
" Iya Bu!,"
Sahut Arum sembari merapikan baju nya dan juga Rambut nya, Yang sedikit acak-acakan,
Cklek! Arum membuka pintu Rumah nya,
" Iya Bu?, mari masuk dulu,"Tukas Arum mempersilahkan Tetangga baik nya itu,
" Nggak usah Rum, Aku lagi goreng ikan di Rumah, ini ku tinggal sebentar, Cuma mau nyampaiin ini, Tadi ada kurir yang datang, Ketok-ketok Rumah kamu, Tapi kmu nya nggak ada, jadi Aku ambil saja dari kurir nya,
Tukas Bu Siti, menyodorkan sebuah Amplop coklat dengan. Logo Pengadilan Agama,
Dengan menyipitkan Matanya memandang Arum,
Arum menerima Amplop itu, ia pun sama, Sedikit terkejut, saat membaca Tulisan itu,
" Pengadilan Agama,"
Gumam Arum pelan, Namun masih terdengar jelas di telinga Bu Siti,
"Rum?. Kamu.."
" Nggak Bu,"
Potong Arum cepat sembari menatap mata Bu Siti, Menyiratkan jika dia benar-benar serius,
" Ya udah, Aku balik dulu, Nanti ikan ku Gosong, " Bu Siti berlalu dari hadapan Arum dan berjalan menyebrang jalanan yang menjadi pemisah Rumah Mereka yang berhadapan,
" Terima kasih banyak Bu!, " Teriak Arum, dan hanya mendapat lambaian tangan dari Bu Siti , Yang sudah sampai di teras Rumah nya,
Arum kembali masuk kedalam rumah nya, Dan menutup kembali pintu nya,
" Mas, Ada ini,"
Arum menyodorkan Amplop itu kehadapan Suami nya, Yang juga sedikit terkejut,
" Apa ini?," Azka menerima nya dan membaca Tulisan yang ada di Amplop itu,
" Nggak tahu Mas, Kata Bu Siti, Tadi pas kita pergi, Ada Kurir yang nganter ini," jelas Arum memandang manik mata Suaminya, Yang juga tengah menatap nya,
Perlahan Azka membuka Amplop tersebut dan mengeluarkan Isinya,
Matanya sedikit memhulat saay membaca isi da Amplop tersebut,
Arum yang melihat Reaksi Suaminya itupun tampak penasaran, Dengan Isi dari kertas itu,
__ADS_1
" Mas,"
Panggil Arum, Membuat Azka menoleh Istri nya,
" Apa Isi nya?" Tanya nya kemudian,
" Ini, Sabira menggugat ku, Dengan Tuduhan Poligami, Dengan Tuntutan yang tak Main-main," Ucap Azka, memandang Raut muka Istrinya yang sedikit sendu, Saat dirinya menyebut Nama Sabira,
" Sayang, Sini,".
Azka menuntun Tangan Arum, Dan mengarahkan nya untuk Duduk di pangkuan nya, Dengan posisi Menyerong, Dengan kepala tertunduk, tak berani menatap Mata Suaminya,
" Liat Mas," Tangan Azka memegang Dagu belah Arum, Ibu jarinya mengusap bibir Sexy istrinya itu, Yang selalu membuatnya Candu,
" Apa yang kamu pikirkan?, " Azka kembali mengusap Bibir Sexy itu,
" Jangan berpikir macam-macam, Hem, Kamu adalah Istri Mas, Kesayangan Mas..."
" Tapi Nyonya Sabira, menggugat Cerai Mas, "
Ucap Arum dengan Mata yang sudah berkaca-kaca,
" Dia telah menggugat cerai Mas, Karena itu memang adalah rencana mereka, Selama ini Mas diam bukan tidak mengetahui Niat busuk mereka, Penghianat itu sekarang sudah mulai beraksi" Jelas Azka, Yang membuat Arum memgerutkan kening nya,
" Mereka sengaja menjebak mu, untuk mereka manfaat kan, Demi kelancaran rencana mereka, "
Azka menyatukan bibir nya dengan Bibir Sexy Arum, Memyesap nya dalam, Hingga menimbulkan Suara decakkan nyaring memenuhi Rungan kamar mereka yang tidak luas itu,
Arum memejamkan matanya, Menikmati sapuan Lidah suaminya yang mengapsen Deretan Gigi nya yang Rata,
Dengan kedua tangan nya, yang telah berpindah, Mengalung di leher Azka, Kedua nya larut dalam ciuman yang dalam dan panas, Lenguhan Arum lolos begitu saja dari sela-sela Ciuman merek siang itu, membuat Azka semkin terpantik Gairah,
" Sayang, Mas mau Ini boleh? "
Azka bertanya dengan Suara Serak, dengan mata sayu, satu tangan nya telah menyusup kebalik dress yang di gunakan Arum, dan membelai sesuatu di bawa sana, Yang selalu memhiat nua ketagihan,
Arum mengaggukan kepala nya dengan wajah merona, malu,
Di waktu siang itu, di tengah terik nya matahari, Kedua anak manusia itu kembali menyatukan diri mereka, dengan kasih sayang penuh Cinta, Walaupun dalam hal ini, Tenaga Arum lebih dominan ketimbang Azka yang masih terbatas pergerakan nya,
Namun tak memyurut kan kasih sayang keduanya satu sama lain, Dengan Susah paya Azka menyeret Kedua kakinya yang mati rasa, Dan membawanya berpindah ke atas ranjang pegas mereka di bantu oleh Arum,
Dengan Sedikit Meringis Arum berhasil membaut Azka mendesah, Dengan mulut yang sedikit terbuka matanya terpejam menikmati setiap gerakan Yang dilakukan Istri cantik nya itu.
.
__ADS_1
...******...
" Bagaimana? Semua sudah terkirim ke rumah mereka?, Aku tidak sabar ingin segara menguasai Semua milik Azka siln itu, "
Sabira baru saja memasuki Ruangan wakil CEO yang bersebelahan dengan Rungan nya sebagai CEO menggantikan Azka yang masih ber status Suaminya,
" Beres sayang, Sekarang waktu nya kamu menservis Aku," Tukas Adit Sembari satu tangan nya meremas dada Sabira yang sing Itu menggunakan Stelan kantor nya, Dengan Rok spam yang sangat pendek, dan ketat,
"Sini.". Panggil Adit, Setelah memencet remot untuk mengunci pintu ruangan nya, Tangan nya dengan cekatan menurunkan Resleting celananya dan mengeluarkan sesuatu yang sudah mencuat,
Membuat Sabira berbinar melihat Kekasih nya yang sangat Sexy siang itu, Tanpa menunggu lagi Sabira telah menyambar benda keras itu dan menyesap nya bagikan permen Lollipop,
Membuat Sang empun nya mengeram nikmat dengan mata tertutup, kedua tangan nya memegang rambut Sabira, Dan membantu Menggerak kan Kepala Sabira maju mundur dengan Cepat,
Sabira sangat memuja Seorang Adit, Baginya Adit sangat perkasa, Dan selalu memenuhi kebutuhan Biologis nya, kapan pun ia mau,
Sabira Adalah seorang Istri yang kurang Belaian, Dirinya yang memiliki Hasrat tinggi menuntut hal itu setiap saat,
Sedang Azka, Bukan dia tidak perkasa, Sekali mereka bermain sampai berjam-jam, Namun karena kesibukan nya dalam mengembangkan Bisnis nya, Dan sering nya keluar negri dan keluar kota,
Membuat Sabira jarang di belai, Di saat kebosanan dan rasa hampa nya itu, Adit datang dan menawarkan kenikmatan. yang selalu ia impikan itu.
Lambat laun perselingkuhan mereka, Semakin parah, Adit yang berambisi ingin memiliki apa yang Azka miliki, berhasil memprovokasi Sabira, untuk menyingkirkan Suaminya sendiri,
Dengan Servis yang selalu membuat Sabira melayang setiap saat itu, Membuat Sabira gelap mata, dan mau menuruti semua perkataan Adit,
Mereka berkerja sama menyabotase mobil Azka, Saat Azka ingin menjemput kedua orang tua nya yang baru tiba di tanah air, setelah berlibur ke luar negri,
Harapan Adit ingin Azka mati dalam kecelakaan maut itu, Namun dirinya harus menelan kekecewaan saat Azka yang ternyata masih selamat,
Dengan keadaan Azka yang lumpuh, Adit memiliki Ide untuk menikahkan Azka senam seorang Wanita, Untuk menyingkirkan Azka dari Rumah nya sendiri, Benar-benar Manusia
Biadab,
.
Next....
Segitu dulu ya Reader,
Kepala Othor masih berat banget,
Badan terasa panas,
Maafkan bila banyak Typo ya,
__ADS_1