Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 150


__ADS_3

"Jadi om ini kenal dengan mbak ku? Kenal dekat kah atau pacar nya? " Tanya Syla menatap pria dewasa didepan nya itu dengan kening mengkerut,


Dirinya baru sempat bertanya tentang orang yang telah menolong ibunya,


Karena panik dan juga lelah. Selama beberapa hari ini ia dan Nety bergantian menjaga sang ibu di puskesmas, tidur duduk dengan hawa dingin yang menusuk pori-pori kulit,


Aron bingung mendapat pertanyaan sedetail itu dari gadis remaja didepan nya ini, Bagaimana harus menjelaskan nya, apakah dirinya harus berkata jujur, Tapi jika ia jujur itu akan sangat tidak sopan bukan,


"Em.. begini dek. Om di utus boss kesini, dan untuk lebih jelas nya lagi sebaik nya tunggu sampai boss tiba baru adek tanyakan tentang mbak nya, Karena om kurang tahu soal itu," Aron berkata dengan memandang lekat gadis remaja itu,


" Sebaik nya adek berangkat sekolah saja, biar ibunya di jaga oleh ibu itu," Tukas Aron dengan menunjuk Nety yang sedang asik menikmati sepotong roti yang ia beli di kantin rumah sakit tadi,


Nety merasa dirinya di tunjuk dan di panggil ibu oleh Aron.segera menoleh dengan mata melotot, Apa dirinya setua itu sehingga pria itu menyebut nya dengan sebutan Ibu,


"Apa..? betulkan kamu bagai ibu baginya," Ucap Aron tanpa menoleh Nety yang sedang menatap nya dengan tatapan kesal, Rupanya pria itu tahu jika Nety akan keberatan di sebut ibu, maka dari itu ia sengaja mengatakan hal itu, Untuk membuat wanita itu kesal,


"Enak saja.aku belum setua itu harus di panggil ibu," protes nya setelah menelan makanan di mulut nya,


Syla menahan senyum nya saat mendengar protesan Nety dengan mata melotot hendak keluar dari tempat nya,


"Bude!.Itu selai roti nya nyelip di gigi bude, Tapi boong..!," Goda Syla seraya berdiri dan beranjak untuk berangkat ke sekolah sebelum terlambat,


Remaja itu berlari kecil sebelum kena timpuk kan sendal oleh bude Nety, karena telah ia usili, "Bude. om! Syla berangkat dulu ya titip ibu," Teriak gadis remaja itu sembari berlari,


" Oooh dasar gadis semprul.beraninya ngusili bude nya," Nety bersungut-sungut setelah sadar jika dirinya telah di kerjain oleh Syla,


Hal itu tentu saja ngundang rasa geli bagi Aron yang menyaksikan tingkah kedua wanita beda generasi itu. Sehingga tanpa sadar pria itu menarik sudut bibir nya kesamping dengan kepalan tangan nya yang menutup mulut nya menyembunyikan senyum nya,


"Ketawa saja yang nyaring. Nggak usah di sembunyikan seperti itu," Ketua Nety seraya berdiri menuju tong sampah untuk membuang kulit roti bekas nya,


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Kalian mau bawa kami kemana?,"


Hening tidak ada sahutan sama sekali, Kesemua orang di dalam mobil itu nampak tak acuh dengan pertanyaan pria menyedihkan itu,

__ADS_1


Pasangan suami istri istri itu sungguh menyedih kan, keduanya sungguh tak berdaya dengan kondisi yang begitu memprihatinkan, Mungkin jika yang melihat mereka berdua adalah orang yang baru bertemu pertama kali, Akan sangat iba,namun tidak dengan orang yang telah mengetahui kebejatan keduanya,


Hal itu belumlah sebanding dengan perbuatan mereka, yang pernah menghilangkan nyawa seseorang di masa lalu,


Andre hanya melirik sekilas kedua orang tersebut, Tanpa rasa kasihan sedikitpun, hari sudah hampir sore mereka melakukan perjalanan yang lumayan jauh, Beberapa jam melakukan perjalanan darat,


Kemudian di sambung dengan menyebrangi lautan dengan menggunakan kapal Feri guna menyebrang ke suatu pulau yang lumayan terpencil di sebuah daerah,


Yang minim akan canggih nya teknologi,


Dirinya di beri kepercayaan oleh Damar. Untuk mengirim sendiri kedua orang tersebut,


"Bagaimana disana sudah disiapkan tempat untuk mereka?," Tanya Andre kepada anak buah nya,


"Sudah Bos,Gilang sudah tiba lebih dulu disana,karena dia berangkat dari kemarin sore, Semua aman terkendali," Lapor anak buah nya,


Andre hanya mengangguk sebagai respon nya, Walaupun dirinya tengah melakukan perjalanan yang lumayan jauh, Tapi sedari pagi pikiran nya telah terpaut oleh wajah sedih Nurlinda yang menangis di dada nya semalam,


Wanita itu begitu sedih kala mendengar kabar jika ibunya tengah sakit parah dan sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan nya,


" Ini tempat nya Tuan," Seorang pria parubaya menunjukkan sebuah rumah reot yang sederhana,namun masih layak huni,


"Disini belum masuk Jaringan internet ya pak," Tanya salah satu anak buah Andre kepada pria penduduk asli dusun itu, sembari mengedarkan pandangannya kesekitar gubuk itu,


"Iya den.disini masih belum ada jaringan telpon, jika ingin berkabar kami masih menggunakan surat, ". Jawap pria tersebut,


Andre menghirup segar nya udara yang jauh dari polusi dan asap knalpot kendaraan, dusun itu terlihat sangat adem. Dan belum terjamah oleh tangan-tangan jahil manusia.semuanya masih alami,


Jarak dari rumah ke rumah pun masih sangat jauh,


" Turun kan mereka," Perintah Andre setelah pria parubaya tadi berlalu dari tempat itu,


Anak buah nya pun dengan gesit memindahkan Adit dan Sabira dari mobil kedalam rumah tersebut,


"Kalian kurang ajar sekali telah membuat kami seperti ini, Kenapa tidak menghabisi kami saja sekalian!, Percuma juga kami hidup jika seperti ini..!!" Maki Adit dengan kondisi tak berdaya,

__ADS_1


"Sebaik nya simpan saja tenagamu itu tuan Adit, karena perjalanan hidup kalian yang sesungguh nya baru akan di mulai hari ini, Dan akan sangat membutuhkan tenaga yang cukup untuk melalui semua itu, "


Tukas Andre dingin, Pria itu berucap tanpa expresi sama sekali, "Saya harap kalian bisa merenungi kesalahan kalian, dan tidak bunuh diri karena putus asa akan buah dari apa yang pernah kalian tanam," Lanjut nya tatapan nya nyalang menatap kedua manusia yang tidak berdaya itu,


Sedang Sabira hanya bisa menahan kesal nya didalam hati, ingin rasanya wanita itu memaki-maki orang yang telah membuat nya merasakan hal yang paling buruk di sepanjang hidup nya itu, Namun apa daya kondisi nya sangat lemah,


"Hidup lah kalian dengan baik di dusun ini, warga sekitar sini sangat baik,tetapi jika kalian tetap menggunakan kesombongan maka kalian akan hidup sendiri selamanya, Bersyukurlah.Tuan Damar masih punya hati dan tidak melenyapkan kalian berdua, Kalian hanya di beri pelajaran sedikit.Dengan membutakan mata dan juga melumpuhkan kedua kaki kalian, sehingga kalian berdua bisa merenungi kesalahan yang pernah kalian lakukan,"


Sambung Andre setelah itu ia dan anak buah nya berlalu dari gubuk itu meninggalkan Adit dan Sabira hidup berdua dalam keadaan serba kekurangan dan juga keterbatasan fisik,


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Hay bro!!. Kita datang rombongan loh ini!,"


"By. Kecilkan suaramu,ini rumah sakit. Jangan sampai kita semua di usir oleh satpam karena terlalu berisik,". Nuri berbisik ditelinga Roy yang bersorak riang saat Azka baru membuka pintu ruangan tempat Arum di rawat, Bisikan Nuri tersebut masih terdengar jelas di telinga Iqbal dan Gustra, Yang langsung cekikikan di belakang Roy,


Sehingga membuat mereka menahan senyum.saat melihat Roy yang tidak bisa berkutik saat di omeli istrinya,


"Lihat wajah pasrah nya itu, sangat menggelikan bagi seorang bos Pendiri Bodyguard terkemuka dikota ini," Tukas Iqbal kepada Gustra yang sejak tadi rempong menggendong putrinya yang tidak mau berpindah sedikitpun dari gendongan nya


"Yoi.Seperti kucing yang di ancam oleh majikan nya tidak di beri ikan selama sebulan," Sahut Gustra terkiki geli,


Mendengar bisik-bisik dan juga cekikikan di belakang nya, Roy melemparkan tatapan maut nya kepada sahabat nya itu, Dirinya memang tidak bisa berkutik jika Nuri sudah bersuara, Apalagi memang dirinya yang bersalah disini,


"Kalian berdua terus aja ledekin gue, Awas kalian ya," Ucap Roy dengan mengepalkan tinjunya kepada kedua sahabat nya yang selalu bisa membully nya di hadapan istrinya,


"Sudah-sudah kalian mau masuk nggak nih,atau mau lanjut ngobrol di depan pintu sampai urat betis berkonde?," Tanya Azka dengan alis terangkat,


"Kami mau masuk mas,mau jenguk istrimu,Jika mereka masih betah disini biarakn saja," Kali ini Jesica istri Gustra yang bersuara, wanita cantik itu berjalan masuk bersama Nuri dan juga Leny istri Iqbal, Tidak memperdulikan para suami mereka yang masih saja saling mengolok di depan pintu ruangan itu,


Hay bestie ter lopelope sekebon jahe 🥰🥰


Maaf ya baru sempat up, entah kenapa tapi otak lagi buntu, kalau di paksain takut nya nanti gaje alur nya😅


Btw jangan lupa like komen nya ya bestie🥰

__ADS_1


Dan maaf banget belum bisa balas komen-komen kalian my lopelope🙏


__ADS_2