, Dalam hati ia menggagumi ketampanan Azka hingga menatap nya tanpa berkedip,
Azka yang baru paham akan persoalan itu segera memangg salah satu karyawan toko itu,
"Mba! Apa ada lagi Dasi yang sama seperti yang di pegang istri saya ini? " Tanya Azka kepada Karyawan wanita tersebut,
"Mohon maaf Pak. Semua dasi yang ada di etalase ini adalah edisi terbatas, Termasuk dasi yang dipegang istri bapak itu, " Jelas sang karyawan wanita itu dengan ramah,
Setelah mendengar penjelasan karyawan tersebut Arum langsung menyentak Dasi yang ia pegang hingga terlepas dari tangan Fika yang tidak siap dengan gerakan tangan Arum,
"Ayo Mas aku sudah selesai, sekarang aku lapar, " Tukas Arum sembari berjalan meninggalkan Fika dan Arini yang masih terbengong dengan apa yang terjadi secepat kilat itu,
Azka hanya pasrah mengikuti istrinya menuju kasir, Disana sudah ada bu Siti dan juga bu Tina, Sebenarnya mereka berdua yang akan mendatangi Arum tadi, tapi di cegah boleh Azka dan menyuruh keduanya menunggu di depan meja kasir,
Sedang Fika yang merasakan kesal karena tidak mendapatkan apa yang dia mau terus saja mengumpat,
Dumel nya sembari memilih dasi yang lain untuk Suaminya, Sementara Arini hanya diam saja, sesekali ia melirik Arum yang masih berada di depan meja kasir dengan Azka yang merangkul pinggangnya,
"Ahh syukurlah anak itu tidak berulah, " Batin Arini dengan menarik nafas legah, tidak memperdulikan ocehan Fika yang masih merasa kesal dengan Arum,
Arini masih tidak siap jika harus membongkar kebohongan nya selama bertahun-tahun ini ia simpan, Dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi suami dan juga anak sambungnya jika mereka tahu kebenaran nya,
Demi menutupi jati dirinya yang sesungguhnya, Arini bahkan tega tidak menelantarkan kedua orang tua nya yang telah uzur itu, Jangan kan menjenguk mereka, mengirimkan buang saja untuk kebutuhan sehari-hari tidak pernah dia lakukan,
Entah lah sampai kapan Arini bertahan dengan Kebohongan yang dia lakukan selama bertahun-tahun ini. dengan mengaku jika dirinya adalah anak yatim piatu yang sudah tidak memiliki sanak saudara, dan hidup sebatang kara, Begitulah yang Arini katakan kepada Suaminya dahulu, Saat pertama kali dia menginjak kan kaki nya di rumah mewah Anton seorang duda yang ditinggalkan mati oleh istri nya karena sakit,
… .. … … . … … … … … . .
Siang itu di rumah Desi,
__ADS_1
Wanita cantik itu tengah memasak makanan kesukaan anak-anak nya termasuk Citra, Rencananya siang itu mereka akan makan siang bersama,
Sekaligus untuk menyampaikan rencana pernikahan mereka kepada anak-anak, Devan dan Desi berniat mengatakan hal itu di hadapan ke empat anak-anak mereka,
Maka dari itu sedari pagi Desi sudah berkutat dengan alat-alat dapur demi menyajikan masakan terbaik nya untuk mereka khusus nya anak-anak mereka,
Dan untuk hari ini dan besok Katering tutup, Desi ingin fokus untuk menyiapkan makan siang bersama di rumah nya,
Sebenar nya Devan sudah menawarkan untuk makan siang di Restoran saja. Namun Desi menolak dan memilih memasak nya sendiri,
" Bu! " Panggil Danur yang ikut menemaninya masak di dapur,
"Iya nak. Apa butuh sesuatu? " Tanya Desi sembari mendatangi Danur yang duduk di kursi roda tak jauh dari meja makan,
Danur menggeleng tanda jika dirinya tidak membutuhkan apa-apa, Akhirnya Desi ikut duduk di samping kursi roda Danur, Satu tangan nya mengusap punggung remaja itu dengan sayang,
"Ada apa. Apa ada sesuatu yang ingin Danur sampaikan ke ibu? " Tanya Desi setelah terdiam beberapa menit,
"Terimakasih bu! Ibu sudah mau mengabulkan permintaan Danur, Danur bahagia akhirnya kami akan punya ayah sama seperti Ade Rakha, " Ucap nya dengan netra yang sudah berkaca-kaca menahan haru,
"Danur dan adik-adik sangat bahagia, Akhirnya kita keluarga yang lengkap. Ada ibu dan juga ayah, " Lanjut Danur lagi dengan menatap Desi dengan tatapan haru dan bahagia,
Desi langsung memeluk putra sulungnya itu dengan penuh haru, Rupanya selama ini anak-anak nya begitu mendambakan sosok Ayah dalam kehidupan mereka,
"Maafkan ibu! Maafkan ibu yang kurang memperhatikan kalian, Ibu terlalu sibuk bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan kalian," Kata itu hanya mampu terucap dalam hatinya,
"Maaf kan ibu ya nak! " Ucap Desi dengan suara lirih dengan air mata yang sudah membanjiri pipi mulus nya,
Jangan lupa jejak jejak cintanya ya bestie🥰🥰
__ADS_1