Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab 152


__ADS_3

"Kami pamit dulu ya Ar. Semoga lekas membaik, Nanti kami berkunjung lagi jika sudah pulang kerumah, " Nuri berpamitan mewakili semuanya,


"Aamin.Terima kasih mba Nuri. Mba Leny dan juga mba Jesi, Terima kasih telah mengunjungi ku, " Arum berkata seraya mengatupkan kan kedua tangan nya didepan dada nya,


"Sama-sama, kita kan temen. Sesama teman nggak perlu sungkan, jika ada apa-apa jangan segan untuk minta tolong ke kita, " Lanjut Nuri lagi yang di angguki oleh Jesica dan Leny,


Bukan hanya para istri, para suami pun melakukan hal yang sama, ketiga nya juga tengah berpamitan dan memberikan semangat kepada sahabat mereka itu,


"Bro kita pamit ya, semangat dan juga Selamat kini elo sudah jadi ayah yang sesungguhnya setelah sekian tahun menunggu dan menginginkan seorang anak, " Roy memeluk sahabatnya itu penuh haru,


Dan hal itu juga dilakukan oleh Iqbal dan Gustra, mereka bergantian memberikan selamat kepada sang sahabat yang akhir nya kini bisa merasakan menjadi seorang ayah yang sesungguhnya,


"Thanks bro! untuk semuanya, " balas Azka sembari menepuk punggung para sahabat nya,


"Mas! Aku mau ke kamar mandi, " Ucap Arum setelah Azka kembali dari menghantar teman-teman nya sampai pintu,


"Iya. Sini mas bantu. bisa jalan sendiri?, " Tanya Azka yang sudah bersiap untuk menggendong Arum apabila bum berani berjalan,


" Coba aku belajar jalan dulu mas. Biar cepat kita pulang. Aku nggak betah disini, Rasanya kurang bebas. Enak itu di rumah sendiri mau ngapain akan aman dan nyaman, "


Azka dengan sabar menuntun Arum berjalan ke kamar mandi. " Pelan-pelan saja sayang jangan sampai perut mu sakit." Ucap nya lembut,


" Mas aku kangen Arkha. Sedang apa dia sekarang ya, apa dia nggak nyariin aku? Sudah dua hari nggak ketemu dia, " Arum berkata pelan kepada suaminya saat membantunya naik kembali ke bed nya setelah dari kamar mandi,


"Nanti kita telpon ya, Tadi siang mas tanya Devan dia baik-baik saja dirumah bersama kakak-kakak nya, Nggak rewel juga. Paling sesekali saja nanyain kamu tapi setelah di ajak bermain oleh Danur dia teralihkan lagi,"


"Em.. Mas?, aku jadi nggak enak sama pak Devan, gara-gara kejadian ini mereka jadi terganggu mas, seharus nya mereka pergi honey moon saat ini. Bukan nya malah momong anak di rumah, " Ucap Arum merasa tidak enak kepada Desi. Terutama kepada Devan,


"Jangan banyak pikiran sayang, aku yakin Devan pasti mengerti dengan keadaan yang terjadi saat ini, " Tukas Azka dengan mengelus kepala Arum dengan lembut,


"Mau telpon sekarang? Biar mas hubungi Devan sepertinya dia sudah pulang dari kantor jam segini, " Azka mengambil ponsel nya dan duduk di samping bed Arum,


"Tapi apa nanti nggak bikin Arkha rewel mas. Kalau kita telpon sekarang? Nanti malah dia jadi rewel dan minta kesini gimana? Kan anak kecil nggak baik ke kerumah sakit, "


"Jadi bagaimana? Mau nelpon nggak nih?, "

__ADS_1


"Nggak usah aja deh mas nanti besok pagi aja, jadi kalau pun nanti dia rewel dan minta kesini kita bisa pikirkan bagaimana nanti, " Arum mengurung kan niat nya untuk menelpon putra nya, karena khawatir akan membuatnya rewel dan meminta kerumah sakit untuk bertemu dengan nya, ,


Azka pun menyetujui perkataan istrinya, Jangan sampai Arkha rewel dan meminta bertemu dengan Mama nya, kasian Desi dan Devan nanti kerepotan, Selain itu juga ini sudah sangat sore, Sebentar lagi senja,


SEMENTARA ITU DIKEDIAMAN AZKA,


Suasana sore menjelang senja itu nampak berbeda dengan biasanya, Jika biasanya udara dikala senja itu sangat sejuk bahkan cenderung dingin disaat Cuaca sedikit mendung,


Namun tidak dengan Susana didalam kamar tamu yang terletak di lantai dua itu,Berawal dari mandi bersama, yang berujung pemanasan sehingga menimbulkan bulir-bulir keringat pada tubuh keduanya,


" Ahh...! Mash.., " Desi tak kuasa menahan de sahan nya kala Devan menghentak nye begitu kuat, tubuh mereka yang basah oleh air dari aliran shower kini sudah berganti dengan titik titik keringat,


Devan bagai singa kelaparan yang tengah memangsa Desi dengan begitu buas,


Pria yang sudah lama menduda itu seakan menumpahkan segala hasrat yang terpendam selama beberapa tahun ini ia tahan,


Sebagai seorang pengacara ternama, bukan sedikit wanita yang datang menawarkan kehangatan dan tubuh mereka dengan cuma-cuma, Namun ia bukan tipe pria Teh celup,


Dengan berbagai cara ia menampik semua godaan yang datang menghantam nya, Tidak jarang ia bersolo karir demi menenangkan sangat Junior yang selalu bangkit dikala godaan datang menghadang,


"Ahh!... sayang kamu enak banget..! Ahh...Terus sayang!!, " Devan mendesah kuat kala Desi menari dibatas nya dengan lihai, Tanpa kesusahan sama sekali,


Desi berusaha memberikan yang terbaik kepada sang suami, sebagai bentuk permintaan maaf nya karena keadaan yang tengah mereka alami saat ini,


"Ahh mas..Uhh..!" Desi semakin mempercepat gerak tarian nya saat gelombang dahsyat itu kian mendekat,


Devan sangat menikmati wajah wanitanya, Menurut nya Desi sangat Sexy jika dilihat dari bawah seperti ini,


"Keluar kan saja sayang ahh " Devan membalikan posisi mereka, Dan kini ia sudah memimpin permainan yang entah kapan akan usai itu,


Keduanya seakan tengah menumpahkan rasa dahaga yang berkepanjangan, Yang mereka alami selama ini,


Puas di kamar mandi kini keduanya telah berpindah ke tempat tidur yang membuat gerakan keduanya tidak terbatas,


" Aahhhh sayang...! aku mencintaimu, " Devan mende sah panjang kala semburan lahar panas nya keluar begitu banyak memenuhi kebun sang istri, Tubuh nya ambruk di atas tubuh Desi yang sudah tak berdaya,

__ADS_1


Desi begitu kualahan mengimbangi tenaga suaminya yang bagaikan singa lapar itu, Tulang-tulang nya seakan mau rontok, bangkang untuk menggerakan tangan nga saja sudah tak mampu,


Lelah dan letih itulah yang wanita itu rasakan. Devan benao telah membuat nya tidak berdaya, sebelum ia memejamkan mata wanita itu menoleh jam yang tergantung di dinding, Dirinya sedikit kaget ternyata sudah pukul 7 malam, Itu berarti mereka berci nta hampir dua jam lamanya,


"Mas.. aku lelah, " Ucap nya sebelum ia memejamkan matanya, dan jatuh tertidur dengan pulas nya,


"Tidur lah sayang, Istirahat nya biar aku yang itis anak-anak, " Setelah mengatakan hal itu Devan mengecup kening Desi dan beranjak kekamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang telah lengket dengan keringat,


Devan mengguyur tubuh nya dengan air dingin, matanya terpejam, Ingatan nya kembali pada beberapa jam yang lalu sebelum ia pulang kerumah,


.


Tangannya terkepal erat dan menghantam tembok kamar mandi yang ada didepan nya, Geram itulah yang pria itu rasakan saat ini,


"Kurang ajar!! berani nya si tua bangka itu melakukan semua ini padaku, " Devan kembali mengepalkan tinju nya dan menghantam dinding yang tidak berdosa itu, Demi menyalurkan rasa emosi yang mendadak menguasai dirinya,


Setelah dua puluh menit pria itu telah usai dengan mandi nya, Dengan tubuh segar yang hanya terlilit handuk sebatas pinggang. Menampilkan dada bidang dan otot lengannya yang liat, pria itu keluar dari kamar mandi dengan kepala ringan tanpa beban,


Diliriknya Desi wanita yang telah ia nikahi beberapa hari lalu, Devan mendekat ke arah nya, kemudian berjongkok di samping ranjang yang sudah tidak berbentuk lagi akibat di terjang angin topan beberapa saat lalu,


"Terima kasih sayang, " Dikecup nya lama kening wanitanya, kemudian berpindah mengecup bibir yang terlihat agak bengkak karena ulah nya,


SEBELUMNYA NYA MAU MINTA MAAF KARENA TELAT UP NYA, 🙏


Beberapa hari kemarin itu agak sibookk👉👈


jadi nggak sempat up😁,


di maafkan kan ya? iya dong di maafin kan kalian baik semua pemaaf tidak sombonk dan juga rajin menabung☺


Em karena All bestie semuanya baik-baik. jangan lupa like dan komentar nya ya 🥰


insyaallah besok up lagi✌


DAN MAAF YA BELUM SEMPAT BALAS PESAN ALL BESTI SEMUA NYA, JANGAN NGIRA OTHOR SOMBONK KARENA TIDAK BALAS KOMENTAR. TIDAK!!! ROMA, TIDAK SEPERTI ITU. AUTHOR BAIK TIDAK SOMBONK HANYA SAJA ANUU, BELUM BISA UP BANYAK2😭😭🙏

__ADS_1


__ADS_2