Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 132


__ADS_3

"Mas Danur ayo sini tangkap Citra!! " Gadis kecil itu berlari kecil mengelilingi sofa yang ada di ruang keluarga, Sementara Danur berusaha mengejarnya dengan tertatih-tatih sembari berpegangan pada sofa,


"Tunggu saja gadis kecil mas akan menagkapmu!!, " Sahut Danur dengan penuh semangat, tidak memperdulikan tetesan keringat yang telah mencuat di pori-pori kulitnya, Keinginan nya untuk segera sembuh sangat besar, Dirinya sudah tidak sabar ingin melihat ibunya menikah dan meraih kebahagiaan yang tertunda selama bertahun-tahun ini,


Ya Danur mengangap jika kebahagiaan ibu nya hanya tertunda saja, Dan sekarang kebahagiaan itu sudah di depan mata, Hanya saja kesembuhan dirinya lah yang membuat semua itu belum tergapai seutuhnya,


"Ayo mas!! Katanya hebat bisa nangkap Citra. Mana buktinya?, " Gadis kecil itu berdiri dengan berkacak pingang berjarak dua meter dari tempat Danur berdiri,


"Ayo mas semangat nanti kalau bisa nangkap Citra Dara akan kasih hadiah buat Mas. Hadiah spesial pokonya hihihi, " Dara ikut menyangati mas nya yang sudah mulai berjalan, walaupun belum bisa selancar orang normal pada umum nya.


"Wah penawaran yang begitu menarik!!, Mas akan menangkap mu gadis kecil!!," Danur kembali mengejar Citra dengan segenap kekuatannya, Sedang Citra berlari kecil dengan sesekali mengoda mas nya itu dengan menjulurkan lidah nya seolah mengejek nya karena tidak bisa menangkap nya,


Dari tempat duduk nya Desi menyaksikan pemandangan yang begitu indah, Suara tawa Citra dan Dara mengema diruangan itu, Dengan Danur yang terus berusaha untuk menangkap kedua gadis kecil itu,


Desi berharap semoga ini semua adalah awal kebahagiaan nya bersama anak-anak nya, Bisa memberikan keluarga yang utuh untuk anak-anak itu merupakan harapan nya selama ini


Lamunan nya terhenti saat mendengar dering ponsel yang ada di atas meja di depan nya, Tangan nya meraih ponsel tersebut dan nama Arum tertera di layar benda pipih itu,


"Hem tumben menelpon sudah jam segini, Semoga nggak terjadi apa-apa dengan nya, " Batin Desi seraya menekan ikon hijau untuk menerima panggilan masuk tersebut,


πŸ“±"Halo Ar! Bagaimna sudah dapat semua perlengkapan baby nya?, " Tanya Desi saat sudah menerima panggilan dari Arum,


πŸ“±"Sudah tapi belum semuanya, Aku sudah capek nanti lanjut lagi lah besok-besok masih ada waktu, " Jawab Arum.


πŸ“±"Iya jangan terlalu dipaksakan pelan-pelan saja, beli yang seperlunya saja dulu, Yang lain bisa menyusul, " Nasehat Desi kepada Arum, " Btw ada apa nih bumil nelpon! Pasti ada sesuatu yang penting kan?, "


Lanjut Desi dengan berdiri dari duduk nya kemudian berjalan menuju teras belakang rumah nya agar leluarsa bercakap-cakap, Tanpa terganggu dengan suara nyaring anak-anak nya yang sedang bermain,

__ADS_1


πŸ“±"Hem tahu aja nih kalau aku ada maunya hehehe, " Arum terkekeh setelah mengatakan itu. Mba nya ini memang paling hebat menebak apa maunya,


πŸ“±"Iya dong aku kan paling tahu kamu luar dalam, " Kini giliran Desi yang terkekeh dengan ucapanya sendiri,


Tidak berbeda dengan Arum, bumil itu sedang terkekeh-kekeh saat mendengar perkataan Desi,


πŸ“±"Jadi katakan bumil cantik ku ini mau apa, Jika mba sangup maka akan mba lakukan, jika tidak sanggup maka akan mba minta bantuan suamimu yang tajir melintir itu, " Desi tertawa lepas saat mengatakan kalimat terakhir nya itu,


πŸ“±" Ih mba ini bisa aja, Suamiku emang tajir tapi nggak sampe terpelintir juga kalee!! Kasian kan kalau terpelintir-pelintir gitu," Arum menahan tawanya merasa geli sendiri membayangkan Azka terpelintir-pelintir,


πŸ“±" Hahaha kamu nih nakal juga ternyata ya," Ucap Desi dengan tertawa kencang mendengar perkataan Arum, " Ehem Ok kita serius nih kamu mau apa?, " Tanya Desi lagi setelah tawanya mereda,


πŸ“±" Em ini mba besok sibuk nggak? Kalau nggak sibuk aku mau ngajakin mba ke salon aku mau potong rambut udah terlalu panjang ini susah nyisirnya!, " Arum menanti jawaban Desi dari sebrang sana,


πŸ“±"Jam berapa. Nanti mba atur waktu Asalkan jangan pagi, Karna besok ada pesanan risol mayo yang akan di anter jam 10 pagi, " Jawab Desi setelah mengingat-ingat kesibukan nya esok hari,


πŸ“±"Tenang aja mba bukan pagi kok sekitar jam 2 an gitu, Kalau bisa kita makan siang bersama saja, Ajak aja anak-anak sekalian, itu rambut mas Danur juga sudah mulai panjang kan. Nanti sekalian di rapih kan juga, "


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Wahh kita udah kek mau nganter pengantin aja nih. Rame bener, " Ucap bu Tina saat Desi masuk kedalam mobil dengan rombongan nya,


"Iya pengantin nya bu Tina yang kedua kali, " Sahut bu Siti sembari menahan tawan nya,


Plak!!! Bu Tina mengeplak lengan bu Siti dengan kencang,


"Sembarangan aja kalau ngomong, gini-gini aku masih cinta mas bojo Ti!!, " Ucap bu Tina dengan kesal,

__ADS_1


Desi hanya menahan seyum melihat tingkah duo serangkai itu, Begitupun dengan Arum dan Lulu,


Mobil bergerak menyusuri jalan raya yang mulai padat akan kendaraan bagi sebagian pekerja kantoran yang memilih makan siang di luar, pada pukul 12 siang itu,


Mobil yang di kendarai Lulu kini telah terparkir di lahan parkir restoran mewah dengan konsep Ndeso, Dengan beraneka ragam menu rumahan, Sedang penumpang nya tengah menunggu pesanan mereka untuk makan siang bersama,


"Bu. Citra mau udang besar. " Ucap nya kepada Desi dengan manja, Desi pun mengiyakan dan langsung menyebutkan pesanan Citra kepada pelayan resto yang sedang mencatat pesanan yang lain,


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya semua pesanan mereka telah datang, semuanya makan dengan tenang, Danur yang duduk di antara kedua gadis kecil Dara dan Citra itupun dengan sabar dan telaten membantu keduanya mengupas kulit udang dan menyiapkan nya ke mulut mereka,


Dari dalam restoran tepat nya dibagian dapur, Seorang wanita tengah mengintai rombongan Arum, Dengan tatapan sinis saat melihat keakraban Desi dan Citra,


Hatinya semakin tidak Terima saat melihat pemandangan yang begitu menyakitkan matanya itu,


"Heh wanita murahan itu, pandai sekali bersandiwara didepan anak kecil, Sehingga membuat Citra tunduk padanya, Aku yakin jika wanita itut menggunakan hal-hal kotor untuk menggoda Tuan Devan, "


Hatinya semakin dengki saat melihat betapa manjanya Citra kepada Desi,


"Heh kamu! Ngapain bengong disitu! Cepat antar ini ke meja no 12,Jangan sampai pelanggan komplain gara-gara kamu, " Bentak rekan kerjanya yang lebih senior darinya,


"Iya! Iya maaf mba! " Ucap nya kemudian meraih nampan yang berisi pesanan pelanggan tersebut dengan perasaan kesal,


BESTIE SEGINI DULU YA, πŸ‘ŒπŸ‘Œ SEMOGA BESOK BISA UP LAGIπŸ˜‰πŸ˜‰


JANGAN LUPA KOMEN NYA YA BEBπŸ₯°πŸ₯°πŸ€—


TERIMAKASIH BAGI ALL BESTIE YANG SUDAH MAMPIR KE KARYA RECEH KU INI, MAAF NGGAK BISA BALAS SATUΒ² BEB, TIDAK BALAS BUKAN BERARTI SOMBBONK YA ALL πŸ₯°πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


OTHOR BAIK HATI KOKπŸ€ͺ


RAJIN MENABUNG JUGA. MENABUNG MAGER MAKSUD NYAπŸ€£πŸƒπŸΌβ€β™€οΈπŸƒπŸΌβ€β™€οΈ


__ADS_2