Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab 116


__ADS_3

"Bapak!! Pokonya Randy mau nikah sama Lulu, Randy nggak mau sama yang lain, " Teriak nya ketika tahu sang bapak tidak berhasil membujuk Lulu untuk menikah dengan nya,


"Ya mau bagaimna lagi bapak tidak bisa membujuk mereka, " Ucap nya pasrah.pak Lurah yang beberapa saat lalu telah berhadapan dengan Damar. Dari segi fisik saja putra nya sudah kalah, Putra nya hanya menang kaya saja dan itu tidak berhasil membuat Lulu mau menikah dengan nya,


"Bapak ini gimana sih! Masa membujuk mereka saja tidak bisa, seharus nya bapak bujuk atau perlu kasih iming-iming hadiah tanah atau sawah. Ibu yakin pak Bambang pasti setuju seperti yang kita lakukan selama ini, "


Ucap bu lurah degan kesal kepada suaminya, Dirinya sangat menyayangi putra nya itu, Apapun akan ia lakukan demi putranya,


"Sekarang pak Bambang sudah tidak bisa di pengaruhi bu, Sepertinya calon menantu nya itu bukan orang sembarangan, bapak sepertinya pernah melihat nya tapi lupa dimana, " Ucap pak lurah mencoba berpikir dimanakah ia pernah melihat calon menantu pak Bambang itu,


"Halah orang miskin aja blagu," bu lurah yang kesal segera meninggalkan suaminya yang masih berpikir keras dan mengingat-ingat sesuatu tentang Damar,


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


" Maaf nak Damar jika perkataan pak Lurah tadi telah menyinggung perasaanmu, " Ucap bu Yanti yang tidak enak hati kepada calon menantu nya itu


"Nggak apa-apa kok bu biasa saja, " Ucap Damar tersenyum ramah,


Dirinya memang tidak ambil pusing dengan perkataan pak lurah tadi yang mengatain nya orang miskin yang tidak punya apa-apa,


Memang betul adanya dirinya mang tidak punya apa-apa, semua yang ia miliki saat ini tidak lain adalah titipan sang pencipta,Yang sewaktu-waktu bisa saja di ambil kembali,


"Bagaimna urusan dengan orang KUA pak? " Tanya Damar kepada pak Bambang,


"Semua sudah beres nak, Tinggal menunggu paman nya Lulu yang ada di desa sebrang datang saja, Jika tidak ada halangan kemungkinan besok siang sudah sampai disini, Jika hari ini berangkat nya, "


ucap pak Bambang,menjelaskan dengan detail, Akad nikah akan di selenggarakan besok lusa, Setelah paman Lulu saudara dari bu Yanti tiba esok hari,


"Baik pak terimakasih maaf sudah merepotkan, " Ucap Damar merasa sungkan walaupun yang mengurus semuanya bukan semuanya dilakukan oleh pak Bambang, beliau di bantu oleh Rt setempat agar mempermudah semua urusan ini itu nya,


"Ah tidak masalah nak! Jangan merasa sungkan anggap bapak ini adalah bapak nak Damar juga, apalagi sebentar lagi

__ADS_1


Kan nak Damar akan menikah dengan putri bapak, itu artinya Nak Damar juga akan menjadi Anak bapak juga, " Ucap pak Bambang dengan mengusap-usap punggung Damar,


"Terima kasih pak, Terima kasih bapak sudah sudi menerima saya yang tidak punya apa-apa ini menjadi menantu bapak, "


Ucap Damar dengan memeluk pak Bambang dengan perasaan haru.


Setelah berbicara dengan pak Bambang Damar pun pamit masuk kedalam kamar nya untuk beristirahat,


"Nak ajak makan siang dulu nak Damar nya, Ini sudah lewat jam. Makan siang ibu sampai lupa menawarkan nya tadi, " Ucap bu Yanti kepada anak gadis nya, Dirinya lupa menawarkan makan siang karena ulah pak lurah Jarot yang datang kerumah mereka,


"Iya bu. Lulu juga lupa kalau belum makan siang, " Ucap nya dengan terkekeh kecil sembari bangun dari duduk nya menuju ruang makan untuk menyiapkan makan siang untuk dirinya dan juga Damar,


Setelah menyiapkan nasi lauk serta sayur, Lulu pu memanggil Damar untuk makan siang walaupun sudah sangat terlambat,


📱"Iya Ris pokonya tolong kamu siapkan semuanya ya seperti yang saya minta, besok kamu langsung antar saja kemari, Di alamat yang sudah kukirimkan tadi, Iya Terima kasih Ris uang nya saya tranfer segera, "


Setelah mematikan sambungan telpon nya dengan salah satu anak buah kepercayaan nya, Damar pun segera mentransfer sejumlah buang kepada Aris yang dia mintai tolong tadi,


Suara pintu di ketok.


"Bang! Makan siang nya sudah siap, " Teriak Lulu dari balik pintu yang tidak tertutup rapat itu,


"Iya sayang! " sahut nya sembari berjalan kearah pintu dan membukan nya, Dia bisa melihat wajah tersipu Lulu,


"Bang jangan panggil begitu malu!" ucap nya dengan memalingkan wajah nya kesamping menahan Malu,


"Kenapa harus malu?" Tanya Damar dengan menaikan sebelah alis nya, Damar tahu jika gadis bar-bar nya itu tengah tersipu malu karena ulah nya yang memanggil nya sayang, Dan Damar sangat menikmati hal itu, Lulu semakin menggemaskan dimatanya,


"Ishh nanti di dengar bapak sama ibu bang. Kan malu! " Ucap nya pelan,


Keduanya berjalan menuju ruang makan sederhana, namun sangat bersih dan rapi, apalagi masakan yang tersaji selalu enak walau hanya menu sederhana,

__ADS_1


Baru beberapa hari berada di desa, Tetapi Damar sudah merasa lebih berisi karena makanan yang di sajikan bu Yanti sangat enak dan selalu membuat nya nambah hingga beberapa kali,


" Sayang sepertinya setelah kita kembali ke kota Aku harus rajin berolahraga ini," Ucap Damar tidak mengindahkan larangan Lulu untuk tidak memanggilnya sayang,


Lagi-lagi Lulu tersipu dengan panggilan itu, kepalanya menoleh kesana kemari melihat apa ada orang yang mendengar,


"Tenaga saja sayang gak ada orang hanya kita berdua, Kalaupun ada itu kan nggak masalah. Kan aku manggil sayang ke calon istri ku sendiri, "


Tukas Damar yang mengerti dengan maksud Lulu melarang nya manggil nya sayang,


"Em memang nya kenapa harus olahraga kalau sudah kembali ke kota? " Tanya Lulu mengalihkan pembicaraan agar tidak membuatnya salah tingkah karena ulah Damar yang selalu memanggil nya dengan panggilan sayang,


" Seperti nya aku gemuk kan nih, karena masakan ibu terlalu enak. Jadi kalau makan selalu nambah, " Jelas Damar sembari mengangkat lengan nya dan menekuk nya, Otot-otot nya yang menonjol membuat Lulu semakin salah tingkah, karena membayangkan hal-hal yang tidak seharus nya ia bayangkan,


" Dasar otak gesrek, " Makinya pelan pada dirinya sendiri dengan memukul pelan kepalanya yang telah membayangkan sesuatu yang tidak-tidak, Tingkah nya itu tidak luput dari perhatian Damar yang duduk di depan nya,


Damar tahu jika otak kecil gadis barbar nya itu sedang memikirkan sesuatu yang membuat nya malu sendiri,


"Ngebayangin apaan hem!? " Lulu terlonjak kaget saat Damar berbisik di telinga nya,


"Ihh apaan sih bang! ngagetin aja!" Ucap nya dengan. membuang muka,


"Aku yakin jika otak kecilmu ini telah memikirkan sesuatu, " Lanjut Damar dengan memincingkan matanya memandang Lulu dengan penuh selidik,


" Nggak mikirin apa-apa kok, " Elakkan nya dengan kedua pipi yang sudah bersemu merah menahan malu,


Sedang Damar terkekeh kecil melihat tingkah gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu, Menggodanya adalah kegiatan yang paling menyenangkan sekarang,


Tidak pernah terpikirkan jika gadis yang dulu nya sangat menjengkelkan itu kini akan menjadi istrinya, keadaan berbalik. sangat menyenangkan bila menggodanya setiap saat,


Jangan lupa likom nya ya bestie 🤗

__ADS_1


Maaf keun bila banyak typo nya 🙏


__ADS_2