Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
79


__ADS_3

Ceklek!!


"Aaaaaaa!! Astaga maaf aku gak sengaja," Tukas lulu kaget, Dengan bola mata yang membesar melihat pemandangan yang tersaji di depan nya itu,


Suara pekikan Lulu yang nyaring, Membuat Damar yang baru saja keluar dari kamar mandi itu terlonjak kaget, Hampir saja dirinya terpleset jika tidak segera berpegangan di tepi nakas yang berada di samping pintu kamar mandi nya,


Alhasil handuk yang melilit tubuh bawahnya yang belum terlalu pas dia kenak kan itu pun jatuh ke lantai, Membuat bola mata Lulu kian membesar akan hal itu,


"Apa kau tidak mengerti sopan santun heh, Kenapa tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke kamar seseorang, "


Tukas Damar yang malu sebab aset berharganya itu kini telah ternodai oleh pandangan gadis nakal di depan nya itu, Dan dengan segera ia meraih handuk nya yang terongok mengenas kan di lantai itu dan memakainya kembali, dengan wajah memerah karena malu,


Damar sangat menjaga tubuh nya, bahkan selama ini dirinya selalu menghindari wanita wanita yang menyukainya di luar sana, Selama hidupnya tidak ada wanita yang melihat tubuh polos nya selain memdiang Ibunya saat dirinya masih Kecil,


Dan gadis nakal di depan nya ini dengan lancang nya melihat tubuh nya yang hanya mengenakan kan


segitiga permuda itu,


"Astaga maaf.., " Lulu yang tersadar setelah mendengar suara kesal Damar,


"Apa kau segitu terpesona nya dengan tubuh ku hem, Sehingga kau betah memandang nya sampai lupa berkedip,"


Damar mendekati Lulu yang masih berdiri terpaku sebab apa yang dia lihat barusan adalah yang pertama kali untuk nya,


Pletak!!


"Aduh sakit tahu.!, Aku.. aku nggak gitu.. siapa yang terpesoa dengan mu," Lulu berkata dengan terbata-bata karena gugup, Apalagi kini Damar yang masih bertelanjang Dada itu berdiri di depan nya yang hanya berjarak beberapa senti saja dengan nya,


Karena jarak mereka yang begitu dekat, Membuat Lulu reflek ikut memundurkan tubuhnya ke belakang hingga mentok ke tembok. dengan was-was, Takut jika Damar akan melakukan hal jahat pada nya,


"Ohya?, Benarkah begitu?, Kau tidak tertarik padaku hem, Kau tidak kagum dengan tubuh sixpack ku ini?, " Damar semakin mendekat dan memojokan Lulu hingga tubuh gadis nakal itu berada dalam kurungan kedua tangan kekar nya,


Tanpa sadar Damar menarik seulas senyum. Ketika menyaksikan, Wajah cantik Lulu yang ketakutan itu karena Ulah nya,


"Benarlah.mana mungkin aku tertarik denganmu, Mantan pacarku di desa jauh lebih tampan darimu, dengan tubuh yang kekar dan sixpack tentunya,"

__ADS_1


Ucap Lulu dengan mendorong tubuh Damar hingga termundur kebelakang, Kemudian melarikan diri dari kamar tersebut dengan jantung yang berdetak begitu kencang,


Damar yang menyaksikan tingkah Lulu itu semakin tersenyum lebar penuh kemenagan, Sebab sudah berhasil mengerjai gadis nakal itu,


"Gadis nakal, Kali ini aku yang menang," Tukas Damar dengan menahan tawanya


Kemudian dirinya segera bersiap-siap untuk berangkat ke Kantor, Sebab Azka Semalam mengirimi nya pesan. Memintanya untuk segera menemuinya di Kantor pagi ini,


Sementara itu di luar kamar Damar,


"Hais! Oon banget sih aku, Kenapa juga aku nggak ketok pintu dulu tadi, Kan jadi nya liat pemandangan yang uhh, Dan juga mana ada mantan pacarku yang body nya sixpack, Yang ada juga one pack jadinya bulat aee hah, "


Lulu menghela nafas nya dengan kasar, Terus mengerutu karena kebodohan dan juga kebohongan nya tentang mantan pacar yang sixpack kepada Damar tadi, Dirinya tentu saja malu ketahuan mengagumi tubuh tegap Damar dengan tonjolan otot sana sini,


" hah masih dag dig dug aja nih jantung, Ya ampun malu banget aku...!, "


Lulu menduduk kan tubuh nya di kursi meja makan, seraya menutup mukanya dengan kedua tangan nya, Mengingat apa yang dia lihat tadi,


Seumur-umur dirinya belum pernah melihat tubuh polos seorang pria dewasa, Dirinya memang bandel bersama Arum dulu, Tapi tidak pernah aneh-aneh kelakuan nya,


Dan melihat tubuh polos Damar yang hanya kain segitiga saja yang membalut tubuh bawah nya membuat nya panas dingin,


Pletak!!


"Apa yang di pikirkan otak kecilmu ini hem?, Apa sedang memikirka hal mesum?, " Damar memincingkan matanya memandang Gadis di depan nya itu, Yang tengah mengusap jidat nya yang sedikit merah karena ulah nya barusan,


"Kenapa sih seneng banget nyentilin jidat aku, Sakit tahu!, " Protes Lulu. sembari mengusap jidat nya yang masih menyisak kan nyeri karena sentilan tangan Damar barusan,


"Itu biar pikiran mesum mu hilang, " Tukas Damar sembari meraih gelas yang berisi air putih yang telah di sediakan Lulu sebelum nya,


"Mana ada begitu, Huh nyesal aku menungguimu semalaman, " Kesal Lulu dengan memalingkan wajah nya yang kembali memerah, Saat teringat akan tubuh polos Damar tadi,


Damar melihat aneka masakan rumahan yang telah tersaji di hadapan nya, Ada ayam asam manis, capcay, dan juga sambel, Yang begitu menggugah selera,


Perut nya seketika lapar, Apalagi semalam dirinya tidak makan malam, Dirinya langsung tidur karena sakit kepala yang mendera nya,

__ADS_1


" Em.. ini semua kau yang memasak nya?, "


"Tentu saja, Dan maaf hanya itu yang bisa ku masak, karna hanya itu bahan makanan yang ada di lemari pendingin, " Jawab Lulu pelan,


Damar mulai menyuapkan makanan kedalam mulut nya, Dan rasanya sangat enak, mirip seperti rasa masakan Arum, istri Tuan Muda nya,


"Gadis nakal ini pinter masak juga sekalinya,"


Batin Damar


"Hem.ternyata kau bisa memasak juga ya, Kirain....,"


"Udah ya Pak Damar. nggak usah mulai lagi deh, Mending sekarang Pak Damar cepat sarapan dan berangkat ke Kantor, Aku juga mau pulang ke kost ku, mau. ganti baju," Potong Lulu cepat, Ini masih pagi dan dirinya tidak ingin berdebat dengan. pria di depan nya itu,


Damar pun kini mulai menikmati sarapan lezat nya, Tanpa suara lagi, Sesekali ia mencuri pandang kepada Lulu yang tengah memainkan HP nya, Sambil sesekali menyuapkan makanan ke mulut nya,


........................


Pagi yang cerah di sebuah rumah di kawasan padat penduduk itu, Seorang Wanita cantik tengah semangat, Dalam melayani Customer nya yang memesan Nasi box 200 paket, Ya wanita cantik itu adalah Desi,


Pagi-pagi sekali dirinya sudah kedatangan pembeli yang akan memesan Nasi box nya, dengan menu Ayam bakar lalapan,


Tentu saja Desi sangat senang, Omset nya kini semakin bertambah setiap bulan nya, masakan nya juga semakin di kenal oleh orang banyak, apalagi setelah Devan memesan dan membagikan nya kepada Karyawan kantor nya,


Pesanan semakin banyak setiap harinya, Desi juga kini telah menambah orang untuk membantunya nya,


Baru saja Desi membaliknkan tubuh nya ingin masuk kedalam Rumah, Setelah mobil customer nya pergi,


Kini Desi di kagetkan dengan suara teriakan seorang wanita perubaya ke rumah nya, Dengan dandanan ala kelas atas, Dengan perhiasan yang menempel sana sini di tubuh nya,


"Hey pelakor!!, "


Next....


Jangan lupa like komen nya ya bestie,

__ADS_1


Maaf baru bisa up๐Ÿ™ˆ


maafkan Othor yang mager ini๐Ÿ™


__ADS_2