
"Tuan muda," Damar masuk keruang kerja Azka untuk memberikan laporan nya tentang kejadian siang tadi,
"Hem, Langsung saja Dam,"
Azka meletakkan berkas yang ada ditangan nya yang sejak tadi ia periksa sembari menunggu kedatangan Damar,
"Anak buah kita sudah mengaman kan wanita itu, Menurut pengakuan nya dia dibayar oleh Nyonya Sabira, "
Damar. menjeda kalimat nya. sembari memperhatikan raut wajah Tuan muda nya itu,
Mendengar hal itu Azka memejamkan matanya, mencoba menahan segala emosi yang menyeruak di hatinya,
"Semua yang terjadi tadi siang adalah ulah Nyonya Sabira dan tuan Adit, Mereka membayar wanita itu. untuk membuat Nona Arum...,"
"Cukup Dam, " Potong Azka cepat, Mendengar nama itu, Yang lagi-lagi ingin menyakitinya, membuat nya ingin mencekik wanita itu saat ini juga,
Azka mengurut pelipis nya, kepalanya mendadak pening saat mendengar Nama Sabira di sebut,
Azka tidak ingin mendengar kelanjutan perkataan Damar, membayangkan Arum dalam masalah. Sudah membuat nya seketika sesak nafas,
Azka sangat menyayangi Arum dan juga Rakha, mereka berdua adalah segala nya baginya,
Apalagi saat ini Arum tengah mengandung buah hatinya,
"Maaf Tuan muda, saran saya.. sebaik nya Nona Arum ada yang mendampingi jika bepergian keluar rumah, Semacam Asisten pribadi begitu Tuan muda,"
Tutur Damar memberi saran kepada Tuan muda nya itu, Yang kini tengah mengurut pelipis nya dengan tubuh bersandar pada kursi kerja nya,
Azka yang mendengar saran dari Damar itupun kini kembali menegakkan posisi duduk nya, Dan memndng Sekertaris nya itu,
"Baik lah Dam.kau boleh pergi, Akan aku tanyakan dulu padanya, Kamu persiapkan saja orang yang tepat untuk menjadi asisten nya, Kalau bisa perempuan dan bisa menyetir,"
Tukas Azka kepada Damar yang mendengarka penuturan nya dengan tekun,
"Baik Tuan. saya permisi,". Damar mengangguk sopan dan berlalu keluar dari ruang kerja Tuan nya itu,
__ADS_1
..........
"Astaga Arum.. Anakmu ganteng banget ih.! " Lulu mencubit kedua pipi bulat Rakha yang duduk di pangkuan nya,
Memandang nya bingung dengan mata bulat nya yang menggemaskan, Membuat Lulu tak hentinya menciumi dan mencubit pipi nya dengan gemas,
"Ya Ampun Lu, Awas pipi anak ku lepas, Di uyel-uyel kek gitu," Protes Arum yang menoleh kepada Lulu yang sedang asik menguyeli Pipi bulat Rakha,
Mendengar perkataan Arum. Lulu tergelak dengan kencang, Namun masih tetap menciumi pipi Rakha,
"Salahkan dirimu kenapa kamu bisa bikin anak seganteng ini, " Ucap nya dengan terkekeh, Kemudian menurunkan Rakha dari pangkuan nya,
Balita itu langsung meringsut pada Mama nya dan menggelayut dengan manja disana,
"Makanya kamu nikah lah biar bisa bikin yang begini juga," Arum tergelak saat melihat wajah Lulu yang cemberut saat mendengar perkataan nya,
"Hahhh.." Lulu menghela nafas nya dengan panjang, kemudian menatap Arum dengan serius,
"Kamu tahu nggak Rum.aku kesini itu sebenarnya untuk menghindari perjodohan yang di atur oleh papaku dengan anak Pak lurah," Ucap nya menatap Arum dengan serius,
"Ya ampun Lulu..! Kamu..,"
"Shutt.!!, " Lulu mencomot bibir Arum yang akan memprotes nya,
"Diem dulu oke!. aku belum selesai ngomong,"
Melihat reaksi sahabat nya yang terkejut dan sedikit protes itu Lulu pun kembali melanjutkan perkataan nya,
"Aku nggak mau di jodohin sama si sontoloyo itu, Kamu tahu kan anak Pak lurah itu seperti apa?," Tanya nya lagi kemudian dengan sedikit mencondongkan tubuh nya kepada Arum,
"Hum.."
Arum bergumam dan mengagguk kan kepala nya. menyimak penuturan Sahabat nya itu,
"Dia itu sombong Rum, Setiap kli jalan Sam dia.dia selalu jelalatan matanya kemana-mana, Nggak bisa liat yang bening sedit aja. pasti di lirik nya,"
__ADS_1
Lulu berkata sembari membayangkan kelakuan anak lurah di desa nya, Yang di jodohkan dengan nya itu, Dengan gigi gemeletuk karena geram,
"Mungkin dia merasa paling ganteng Lu, makanya narsis seperti itu,"
Komentar Arum, Sembari tangan nya sibuk memasukan Keripik kentang ke dalam mulut nya yang baru saja ia buka kemasan nya,
Dengan sesekali menyuapi Rakha yang kini tengah di pangkuan nya, Sepertinya Balita itu sudah mulai mengantuk,
"Mau aja kenapa Lu? Kan nggak buruk-buruk banget si Andi itu, Lumayan untuk memperbaiki keturunan," Canda Arum Sery terkekeh saat meliht Lulu memberenggut,
"Ish. kamu mah, Nggak asik ih, "Lulu mengeplak lengan Arum yang terkekeh. masih dengan memanyunkan bibir nya,
"Kamu nggak tahu sekarang penampilan Andi itu udah beda banget sama yanga dulu, " Lulu menjeda ucapan nya sembari mencomot keripik kentang yang di sodorkan Arum padanya,
"Emang kenapa yang sekarang? Tambah ganteng kah?," Tanya Arum setelah menelan kunyahan keripik di mulut nya,
"Muka nya sih Ganteng Rum, Tapi body nya yang jadi masalah, "
" Kenapa dengan bodynya? Apa dia kurus atau gendut?," Tanya Arum lagi kepo,
" Bukan Rum, tapi sekarang dia gendut perut nya buncit, Kata Nenek Ruga, kalau laki modelan gitu, Itu nya pasti kecil,
Tukas Lulu dengan suara nyaring nya,
"Uhuk.," Damar yang melintas di belakang mereka kini tengah mengelus dada nya akibat terkejut dengan perkataan Absurd Gadis Aneh itu,
"Astaga gadis ini, benar-benar aneh, "
Batin Damar sembari berlalu dari ruang keluarga itu,
Arum dan Lulu hanya saling pandang, Lalu keduanya terkekeh-kekeh geli,
Bersambung..
maaf ya bestie. baru up hari ini,
__ADS_1
terima kasih semua yang telah setia membaca karya receh Othor ya,