Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Sarapan bersama


__ADS_3

Senyum lulu merekah dengan indah saat keluar dari ruangan atasan nya itu,


Bahagaia?. tentu saja. siapa yang tidak bahagia jika di beri penawaran seperti itu,


Dirinya tidak perlu lagi memikirkan sewa kost setiap bulan nya, Karena Azka telah memberinya fasilitas lengkap,


Ya Lulu akan tingal di Mes khusus pekerja yang berada di belakang Rumah mewah Azka dan Arum,


'Hah legah banget deh, nggak perlu lagi mikirin sewa kost dan makan sehari-hari, Semua udah di tanggung sama Pak Azka, Aku bisa menabung dan membuktikan kepada Bapak dan Ibu kalau aku bisa sukses di kota ini, Aku ingin mengajak mereka jalan-jalan nanti. hum.. jadi nggak sabar deh hem..'


Senyum Lulu semakin lebar saat membayangkan bisa mengajak Ibu Bapak nya jalan-jalan di kota besar ini,


Jika Lulu sedang membayangkan kesuksesan nya kelak, Namun berbeda dengan pria yang ada di depan nya itu, Yang sejak tadi terus memperhatikan nya,


" Apa yang ada di otak kecil mu ini?, sehingga membuatmu senyum-senyum sendiri seperti orang tida waras, Aku rasa Nona Arum telah keliru memilihmu sebagai Asprinya, Ya walaupun kalian bersahabat, Karena semua itu bukan jaminan jika kamu bisa berkerja dengan baik, Karena menurut pengamatan ku, Kamu ini tidak memiliki ke lebihan apapun, "


Akhirnya keluar juga perkataan mencibir Damar,


Ia yang sebenar nya sangat terkejut saat Tuan Muda nya meminta gadis kurang ajar itu untuk menjadi Aspri Nona nya itupun hanya pasrah saja,


Tidak mungkin ia menentang nya, Apalagi semua itu adalah keinginan dari istri kesayangan Tuan Muda nya itu,


"Astaga aku akan sangat di repotkan karena melatih dan mgajarimu banyak hal nanti nya, Sebelum kamu mulai bertugas menjaga Nona Arum, " Damar mennghela nafas nya dengan berat, Seakan-akan hal itu adalah pekerjaan yang sangat menyusahkan nya,


Lulu yang mendengar serentetan cibiran dan meremehkan itu sontak menghentikan langkah nya, Senyum yang terbit dan raut bahagianya beberapa detik yang lalu kini telah berganti dengan wajah kesal nan muram,


Bisa-bisa nya pria aneh yang ada di depan nya itu berkata dengan terang-terangan mencibir nya,Apa dia pikir dirinya anak manja dan tidak bisa melakukan apa-apa?,

__ADS_1


Memang nya apa sih kesalahan nya, Sehingga membuat pria tu begitu tidak menyukai nya, Lulu masih mengkerut kan kening nya Demi mengingat-ingat kesalahan apa yang ia perbuat sebelum nya,


Dirinya memang kemarin memukuli pria itu, Tapi itu kan karena dia sendiri yang sudah keterlaluan padanya,


"Apa kau akan terus berdiri disini seperti orang bodoh?. Kau pikir Aku tidak punya pekerjaan lain? Jangan membuang-buang waktu ku Nona Lulu Anggraeni, "


Damar kembali melontarkan perkataan yang kurang mengenakan kan di telinganya nya,


" Bapak ini keterlaluan sekali ya kalau berbicara, Memang nya apa saja tugas yang akan aku lakukan?, Memang nya Pak Damar sudah bertanya padaku apa saja yang saya kuasai ha?, "


Lulu benar-benar merasa sangat kesal, kepada Sekretaris Atasan nya itu, Sok tahu. sok menyimpulkan sendiri, Tanpa bertanya dahulu, 'Dasar pria aneh'


Batin Lulu geram, Sembari berjalan mendahului Damar yang memasang wajah datar nan menyebalkan itu,


..................................


"Tante.... Aku kangennn... ," Citra berlari meninggalkan San Papa yang masih memunguti Kantong belanjaan mereka saat di jalan tadi dan langsung menubruk tubuh Desi yang menyambut nya dengan pelukan hangat,


Ya sudah dua hari ini Devan menitipkan Citra kepada Desi, Setelah ia memecat Nur pengasuh putrinya itu, Dan belum mendapat pengganti nya lagi, Lebih tepat nya Citra yang tidak mau,


Terpaksa Devan meminta bantuan Desi, Untuk menjaga Citra sampai ia mendapat kan pengasuh pengganti


"Hem.. beneran kangen nih? kemarin juga kan kita ketemu, " Ujar Desi seraya mencubit gemes pipi tembem Citra yang cengegesan,


"Beneran Tante.. Aku emang kangen lagi sama Tante Desi, "


"Hem.. yang kangen sama Tante Desi sampai lupa dengan. Papa nya sendiri, " Cibir Devan kepada putrinya itu,

__ADS_1


"Hehehe.. Nggak lupa kok Pah, Papa kan udah besar, biar nggak di tungguin nggak apa-apa," Jawab Citra masih masih dengan memeluk erat Desi,


"Ya sudah yuk! kita masuk, Tante udah buat Nasi goreng kesukaan Citra dan yang lain nya, , "


Desi menuntun Citra untuk masuk kedalam Rumah,


"Hem.. kalian kompak sekali ya, Sama-sama melupakan aku, " Suara Devan membuat Desi menoleh ke belakang, Di mana Pria yang pagi itu terlihat sangat gagah dan berwibawa dengan. pakaian Formal nya,


Sedang Citra langsung nyelonong masuk kedalam Rumah, Dia sudah tak sabar ingin bertemu dengan Dara, Dan bermain boneka Barbie yang sengaja dia bawa dari rumah,


"Kan Mas Devan udah besar.. Nggak perlu di tungguin udah ngerti harus masuk kemana, " Tukas Desi meniru perkataan Citra tadi, Sembari menutup mulut nya dengan sebelah tangan nya, Menyembunyikan senyum gelinya,


Sedang Devan kini membulatkan matanya, Tak menyangka jika Wanita manis itu sudah bisa melemparkan candaan seperti itu kepadanya,


"Ya ampun.. kalian berdua memang cocok ya, Cocok dalam men terlantarkan ku, " Tukas Devan dengan mimik wajah di buat sesedih mungkin,


Dan hal itu membuat Desi tak kuasa menahan. tawa renyah nya, Membuat Devan semakin terpesona dengan janda cantik dan baik hati itu.


"Ya sudah Mas Devan. yuk kalau mau mampir sekalian ikut sarapan dengan kami, " Tawar Desi, Ia mang sengaja tadi mengabaikan Pria itu, Bukan tanpa Alasan,


Dirinya merasa tidak baik-baik saja pagi itu, Jantung nya sudah dag dig dug sejak melihat Devan turun dari mobil nya,


Dan Devan langsung bersorak sorai dalam hatinya, Saat mendapat tawaran sarapan bersama pagi itu,


Ternyata memecat Nur adalah jalan terbaik, Kenapa ia tidak melakukan nya sejak lama, Pikir Devan,


.

__ADS_1


Next....


Terima kasih telah mampir, Jangan lupa like dan komentar nya ya guys, 🤗


__ADS_2