
Suasana yang masih dibilang pagi itu sebab masih pukul 9:30, kini kembali riuh saat bu Tina muncul di ruangan itu. bersama Arkha yang sudah berpakaian lengkap, bedak bayi yang menghiasi wajah tampan nya menandakan jika balita berusia hampir 4 tahun itu sudah mandi dan wangi, Dengan aroma telon yang menyejukan indera penciuman menguar diruagan itu
"Penasaran tentang apa nih? Masih pagi udah pada heboh buibu ini, " Bu Tina yang baru saja selesai memakaikan Arkha baju kini ikut nimbrung setelah mendengar perkataan Lulu yang penasaran,
"Biasa sesuatu yang Hot tentunya, " Bu Tina terkekeh setelah nya,
"Ibu..! Kaka Dala sama kaka Citla dimana? " Arkha langsung menghampiri Desi dan menanyakan keberadaan kedua kaka nya. Desi memberi tahu jika Dara dan Citra berada di ruang bermain yang penuh dengan mainan milik bocah tampan itu,
Arkha pun langsung berlari menuju ruang bermain yang berada di samping kamar nya,
"Hati-hati sayang jangan lari-lari! " Peringat Desi, mepada Arkha yang sudah berlalu dari ruangan itu,
"Nah jika kalian ingin tahu tentang ilmu dan rahasia ranjang agar tetap hot bin Vanasss. Nih masternya, " Bu Siti merangkul lengan Bu Tina yang baru saja mendudukkan dirinya disamping nya,
Setelah Arkha sudah tidak ada diruangan itu. bu Siti langsung melanjutkan perkataan nya, Arkha sudah besar dan gampang merekam setiap kata yang didengar nya dari orang dewasa,
Jadi harus menjaga kosa kata jika ada anak-anak diantara mereka,
"Apaan sih kamu Ti. baru juga aku duduk ini sudah ditodong aja. Laper nih, " Protes bu Tina dengan mencibir sahabat nya itu yang tengah cengegesan, usai menjahili dirinya,
Tapi memang benar sih, jika bu Tina itu ilmu pengetahuan tentang urusan peranjangan sangat paham dan banyak ramuan yang ia racik untuk masalah wanita.warisan dari nenek moyangnya katanya,
" Bojonya sampe bucin sama ibu satu ini, " Bu Siti bukan nya menjawab pertanyaan kepo bu Tina. Ia malah melanjutkan mengusili bu Tina dengan membeberkan tentang kebucinan suaminya,
"Hilih..! Gak usah buka kartu kamu Ti, kan jadi malu aku didepan junior hahaha! " Tukas bu Tina diakhiri dengan tertawa lepas,
"Wahh.boleh diminta ini resepnya biar para paksu makin betah dirumah, " Lulu paling cepat merespon perkataan bu Siti tadi,
Arum dan Desi kompak menoleh kearah Lulu yang memasang wajah biasa saja,
"Ada apa kalian liatin aku kek gitu? Aku kan hanya minta resep biar abang selalu betah dirumah, " Lanjutnya memperjelas ucapan nya,
Sembari menggigit bakwan yang masih anget yang dibawakan oleh bu Siti tadi,
"Em.bakwan nya enak banget, Cobain budes gak kaleng-kaleng rasanya apalagi ini sambel kacangnya beuh enyakk!! " Lanjut Lulu santai menawarkan bakwan kepada Desi,
"Emang nya lakimu gak betah dirumah apa. Kan masih terhitung pengantin anyar juga ini, " Timpal bu Tina, memandang Lulu yang asik dengan bakwanya,
Semuanya jadi memandang Lulu dengan kening mengkerut, menanti jawaban bumil itu,
"Ya nggak sih. Abang gak gitu, aku minta resep untuk nanti setelah melahirkan. " Jelas Lulu, kepada semuanya,
__ADS_1
Arum pun bernafas lega mendengar nya,
" Soalnya di desa dulu ada pasangan suami istri yang istrinya baru melahirkan sekitar 3 bulan suaminya malah selingkuh, menurut gosip para ibu-ibu alasan suaminya selingkuh karna istrinya sudah nggak asik lagi di ranjang setelah melahirkan, Lanjut Lulu sembari menatap para perempuan didepan nya itu,
" Maka dari itu aku minta resepnya. Persiapan untuk nanti hehe, " Lulu cengegesan,
Desi Arum bu Siti dan juga bu Tina ter bengong mendengar cerita dari Lulu, ke empatnya saling pandang dengan pikiran masing-masing,
" Ah paling ada problem lain itu, masa laki nya tega melakukan hal itu kepada istrinya yang baru saja melahirkan anaknya, " Ucap Desi namun sesaat kemudian ia terhenyak dengan perkataan nya sendiri,
Bayangan masa lalunya bersama Lucas sang mantan suami yang tidak jauh kelakuan nya dengan yang diceritakan Lulu barusan,
Wanita itu menarik nafas dalam kemudian menghembuskan nya perlahan, Tangannya terulur meraih cangkir teh milik nya kemudian menyesapnya perlahan,
Semua sudah masalalu tidak ada gunanya Mengingat-ingat sesuatu yang sudah lalu, Itu hanya akan membuat pikiran tidak sehat,
"Benar tuh kata Budes, pasti ada maslah lain selain hal itu, Jadi jangan mengambil kesimpulan sendiri, " Sahut bu Siti,
"Itu menurut gosip yang beredar bu. aku nggak tahu juga detailnya. itu aja aku dengar karena tidak sengaja lewat saat para ibu-ibu julid bergosip didepan warung, " Lanjut Lulu.
"Nggak di desa nggak di kota semua kaum ibu selalu saja punya waktu dan banyak. cara untuk bergosip, " Tukas bu Tina
"Wihh bu Tina emang terbaik, Terimakasih ya bu Tina!" Lulu tersenyum manis kepada bu Tina, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh wanita parubaya yang selalu asik pembawaan nya itu,
"Kamu nggak mabok Lu? Kok santai banget kek nya, nggak mual gitu sama makanan? "
Tanya Arum saat melihat Lulu yang lahab memakan bakwan dengan sambal kacang buatan bu Siti,
"Em.aku nggak mabok soal makanan, tapi mabok kalau cium aroma badan Abang, serasa mau pingsan aku Ar, perut aku langsung diaduk-aduk gitu, "
"Bisa gitu ya. Aku dulu malah mau nya nyempil aja di ketiak mas Azka, Nggak bisa tidur kalau nggak dipeluk haha, " Ucap Arum merasa geli sendiri jika mengingat kelakuan nya saat hamil si kembar,
Begitupun saat hamil Arkha, Dirinya setiap malam meminta Desi untuk menemaninya sampai ia tidur barulah Desi meninggalkan nya,
"Kan setiap ibu hamil beda-beda bawaan nya, lain anak lain juga bawaan nya, betul nggak bu Tina, " Timpal Desi yang sudah memiliki pengalaman,
"Betul itu, dulu aku saat hamil anak pertama ngidam nya benci sama mas bojo, Jadi tiap kali pulang kerja selalu ribut, tapi kalau gak ada nangis-nangis karena rindu, " Bu Tina terkekeh di akhir kalimatnya,
**
Pagi beranjak tidak terasa jarum jam pun sudah menunjukan angka 12, Sudah waktunya makan siang, Ke lima wanita beda usia itu kini sudah berpindah tempat menuju ruang makan, setelah berdiskusi di halaman belakang tentang serangkaian acara yang akan di adakan Arum dan Azka,
__ADS_1
Hasil dari rundingan bersama. Hasilnya adalah Arum akan mengadakan acara itu dirumahnya, Dengan dua menu varian, Satu menu prasmanan yang akan diserahkan kepada Katering yang di kelolah Desi,
Dengan menu ndeso, Sebab Arum akan mengundang para tetangga mereka saat masih tinggal di perkampungan bersama duo serangkai, Dan juga akan mengundang anak yatim dari panti asuhan,
Menu kedua adalah makanan modern. Dab akan dipesan di resto ternama di kota itu, Karena, Untuk menjamu relasi dan kolega bisnis Suaminya,
Yang tentunya lidah para orang kaya berbeda dengan lidah orang kampung, Dan Desi menyarankan untuk menyediakan dua menu. Menu prasmanan ndeso dan menu makanan modern untum kalangan atas,
Acara Tasyakuran Aqiqah untuk kedua putrinya, akan dilangsungkan seminggu lagi. Semua sudah ada yang mengatur nya berikut dengan pemotongan dua ekor kambing sebagai syarat untuk anak perempuan, namun Arum memilih sendiri katering dan beberapa hal lain nya,
Termasuk untuk bingkisan para anak yatim nanti Wanita tiga anak itu meminta saran dan masukan kepada Desi Lulu dan duo serangkai yang ia anggap seperti keluarganya,
"Ar apa kamu juga akan mengundang kakek dan nenek mu? " Tanya Lulu dengan suara rendah, khawatir jika Arum akan berubah mood ketika mengingat mereka,
Saat ini Arum dan Lulu sedang menyiapkan makanan untuk para anak-anak. Sementara Desi dan duo serangkai menggelar karpet bulu dilantai. Dan mulai menyusun deretan aneka makanan menu makan siang mereka,
Siang ini mereka memilih makan lesehan dilantai, karena makan lesehaan itu lebih asik daripada makan di meja makan yang tidak bebas melakukan macam-macam gaya,
Apalagi saat ini hanya ada mereka yang berasal dari kalangan bawah. Walaupun kini kehidupan mereka telah berubah 180 derajat tapi gaya dan sikap mereka tidak berubah,
Namun yang dikhawatirkan Lulu tidak terjadi, Arum menaggapinya dengan santai,
"Nggak usah Lu, jauh juga jika mereka kesini, kasian mereka sudah sangat tua. Pasti nggak akan kuat melakukan perjalalan jauh selama berjam-jam, " Jawab Arum santai,
Wanita itu sudah memaafkan semua atas apa yang kakek nenek nya lakukan terhadapnya dahulu. Azka sering menasehatinya. Tidak baik menyimpan dendam kepada orang yang telah Sepuh,
"Iya juga sih. Mereka sudah uzur. Aku aja yang masih muda capek banget melakukan perjalanan selama 6 jam, Serasa kebas bo kongku Ar, "
"Maaf bu. Di depan ada tamu yang ingin bertemu dengan ibu. Katanya ada hal yang penting, "
Lapor Art yang bertugas untuk bersih-bersih dirumah itu,
Arum dan Lulu saling pandang. Dengan pikiran yang sama, Siapa tamu itu,
"Siapa Yu. " Tanya Arum kepada Art nya yang bernama Ayu itu, sedikit mengerutkan kening. Siapa yang mencarinya sementara dirinya tidak memiliki kerabat satupun selain Desi Lulu dan duo serangkai,
"Maaf bu. beliau tidak menyebutkan namanya, Permisi! " Pamit nya setelah melapor,
🌼
bestie jangan lupa ya jejak-jejak asmaranya🤭
__ADS_1