
"Lu.kamu seriusan kabur dari acara pertunangan mu sama si Andi itu?," Arum masih tidak percaya dengan apa yang di katakan sahabatnya itu,
Lulu menoleh Arum yang menatap nya dengan mengerutkan kedua alis nya, Seolah ragu dengan kebenaran ucapan nya,
Lulu menghembuskan nafas nya dengan kasar. Menyandarkan punggung nya di sofa empuk nan nyaman itu,
"Rum sofa nya empuk banget ya, Serasa tidur di atas kapas aku mah, " Celoteh Lulu sembari memejamkan matanya, Menikmati kenyamanan Sofa mahal milik sahabat nya itu, Dengan menusuk-nusuk permukaan sofa yang empuk dengan jari telunjuk nya, Lulu belum menjawab pertanyaan bumil yang kini semakin kepo,
"Ihh malah diem aja lagi nih anak, ". Arum mencubit pipir Lulu dengan gemes karena pertanyaan nya di abaikan,
"Iya Rum aku kabur. nggak mau aku tunangan sama Andi, Aku di bantu Ibu kabur ke sini, Ibu juga nggak mau besanan Sama Bu lurah, Kata Ibu Bu lurah itu sombong, Suka pamer perhiasan kalau ke kondangan, Udah seperti toko emas berjalan ajah,"
Tukas Lulu panjang lebar, Masih dengan posisi wenak nya, Menikmati ke empukan dari sofa mahal tersebut,
"Nekat banget kamu Lu, Kamu nggak takut sama Bapak kamu apa?," Tanya Arum lagi semakin kepo
"Ya..takut lah Rum. makanya aku nggak mau pulang kalau belum dapet jodoh disini,Bisa di gantung aku sama Bapak ku,"
Lulu menghela nafas nya dengan kasar, Kemudian kembali duduk menegakkan tubuh nya,
"Kamu tahu sendiri kan? Kalau Bapak aku itu galak banget, Dia juga berteman baik sama Pak lurah itu, Makanya Bapak ngebet banget pengen besanan sama Pak Lurah, kalau aku pulang nggak bawah jodoh. Bisa-bisa aku di krek,"
Ucap Lulu sembari mempragakan memotong leher dengan tangan nya,
"Ish kamu ini. nggak mungkin lah Om Bas Setega itu sama anak gadis satu-satunya yang cantik ini,"
Tukas Arum sembari mencolek dagu Lulu memggoda sahabatnya nya itu,
"Hahh mana ada, Sayang kok malah mau di jodohin sama si preketek itu, Matanya nggak bisa anteng kalo liat yang bening-bening, Bisa jadi penyakit komplikasi kalau sampai nikah sama dia,"
__ADS_1
.Lulu menghempaskan kembali punggung nya kesadaran sofa, Dan menarik nafas nya dengan sangat panjang,
"Terus kamu tinggal dimana sekarang? Sejak kapan kamu ada di kota ini, Kenapa kamu nggak ada ngbarin aku?,"
Arum melontarkan pertanyaan bertubi-tubi kepada shbat nya itu,
Ya ampun Arumni sayangku, Tanya nya satu-satu oke, " Lulu mencubit gemes hidung mancung Arum.
Pertama.aku di kota ini sudah sebulan, aku ngekost dekat kantor tempatku berkerja, Aku udah dua Minggu ini di terima kerja di perusahaan suamimu, Di bagian Adminitrasi, "
Jawab Lulu sembari menatap mata sahabatnya itu dengan serius,
"Terus aku sengaja nggak ngabarin kamu, Aku nggak mau buat kamu khawatir tentang aku Rum, Dan juga aku ini masih dalam pelarian, aku yakin anak buat Pak lurah itu akan menjmcariku, Aku nggak mau kamu sampai terlibat dengan mereka Rum,"
Lulu menunduk dengan wajah muram,setelah menjelaskan semuanya kepada sahabatbbaik nya itu,
"Sebenarnya, Bapak pernah berutang Budi sama temen nya itu di masa lalu, Entah apa aku juga nggak tahu, Dan.. untuk membalas Budi Bapak ingin menikahkan aku dengan Andi si gebrek itu, "
"Emang kamu nggak coba bicara dari hati kehati sama om Bas Lu?, Kali aja om Bas bisa membatalkan niatan nya untuk menikahkan mu dengan si Andi itu,"
Tanya Arum, Dirinya merasa iba dengan apa yang tengah di alami sahabat baik nya itu,
"Sudah Rum, Tapi jawaban beliau tetap sama,Tetak kekeuh ingin besanan sama Pak lurah, Aku bahkan pernah protes sama Bapak dan Ibu ehh aku malah di geplak kepala ku sama ibu,"
Tukas Lulu dengan wajah cemberut,
" Memang nya kamu protes kek mana? kok bisa di geplak begitu kepalamu?," Tanya Arum dengan mimik serius nya,
"Ya.aku protes kenapa harus aku yang dinikahkan sama Andi, kenapa nggak sodaraku yang lain aja, Kakak atau adik ku gitu!, Ehh aku malah kena geplak sama Ibu,"
__ADS_1
Tukas Lulu sembari mengangkat bantal sofa untuk melindungi kepalanya, Dari geplak kan tangan Arum,
"Lulu...ih rese memang kamu ya," Gemas Arum, sembari mengangkat tangan nya ingin menggeplak kepala sahabat nya itu,
"Gimana kamu nggak di geplak, Kalo kamu rese gini, Kamu kan Anak tunggal Lulu..! Mana ada adik atau kakak, "
Dongkol Arum sembari mencubit pelan lengan Lulu yang tertaw cekikikn di balik bantal sofa yang menjadi tameng nya,
"Ya kan aku cum protes Rum, habis nya aku kesal di paksa-paksa jalan bareng Andi sama Bapak, "
Ucap Lulu membela diri,
.......................
"Bagaimana?," Tanya Sabira kepada suaminya Adit
"Beres sayang. sesuai keinginan mu, Walaupun wanita itu berhasil di tangkap oleh orang-orang Azka, Tetapi dia berhasil merekam aksinya tadi secara diam-diam, Dan mengirimkan nya ke email sesaat sebelum orang-orang Azka menangkap nya, Kita tinggal mencari waktu yang tepat untuk meluncurkan nya, Dan.. Selamat menikmati kehancuran mu Azka..,"
"Kamu memang yang terbaik sayang, Aku sudah tidak sabar ingin melihat Wanita itu menderita, Stres akibat bullyan masyarakat, Aku nggak rela jika wanita kampung dan murahan itu bisa menikmati semua kekayaan dan kemewahan yang seharusnya milikku,
Dan sebentar lagi kejutan akan tiba.. ahahhaha, "
Kedua manusia tak tahu diri itu kini tertawa puas dengan riang nya, Mereka tidak pernah memikirkan, Hal apa yang akan mereka dapatkan di kemudian hari,
Akankah kebahagiaan akan dantang menjemput dan memuaskan dahaga ke dengkian mereka, Ataukah sebaliknya. kehancuran yang akan memporak-poranda kan hidup mereka yang tidak pandai mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan di kehidupan mereka saat ini,
Next.....,
Jangan lupa like dan komen nya ya kak 😍🤗
__ADS_1
Terima kasih semuanya🙏