Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 145


__ADS_3

Kedua pria itu kompak. Melontarkan pertanyaan dengan. Intonasi yang sama, sama-sama. Panik dan tak sabar ingin mendengar kabar yang akan di sampaikan oleh kedua dokter itu,


" Untuk Tuan Azka. selamat Tuan istri dan kedua putrinya selamat, Namun karena belum cukup nya umur kandungan istrinya.maka kedua putri kembar nya harus masuk Inkubator kurang lebih satu bulan tergantung baik nya perkembangan nya nanti, Dan akan di awasi oleh dokter Anak terbaik di rumah sakit ini, "


Jelas sang dokter sembari tersenyum penuh kelegaan sebab operasi yang ia tangani berjalan dengan Lancar,


Azka mengangkat kedua tangan nya sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang maha Agung, Istri dan kedua Putrinya selamat walaupun harus menunggu beberapa waktu untuk menggendong nya tapi itu tidak masalah, asalkan semuanya baik-baik saja,


Tidak jauh dari tempat Azka dan dokter berbicara, Damar dan seorang dokter lain nya juga sedang berbicara serius,


Damar sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan sang Dokter tentang keadaan istrinya,


"Operasinya berjalan dengan lancar, Luka di bahunya cukup dalam dan itu yang membuat nya kehilangan banyak darah, " Jelas sang dokter,


"Dan bersyukur lah janin yang ada dalam rahim istri Tuan masih bisa di selamatkan, istri dan juga calon bayi anda termasuk kuat, Sebab kami menemukan beberapa memar kebiruan di tubuh pasien termasuk di bagian perut nya, " Lanjut sang Dokter lagi,


Mendengar itu Damar mengepal kan kedua tangan nya dengan sangat kuat, Hingga buku-buku jarinya memutih, Sekuat tenaga ia menahan emosinya saat mengingat keadaan istrinya,


Terlepas dari semua itu dirinya sangat bersyukur. istri dan juga calon anak nya masih bisa di selamatkan,


Terima kasih ya Tuhan engkau masih memberi ku kesempatan untuk melihat mereka," Ucap Damar dalam hati. dengan penuh syukur,


" Untuk saat ini pasien belum sadarkan diri, dan akan kami pindahkan ke ruang ICU, Untuk memantau perkembangan nya, jika nanti sudah siuman dan kondisi nya stabil baru akan di pindahkan ke ruang perawatan, " Ujar sang dokter sembari menatap Damar dengan Serius,


"Terima kasih banyak dokter, Apa saya bisa melihat istri saya?, " Tanya Damar penuh harap,


"Mohon maaf Tuan. Untuk saat ini pasien belum bisa di kunjungi karena masih dalam masa observasi, Kami akan Terus memantau kondisi dan perkembangan nya dalam waktu 3 jam ini, "


Damar terdiam beberapa saat, Kala mendengar penjelasan panjang sang dokter, "Baik dokter terima kasih, " Ucap nya sedikit lesu. sesaat sebelum dokter itu berlalu,


Sebuah tepukan di bahunya membuat pria yang tengah di landa gelisah itu menoleh, Azka dan Devan berikut Desi kini telah berdiri di samping nya,

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Lulu Dam?, " Azka bertanya dengan raut bersalah, Dan juga rasa Terima kasih yang teramat besar pria itu hatur kan kepada Lulu,


"Mohon doa nya Tuan Muda. Semoga istri saya lekas siuman. Untuk saat ini dia belum bisa di temui. Dan akan dipindahkan ke ruang ICU untuk memudahkan pemantauan kondisinya, Jka terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, "


"Semangat bro gue yakin bini lu pasti akan segera siuman, bini lu kuat gue yakin itu, " Tukas Devan memberi semangat dan juga doa untuk kesembuhan Lulu,


"Aamin.. Terima kasih semuanya. Bagaimana keadaan Nona muda Tuan?, " Damar baru teringat dengan kondisi Arum dan bayi nya,


"Mereka semua selamat. walaupun si Twins harus masuk inkubator selama kurang lebih sebulan, " Jelas Azka,


"Ah syukurlah Tuan aku sangat bahagia mendengar nya, " Ucap nya dengan tulus,


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Sekuat apapun Arini menepis kenyataan tentang kekhawatiran nya terhadap Arum, maka bayangan wajah Arum terus saja menari-nari di pelupuk matanya,


Berkali-kali Arini berusaha menyingkirkan bayangan itu, Namun sia-sia belaka, Bayangan wajah Arum yang kesakitan tetap tidak bisa hilang,


"Ma!...Mama!! " Vika menaikan intonasi suaranya seraya menggoyangkan lengan Arini saat wanita itu tidak menggubris panggilan nya,


"Mama kenapa sih. Sedari kembali tadi terus aja melamun. Seperti ada yang mama pikirin?, " Vika menatap Ibu sambung nya itu dengan memincing kan matanya,


"Vika sudah berkata panjang lebar loh ma.tapi mama malah nggak dengerin sama sekali, " Wanita satu anak itu memanyunkan bibir nya sedikit kesal kepada ibu sambung nya itu,


Arini yang mendengar hal itupun merasa sedikit bersalah, Sedari ia kembali dari hotel dirinya memang tidak bisa menghilangkan bayangan Azka membopong tubuh istrinya dengan wajah panik,


"Maafin mama Vika. Mama nggak bermaksud seperti itu. Mama hanya sedikit lelah saja. Sepertinya mama kurang enak badan, " Tukas Arini memberi alasan,


"Ayo kita lanjut aja pembahasan yang tadi, Jadi kamu ingin merayakan Ulang tahun Nadira dimana?, "


Vika pun mulai menjelaskan seperti apa rincian dan juga ke inginkan putrinya yang ingin merayakan ulang tahunnya dengan tema Salah satu putri yang adalah dalam kisah dongeng, Dan akan diselenggarakan di sebuah hotel ternama,

__ADS_1


"Dam.bagaimana dengan mereka?, " Azka bertanya tanpa menoleh kepada Damar yang duduk di samping nya,


Kedua pria itu tengah duduk bersisian di sebuah sofa didalam ruangan VVIP ruangan dimana Arum berada, Arum telah dipindahkan ke ruang rawat inap satu jam yang lalu. setelah dokter memastikan kondisinya stabil, Walaupun wanita itu belum sadar dari pengaruh obat, Akibat operasi yang ia jalani,


"Mereka sudah berada di markas. " Jawab Damar singkat mengingat kedua orang tersebut kembali membangkitkan emosinya,


"Mau kemana?, " Azka menahan lengan Damar ketika pria itu bangkit dari duduknya secara tiba-tiba, " Ingat jangan pengotori tangan mu dengan sesuatu yang tidak berharga, "


Azka turut berdiri kemudian menatap Sekretaris yang sudah seperti adik baginya itu, "Aku memberi mu wewenang untuk itu, Tetapi kamu harus bisa mengontrol dirimu, " Nasehat Azka kepada Damar yang emosi nya tengah meluap-luap seperti air yang menggurap,


"Aku tidak ingin menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, Aku ingin menghukum mereka dengan tangan ku sendiri, " Sahut Damar dingin, Pria itu sudah tidak bisa lagi memafkan mereka yang telah menyakiti orang-orang terkasih nya,


"Lakukan sesukamu, hanya satu pesanku, Jangan kamu kotori tanganmu dengan hal-hal yang tidak penting, Karena kedua tangan kita ini lah yang akan kita gunakan untuk menggendong buah hati kita, Jadi jangan sampai tangan ini juga kamu gunakan untuk hal seperti itu,"


Azka juga ingin rasanya menghabisi kedua orang biadap itu, tetapi dirinya sebisa mungkin mengendalikan dirinya, Jangan sampai ia mengotori tangan nya dengan darah manusia yang tidak punya hati seperti mereka,


"Pergilah. Selesaikan mereka dengan bijak, Berikan hukuman yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup nya, Jagan khwatir kan tentang Lulu, aku yakin dia wanita yang kuat dia pasti bisa bertahan melewati semua ini,


Azka menepuk bahu Damar memberinya semangat dan juga sedikit nasehat, Jangan sampai pria itu lepas kontrol, Dan bisa merugikan diri sendiri,


Bestie maaf yes up nya moyoy lagiπŸ™


Biasa ke asikan nyebrang sana sini cari yang bening2 🀣🀣


Jangan lupa ya like komen nya😘😘


Dan juga maaf jika belum sempat balas komen kalian satuΒ² ya, suwerr othor gak sesombonk itu kok✌ Hanya saja kadang belum sempat, πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ€—πŸ€—


OH IYA HAMPIR LUPA LAGI,


Jika ada waktu s ngganggu tolong kepoin juga karya Othor yang baru netas ya✌

__ADS_1


yang berjudul "MENGEJAR CINTA MUTIARA"


TERIMAKASIH SemuanyaπŸ™πŸ’•


__ADS_2