
"Beneran ini rumah baru Azka?" Tanya seorang Pria gagah yang bernama Roy,,
" Kata Devan sih iya, Kan dia yang cariin,"
Saut seorang lagi, Yang tak kalah gagah nya Dengan Roy, Pria tersebut bernama Iqbal,
" Devan sama Gustra Mana sih?, Lama banget," Dumel Roy,
Kedua pria gagah itu masih berdiri di depan gerbang yang terbuka, Mereka sengaja menunggu teman mereka datang,
Katanya sih masuk rame-rame lebih seru,
Begitu kata Roy, Pria yang paling hebring di antara mereka berlima,
" Udah gue chat barusan, Katanya udah deket, " Jawab Iqbal, menunjuk kan hp nya kepada Roy,
" Sorry Bapak-bapak, Kita terlambat, Nunggu Bapak pengacara yang ngerayu gadis nya dulu," Seru Gustra, Yang baru turun dari Mobil nya, Seraya terkekeh.
" Yuk ah kita masuk," Devan langsung menjalankan mobil nya usai mengatakan hal itu,
"Kirain Bapak pengacara sendirian, Ternyata ada pengawalnya," Tukas Roy, menjawil pipi anak Devan yang memasang wajah cemberut,
"Kenapa wajah cantik nya terlipat gini?" Goda Roy lagi,
" Biasa bro, Papa nya telat pulang, Jadinya ya gini, muka nya susah lurus nya,
"Makanya Van, Cepat carikan Mama baru buat anak lo, Cari yang udah ada buntut nya juga biar anak lo nggak kesepian di rumah,
" Bener tuh kata Gustra, Udah lama tuh si otong Vakum, Entar lupa lagi rasanya gimana"
Ucap Roy terkekeh-kekeh,
"Mulut lo Roy," Devan merapatkan giginya, Memandang sahabat hebring nya itu dengan kesal,
" Gue jadi penasaran dengan tampilan Azka sekarang, Setelah sekian tahun menghilang tak ada kabar, Eh tau-tau udah pindah rumah baru dan juga istri baru," Seru Roy, Yang berjalan paling depan dari yang lain,
" Dia makin gagah sekarang, bini nya yang ini, totalitas banget ngerawatnya, Lo pada bakal liat sendiri nanti, " sahut Devan, yng berjalan bersisian dengan Gustra dan Iqbal,
"Ayo ah buruan kita masuk, Pegal nih," Gustra yang kebagian memegang sebuah kado yang lumayan besar,
Iqbal kebagian memegang Nampan Tumpeng, Sedang Roy pria hebring itu kebagian memegang seikat balon warna warni, Hanya Devan yang tidak memegang apa-apa, Ia hanya menggendong Putrinya yang masih setia menekuk wajah nya,
Gadis kecil itu memang paling awet kalau sudah urusan ngambek mengambek,
Terlalu sering di tinggal oleh Papanya untuk urusan pekerjaan, Membuat gadis kecil itu kesepian,
" Iya nih, Lama-lama gue bau tumpeng eh, Bisa turun nih level ketampanan gue, kalau di lihat ciwi-ciwi," Canda Iqbal,
" Nggak ada Ciwi-ciwi disini Bal, Adanya buebo," Kor Gustra, Roy dan Devan, Bersamaan,
" Astaga kompak sekali memang Bapak-bapak ini, " Iqbal menggelengkan kepalanya,
"Lo ingat Bini di rumah yang lagi hamil anak ketiga,"
Roy menendang ujung sepatu Iqbal yang terkekeh-kekeh,
" Yang di rumah tetap yang terbik, Lo tenang aja," Sahut Iqbal, Serius,
__ADS_1
Setelah itu ke empat Bapak-bapak ganteng , itu kini mulai memasuki Rumah Azka yang pintunya terbuka lebar,
" Hai bro!! Kita-kita belum terlambat kan?"
Suara Roy yng nyaring dan cempreng itu sukses membuat Ke empat Ibu-ibu yang sedang asik menata menu makanan di atas meja bufet itu menoleh, Ke sumber suara,
Dan Azka yang tengah ngobrol di sofa bersama, Suami bu Siti dan bu Tina itupun ikut menoleh, Saat mendengar suara familiar sejak jaman SMA dulu
" Sebentar ya Pak, Saya sambut teman-teman saya dulu," Pamit Azka kepada Pak Sukri dan Pak Prapto,
" Silahkan, Ayah Rakha, Santai aja sama kita," Seru kedua nya,
"Wah.. Lama nggak ketemu, Makin cakep aja nih,"
Azka memeluk para sahabat nya itu, Kecuali Devan, Yang masih menggendong Putri nya,
"Iya dong, Kita kan emang udah cakep dari orok," Sahut Roy,
"Nih, Semua ini kami persembahkan untukmu yang telah kembali, Setelah menghilang sekian tahun," Gustra menyerahkan Bungkusan kado yang lumayan besar ke tangan Azka,
" Astaga kalian ini, Repot-repot aja, Nggak usah bawa apa-apa padahal,"
Azka menerima bungkusan kado itu, "Wah apa nih isinya, berat banget, " Tylas Azka,
" Nanti juga lo bakal tahu Az,"Sahut Roy, " Nih buat lo juga biar hati lo selalu riang gembira," Roy menggenggam kan seikat balon warna warni ke tangan Azka yang yang terkekeh,
Para sahabat nya itu masih sama seperti yang dulu-dulu, " Ini Tumpeng nya juga buat lo, Sebagai ucapan syukur kami atas kesembuhan dan kembali nya lo dari dunia antah berantah,"
Iqbal ikut menyerahkan Nampan tumpeng yang sejak tadi hai pegang ke tangan Azka yang masih menggenggam balon,
" Ya ampun, Makasih banyak atas perhatian kalian para sihib ku,"
Azka sangat terharu dengan perlakuan para sahabat nya itu,
"Tin, Ingat Mas Prapto Tin," Bu Siti menyenggol bahu Tina yang sedang mengagumi para Bapak-bapak ganteng itu,
" Cuci Mata Ti, Biar seger, "
" Ehem!!,"
Suara deheman Pak Prapto di samping Bu Tina, Membuat Bu Tina seketika mingkem,
" Memang nya, Bapak sudah nggak seger lagi ya Bu?," Tanya nya kemudian,
" Hehe, Bapak tetap yang terbaik, Ibu Cuma bercanda aja kok Pak, Suer," Bu Tina menaikan kedua jarinya membentuk huruf V,
"Rasain, Makanya jangan genit,"
Ucap Bu Siti kepada teman baya itu,Yang hanya mengerucut kan bibir nya,
Hal itu membuat Arum dan Desi tersenyum, Dengan kelakuan Bu Tina,
" Sayang!," Panggil Azka kepada Arum yang dari tadi memerhatikan interaksi nya bersama para sahabat nya,
"Tuh di panggil suamimu, Datengin sana," Tukas Desi,
"Iya, Aku tinggal dulu ya Buibu," Pamit Arum,
"Iya Rum, buruan sana, Kasian tuh Ayah Rakha, kesusahan memegang tumpeng dan balon nya,
__ADS_1
" Iya Mas," Arum yang berdiri di smoking Azka itupun tanpa di perintah segera meraih Nampan tumpeng dari tangan Azka,
"Makasih Sayang," Azka tersenyum kepada Isterinya yang begitu peka dan pengertian kepada nya,
" Sama-sama Mas,"
" Sini Kak, Biar Danur aja yang bawa ke meja, "
"Eh. Danur udah selesai renang nya," Tanya Arum,
"Sudah Kak," jawab nya singkat,
Ternyata Danur dan Jaka telah selesai Renang, Rambut Danur yang masih setengah basah dan Acak-acakan itu, Terlihat sangat tampan, di mata seseorang,
Sampai-Sampai dia tak berkedip memandang wajah tampan Danur, Saat bertemu pandang dengan nya dan Danur tersenyum sangat Manis,
Kepala nya ikut tertoleh mengikuti arah Danur yang mengangkat Nampan tumpeng dan membawanya ke arah Meja bufet, Di mana makanan lain nya terhidang,
"Bro, Kenalin ini Istri gue Namanya Arumni," Tukas nya
"Sayang mereka semua ini adalah teman-teman Mas, Dari jaman sekolah dulu,"
Azka berucap dengan memandang Arum dan juga teman-teman nya secara bergantian,
"Salam kenal Bapak-bapak semua," Ucap Arum sedikit menunduk kan kepala kepada ke empat pria yang tak kalah gagah nya dengan Suminya itu,
"Mas langsung di ajak makan aja teman-temannya, Semua udah siap kok,"
Arum berbisik kepada Azka yang sedikit menunduk kan kepalanya,
"Ayo bro! Kita langsung makan aja, ada menu spesial buat untuk Bapak-bapak, sekalian, Ayo.ayo," Azka menggiring ke empat teman nya menuju meja bufet di mana semua makanan terhidang,
" Wiih, Menunya mantab ini Bal, " Roy menyenggol bahu Iqbal yng masih memandangi semua menu di meja itu,
Kesemua nya tengah Asik mengambil dan memilih menu apa lagi yng belum ada di piring mereka, Termasuk Azka,
Namun tidak dengan seorang Bapak yang sedang sibuk membujuk Anak gadis nya agar mau di turunkan sejenak,
Desi yang melihat hal itupun, Segera menghampiri Pria tersebut,
"Hay cantik, Sama Tante yuk, Main sama Teman-teman di sana," Desi menunjuk Kumpulan di mana anak-anak nya dan juga anak Arum berada,
" Biar Papa nya Makan dulu," Ajak Desi kepada gadis itu
Gadis itupun terdiam memandang Wajah Desi yang tersenyum pada nya,
" Mas Danur!" Panggil Desi saat melihat Danur melintas tak jauh darinya,
" Iya Bu,"
" Ini, Ajak adek nya main bareng di sana," Tukas Desi, Menunjuk Gadis kecil yang berada di gendongan Papa nya sejak tadi,
" Main bareng kak Danur yuk!," Ajak Danur, Dengan senyum manis nya, Dan tanpa di Duga Gadis kecil itupun langsung mengganguk dan meminta turun dari gendongan Papa nya,
Membuat Devan sedikit tak percaya, Hanya sekali ajakan Anak nya itu langsung Nurut sama orang yang baru ia kenal, Biasanya putrinya itu sangat susah di bujuk,
"Nah, Sudah aman, Silahkan Pak, Dinikmati hidangan nya, Mau yang mana aja?," Ucap Desi Ramah, Setelah melihat Danur yang telah menuntun Gadis kecil itu untuk bermain bersama,
__ADS_1
Devan Menatap wajah cantik di depan nya itu, Yang menawarkan aneka hidangan di meja itu,
.Next…..