
Andre benar-benar tidak melepaskan Nurlinda barang sejenak pun, Pria itu seakan tiada puas nya menggagahi istri mungilnya itu, Sudah satu jam lebih mereka bergulat dengan berpindah-pindah posisi dan tempat,
Mulai dari sofa tempat tidur, dan kini kamar mandi menjadi pilihan pria itu, Dengan modus mandi bersama setelah mencapai puncak untuk kesekian kalinya,
Membuat Nurlinda tidak bisa mengelak atau menolak keinginan sang suami, walaupun tubuh nya sangat lelah akibat perjalanan jauh,
Setelah beberapa saat terdengar lah suara erangan panjang Andre disertai semburan hangat yang memenuhi rahim sang istri, dengan tubuh penuh peluh pria itu memeluk erat tubuh mungil istrinya,
Rasanya sangat berbeda setelah keduanya sudah sah menjadi pasangan suami istri, Rasanya jauh lebih nikmat dari sebelumnya,
Nurlinda terkulai lemas dalam pelukan suaminya, nafas nya memburu tulang-tukangnya serasa mau rontok. Jika tidak dipeluk Andre mungkin dirinya sudah jatuh terjerembab dilantai efek lutut yang lemas usai dihajar beberapa ronde oleh sang suami yang seperti orang kelaparan yang sudah lama tidak bertemu dengan makanan.
Andre masih mengatur nafasnya dengan mendekap erat tubuh istri nya dari belakang, tangan kanan nya mengusap pelan perut rata sang istri berharap sesuatu yang menjadi impian nya saat ini, Segera terkabul,
"Terima kasih sayang. I love you! " Ucap Andre diiringi dengan mengecup hangat puncak kepala istrinya yang kelelahan karena ulahnya,
Serr!!
Dada Nurlinda berdesir hangat dengan jantung berdegup kencang, Saat mendengar kalimat yang baru perdana terlontar dari bibir pria yang telah sah menjadi suaminya itu,
Perut nya geli seperti ada ribuan kupu-kupu berterbangan disana,
Andre membawa tubuh mereka tepat dibawah shower yang sudah menyala sejak tadi, namun terabaikan oleh kegiatan mereka, Dengan telaten pria gagah itu membersihkan setiap inci tubuh istrinya. Yang berhiaskan maha karyanya dibeberapa tempat favoritnya,
Nurlinda hanya menurut saja dengan perlakuan sang suami, saat ini dirinya sangat lelah, dibenak nya hanya satu. Ingin tidur,
Setelah selesai membersihkan tubuh mereka Andre membungkus tubuh istrinya dengan bathrobe setelah itu barulah dirinya mengenakan handuk yang menutupi pinggang sampai sebatas lututnya
Otot lengan nya mengetat. Kala memangku tubuh mungil istrinya dan membawanya keluar dari kamar mandi, dan langsung menuju ruang ganti yang berada di dalam kamar itu.
Andre memilih kan baju santai yang nyaman untuk digunakan sang istri dirumah,
" Bang aku bisa pakai sendiri! " Ucap nya sebelum mengangkat sebelah kakinya saat Andre menyodorkan dalaman dan membantunya untuk memakainya,
" Jangan banyak protes, Ayo pakai. Atau masih mau melanjutkan yang tadi? " Tukas Andre dengan senyum miring sengaja menggoda istrinya,
__ADS_1
"Nggak!! Aku mau istirahat bang lelah, " Ucap Nurlinda cepat, Dan dengan cepat memakai dalaman yang di sodorkan Andre.
Setelah berpakaian Andre segera mengenakkan pakaian nya sendiri sebuah T-shirt pres body dengan celana boxer warna hitam, Pria itu kembali membopong tubuh istri nya keluar dari ruang ganti menuju tempat tidur dan merebahkan nya disana.
"Tidurlah.istirahatkan tubuhmu, Aku akan keruang kerja, " Usai mengucapkan itu Andre mengecup kening Nurlinda dengan lembut, Setelahnya pria itu berlalu dari kamar meninggalkan Nurlinda yang menatap punggung nya dengan perasaan yang sulit diungkapkan,
****
Rasanya baru saja dirinya menutup mata dan terlelap, Saat merasakan tangan seseorang yang bermain-main didada nya, di iringi dengan sesapan di kulit leher nya membuatnya mengeram tertahan sebagai reflek akan rasa yang timbul oleh perlakuan seseorang yang tengah mendekap nya dengan erat saat ini,
"Em..! Abanhhg!! " Erangan Nurlinda semakin membuat seseorang yang mendekap nya itu semakin bersemangat untuk melanjutkan aksinya,
Perlahan mata wanita itu terbuka, dengan mata memincingk menghalau silau sinar mentari sore yang menerobos jendela kamar yang masih terbuka,
"Abanhh! Aku lapar. "
Kalimat yang baru saja ia lontarkan sukses membuat sang suami mengendur kan dekapan nya serta melepaskan desain pada leher jenjangnya, Yang sudah dipastikan meninggalkan bekas kemerahan itu,
"Hem.ayo bangun makanan nya sudah ada situ, " Tunjuk nya ke arah meja yang terletak ditengah ruangan kamar yang luas itu, Tanpa menunggu respon Nur Andre segera bangkit dari mengukung tubuh sang istri kemudian turun dari tempat tidur,
Hampir saja dirinya kebablasan menerkam istrinya,Padahal niat awal nya hanya ingin membangunkan sang istri dengan caranya sendiri, Namun saat mendengar suara serak Nurlinda dirinya menjadi lupa akan tujuan utamanya,
Dan kini berimbas kepada si junior yang sudah gelisah didalam sarang nya, Seolah protes dengan aktivitas nya yang terpaksa harus berhenti sebab sang pawang sedang kelaparan,
"Abang!!. Mau ngapain? " Pekik Nurlinda dengan mata membulat. Kedua kakinya reflek melingkar di pinggang sang suami, Tangan nya ia kalungkan dileher.Saat Tiba-tiba saja Andre mengangkatnya ala koala,
"Mau membawamu ke kamar mandi. Untuk mencuci muka, memangnya kamu mau yang lain? " Tukas Andre dengan senyum miring menggoda istrinya yang seketika memalingkan wajahnya kesamping. Demi menyembunyikan rona merah dikedua pipinya malu, 'Ahh bodohnya aku' Rutuk Nurlinda dalam hati,
Andre terkekeh kecil melihat Nur salah tungkah. Tiba didalam kamar mandi Andre mendudukkan istrinya diatas wastafel dengan cermin di depan nya, Nurlinda segera membasuh wajahnya dengan air dingin, rasanya adem sekali saat wajahnya terkena air dingin. segar!!,
Usai membasuh wajahnya ia pun menggosok giginya. Sudah menjadi kebiasaan nya sejak remaja, saat bangun tidur mau tidur siang pun dirinya wajib menggosok gigi,
"Bang kenapa liatnya seperti itu? Apa ada yang aneh dengan wajahku? " Tanya Nurlinda yang reflek bercermin dan memeriksa wajah nya setelah selesai menggosok giginya, apakah ada belek yang tertinggal disana,
"Nggak ada yang aneh. Hanya saja isteriku kok sekarang semakin cantik dan imut, " Jawab Andre tangan kanannya terangkat mengusap pipi chubby sang istri, Ya sejak hari itu Nurlinda menurut dengan pola makan yang diatur olehnya bahkan selama berada di desa istrinya itu selalu doyan makan, ibunya pun sampai heran melihat putrinya yang sebentar-sebentar lapar,
__ADS_1
Namun tak urung selalu membuatkan makanan kesukaan si sulung, Yulia sangat bahagia dengan sikap manja putrinya selama di desa,
Nurlinda tersipu malu mendengar kalimat pujian dari suaminya itu, hingga membuat kedua pipinya Merona malu,
"Bang mau turun! " Ucap nya pelan. Masih dengan menunduk menyembunyikan semburat merah diwajahnya, dengan jantung yang terasa bertalu-talu di rongga dadanya, Entah menggapa kaliamt pujian Andre membuatnya jantung nya gelonjotan,
Tanpa kata Andre kembali membawa istrinya dalam gendongan nya. Dan segera membungkam bibir Nurlinda yang akan memekik karena kembali terkejut dengan ulahnya
Sambil berjalan dengan memeluk erat pinggang sang istri bibir nya terus ******* dan menyesap semakin dalam bergantian atas dan bawah meraup rasa manis pada bibir istrinya yang telah menjadi candunya,
Andre baru melepaskan tautan bibirnya setelah merasa Nurlinda kehabisan Nafas, menempelkan kening nya dengan kening wanitanya itu sembari mengatur nafas yang memburu,
"Bang.mau makan, lapar! " Nurlinda dengan cepat berucap saat merasakan sesuatu yang mulai mengganjal bokong nya, karena saat ini ia tengah duduk dipangkuan Andre dengan posisi berhadapan,
Keduanya makan dengan tenang, terutama Nurlinda makan cukup Lahab, efek lapar dan juga doyan menjadi satu,
"Ini abang masak sendiri? " Tanya nya di sela-sela kunyahan nya, Tanpa menoleh kepada suaminya. Dirinya fokus dengan makanan didepan nya, Seakan takut jika ada yang merebutnya,
"Hem, " Jawab singkat Andre,
"Em.. enak bang. boleh nggak minta dibuatkan lagi yang seperti ini? " Lanjutnya sembari memasukan sepotong omlete keju kedalam mulutnya,
Andre menaikan sebelah alis nya mendengar permintaan istri mungilnya itu, Pasalnya makanan dipiringnya masih belum habis tapi sudah meminta dibuatkan lagi,
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Arini keluar dari mobil nya setelah berdiam diri selama berjam-jam didalam kendaraan nya tersebut, Dirinya masih ragu untuk menemui sang suami yang sejak tadi ia tunggu kemunculan nya di depan loby kantor milik Anton itu,
sudah hampit 3 jam dirinya tuba di gedung bertingkat 3 itu, Namun belum punya keberanian untuk turun dan menemui sang suami yang masih dalam mode marah itu,
Perlahan wanita parubaya yang masih terlihat cantik itu melangkahkan kakinya, menuju loby kantor suaminya dengan jantung yang berdegup kencang, Antara ragu dan takut menjadi satu, Akan kah Anton akan murka atas kelancangan nya datang ke kantor,
.. bestie segitu dulu ya, kalau gak rempong hari ini, Insya Alloh akan lanjut bab berikutnya, 🙈
mohon doanya semoga gak rempong dan mood bagus😂
__ADS_1
Btw ini part full Andre Nur ya🤭