
"Dah..!, Hati-hati ya Lu, Besok aku telpon kamu!,"
Arum melambaikan tangan nya saat Lulu telah masuk kedalam mobil Damar,. Yang akan mengantar nya sampai depan pintu kost nya, Begitu permintaan Arum,
kepada Damar, agar mengantarkan sahabat nya itu sampai di depan pintu kamar kost nya, Dan Damar tidak bisa membantah permintaan istri majikan nya yang baik itu,
Sedang Azka berdiri di samping Arum dengan tangan kanan nya yang melingkari bahu istrinya itu
"Iya Rum, Siip.pokonya Dahhh!!," Lulu membalas lambaian tangan Arum yang berdiri di teras rumah nya dengan Azka yang
merangkum mesra bahunya,
"Hem.. ya Tuhan semoga suatu saat nanti aku juga mendapatkan suami yang baik dan tulus sayang sama aku, Nggak perlu kaya yang penting baik romantis dan setia, Aamin..,"
Lulu berdoa dalam hati nya, Saat melihat sahabat nya itu kini telah bahagia mendapatkan suami yang baik juga sangat mencintai,
Hingga mobil Damar telah melaju meninggalkan rumah mewah majikan nya itu, Lulu masih memejamkan matanyaeresapi setiap untaian doa dalam hatinya, Semoga hal itu akan terkabul di kemudian hari,
"Heh berhenti menghayal kan sesuatu yang tidak mungkin terjadi Nona kurang ajar" Tukas Damar dengan tersenyum sinis kepada gadis yang duduk di sebelah nya itu,
Dan kalimat yang baru saja terlontar dari mulut Damar barusan, Terdengar sangat menjengkelkan di telinga Lulu,
Seketika Lulu menoleh kepada pria aneh di sebelah nya itu,
"Kau mengatakan apa barusan?," Lulu menatap Damar dengan menaikan sebelah alis nya dengan wajah tak ramah.
menanti ulangan kata yang akan di capkan oleh pria aneh itu,
"Ternyata selain kurang ajar kamu ini juga tuli ya," Ledek Damar lagi sembari tersenyum meremehkan,
"Aku tidak tuli, Tetapi aku hanya ingin mendengar kembali dan jelas kalimat apa yng kau lontarkan untukku tadi,"
Lulu sudah menahan nafas karena kesal, kesal dengan pria Sok tahu di samping nya ini,
"Saya bilang, berhenti mnghayalkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi,Apa itu salah? Nggak kan?," Damar mengulangi klimat nya tadi,
__ADS_1
"Memangnya kamu tahu apa yang aku hayalkan?, Kamu tahu apa yang ada dalam fikiran ku saat ini?,"
Tanya Lulu dengan senyum miring,
"Tahu lah dari muka kamu aja udah ketahuan kok,"
" Oya?, Apa coba? " Tanya Lulu, dengan nada menantang, seraya menunduk dan melepa sebelah sebatunya dengan tangan kirinya,
"Kamu tadi pasti sedang berhayalkan jika kamu yang berada di posisi Nona Arum yang memiliki suami seperti Tuan Azka? Yang tampan mapan dan kaya, Jadi....."
Buk!!
"Aaww!,"
Buk!!
.Hey! Hentikan! "
Buk!
Buk!!
"Terus apa lagi hah?, Ayo dilanjutkan kata-katanya," Lulu yang menahan kesal itupun kini tengah menimpuk kepala Damar dengan salah satu sepatunya yang ia lepaskan tadi,
" Stop!! apa-apaan sih? Kamu mukulin aku pake sepatu gitu, Dasar gadis aneh," Damar memegang kedua tangan Lulu dan menahan nya,
Damar memegang kepalanya yng sudah terasa kebas rasanya, setela terkena beberapa kali pukulan dari Lulu,
"Astaga dasar gadis bar-bar memang ya kamu," Damar mengelus pelipis nya yang sedikit benjol karena terkena timpukan sepatu Lulu, dengan tangan kirinya, Sedang tangan kanan nya masih memegang kuat kedua tangan mungil Lulu.
"Ha...itu biar otak kamu nggak sembarangan mikir jelek tentang orang lain, Lepas. biar aku timpuk lagi kepalamu biar bisa berpikir normal,"
Damar terbengong saat mendengar perkataan Lulu, dirinya di timpuk sebegitu brutal nya hanya karena perkataan nya tadi,
"Kamu pikir semua wanita itu matre ha? Lagian kenapa memang nya kalau aku berkeinginan atau menghayal mendapatkan suami seperti Pak Azka,Kaya tampan dan baik, Memang nya salah kah? Nggak kan?."
__ADS_1
Lulu menggomel dengan mata memerah nafas nya ngos-ngosan karena memberontak ingin meleaskan kedua tangan nya dari cekalan kuat Damar,
Dirinya belum puas memukuli kepala Pria sialan itu, .Bisa-bisanya pria itu berpikir dangkal tentang nya,
Buk!!
Lagi-lagi tangan lincah Lulu berhasil mendaratkan sepatung di kepala Damar,
membuat Sekretaris Muda itu memejamkan matanya mencoba menahan emosi, Sedetik kemudian ia kembali menahan kedua tangan Lulu, Mencekal nya dan membawa tangan itu ke belakang tubuh nya,
Alhasil Lulu yang telah terkunci gerakan nya itupun kini tak berkutik, Sekuat tenaga ia memberontak ingin melepaskan cekalan tangan nya dari Damar,
Namun alih-alih terlepas, karena gerakan Lulu yang tidak karuan itu membuat gunung kembar milik nya secara tidak sengaja membentur dan menggesek dada bidang Damar secara tidak sengaja,
Dah hal itu membuat posisi tubuh mereka semakin dekat, tanpa keduanya sadari, Jika keadaan mereka saat ini sangat mengkhawatirkan dan bisa berdampak kurang baik bagi keduanya, Terutama bagi si jantung yang tiba-tiba saja ber dah dig dug ser,
.............................
"Hah... kemana lagi sih Pak Devan ini, Sudah larut tapi belom pulang-pulang juga, Ini pasti kerjaan si jendes gatal itu, Sejak kenal sama dia Pak Devan jadi jarang ada di rumah,Non citra juga jadi lebih sering main sama mereka,"
Nur berjalan bolak-balik di ruang tamu, Demi menunggui Majikan nya yang belum pulang di jam yang sudah menunjuk kan pukul 10:30 itu,
Citra sudah tidur sejak pukul 8 tadi, Sedang yang lain juga sudah pada istirahat di kamar mereka di belakang,
hanya Nur yang masih menunggu kedatangan Majikan nya itu, Nur sudah menggunakan pakaian se sexy mungkin, Malam ini ia akan menjalankan rencana nya,
Ia yakin jika Devan pasti tidak akan sanggup menolak pesonanya, Ya ia cantik, Sexy dan masih gadis tentunya, Dan si jendes itu bukan tandingan nya, Begitu yang ada di pikiran Nur saat ini,
.
Next.....
Jangan lupa ya kak like dan komen nya,
terima kasih🙏
__ADS_1
luv you semua 😍🤗🤗