Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 161


__ADS_3

"Mama..! "


"Iya sayang. Ada apa kok manggil nya sampe teriak kek gitu?, " Arum menyambut putra nya dengan kecupan dikedua pipi bulat nya yang masih blepotan bedak bayi,


Putra nya itu baru saja Selasa dimandikan oleh bu Tina, beberapa saat lalu,


"Aduh wanginya anak ganteng mama, " Arum kembali mengecup kedua pipi Arkha dengan gemas,.


"Em. Alkha syudah mandi ma, " Lapor nya dengan wajah menggemaskan membuat Arum tidak tahan jika tidak menciumi pipi bulat nya,


Sehingga sang empunya sedikit protes saat pipi nya menjadi uyel-uyelan sang mama,


"Ma. syudah! Nanti Gak danteng lagi loh, kan Alkha mau ketemu adik-adik cantik nih, " Protes nya dengan mengusap pipi dan juga rambut nya, memastikan jika rambut dan juga bedak nya belum luntur karena ulah sang mama,


Arum menahan senyum nya dengan menoleh kearah bu Tina yang juga ikut menahan senyum melihat tingkah Arkha yang sudah menjadi seorang kakak dari dua adik kembar nya,


"Owh iya sayang, maafin mama karena terlalu gemes," Arum meminta maaf dan juga geli dengan tingkah putra sulungnya itu,


"Arkha mau liat adik-adik ya?, " Tanya nya kemudian


Ia tahu putra itu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adik-adik nya sejak kemarin,


"Iya.. ini Alkha syudah danteng dan halum loh ma, Iyakan nek?, " Ucap nya dengan meminta dukungan kepada bu Tina, yang mengganguk mengiyakan,


"Ok sayang. Yuk kita lihat adik-adik nya," Arum berdiri dari duduk nya dengan membawa serta dua botol dot yang berisi Asi yang baru ia perah tadi sebelum Arkha menghampirinya,


Setiap pagi dan sore Arum memerah Asinya, kemudian ia berikan kepada perawat, yang bertugas merawat Kedua putrinya, Asi tersebut akan di berikan kepada baby twins dengan waktu yang ditentukan oleh Dokter,


🌺🌺🌺🌺🌺


"Apa kamu sudah yakin memilih dia?, " Tanya Roy dengan isyarat menunjuk dimana seorang wanita tengah Duduk dengan kepala tertunduk, Tidak berani sama sekali mengangkat wajah nya di hadapan Roy,

__ADS_1


"Kamu tahu kan dia seperti apa?, Jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari, Pernikahan itu nggak main-main, " Imbuh Roy serius menatap Andre yang duduk di hadapan nya,


"Saya yakin Boss, Saya yakin dia bisa dibimbing ke arah yang lebih baik, Dan saya ingin menjadikan nya sebagai istriku ibu untuk anak-anak ku, " Jawab Andre tegas dan yakin,


"Jika kamu sudah yakin dengan pilihanmu maka. Lakukanlah, Nikahi dia segera, Jangan sampai perut mendahului mu, " Lanjut Roy tanpa melihat wajah Andre yang telah memerah menahan malu,


"Ayolah kita sama-sama pria dewasa, tidak usah kaget seperti itu, " Roy semakin menggoda anak buah kepercayaan nya itu, Dirinya yakin jika Andre telah meniduri Nurlinda,


Dia tahu betul karakter Andre seperti apa, jika tidak suka dan tidak tertarik, mustahil jika Nurlinda masih baik-baik saja sampai saat ini,


Andre masih terdiam dengan wajah salah tingkah dihadapan Boss nya itu, Boss nya itu tidak salah, karena memang dirinya telah sejauh itu kepada Nurlinda,


"Jadi kapan rencana mu menikahinya? " Tanya Roy lagi saat Andre hanya diam saja tanpa bersuara sedikitpun,


"Rencana nya Tiga hari lagi saya akan ke desa untuk melamar dan menikahinya,"


"Oke! Semoga sukses ya, maaf tidak bisa hadir sebab besok Saya akan berkunjung kerumah mertua yang ada diluar kota, mungkin sekita seminggu saya disana, " Tukas Roy,


Nurlinda melirik tangan kanan nya yang terpaut dengan tangan lebar nan berotot milik Andre, Saat ini keduanya tengah berada dalam mobil hendak menuju ke suatu tempat,


Begitulah tutur pria itu saat dirinya kembali bertanya saat keluar dari kantor milik Roy, yang ia ketahui sebagai sahabat Mantan boss nya Devan,


"Ayo turun.Kita sudah sampai, " Ucap Andre hendak membuka pintu mobil nya namun karena Nurlinda tidak bersaksi, Akhir nya pria itu mengurungkan niat nya untuk keluar dari mobil, Rupanya wanita disamping nya ini tengah melamun,


"Linda.apa yang kamu lakukan?, " Tanya Ander dengan suara sedikit keras,


Suara Andre berhasil mengejutkan Nurlinda yang sedang melamun, Memikirkan apa yang akan pria itu lakukan kepadanya, Jika mendengar percakapan samar-samar antara Andre dan Roy tadi, Membuatnya dilanda kegelisahan,


Wanita itu terlihat glabakan saat tatapan nya bersirobok dengan tatapa tajam Andre, Ia tahu jika dirinya kini tengah melakukan kesalahan dengan tidak mendengar apa yang di katakan pria itu karena asik melamun,


"Linda.apa yang kamu pikirkan diotak kecilmu ini? Sehingga aku bicarapun kamu nggak dengar sama sekali, " Andre kembali bersuara dengan menyentil pelan kening Nurlinda,

__ADS_1


"Maaf bang, Abang tadi ngomong apa?, " Tanya nya begitu pelan dengan kepala menunduk karena takut,


Takut jika pria itu akan marah sebab dirinya yang melamun saat diajak berbicara,


"Jika ada yang mengajak bicara itu jangan nunduk, tapi tatap matanya, " Tegas Andreagi merasa gemas dengan wanita disamping nya itu,


" maaf bang. tadi akmm.., " Nurlinda tidak dapat melanjutkan kalimat nya sebab bibir nya telah dibungkam oleh bibir Andre,


Pria itu tidak tahan saat melihat bibir pink yang telah menjadi candunya, Andre melu mat nya begitu dalam, menyesap rasa manis yang tiada habis nya itu,


Satu tangan kokoh nya menahanbtengkuk dan sedikit menekan nya guna memperdalam ciu man nya, Nur selalu glabakan saat di serang seperti ini, bahkan wanita itu tidak bisa membalas sama sekali, Sebab permainan bibir Andre yang terlalu lincah tanpa jeda sedikitpun, bahkan untuk bernafas saja sulit baginya,


Andre melepaskan tautan bibir mereka setelah Nurlinda hampir kehabisan nafas karena ulah nya yang tidak bisa mengontrol diri,


Jika tidak ingat mereka sedang berada dimana saat ini, mungkin pria itu akan mendukung Nurlinda dan tidak akan melepaskan nya sedetikpun,


"Ayo kita turun, Sebelum aku memakan mu disini," Ucap nya sembari mengusap bibir Nurlinda yang sedikit bengkak dengan ibu jarinya,


Nurlinda menengadah kan kepalanya memandang gedung tinggi yang berdiri di hadapan nya, wanita itu mengkerut kan kening nya dengan hati bertanya-tanya, Untuk apa Pria itu mengajaknya ke pusat perbelanjaan seperti ini,


"Ayo." Ajak Andre dengar menggandeng tangan Nurlinda, Berjalan masuk kedalam Mall tersebut,


"mau ngapain sih ngajak kesini, Ditanya juga nggak pernah jawab dengan bener, " keluh nya dalam hati namun tak urung kakinya melangkah mengikuti langkah lebar sang pria,


Hay bestie aku up nih, walau hanya satu bab saja nggak apa2 yah😁


Eh kan selalunya memang hanya satu bab up nya 🤭 Jadi malu nih🙈


Jangan lupa like komen nya ya bestie, semoga besok bisa up lagi, walaupun masih tetap satu bab😩


TERIMAKASIH untuk semua bestie ku yang selalu menanti up2 berikut nya, Peyukkk sayang buat kalian semua🤗🤗🤗😘🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2