
Mobil Azka melaju membelah padatnya jalan raya sore itu, Beberapa kali ia menekan klakson saat macet menghadang nya, Pikiran nya tidak tenang berulang kali ia menelpon ponsel istrinya namun tidak ada jawaban,
Azka sangat panik memikirkan perasaan Istrinya saat ini, Saat beberapa waktu lalu Damar melapor dan menunjukkan berita hoax yang sedang bereder di jagad maya tersebut,.
"Ya ampun sayang tolong jawab telpon nya dong! " Ucap Azka semakin panik.seraya kembali mendial nomor sang istri, Bahkan karena panik ia sampai lupa menelpon Lulu yang sudah pasti ada bersama Arum saat ni,
Setelah berjuang di tengah macet yang menguras kesabaran siapa saja, Kini Azka telah memarkirkan mobil nya dengan sembarangan kemudian segera masuk kedalam rumah,
Sesampainya di dalam rumah hanya Rakha yang di temani bu Tina dan juga bu Siti sedang belajar mewarnai buku gambar nya, Bu Siti yang melihat kedatangan Azka segera bangkrut dari duduk nya kemudian menghampiri pria itu,
"Ayah!! Gendong! " Teriak Rakha berlari saat menyadari kehadiran Ayah nya setelah melihat bu Siti beranjak dari duduk nya,
Azka yang di sambut oleh Rakha yang berlari dengan menjulurkan tangan nya meminta gendong, pun tersenyum, Di angkat nya Rakha kedalam gendongan nya sembari mencium pipi nya gemas, Harum aroma telon yang menyeruak di tubuh Rakha wangi yang ia sukai membuat nya sedikit tenang dan rilex,
"Anak ayah lagi bikin apa tuh? " Tanya nya kepada Rakha yang berada dalam gendongan nya
"Itu Abang bikin lumah buat adik bayi, " Jawab nya dengan tersenyum malu-malu, Membuat Azka semakin gemas dan menghadiahi nya kecupan di pipi gembul nya,
"Dimana Arum bu?" Tanya Azka saat ia menurunkan Rakha kembali, Bocah itu langsung kembali berlari mendatangi mainannya yang ia tinggalkan sejenak untuk menyambut sangat Ayah,
"Ada di kamar brsama Lulu pak! Em.. Sejak pulang dari kedai es krim tadi mama nya Rakha nggak keluar lagi, " Jelas bu Siti,
Azka kembali khawatir dengan kondisi istri nya, Setelah mendengar penjelasan bu Siti, segera ia langkahkan kaki nyaenuju kamar utama di mana Arum berada,
DIDALAM KAMAR,
"Ar sudah dong jangan gini! Kasian keponakan aku kalau makannya sedih gini, " Bujuk nya kepada sang ibu hamil itu, Sudah hampir satu jam lulu membujuk Arum agar berhenti menangis dan memikirkan tentang berita hoax itu,
"Ar ayo dong mana sahabt aku yang paling hebat! Yang paling buat dan juga paling cantik pastinya, jangan begini kamu harus bisa menghadapi ini, ingat semakin kamu terpuruk maka mereka akan semakin senang karna tujuan orang itu pasti ingin melihat mu terpuruk dan hancur , " Ucap lulu lagi
"Tapi Lu kamu liat sendiri kan berita viral itu bisa-bisanya mereka mengatakan kalau aku pelakor! Dan…"
__ADS_1
"Sayang!" Suara Azka menghentikan percakapan kedua wanita itu, Keduanya menoleh kearah suara. Disana Azka berdiri dengan raut wajah sedih kala menyaksikan istri kesayangan nya menangis dengan sedih,
Lulu yang melihat Azka berjalan mendekati Arum, ia pun bangkit dari duduk nya Lulu berjalan keluar kamar dan menutup pintunya dengan pelan. membiarkan pasangan suami istri itu menyelesaikan memberi semangat dan juga kekuatan,
Tidak bisa di pungkiri jika hatinya juga sedih dengan apa yang telah menimpa sahabat terbaik nya itu, ia tahu Arum seperti apa, ia juga tahu bagaimna Arum bisa menikah dengan Azka, Azka Dewantara pemilik Perusahaan ternama DEWANTARA'S Group,
"Apa sih maunya wanita demit itu, Kenapa dia masih menggangu Arum, bukankah semua ini terjadi karena keinginan nya sendiri! Dasar wanita demit ingin rasanya ku jambakk gusinya biar dia tahu rasa huh!, " Geram Lulu terhadap Sabira,
Hari sudah sore ketika ia ingat jika Tas Arum dan juga ponsel nya masih tertinggal di dalam mobil, Ia pun segera berjalan keluar ingin mengambil Tas dan juga ponsel milik Arum,
Ia kembali mengingat kejadian di kedai eskrim tadi siang hatinya kembali memanas, Kala mengingat jika Arum sampai menggurungkan niat dan keinginan nya untuk menikmati makanan manis itu karena berita hoax itu,
"Astaga aku benar-benar kesal hari ini, Kasian ponakan aku gagal makan eskrim karena ulah wanita demit itu awas saja kau jika bertemu denga ku huh! Akan ku hajar kau!! " Geram Lulu, karena terlalu kesal dengan Sabira
Lulu sampai memukul udara dan juga menendang kuat udara di depan nya bersamaan ia membuk pintu dan… Bug!! Paak!!
"Auuuhh!! " suara jerit kesakitan jelas terdengar di telinga Lulu, Dan sukses mambuat bola mata Lulu hampir lompat dari tempat nya,
"Ya Tuhan!!" Lulu terkejut dengan apa yang dia lakukan, Didepan nya Damar tengah meringis menahan sakit di bagian masa depan nya dan juga wajah nya,
"Ma… maaf Pak Damar aku nggak tahu kalau ada orang di depan pintu tadi! " Ucap Lulu membela diri Ia melihat Damar masih meringis dengan satu tangan nya memegang hidung nya, Sedang satu tangan nya lagi menagkup adik kecil nya,
"Lama-lama aku bisa mati karena kau selalu menganiaya ku! " Lanjut Damar lagi dengan menahan nyeri di bagian hidung dan juga adik kecil nya masa depan nya yang terasa sangat nyeri dan menyakitkan,
Lulu yang merasa bersalah pun dengan sigap memapah Damar menuju mess yang ada di samping rumah utama tepat berhadapan dengan kolam renang yang khusus untuk tempat istirahat Damar jika ia tidak sempat pulang ke Apartement nya,
"ayo pak biar aku bantu ke kamar! " Tukas nya sembari meraih satu tangan Damar dan menyampir kan nya di bahu nya,
Damar hanya menurut saja dengan apa yang di lakukan Lulu, sebenar nya ia tidak selemah itu walaupun memang sangat terasa nyeri di bagian intinya namun ia masih bisa berjalan, Akan tetapi ia sengaja membiarkan Lulu memapah nya ia ingin sedikit mengerjai gadis bar-bar dan juga ceroboh itu,
"Apa kau tidak bisa bersikap tenang? Dan tidak menyakiti orang lain! Kau lihat akibat perbuatan mu ini jika akubkehilangan masa depan ku apa kau bisa bertanggung jawab untuk itu?" Ucap Damar panjang lebar,
__ADS_1
"Ya maaf! Kan aku nggak tahu tadi kalau ada orang di depan pintu, Lagi pula aku nendang nya kan nggak terlalu kuat tadi! " sahut Lulu sembari menduduk kan Damar di sofa yang ada di ruangan itu,
"Selalu saja ceroboh!, " Damar masih kesal dengan apa yang di lakukan gadis di depan nya itu,
"Yaudah sini aku bantu obatin! Mana kotak obat nya? " Tanya Lulu menatap Damar yang masih memegangi adik kecil nya," Ia jadi kasihan melihat keadaan Damar karena ulah nya yang tidak sengaja menendang udara malah si Damar yang kena,
Lulu dengan telaten membersihkan hidung Damar yang sedikit berdarah akibat terkena bogem nyasar nya tadi, Lulu ikutan meringis kala mengusapkan kapas anti septik itu ke hidung Damar yang sedikit memer,
" Em aku minta maaf ya pak Damar sungguh aku nggak sengaja tadi, Tadi itu aku sedang kesal dengan si penyebaran berita hoax tentang Arum, Rasanya aku ingin mencekikk nya kalau.. "
"Auuhh!" Teriak Damar saat Lulu tak sengaja menekan kapas terlalu kuat akibat rasangetam nya kepada Sabira, sehingga membuat hidung nya kembali nyeri, " Apa kau ingin membunuh ku juga setelah kau menyakiti adik kecilku hem? "
"Astaga maaf kan aku pak!, aku benar-benar nggak sengaja aku… " Ucapan Lulu menggantung di udara saat sadar jika jarak di antara keduanya sangat minim, Karena kaget tidak sadar Lulu mengubah posisi duduk nya, Yang tadinya duduk menyanping kini telah menghadap Damar dengan menaikan satu kakinya dan menekuknya di atas sofa,
sehingga Lulu berdiri dengan bertumpu satu kaki di lantai sedang satu kakinya lagi ia tekuk di sofa ,
Posisi Lulu tepat di hadapan Damar dengan posisi tubuh Lulu lebih tinggi sehingga Damar mendongaknkan kepalanya
tangan halus Lulu tengah mengusap hidung Damar yang tidak sengaja ia tekan barusan, sedang tangan satunya memegang kepala Damar,
Posisi kepala Damar yang sedikit mendongak membuat keduanya saling bertatapan,
Pandangan mata mereka bertemu sejenak keduanya Saling menyelami dan mengagumi keindahan masing-masing, Jantung keduanya berdegup dengan kencang seakan saling bersahutan,
Sedetik.. Dua detikk.. Keduanya masih saling mengagumi akan keindahan masing-masing, Entah kapan dan bagaimana tangan Damar kini sudah berpindah memeluk pinggang Lulu, Satu tangan nya lagi perlahan namun pasti kini sudah menangkup sebelah…
HAYOO!! JANGAN PADA NGERES YA OTAK NYA NGGAK BAIK
🤪🤪🏃🏼♀️🏃🏼♀️
Next ya kita sambung di sebelah aja 🤣🤣
__ADS_1
jangan lupa loh komen dan like nya ya All bestie 😘
Terimakasih 🙏