
Pagi hari yang seperti biasa Devan tengah disibuk kan dengan mengurus putrunya Citra, Sebelum dirinya mengantarkan putrinya kerumah Desi, Terlebih dahulu ia memandikan nya dan membuatkan nya sarapan,
"Papa. Citra mau susu sama roti aja. Citra mau makan nasi nya di rumah Ibu, "
"Rumah Ibu?, " Ulang Devan dengan kening mengkerut, Ingin memastikan perkataan putrinya barusan,
" Iya Pa. rumah Ibu, Sekarang Citra kan sudah punya Ibu," Jawab gadis kecil itu dengan senyum mengembang, menandakan hati nya yang bahagia, Sebab kini ia juga bisa merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang Ibu,
Devan semakin menautkan kedua alis nya bingung, Mencoba berpikir dan mengingat-ingat siapa yang di panggil Ibu oleh Citra,
Apa mungkin itu adalah Desi, Tidak ingin menerka-nerka Devan pun segera bertanya kepada putrinya,
" Apa orang yang Citra panggil Ibu itu adalah Tante Desi?, "
"Iya.Citra bahagia sekali Pa.karna Citra akhirnya punya Ibu juga sama seperti teman-teman Citra lain nya,Imbuh gadis kecil itu dendang senyum bahagianya,
Devan bersorak dalam hati nya begitu mengetahui hal itu, Itu adalah sebuah jalan untuk nya untuknya mendekati wanita cantik itu, Putrinya sudah lebih dulu menyukai Ibu dari DANUR itu, Dan itu tandanya jalan nya untuk mendekati Desi akan lancar dan aman,
" Pa. em.. Citra boleh nggak minta sesuatu sama Papa?, " Ucap Citra dengan memandang Papanya dengan wajah imut nya, Berharap jika permintaannya akan di sanggupi oleh sang Papa,
.
Devan tersenyum seraya mengacak rambut putrinya dengan gemas,
"Katakan. Putri Papa yang cantik ini mau apa, Jika Papa sanggup Papa akan mengabulkan nya untuk mu, " Tukas Devan dengan mengelus puncak kepala putrinya dengan sayang,
"Em... Citra ingin Ibu tinggal bersama kita di rumah ini Pa, Citra ingin tidur dipeluk Ibu juga, Seperti Dara yang selalu di peluk sama Ibu setiap malam, "
Devan bahagia mendengar keinginan putrinya itu, Namun hatinya juga terenyuh saat menyadari jika putrinya selama ini sangat merindukan sosok seorang ibu,
Kamana saja ia selama ini, Mengapa baru sekarang ia menyadari jika putrinya sangat membutuhkan sentuhan seorang Ibu, Kesibukan nya sebagai seorang pengacara ternama, Membuat nya lupa dan lalai terhadap putri nya,
__ADS_1
" Gimana Pa?, Papa mau kan membujuk Ibu untuk tinggal bersama kita?, " Tanya Citra dengan penuh harap, Dirinya sangat memimpikan tidur dalam pelukan hangat Ibu,
Devan tersadar dari lamunan nya, Saat mendengar suara Putrinya,
" Em nanti Papa akan coba berbicara dengan Ibu ya, Citra berdoa saja semoga Ibu mau mengabulkan keinginan kita, " Tukas Devan dengan serius dalam hatinya pun ia sangat berharap jika Desi mau menerima lamaran nya,
"Hore...terima kasih ya Pa. Citra akan berdoa setiap malam agar Ibu mau tinggal bersama kita Pa., " Pekikan keriangan itu membuat Devan mengukir senyum nya, Saat melihat raut bahagia putri nya,
Ya Devan berniat akan melamar Desi sebagai istri, Dekat dengan wanita itu selama beberapa bulan ini, Sudah cukup membuat hati Devan nyaman, Menurut Devan tidak perlu pacaran, Sebab mereka bukan lagi anak Abg yang sedang mencari jati diri,
Mereka adalah dua orang dewasa yang kini membutuhkan teman hidup, Teman berbagi dan teman dalam segala hal, Hati Devan sudah yakin memilih Ibu dari DANUR itu untuk menjadi pendamping hidup nya, Menjadi Ibu untuk anak-anlak nya,
..............................................
"Terima kasih sudah mengantarku, " Ucap Lulu menoleh ke arah Damar, Sebelum tangan nya membuka pintu mobil dan siap untuk turun,
"Hem. Siapkan semua barangmu, Nanti siang aku jemput. karna mulai hari ini kamu akan tinggal di Mes yang berada di belakang kediaman Tuan Muda, "
"Tidak ada bantahan, Cepat turun jangan membuang waktuku dengan percuma, " Potong Damar dengan datar, Tanpa menoleh ke arah Lulu yang kini tengah menahan kesal,
Dengan kasar Lulu membuka pintu mobil Damar kemudian ia keluar dengan wajah cemberut, Belum sempat ia menutup kembali pintu mobil nya, Damar kembali bericap dengan masih memasang wajah datar nya,
" Ingat.. waktu makan siang kamu harus sudah stay, aku tidak suka menunggu,"
Lulu tidak menyahuti perkataan Damar, Lulu menutup pintu mobil Damar dengan sedikit kencang sebagai bentuk kekesalan nya, Terhadap Pria kaku itu,
Setelah nya mobil Damar kembali melaju menuju Perusahaan Sebab Azka sudah menunggunya,
Begitu tiba di Kantor Damar dengan gagah nya melangkah melewati Deretan meja Resepsionis di mana para wanita cantik berdiri dan menatap nya dengan tatapan mendamba dan mengagumi,
Ketampanan Damar dengan postur tubuh yang kekar, Tidak jauh berbeda dengan Azka, Membuat nya banyak di gilai para wanita di luar sana, Banyak pegawai wanita yang menaruh hati padanya, Namun sejauh ini Hati pria 29 tahun itu belum tersentuh sama sekali,
__ADS_1
Tanpa memperdulikan tatapan memuja lawan jenis nya, Damar melangkah menuju lift guna mengantarkan nya untuk segera menghadap Tuan Muda nya yang sudah menunggu nya itu,
Begitu tiba di lantai 20 dimana ruangan Azka berada, Damar segera mengetuk pintu, Setelah mendengar sahutan dari dalam yg mempersilahkan nya untuk masuk, Damar kemudian mendorong pintu tersebut dan masuk kedalam,
"Maaf Tuan Muda saya terlambat, " Ucap Damar dengan tubuh sedikit membungkuk kepada Azka yang duduk di balik meja kerja nya,
"Hem.tidak masalah, Silahkan duduk ada tugas penting untuk mu, " Azka meletakkan kan bolpoin yang ada ditangan nya, Kemudian menyandarkan punggung nya ke sandaran kursi kebesaran milik nya,
Damar pun menarik kursi yang ada di depan nya, Kemudian menduduk kan tubuh nya di sana, Berhadapan dengan Tuan Muda nya, Menanti tugas apa yang akan di berikan kepada nya kali ini,
" Begini Damar. aku ingin kamu pergi ke desa B. di mana istriku berasal, Cari tahu tentang nya, Dan tentang keluarganya di sana, Lapor kan padaku bagaimana keadaan keluarga istriku di sana, Tanpa terlewat sedikitpun, " Ucap Azka lagi dengan wajah serius memandang Damar,
"Baik Tuan, " Jawab singkat Damar setelah mendengar perintah Tuan mudanya,
" Oh Iya untuk memudahkan mu melakukan tugasmu itu, Baik nya kau pergi bersama Lulu, Diakan teman masa kecil Istriku, Yang pasti banyak mengetahui seluk beluk keluarga istriku di sana, " Tutur Azka lagi, Dengan menatap Damar dengan serius,
Dan hal itu membuat Damar ingin menolak nya mentah-mentah, Namun setelah ia berpikir lagi ada benar nya juga, Apa yang Tuan Muda nya itu katakan, Dirinya akan lebih mudah menyelesaikan tugas nya tanpa harus mencari dan bertanya kesana kemari untuk menemukan kekurga Istri dari Tuan nya tersebut,
" Baik Tuan Muda, Saya akan melaksanakan nya, Setelah saya dari kotak X, Nanti sore saya akan meninjau lokasi proyek kita yang berada di sana, " Ungkap Damar, Dan di anguki oleh Azka,
Setelah berpamitan kepada Azka, Damar segera keluar dari ruangan itu, Sejenak dirinya terdiam memikirkan nasip nya nanti jika bersama dengan Gadis nakal itu, Pasti ia akan di pusing kan oleh sikap bar-bar gadis itu,
Tak mau berlarut-larut memikirkan nya, Damar pun berlalu menuju ruangan nya yang berada di samping Ruangan Azka, Untuk menyelesaika pekerjaan nya, Sebab sore nanti dirinya akan bertolak ke kota X untuk meninjau lokasi proyek yang akan dibangun Sebuah Hotel bintang lima disana,
Next.....
Jangan lupa like dan komen nya ya bestie,
maaf kan Othor yang mager ini🤧
Semoga kedepannya rasa mager ini akan berkurang, sehingga bisa up dengan teraturðŸ¤,
__ADS_1
. Dan Terima kasih untuk para Reader tersayang yang masih setia menanti kelanjutan cerita receh ku ini salam sayang dan peyuuuk ku untuk kalian🤗🤗🤗