Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 131


__ADS_3

Kedua wanita itu tengah asik menyantap sajian yang mereka pesan, ketika tiba-tiba suara seseorang menginterupsi kegiatan mereka itu, Suara yang begitu mereka kenali,


"Arum! Kamu sedang disini juga? " Tanya seseorang dengan nada suara yang riang, Entah karena apa suara yang ia keluarkan begitu gembira,


Arum dan Lulu kompak menoleh kesamping dimana suara seseorang itu berasal. Keduanya sangat terkejut terutama Lulu yang menyimpan amarah kepada orang tersebut,


"Apa kabar Ar. Lama tidak bertemu?, "


Arum yang memang sudah tidak terlalu terkejut akan kehadiran orang tersebut. Hanya bersikap santai, "Kabarku seperti yang kau lihat saat ini! " Jawab nya acuh dengan kembali menikmati minuman nya, Tanpa exresi yang berlebihan,


"Ah syukur lah kalau begitu, " Sahut nya dengan tersenyum walaupun Arum hanya cuek dan tidak menaggapinya dengan serius,


Rangga masih berdiri di tempatnya dengan tatapan menelisik penampilan mantan kekasih nya itu, Dari penampilan nya sangat terlihat bila wanita yang masih ia cintai hingga saat ini,


Kini sudah banyak berubah, Selain penampilan nya yang semakin cantik dan dewasa, Wanita itu sekarang sedang mengandung rupanya,


"Ahh ternyata dia sedang mengandung, Wajahnya nya menjadi semakin imut dengan pipi chubby nya, " Batin Rangga mengagumi mantan kekasih nya itu tanpa memperhatikan seseorang yang menatap nya dengan tatapan benci,


"Kondisikan mata Anda Tuan! Ingat jika dirumah ada istri dan anak mu, Daripada tatapan menjijikan mu itu kau tujukan kepada Nona ku lebih baik kau berikan itu kepada istrimu, Kurasa dia sangat pantas mendapatkan itu darimu!, "


Lulu berkata tanpa perduli dengan perasaan Rangga sedikit pun, Baginya pria yang berdiri di hadapan nya ini adalah pria pengecut yang tidak bisa menepati janjinya,


Pria yang tega meninggalkan kekasih nya setelah merampas hal paling berharga pada diri kekasih nya tersebut, Dan sekarang saat bertemu malah menyapa dengan riang, Tanpa merasa berdosa sedikitpun,


"Nona muda? " Batin Rangga dengan kembali memandang Arum dengan seksama, Baru dia perhatikan jika semua yang melekat di tubuh wanita itu semuanya barang-batang mewah dan bermerek, Cincin berlian yang melingkar di jari manis nya berharga fantastik dan hanya beberapa orang saja yang bisa memiliknya,


"Lulu! semunya nggak seperti itu ada alasan mengapa aku pergi waktu itu! Aku.., "


"Ahh sudahlah nggak perlu repot-repot menjelaskan nya kepadaku, semua sudah nggak berguna lagi. buat apa? " Tukas Lulu memotong perkataan Rangga, Baginya pria itu tetap salah apapun alasan nya tidak seharusnya nya dia berbuat seperti itu kepada gadis polos yang kekurangan kasih sayang seperti Arum,


"Lulu aku sudah selesai tolong bantu aku berdiri, Jangan sampai kita kelamaan disini nanti kesorean lagi gak sempat buat urusan yang lain, " Arum engan mengungkit masa lalu maka dari itu ia sengaja mengajak Lulu pergi,

__ADS_1


"Ahh iya maaf aku sampai lupa, " Lulu menghampiri Arum dan membantunya berdiri, Bumil itu sering kesusahan untuk berdiri apabila sudah kekenyangan,


Rangga hanya memandang punggung wanita yang masih bertahta di hatinya itu dengan perasaan campur aduk, Andai waktu bisa di ulang dia tidak akan pernah menyetujui permintaan Ayah nya untuk menjenguk nya di kota pada saat itu,


Rangga tidak pernah menyangka jika kunjungan nya saat itu adalah sebuah rencana sang Nenek yang tidak menyetujui hubungan nya dengan Arum,


Nenek nya sengaja meminta bantuan Ayah nya untuk menahan Rangga disisinya, Karena khawatir jika dirinya akan nekat menikahi Arum setelah kelulusan gadis itu, Walaupun tanpa persetujuan keluarga,


Rangga mengepalkan tangan nya dengan kuat, Andai dirinya tidak bodoh mungkin saat ini dirinya lah yang berada di sisi Arum, Hidup bahagia bersama anak-anak mereka,


"Permisi Tuan ada yang bisa saya bantu?, " Seorang pegawai resto tersebut menarik paksa kesadaran Rangga yang sejak tadi melamun dengan tatapan nanar kearah luar,


" Ah maaf saya melamun. Saya pesan yang ini Dan ini," Rangga menyebutkan pesanan nya kepada pelayanan tersebut,


"Baik tuan mohon tunggu sebentar, " Setelah Itu sang pelayanpun segera berlalu,


Rangga menghela nafas nya dengan berat, Dadanya sesak setiap kali mengingat putra nya bersama Arum, Putra nya yang harus ia jauhi demi kebaikan bersama, Keluarga nya tidak ada yang tahu akan keberadaan Arkha,


Sedang Arum hanya duduk dengan santai di samping Lulu seperti tidak terjadi apa-apa, Wanita hamil itu sama sekali tidak merasakan apa-apa lagi terhadap Rangga, Baginya Rangga hanyalah masa lalu yang kelam Dan juga sebagai pengajaran berharga untuk nya,


"Sudah lah jangan kau terus kan rasa kesal mu itu, Sebaiknya kita segera meluncur ke baby's shop biar nggak kesorean pulang nya, "


Lulu menoleh kepada sahabatnya itu saat terdengar suara Arum yang tenang, "Kamu baik-baik aja kan Ar?, " Tanya nya kemudian, Lulu sengaja menepikan mobilnya sebentar untuk menetralisir kan emosinya, Setelah lama tidak bertemu Rangga wanita itu masih memiliki rasa kesal di hatinya,


"Ya aku baik-baik saja! Memang nya apa yang harus aku khawatirkan?, " Tanya Arum balik dengan raut wajahnya yang tenang,


"Kamu biasa aja ketemu sama si.., "


" Nggak baik terus terjebak di masalalu yang suram, Semenjak aku menikah dengan Azka aku telah mengubur sepenuhnya tentang dirinya, " Arum berkata dengan tenang, Bertemu Rangga tidak berpengaruh apapun pada perasaan nya sedikitpun,


"Aku sudah menguburnya begitu dalam, Tidak ingin mengingat apapun tentang nya, Jikapun kami tak sengaja bertemu, Itu nggak lebih hanya dua orang asing yang nggak saling mengenal, Dan kalaupun dia berani menyapaku aku akan menyahuti nya sebagai orang asing yang ngak sengaja bertemu, "

__ADS_1


Lulu terdiam mencerna perkataan Arum, Benar memang benar tidak seharus nya Arum masih menyimpan rasa benci atau pun rasa cinta untuk pria itu, Cerita mereka telah usai saat pria itu pergi meninggalkan sahabatnya tanpa kabar,


"Untuk apa aku memikirkan pria lain sementara aku sudah memiliki Azka yang menyayangiku apa adanya! Menerimaku yang tidak punya status ini tanpa syarat, menerima anak ku dan menyayangi kami setulus hatinya, Menurutmu apakah pantas jika dihatiku masih menyimpan nama mantan kekasih?"


Jelas Arum panjang lebar. yang ada dipikiran nya saat ini adalah Azka, Pria lumpuh yang ia nikahi beberapa tahun yang lalu, Pria itu tidak merasa jijik kepada dirinya yang telah memiliki anak tanpa status, Sebuah aib yang sangat memalukan,


Pria lumpuh itu tidak pernah mencemooh dirinya, tidak pernah menyinggung masa lalunya jika bukan dirinya sendiri yang berinisiatif menceritakan sedikit demi sedikit tentang kepahitan nasib nya di masalalu,


Dirinya yang polos yang haus akan kasih sayang dari keluarga, Sangat terbuai ketika seorang Rangga datang dan memberinya kasih sayang dan perhatian, memanjakan nya dengan segala hal, Namun juga menggoreskan luka yang begitu dalam, hingga bekas goresan nya tidak bisa hilang seumur hidup nya,


Namun bukan berarti dirinya akan terus mengingat pria itu, Tidak akan! Hatinya cintanya hanya untuk Suaminya dan anak-anaknya,


"Maaf Ar bukan aku bermaksud yang.., "


"Aku tahu! Kamu nggak bermaksud apa-apa, Aku berkata demikian hanya ingin memberitahu mu jika antara aku dan dia sudah bukan apa-apa lagi. Walaupun diantara kami ada Arkha. Tapi semua nya sudah aku putuskan jika Arkha adalah putraku dengan Azka, " Jelas Arum lagi


"Apa kamu akan selamanya menutupi hal ini dari Arkha? " Tanya Lulu kemudian, masih setia memperhatikan raut wajah Arum yang tenang,


"Tergantung jika kondisinya memungkinkan, bisa saja aku akan memberitahukan kepadanya bila ayah kandung nya bukan Azka, Tapi itu nanti ketika Arkha sudah dewasa. Sudah bisa memahami permasalahan orang dewasa, "


"Aku khawatir jika suatu saat nanti Arkha akan tahu dari orang lain jika dirinya bukan anak kandung Azka! " Tukas Lulu serius


" Hem aku pun mengkhawatirkan hal itu Lu, Tapi aku nggak punya pilihan lain, " Sahut Arum kali ini perubahan wajahnya sangat drastis, Wajah Arum terlihat sendu dan muram,


"Apa yang membuat kamu khawatir dan nggak punya pilihan?," Lulu sangat penasaran dengan alasan Arum, Sebab sejak mereka bertemu kembali keduanya belumm pernah membahas tentang hal ini,


"Ibuku adalah mertua dari pria itu!, "


"Apaa!!, "


JANGAN LUPA TINGALKAN JEJAK² CINTA KALIAN YA BESTIE💞😍

__ADS_1


DAN JUGA AKU MINTA MAAF TELAT TEROSS UP NYA😓😩,


__ADS_2