
Tak terasa kini seminggu telah berlalu, hari ini Arum dan baby twins nya sudah boleh pulang ke rumah, Arum sudah sangat merindukan putra nya, selama ia di rawat di rumah sakit dirinya tidak bertemu dengan Arkha,
Hanya pernah menghubunginya melalui VC saja, karena terlampau rindu dengan sang putra, Dan hari ini mereka semua sudah boleh pulang,
Inkubator juga sudah siap di rumah di kamar khusus si kembar, Kondisi Arum sudah sangat baik, jalan juga sudah lancar dan luka bekas operasi juga sudah mulai mengering,
Yang membuat nya lama di rumah sakit karena menunggu Ingkubator datang dan siap di rumah nya, Arum tidak ingin pulang seorang diri tanpa ke dua bayi kembar nya,
Jadi ia memutuskan untuk menunggu sampai Ingkubator untuk kedua putri nya siap baru akan pulang bersama,
Sementara Lulu. Ia sudah pulang lebih dulu dua hari yang lalu, Wanita itu juga sudah tidak betah berlama-lama di rumah sakit. Apalagi gerakan nya selalu di pantau oleh dokter,
Sangat tidak nyaman baginya yang terbiasa bebas ke sana kemari dan tiba-tiba saja dilarang ini itu, Bukan apa-apa Lulu merasa dirinya sudah baik-baik saja, saat beraktivitas jadi tidak perlu duduk di tempat tidur seharian, Itu sangat membosankan baginya,
Di kediaman Azka, Desi dan duo serangkai tengah sibuk memasak dan mendekorasi ruang tamu sampai ke ruang keluarga, Untuk menyambut kedatangan anggota baru keluarga Dewantara,
Para Art tengah di arahkan oleh bu Tina untuk mendekorasi ruangan, sedang Desi dan Bu Siti menyiapkan makan siang dan aneka kue untuk pencuci mulut nanti,
" Hay mba Des, wah segar banget pengantin baru ini, jangan capek-capek mba biar tetap fit ngelayanin pa Pengacara, " Nury yang baru datang dengan menenteng beberapa paper bag itu menggoda Desi yang sedang mencicipi rasa masakan nya, Guna mencek rasa sudah pas atau belum,
"Hay juga mba Nury, apa kabar mba, ah mba bisa saja deh, " Jawab Desi dengan sedikit malu di goda demikian oleh wanita cantik itu,
"Kabar ku baik mba Des, Eh bu Siti apa kabar juga? " Nury tidak lupa menyapa bu Siti yang ia ketahui bukan hanya sekedar Art di rumah itu, tapi sudah bagai keluarga sendiri bagi Azka, dan Arum,
"Saya baik mba, bagaimana dengan mba sekeluarga?, " Jawab bu Siti dengan kembali bertanya kabar Nury dan keluarga nya,
"kami semua baik juga bu, " Jawab nya ramah,
"Hallo!... Wah kita telat ini kayak nya, ini makanan sudah banyak berjejer Len, " Tukas Jesica kepada Leny yang berdiri di samping nya, mereka berdua baru tiba sebab rempong dengan Anak-anak mereka yang tidak mau ikut tapi rewel dan banyak mau nya,
"Hallo juga jeng!!, " Nury menyambut keduanya dengan ber cipika-cipiki "Kalian nggak telat kok, aku juga baru datang ini, " Lanjut Nury kepada Jesica dan Leny,
__ADS_1
" Ah kirain dah telat kita, biasa si bocil banyak dramanya kalau mau di tinggal. Di ajak juga nggak mau katanya mau main sama kakak nya, " Jelas Jesica sembari mengeluarkan klapetart yang ia buat tadi di rumah nya,
"Namanya juga Anak-anak mba, saya juga dulu seperti itu, " Timpal Desi yang baru selesai dengan masakan nya, kini menghampiri para ibu-ibu itu di meja makan,
" Wah ini klapetart ya?, Anak ku suka sekali dengan kue ini, tapi emak nya nggak bisa buat, pernah coba tapi gagal, " Jelas Desi dengan mengangkat satu buah box klapetart yang baru di keluarkan Jesica dari dalam paper bag,
" Iya mba Des, kebetulan kemarin sore aku di kasih tetangga buah kelapa muda banyak, katanya abis panen di kebun keluarga nya, karna bingung mau di apain, jadinya ada ide buat ini, " Ucap Jesica menjelaskan kan detail nya,
"Aku sering beli diluar, Danur paling doyan mba, " Tukas Desi sembari terkekeh,
"Wah jadi seneng aku, kalau ada yang doyan, sama kue buatan aku, " Senang Jesica, Tidak sia-sia dia membuat kue itu di bantu oleh Art nya,
" SELAMAT DATANG TUAN PUTRI TWINS. ANGGOTA BARU KELUARGA DEWANTARA...!!, "
Sorak semua orang yang berdiri berjejer dari teras hingga pintu masuk Rumah kediaman Azka, Arum Turun lebih dulu dari dalam mobil dengan Azka yang menggandeng nya,
Kemudian di susul oleh perawat dan seorang dokter paru baya yang di tunjuk dan di rekomendasi oleh pemilik rumah sakit itu, untuk mengawasi dan mengontrol perkembangan kedua putri kembar nya,
"Mama..!!, " Arkha langsung berlari menyongsong kedatangan Arum, "Ma. mana adek Alka? Alka mau dendon adek, " Ucap nya dengan mendongak kan kepalanya menatap Arum dengan kedua mata bulat nya,
"Sini sama Ayah, " Azka langsung meraih Arkha yang memeluk kedua kaki Arum, "Adik nya masih Belum bisa di gendong, karena Adik masih harus berada dalam box ingkubator, " Jelas Azka kepada putra nya, walaupun belum mengerti apa itu ingkubator,
"Ayah.adek Alka ada dua tan?, Alka mau main sama adek. Mau Alka ajalin mewalnai, " Tanya nya sekaligus mengutarakan niat nya kepada sang ayah,
Azka tersenyum saat mendengar perkataan putra nya,
"Iya, Adik nya ada dua, sekarang Arkha sudah jadi abang untuk kedua adik nya, Abang harus jagain adik dengan baik nanti, Oke!, "
"Oke ayah..! "
"Selamat datang kembali kerumah. " Desi menyambut Arum dengan pelukan kebahagiaan,
__ADS_1
"Terima kasih mba Des," Arum tak kalah haru saat memeluk tubuh Desi yang selalu mengutamakan dirinya, Wanita yang tengah memeluk nya ini sangat baik, bahkan baik nya melebihi baik nya saudara,
Satu persatu memberikan selamat kepada Arum, Atas kelahiran bayi kembar nya, yang kini telah berada kembali dalam ingkubator, yang ada di kamar khusus untuk keduanya,
Tiada yang membahagiakan selain kembali berkumpul dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, Arum sangat bahagia masih di kelilingi orang-orang yang baik dan tulus kepadanya,
πππππππ
Sudah seminggu lebih duduk menunggu dan menunggu, Namun belum ada Tanda-tanda akan kehadiran nya kembali. Tak terhitung lagi berapa kali ia menetes kan air matanya, selama seminggu ini, wajah sembab dan pucat nya tidak bisa menutupi kesedihan di wajah nya yang begitu kentara,
Duduk menunggu sesuatu yang ia rasa sangat mustahil untuk ia gapai, Namun tetap menunggunya, Beragam penyesalan yang bercokol dihatinya, Semuanya menjadi Andai saja, Andai saja dulu ia tidak tergiur dengan tawaran Nyonya Gayatri yang kini entah kemana rimbanya,
Yang membuatnya sampai pada titik ini, Dimana dirinya merasa bagai manusia tak berharga, Manusia rendah yang tidak suci lagi,
Kilasan ingatan bagaimana ia berlaku bak wanita malam di hadapan Devan yang merupakan Majikan nya,
Berusaha menggoda pria itu dengan tubuh nya, Demi iming-iming yang membuat nya terlena dan lupa siapa dirinya, lupa pada niat nya yang ingin membahagiakan keluarga nya,
Kini ia telah menuai hasil dari perbuatan nya yang gelap mata, Dan berniat mencelakai Citra,
Nasi yang sudah menjadi bubur tidak akan mungkin kembali seperti semula,
"Ibu.bagaimana kabar mu saat ini, maaf kan Linda yang nggak bisa jadi anak yang baik, Semoga ibu dan adik-adik baik-baik saja saat ini, " Nurlinda mengusap air matanya yang luruh untuk kesekian kali nya,
Saat dirinya teringat kondisi sang ibu yang tengah sakit, Dalam hati ia selalu berdoa, semoga Pria itu cepat kembali. Ia akan meminta izin lagi untuk mencari pekerjaan, Untuk biaya pengobatan ibunya di Desa,
Namun sampai seminggu ini. Pria itu belum juga menunjukkan batang hidung nya, Putus asa, khawatir kini menjadi satu, Hal itu membuat nya engan menyentuh makanan yang selalu di siap kan oleh pelayanan di rumah itu, Lebih tepat nya penjara baginya,
HAY BESTIE π€ JANGAN LUPA LIKE KOMEN NYA YA, π₯°
DAN MAAF LAGI SELALU ANUUππ₯΄
__ADS_1
maaf juga bila banyak Typoπ