
Pagi-pagi sekali Lulu sudah bangun menyiapkan barang-barang nya dan juga Damar, Mereka memilih berangkat pagi hari agar tidak terlalu lelah sampai di kota,
Dan bisa beberes dulu di apartemen sebelum mengunjungi Sahabat sekaligus boss nya itu,
Bu Yanti pun juga demikian. Setelah semalam menantunya itu mengatakan akan kembali ke kota pagi harinya, wanita parubaya itu bangun subuh-subuh sekali untuk menyiapkan sarapan dan juga bekal yang bisa di bawah oleh anak dan menantunya ke kota,
" Bu Lulu berangkat dulu ya, Jaga kesehatan jangan terlalu lelah di warung, cari lagi orang yang bisa bantu-bantu ibu di warung, " Lulu memeluk ibunya dengan sayang,
"Iya nak kamu fokus saja mengurus suamimu, Jangan pikirkan ibu, ibu nanti cari orang lagi buat bantu-bantu di warung, " Tukas bu Yanti masih dengan memeluk putri semata wayang nya itu, Mungkin lama baru bisa bertemu lagi, mengingat Damar menantunya itu terlihat sangat sibuk,
"Oya nak jangan lupa sampaikan salam buat Arumni dan keluarga kecilnya ya, semoga persalinan nya nanti berjalan lancarl, " Lanjut bu Yanti setelah mengurai pelukan nya kepada putrinya,
"Iya bu akan Lulu sampaikan, dia udah nggak sabar pengen makan pepes patin buatan ibu, " Lulu terkekeh setelah mengatakan itu, Teringat dengan Arum yang subuh-subuh sudah menelpon nya mewanti-wanti dirinya agar tidak melupakan oleh-oleh yang dijanjikan nya
Ya Lulu semalam mengabarkan kepada Arum melalui pesan singkat, Jika ibunya akan membuatkan pepes Patin kesukaan nya, Ibu hamil itu bahkan sudah mengalir saat membayangkan pepes Patin dengan bumbu berlimpah itu,
Bu Yanti pun juga iku terkekeh, Mendengar penjelasan putrinya itu, Dirinya juga sangat merindukan sosok Arum yang baik dan lembut, Walaupun sering mendapat ketidak adilan dari keluarganya,
Tidak jauh dari ypat Lulu dan bu Yanti berdiri, Disana pak Bambang dan juga Damar sedang bercakap-cakap, Damar pamit sekaligus meminta izin untuk membawa Lulu yang sudah menjadi istrinya bersamanya,
"Bapak titip putri bapak ya nak Damar, tolong jaga dan bimbing dia,Nasehati lah apabila dia melakukan kesalahan, Jangankan sakiti dia, Hanya dia yang bapak punya.Walaupun kami sering berdebat,Tapi dia adalah jantung hati bapak.kesayangan bapak apabila kau menyakitinya maka sama dengan kau menyakiti bapak, " Pak Bambang berkata panjang lebar kepada menantunya itu,
Damar mendengarkan nya dengan serius, Perkataan panjang lebar bapak mertuanya itu, "Iya Pak saya akan menjaga Lulu dengan baik, Mohon doa nya pak semoga saya selalu bisa membahagiakan istri saya saat ini sampai nanti, " Janjinya sembari memeluk bapak mertuanya itu,
__ADS_1
Kedua pasangan suami istri itu kini berdiri bersisian, Dengan menahan haru keduanya melepas kepergian anak dan menantunya yang baru saja menikah itu, Tidak bisa di pungkiri jika kesedihan tengah melanda pasangan parubaya itu,
Keduanya kompak melambaikan tangan ketika mobil milik Damar melaju keluar dari pekarangan rumah pak Bambang, Yang kini kembali sepi, Sebab yang meramaikan suasana kini telah kembali ke kota ikut suaminya,
"Semoga putri kita selalu dalam lindungan yang kuasa dan juga selalu bahagia ya pak, " Ucap bu Yanti sembari menyeka sudut matanya yang berair, setelah mobil yang di kendarai menantunya itu sudah tidak terlihat dari pandangan nya,
"Aamin, " Jawab pak Bambang dengan suara tercekat, Putrinya kini telah menikah dengan pria pilihan nya, "Ayo bu kita masuk, " Ajak nya kemudian sembari menggandeng tangan istrinya,
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Mas nanti makan siang di rumah apa di luar? " Tanya Arum saat membantu mrmasangkan dasi kepada suaminya, Tangan Azka kini memeluk pinggang istrinya, Walaupun terhalang perut bunyi sangat istri, Tidak menyulitkan bagi keduanya untuk bermersraan,
"Sepertinya akan makan siang di luar bersama rekan bisnis yang sudah ada janji bertemu di jam makan siang nanti sayang, " Ucap Azka satu kecupan mendarat sempurna di bibir sexy istrinya yang masih sibuk menyimpulkan dasi di leher nya itu,
"Kenapa sayang. Apa ada yang kamu ingin kan? " Tanyanya dengan merangkum wajah sangat istri sehingga mendongak menatap nya, Azka segela me lu mat bibir penuh nan sexy milik istrinya itu, menyesal nya begitu dalam,
" Nanti mas terlambat kekantor loh, Katanya ada rapat pagi ini, " Lanjutnya lagi pasal nya sudah hampir setengah jam ia memasangkan dasi di leher suaminya itu,Namun kegiatan nya itu selalu gagal sebab Azka yang selalu merecokinya dengan menciuminya sejak tadi,
"Iya sayang maaf, " Cuup! Azka kembali mengecup bibir istri nya karena gemas dan selalu ingin memcium nya lagi dan lagi,.
"Mas!! " Protes Arum lagi, kali ini ia sedikite mencubit lengan suaminya yang terbalut kemeja warna biru muda itu dengan gemeas,
"Iya sayang iya ampun jangan. Kau cubit lagi nanti akun kehilangan kendali bagaimana? " Ucap Azka dengan mengedipkan sebelah matanya, Sengaja menggoda istrinya yang semakin hari semakin menggemaskan saja di matanya,
__ADS_1
"Mas rese ihh, " Arum semakin memasang wajah cemberut nya, Saatendmegar perkataan suaminya itu
Iya sayangku, Silahkan Nyonya Dewantara suamimu ini pasrah mau diapakan saja olehmu, " Azka merentangkan kedua tangan nya membiarkan Arum menyelesaikan tugas nya memasangkan dasi untuk nya,
Mendengar perkataan suaminya Arum hanya menahan senyum, sembari menyelesaikan pekerjaan nya,
Setelah itu merka berjalan keluar menuju meja makan yang sudah ada Arkha sedang di suapi nasi goreng telor ceplok,
"Pagi anak ayah! " Azka langsung mencium pucuk kepala Arkha setelah membantu Arum untuk duduk di kursi yang ada di sampingnya,
"Pagi Yah, pagi mama, " Sahut Arkha dengan mulut penuh mengunyah makanan nya,
Arum segera mengambil kan makan Makanan untuk suaminya dan juga dirinya,
" Arkha menyalim ayah nya setelah itu anak itu kembali bermain bersama bu Tina di ruang keluarga, Arum mengantar suaminya sampai ke mobil,
"Mas berangkat dulu ya sayang. Ingat jangan terlalu lelah di rumah, Jika ingin sesuatu minta tolong kepada bu Tina atau bu Siti ya, " Azka memeluk tubuh istri kesayangan nya itu,
Kemudian berjongkok di depan perut buncit istrinya dan mencium nya, " Anak ayah jangan nakal ya, Jaga mama jangan sampai kelelahan ya," Azka kembali mencium perut istrinya dengan sayang setelah mengatakan itu,
"Iya Ayah twins akan menjaga mama. Ayah tenang saja oke, " Arum menyahut dengan suara seperti anak kecil, Sembari mengusap rambut suaminya,
" Hati-hati mas jangan telat makan siang nya ya, " Arum melambaikan tangan nya ketika Azka memasuki mobil nya dan bersiap berangkat kerja, Azka pun balas melambaikan tangan nya kepada istri kesayangan nya itu, setalah itu mobil nya segera meluncur meninggalkan pekarangan rumah mewahnya itu
__ADS_1
Jangan lupa likom nya ya bestie 😳🥰🥰
mohon maaf bisa banyak typo nya ya bebs🙏