
π±"Wah serius kamu Lu. Kamu mau nikah sama mas Damar? " Pekik Arum tak percaya jika sahabat nya itu akan menikah dengan Sekretaris suaminya,
π±" iya Ar besok acara akad nya di rumah, Abang bilang akad saja dulu. Nanti setelah kamu melahirkan baru akan diadakan resepsi, "
Jawab Lulu di sebrang telpon. ya malam sebelum akad akan di langsungkan esok hari Lulu menghubungi Arum, untuk menginfokan tentang pernikahan nya dengan Damar, pernikahan yang tidak pernah ia Sangka-sangka sebelum nya,
π±" Ehem udah manggil Abang aja nih, " goda Arum sembari terkekeh, "
π±" ihh itu dia yang maksa Ar, aku loh sebetulnya nya manggil nya bapak aja hahaha, " Lulu tertawa usai mengatakan hal itu. bayangan wajah damar yang masem ketika dia memanggilnya bapak,
π±" ish kau nih masa sama suami sendiri manggil nya bapak, " Ucap Arum sembari menggelengkan kepalanya dengan kelakuan sahabat nya itu,
π±"masih calon Ar! Belum resmi jadi laki ku, " Sahut nya masih dengan tawanya,
π±" Iya iya masih calon, hem sayang sekali ya Lu, Aku nggak bisa hadir di akad kamu." Lanjut Arum lagi dengan nada sedih
π±" Sudah jangan sedih bumil sayang, kan ini hanya Akad, nanti setelah banyak twins baru akan diadakan Resepsi nya, " Hibur Lulu kepada Arum,
π±" Iya Lu, Btw aku penasaran bagaimna kalian bisa menikah, dan hebat juga mas Damar bisa menaklukan hati om Bambang, " Gurau Arum dengan terkekeh kecil, Lupa sudah dengan rasa sedih nya barusan, namanya juga bumil yang selalu berubah-ubah mood nya,
π±"Pokonya dadakan Ar, Seperti tahu bulat, aku juga kaget tau sebenarnya nya. Nanti deh kalau aku sudah kembali Aku ceritain semuanya, Kalau cerita di telpon begini kurang mantab, " Tukas Lulu dan di setujuai oleh Arum,
Setelah bertukar kabar dan juga menanyakan kabar kakek dan nenek nya Arum pun mengakhiri sambungan telpon ya dengan sang sahabat,
Arum bersyukur mengetahui jika kedua kakek dan nenek nya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja,
Walaupun saat ini belum bisa menjenguk mereka, Arum sudah bahagia,
"Sayang! Barusan telpon dari siapa Lulu? " Tanya Azka yang baru saja keluar dari kamar mandi usai membersihkan tubuh nya setelah pulang dari Kantor,
"Iya mas! " sahut Arum menoleh kearah suaminya yang sedang menggosok-gosok rambut nya yang basah dengan handuk,
"Apa ada kabar lain. bagaimna kabar kakek dan nenekmu?" Tanya nya lagi,
"Mereka baik-baik saja mas, " Ucap Arum dengan memandang kagum suaminya,
Malam ini Azka terlihat sangat ganteng di mata Arum, bahkan berlipat-lipat ganteng nya, jika dalam keadaan seperti ini,
Arum tanpa berkedip terus saja memandangi suaminya yang berjalan menghampirinya dengan senyum yang semakin menambah kadar ketampanan nya,
__ADS_1
Arum tersentak kaget kala tangan dingin Azka menyentuh pipi nya, Seketika kesadaran nya kembali jika sejak tadi ia telah menggagumi suaminya itu, Malu tentu saja selama ini dirinya tidak pernah melakukan itu secara terang-terangan,
"Kenapa.apa baru sadar kalau suamimu ini sangat tampan? " Tanya Azka menggoda sang istri,
"Apa sih mas! " Ucap nya dengan malu malu, Arum membuang pandangan nya ke Semarang arah, Demi menutupi rasa malu nya karena telah ketahuan memandang kagum pada suaminya sendiri,
Azka menagkup kedua pipi Arum dengan kedua tangan nya dan menghadapkan nya kedepan , Sehingga pandangan mereka bertemu,
"Kenapa malu hem? " Goda Azka lagi dengan menahan senyum, Sebab pipi istrinya sudah semerah tomat saat ini,
"Kenapa harus malu, Aku suamimu kamu bebas memandang dan juga menyentuhku di bagian manapun, " Tukas nya dengan menatap lembut istrinya yang kini juga menatap nya,
Perlahan tangan Arum terangkat dan memegang lengan berotot Azka, mengusap nya perlahan dengan lembut, Entah menggapa semenjak kehamilan nya ini Arum senang sekali mengabsen setiap inci tubuh suaminya,
Terkadang ia melakukan itu tengah malam saat suaminya tertidur pulas sedang dirinya malah terbangun dan tidak bisa tidur lagi jika belum melakukan kebiasaan nya itu,
Apalagi saat suaminya sehabis mandi seperti ini, Menghirup aroma khas suaminya yang bercampur aroma sabun mandi, Terasa sangat menyenangkan bagi ibu hamil itu,
Seperti yang ia lakukan saat ini, Mengabsen tubuh suaminya dan menghirup aroma khas nya yang selalu membuat nya nyaman,
"Hem harum banget!! " Gumam nya dengan terus menciumi dada dan juga celuk leher Suaminya, Tanpa menyadari jika sang empunya tubuh sudah panas dingin di buatnya,
"Hem.kamu telah membangunkan sesuatu sayang," Ucap Azka dengan suara serak di telinga Arum,
" Hem bangun? " Tanya Arum mendogak memandang wajah Azka yang sudah di selimuti gairah dengan polos nya, Belum menyadari jika ada sesuatu yang telah terbangun di bawah sana,
Azka tidak. Menyia-nyiakan hal itu, segera ia menyambar bibir pink nan sexy istrinya itu, mencium nya begitu dalam, "Sekarang kamu harus tanggung jawab sayang, " Ucap nya setelah tautan bibir mereka terlepas, Suara Azka sudah semakin serak menahan hasrat yang kian membumbung,
Malam yang kian larut semakin menambah syahdu nya dua insan yang tengah menunaikan kewajiban nya Sebagai pasangan halal yang mendaki menuju puncak syurga dunia,
ππππππππ
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu kini tiba juga, Dimana Damar kini telah duduk berhadapan dengan seorang penghulu dan juga pak Bambang sebagai ayah dari calon istrinya,
Semua tamu undangan telah duduk dengan rapi, Beberapa orang tetangga bertanya-tanya siapakah calon menantu pak Bambang tersebut, Dan sehebat apa pemuda itu, Sehingga sekelas lurah saja mampu ia geser dari calon suami Lulu,
Damar sangat gagah dengan kemeja putih di padukan dengan jas warna hitam,Sangat serasi dengan Lulu yang memakai kebaya modern warna Putih gading, Rambut panjang nya di saggul dengan cantik oleh mua setempat yang di sewa oleh bu Yanti,
Keduanya telah duduk berdampingan menunggu momen sakral itu terucap,Dimana Damar akan melafalkan kalimat yang akan mengubah status nya sebagai istrinya dalam ikatan suci pernikahan,
__ADS_1
Bisik-bisik beberapa orang ibu-ibu yang penasaran dengan calon suami Lulu pun terdengar hingga ketelinga bu Yanti yang duduk tepat di belakang putrinya,
Bu Yanti tidak ambil pusing dengan semua itu, Baginya dengan siapaun putrinya menikah asal saling mencintai dan tidak menyia-nyiakan putrinya itu sudah cukup, Tidak perlu kaya atau orang terpandang yang terpenting adalah dia bisa mencintai dan menyayangi putrinya setulus hati,
"Dengar-dengar calon suami nya itu bukan orang sembarangan loh jeng, aku dengar dari suami ku yang pernah melihat nya bertemu seseorang di warung kopi, " Ucap seorang ibu-ibu yang duduk di belakang bu Yanti,
Walaupun berbisik-bisik tetapi tetap saja kedengaran oleh yang lain,
"Halahh paling juga hanya pemuda biasa, yang hanya lulusan D3, Apa hebat nya di bandingkan dengan putra ku yang sudah kaya dari lahir, " Suara bu lurah yang sedikit nyaring membuat beberapa ibu-ibu menoleh kepadanya dengan tatapan yang sulit di artikan,
Acara kegiatan gosip Menggosip itu terpaksa terhenti saat suara petugas dari KUA itu memulai menuntun Damar dalam melakukan ijab qobul,
Pak Bambang memilih menikahkan putri semata wayangnya itu sendri tanpa melalui perantara seorang penghulu, Dirinya ingin menyerahkan putrinya kepada pemuda yang telah berani memintanya secara langsung kepadanya,
Dengan harapan kelak pemuda itu akan sanggup memikul amanah darinya ya itu berpindahnya tanggung jawab seorang ayah kepada putrinya, dengan membahagiakan putrinya tanpa menyakitinya sedikitpun,
" SAUDARA DAMAR ANGGARA. SAYA NIKAHKAN DAN KAWIN KAN ENGKAU DENGAN PUTRI KANDUNG SAYA LULU ANGGREINI BINTI BAMBANG HERMAWAN DENGAN MASKAWIN 5 HEKTAR SAWAH DAN 5 KILO GRAM EMAS DIBAYAR TUNAI,"
Pak Bambang sampai terbata-bata dengan suara bergetar saat menyebutkan kalimat maskawin yang di berikan oleh Damar untuk putrinya, Dirinya tidak pernah menyangka bila pemuda itu akan memberikan maskawin yang begitu besar kepada putrinya,
" SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWIN NYA LULU ANGGRAENI BINTI BAMBANG HENDRAWAN DENGAN MASKAWIN TERSEBUT DIBAYAR TUNAI, "
Damar mengucapkan kalimat sakral itu hanya dengan satu tarikan nafas nya,
"Bagaimana para saksi sah? " Tanya pak penghulu kepada para saksi disana,
"SAHHHHH!!! "
Ucap semuanya secara bersamaan Sedang Lulu masih syok dengan apa yang dia dengar barusan, "Li.. Lima hektar⦠lima kilo Emas? banyak banget, " Batin nya masih tidak percaya,
Pasal nya Damar tidak pernah memberitahu nya tentang maskawin nya itu, Bukan hanya dirinya kedua orang tuanya nya pun nampak kaget mendengar sejumlah maskawin yang di berikan oleh Damar kenapa putrinya mereka,
Jika semua kaget dengan maskawin yang di berikan oleh Damar kepada Lulu, Tapi tidak dengan seseorang di belakang mereka,
Bruk!!!
Tiba-tiba semua orang di kagetkan dengan suara orang yang terjatuh lumayan keras, Ya orang tersebut sangat syok mendengar sejumlah maskawin yang di berikan Suami Lulu tersebut hingga membuat nya jatuh pingsan,
Hadehh siapa pula yang pingsan tuhπ€
__ADS_1
Jangan lupa like komen nya ya bestieπππ€