
"Sayang aku sudah menyuruh Damar untuk mencari kan mu Asisten pribadi, Supaya nanti jika kamu keluar rumah ada yang temenin, Bagaimana menurutmu?,"
Tanya Azka seraya mencium perut buncit Arum, Dirinya selalu gemes saat melihat Perut buncit istrinya itu,
Tak ada bisn nya mengelus dan menciumi perut istrinya, Bahkan saat mereka berada di kamar hanya berdua saja,
Maka Azka akan membuka semua kain yang melekat di tubuh sang istri, Agar dirinya leluarsa bermain dengan perut buncit milik istrinya itu,
Apalagi saat Azka merasakan kedutan kedutan halus di permukaan perut istrinya, Dirinya sangat bahagia sekali, Setelah sekian tahun ia bermimpi ingin memiliki seorang anak, Namun keinginan sederhana nya itu tidak pernah terkabul,
Dan sekarang selain Rakha yang menjadi pelipur lelah nya, Kini juga sudah ada calon anak kembar nya yang selalu membuat nya Rindu saat ia pergi bekerja seharian,
" Asisten pribadi?, Buat apa Mas? aku kan jarang keluar paling juga ke kantor nya Mas,"
Arum mengerutkan kening nya bingung, Dirinya tidak membutuhkan Aspri, Ia bukan pekerja kantoran, Kerjaan nya hanya makan tidur di rumah,
Di rumah pun. sudah ada Bu Tina dan Bu Siti yang membantunya dan juga menjadi teman ngobrol nya, Jadi ia tidak membutuh kan hal itu menurut nya,
"Ya buat nemenin kamu jika ingin beergian sayang, Jika aku merindukan mu saat aku berada di kantor kamu bisa datang di temani Asisten mu, Ia kn menjadi Aspri sekaligus supir untuk mu, "
Jelas Azka, tangan nya kini telah berpindah tempat, jika tadi ia memainkan perut buncit nan menggemaskan istrinya itu,
Kini tangan nakal nya telah menjalar ke bagian favorit nya, dan bermain-main di sana,
"Mas..Geli ihh jangan gitu protes Arum yang sedang memainkan hp nya,
" Gemes sayang, Ini mu kok makin bulat ya makin suka, ". Bukan nya berhenti Azka malah semakin menjadi dengan kesenangan nya itu,
Lama kelamaan Arum pun menyerah dengan perlakuan suaminya itu, Dirinya telah terbuai dengan sentuhan-sentuhan yang memabukkan nya,
Azka selalu memperlakukan nya dengan sangat lembut dan penuh cinta, memuja nya dan memberikan nya yang terbaik dari segi apapun,
Arum sangat bersyukur karena Tuhan sangat berbaik hati padanya, Memberinya kebahagiaan yang luar biasa seperti saat ini,
__ADS_1
................
Pagi Hari
"Jadi Mas Azka akan mencarikan aku Aspri?,"
Tanya Arum seraya memakaikan dasi keleher Suaminya, Dengan sesekali menoleh ke tempat tidur di mana Rakha tengah bergulingan kesana kemari,
Pagi-pagi sekali Balita yang sebentar lagi dua tahun itu sudah mengetuk kamar Mama nya minta di kelon oleh sang Mama,
Untung saja Arum sudah memakai kembali bajunya sebelum tidur semalam, Setelah melayani Suaminya,
"Iya.aku nggak tenang kalau kamu belum punya Aspri, Mau ya sayang, demi keselamatan mu dan juga anak kita ini,". Tangan lebar Azka mengelus perut buncit Arum yng menempel di pahanya,
"Tapi Mas aku akan canggung banget nantinya dong, Masa kemana-kemana di ikutin terus,"
"Ini demi kebaikan mu dan ketenangan ku sayang, Hem." Azka mencium kening Arum setelah Arum menyelesaikan memasang dasinya,
"Ahh.. kalau begitu boleh nggak aku pilih sendiri Asprinya?," Tanya Arum mendongak kan kepalanya memandang suaminya dengan mata berbinar-binar, Saat wajah seseorang melintas di ingatan nya,
"Hem.mau milih sendiri?," Azka mengerutkan keningnya saat melihat binar ceria di mata istrinya itu
"Hu'uh, Aku mau Lulu yang jadi Aspriku Mas, Dia itu bestie ku sejak jaman sekolah dulu di desa, Boleh ya Mas..," Rengek Arum, sembari menggelayut manja di lengan Suaminya,
"Apa dia bisa menyetir?," Tanya Azka kemudian, Ia harus memastikan hal itu sebelum mengiyakan permintaan istrinya itu,
"Ehh kek nya sih bisa Mas," Jawab Arum sedikit ragu,
"Hem.. Ok.sebelum aku mengiyakan permintaan mu, Aku akan menyuruh Damar untuk menginterviewnya, Dan mengajarinya menyetir jika dia belum bisa,"
"Beneran Mas? Mas setuju kalau Lulu yang jadi Aspriku?," Arum semakin berbinar saat Azka menyetujui permintaan nya,
"Hem, Untuk istriku tersayang dan Ibu dari anak-anakku, Apa sih nggak, Buat kmu sayang, jika hal itu bisa membuat mu bahagia aku akan melakukan nya, "
__ADS_1
Jawab Azka sembari mengusap-usap pipi tembam istrinya, Yang semakin hari semakin berisi itu, Dan semakin membuat Azka semakin gemes untuk menguyel-uyel nya,
"Terima kasih Mas.,"
"Sama-sama sayang, Yuk kita sarapan," Azka kembali mencium kening Arum dengan lembut, Mencurhkn kasih sayang dan cinta nya di kepada wanita yang sedang mengandung anak nya itu,
" Yuk Boy kita sarapan,"Azka menghampiri Rakha yang masih bergulingan kesana-kemari di tempat tidur Nn luas itu,
Sini Ayah gendong," Azka mengulurkan tangan nya kepada Rakha, Dan di sambut ceria oleh balita itu,
Hap!!
"Uhh makin gede kek nya nih Jagoan Ayah ini hem,". Azka mengangkat tinggi-tinggi Putra nya itu,
Yang membuat Rakha terpekik kegirangan sebap Dirinya sudah seperti pesawat terbang, Azka mengendong Rakha seperti layak nya sebuah pesawat,
Membuat suara riang Rakha memenuhi Ruangan itu, Arum sangat bahagia sekali melihat Rakha Dan Azka seperti itu,
.............
" Sudah berapa kali aku mengingat kan mu Nur, Jangan sampe kamu mempermalukan dirimu sendiri,. Pak Devan itu tidak akan melirik mu, Kamu...,"
"Berisik banget sih, Udah sana pergi nggak usah sok nasehtin aku, Aku nggak butuh ceramah mu yang nggak ada guna nya itu, "
Nur semakin terpantik emosi saat mendapat Nasehat yang membuat nya semakin kesal saja
"Ye di kasih tahu kok begitu, " Mbok Yem, pun kembali bekerja, Percuma menasehati orang keras kepala seperti Nur itu,
"Lihat saja Pak Devan, Aku akan membalas semu perlakuanmu padaku semalam, " Gumam Nur sembari menyeret tas bajunya dan keluar dari kamar yang biasa ia tempati,
Waktu masih pukul 6 Pagi saat Nur keluar dan meninggalkan kediaman Devan, Dibawah pengawasan Pak Toto satpam keperyaan Devan di rumah itu, Atas perintah dari Devan yang menghubunginya semalam,
Next....
__ADS_1
jangan lupa like dan komen nya ya bestie 🙏🤗
Terima kasih sudah mampir🙏