Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 151


__ADS_3

"Jadi kalian nggak mau masuk nih? Masih mau senggol-senggolan di depan pintu?, " Tanya Azka kepada ketiga pria dewasa itu,


"Ya mau masuk dong bro!!, " Seru ketiga nya kompak, Ketiga istri mereka hanya saling pandang seraya menggelengkan kepala dengan kelakuan suami-suami mereka itu,


" Hay Armni. Bagaimana keadaanmu saat ini? "


Nuri bertanya mewakili Jesica dan Leny, ketiga wanita cantik itu kini telah berdiri di sisi ranjang Arum yang masih berbaring,


" Hay juga mba semua,Kabar ku sudah lebih baik, Wah rombongan ini ya," Jawab Arum dengan senyum manis nya,


"Sini mas bantu duduk. Biar enak ngobrol nya, " Tukas Azka yang baru saja menyusul di ekori oleh ketiga bapak-bapak yang tadi sibuk senggol-senggolan di depan pintu,


Azka membantu Arum untuk duduk. Dengan sangat hati-hati. Sesekali wanita itu meringis menahan perih di area perut nya,


Azka dengan telaten merapihkan rambut Arum dan mengikat nya dengan rapih, Ketiga sahabatnya sampai melongok melihat perlakuan Azka kepada isrtinya.


"Noh liat tuh bro!! Itu adalah contoh dari suami yang baik.Yang sayang.banget dengan istrinya, kalian wajib mencontoh nya," Tukas Iqbal yang kini telah menduduk kan dirinya di sebuah sofa yang berada di ruangan itu,


"Arkha gimana. nggak nangis ditinggal dirumah?" Kali ini Jesica yang bertanya seraya duduk di pinggir bed Arum yang telah duduk dengan sempurna,


"Arkha dirumah mba,Dia anteng Karna ada kakak-kakak nya dirumah," Jawab Arum, Dia kalau sudah sama mba Desi pasti anteng banget, nggak pernah rewel, Lanjut Arum lagi,


Ketiga wanita itupun mangguk-mangguk mendengar perkataan Arum tentang putra nya,


"Jadi baby twins nya masih di ruang khusus ya?," Tanya Nuri " bisa di jengunk nggak sih mas Azka?," Tanya Nuri,


"Bisa.tapi hanya boleh satu orang saja itupun dikasih batas dan hanya orang tuanya yang bisa masuk." Tukas pria itu


"Ya padahal pengen banget liat baby twins nya, Pasti cantik-cantik deh mereka kek ibunya cantik! ," Sahut Leny dengan sedikit kecewa sebab tidak bisa melihat kedua bayi kembar Arum dan Azka,


"Kalau mau lihat ini aku ada rekam kemarin, " Ucap Azka sembari menyodorkan ponsel nya kepada Iqbal,


"Sini pah.mama yang liat duluan ," Tukas Leny yang langsung mengambil alih ponsel Azka yang tengah memutar rekaman Vidio baby twins,

__ADS_1


"Hem.ini nih wanita selalu didepan, dan selalu benar," Gurau Gustra seraya melirik istrinya yang sudah ikut menunduk ikut melihat rekaman baby twins di ponsel Azka,


"Biarkan mereka bahagia bro! Maka hidup kita akan aman dan damai," Cerocos Roy dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Gustra, yang langsung mencibir nya,


"Jadi kapan kalian akan pulang kerumah?, Tanya Gustra kepada Azka yang telah ikut duduk di depan nya, Setelah memberbaiki letak duduk Arum supaya duduk nya nyaman,


Kata dokter tadi jika Arum sudah bisa jalan, maka akan secepatnya bisa pulang, Gue juga udah pesan alat inkubator untuk dirumah nanti, Dan mempekerjakan Seorang perawat dan dokter untuk memantau perkembangan baby twins, Nggak mungkin kan kami pulang tanpa mereka berdua,"


Ketiga pria itu mengangguk kompak setelah mendengar jawaban dan juga penjelasan dari Azka,


"Btw gimana kabar pengantin baru? Belum MP pasti mereka karna kejadian ini, Dan juga sibuk ngurusin anak banyak, " Tanya Gustra penasaran,


"Ya mana gue tahu! Mereka sudah MP apa belum, lagian elo kok sampai mikirin hal itu segala sih Gus, " Tukas Azka sembari menatap Gustra dengan mata memincing,


"Iya lah bro kasian bener nasib pak pengacara nikah sudah tapi belum bisa ngerasain nikmat nya syurga dunia, " Ucap Gustra lagi di iringi dengan tawa nya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Dirinya masih menginap di rumah Arum, untuk menjaga Arkha dan menghibur anak itu supaya tidak terlalu mencari keberadaan mama nya,


Untung saja Devan mau mengerti dengan kondisi nya saat ini, Ia juga sebenar tidak enak hati kepada suaminya itu,


Ini adalah hari kedua dirinya telah resmi menyandang status sebagai Nyonya Syailendra,


Namun ia belum bisa melayani suaminya dengan baik, selain mereka masih menginap di rumah Arum yang membuat aktifitas keduanya tidak leluasa, untuk bermesraan karena banyak nya penghuni rumah selain anak-anak mereka,


Walaupun pria itu terkadang? Merengek seperti anak kecil yang meminta dibeli kan permen oleh ibu nya, Terkadang Desi tertawa sendiri kala menggingat Devan yang merengek setiap pagi,


Desi yang pakaian nya sedikit basah karena Citra dan Dara bermain air saat ia memandikan mereka tadi, Buru-buru masuk ke kamar tamu yang ada di lantai atas tepat berhadapan dengan kamar yang di tempati anak-anak mereka. Hanya saja kamar yang di tempati Desi berada di ujung. Berhadapan dengan pemandangan kolam renang,


Dara dan Citra yang tidur di lantai atas ini, sedang Danur dan Dimas tidur bersama Arkha, di kamar nya yang berada di lantai bawah tepat di samping kamar utama,


Wanita itu segera masuk kedalam kamar nya. Untuk membersihkan dirinya sebelum Devan pulang dari kantor, Ia tidak ingin menyambut suaminya dalam keadaan kucel dan bau acem, Setelah seharian beraktivitas.

__ADS_1


Baru saja wanita itu menutup pintu kamar dan menguncinya, sebuah lengan kokoh nan berotot kini telah membelit pinggang rampung nya, Hal itu membuat wanita itu terjengkit kaget,


"Mas! bikin kaget saja, kapan mas pulang? Kok aku ngga liat?, " Tanya Desi masih dengan polisi membelakangi Devan. Karena pria itu memeluk nya dengan erat,


"sejak 10 menit yang lalu, Sayang aku menginginkanmu saat ini, "


Devan membenamkan wajah nya pada celuk leher Desi, menghirup aroma yang selalu membuat nya tenang dikala suntuk melanda,


"Mas lepas dulu. Aku belum mandi loh masih bau, " Desi berkata dengan suara terbata-bata karena ulah suaminya yang menyesap leher nya dengan kuat


Tubuh Desi sedikit bergetar saat merasakan hal itu, Tidak bisa di pungkiri. Dirinya adalah wanita dewasa. Wanita dewasa yang pernah berumah tangga,


Yang juga ingin merasakan sentuhan seorang pria, seorang pria yang telah sah menjadi suaminya, Namun karena suatu keadaan yang tidak terduga. mereka harus mengesampingkan dahulu urusan pribadi,


"Kamu nggak bau. kamu wangi aku suka semuanya yang ada padamu, " Rayu pria itu lengan nya semakin mengerat memeluk tubuh istrinya,


"Tapi mas. aku ini belum mandi, Biarkan aku mandi dulu ya, "


"Mandi bareng, " Tanpa persetujuan dari Desi, pria itu langsung membohongi tubuh Desi, Sehingga membuat wanita itu memekik karena terkejut,


"Mas!!, "


"Aku nggak tahan lagi sayang. aku benar-benar sangat membutuhkan mu saat ini, " Pria itu berjalan menuju kamar mandi tanpa kesusahan sama sekali dengan Desi yang berada dalam gendongan nya,


MAU DONG DI GENDONG JUGA😍


Paksu GENDONG....!!! 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️


Pada nungguin MP nya Duo D ngga sih?


nggak kan ya, Ya udah nanti lanjut di sebelah aja ya, Cukup sekian dulu ya Othor yg masih volos ini mau itu dulu🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️


JANGAN LUPA LIKE KOMEN NYA YA BESTIE😘😘🥰😍

__ADS_1


__ADS_2