
"Ibu..! Ibu jangan tinggalin Arum sendiri bu,Ayah udah nggak ada,Arum nggak mu ibu juga pergi ninggalin Arum, Arum nggak mau tinggal sama Nenek, Arum ikut Bu..!".
" Kamu jangan bandel jadi anak, Ibu mau kerja bukan mu senang-senang, Ini juga demi kebaikan mu, Ibu kerja cari uang buat kamu juga nantinya, Jangan mempersulit jalan Ibu,"
Dengan sekali hentak Tangan rapuh itu segera terlepas dari lengan nya, Berlalu tanpa menoleh lagi kebelakang, Walaupun tangisan anaknya itu terdengar semakin lirih,
Kilasan masa lalu itu terus menghantui hari-harinya saat ini, membuat nya sulit memejamkan matanya,
" Bukan saya yang durhaka, Tetapi anda sendiri yang membuang saya dari kehidupan bahagia anda, Semoga nyonya dan keluarga selalu bahagia,"
sepenggal kalimat yang di ucapkan Arum padanya saat itu, Terus terngiang-ngiang di kepalanya, Hal itu selalu membebani pikiran nya setiap hari,
Rentetan kejadian di masa lalu dan juga kejadian beberapa bulan silam itu semakin membuat nya resah, Tidur tak nyenyak, Hampir setiap malam Dirinya bermimpi buruk, Dan akan terjaga hingga hampir pagi,
Akibat hal itu pula, Kini berdampak pada kesehatan nya yang akhir-akhir ini susah tidur,
Sama seperti malam-malam sebelum nya, malam ini juga dirinya terjaga akibat mimpi yang sama,
" Kenapa Mah? Mimpi buruk lagi?, Tanya Anton kepada Arini yang duduk menyandarkan punggungnya di kepala ranjang,
"Hem," Jawab nya dengan deheman,
Sejak pertemuannya dengan Arum beberapa bulan yang lalu, Dirinya kerap memimpikan serpihan masa lalunya, Saat ia meninggalkan Arum bersama Kedua orang tua nya yang sudah sepuh,
Untuk merantau di kota Besar, Tujuan nya untuk mengadu nasib agar menjadi baik, Di Kota dirinya dipertemukan dengan seorang Duda kaya beranak satu, Bernama Anton Mochtar,
Arini saat itu yang berkerja sebagi sales kosmetik, Tak sengaja terserempet mobil Anton saat ia akan menyebrang jalan raya,
Karena kelalaian Anton dalam mengemudi, Dan mengakibat kan kaki Arini terluka dan mengalami retak di bagian tulang kering nya,
Anton bertanggung jawab penuh saat itu, Dengan membawa Arini ke rumah Sakit untuk mendapat penanganan medis,
Saat itu Anton yang sering menjenguk nya pun merasa kasihan kepadanya, Saat mendengar pengakuan Arini, Yang tidak memiliki sanak saudara, Arini mengaku dirinya berasl dari Desa terpencil di sebuah daerah,
Dirinya seorang yatim piatu, Dengan status janda tanpa anak, Suaminya meninggal karena kecelakaan, Membuat Anton merasa kasihan akan nasib wanita cantik itu,
Dari situlah mereka mulai berteman, Tak jarang Anton datang menjenguk nya dengan membawa Putri semata wayang nya, Vita Mochtar yang masih berusia 10 tahun,
__ADS_1
Vita yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, Sebab Ibunya meninggal saat melahirkan dirinya saat itu, Membuat nya sangat dekat dengan Arini,
Vita seperti menemukan Sosok ibu yang menyayanginya,
Setelah beberapa bulan saling mengenal dan berteman, Anton memberanikan diri melamar Arini untuk menjadi isteri dan juga Ibu untuk Vita, Putri kesayangan nya,
Tentu saja Arini tidak menolak, Dirinya tahu Anton adalah pria kaya dan bisa merubah kehidupan nya yang semula melarat, Kini akan menjadi seorang Nyonya Mochtar,
Tidak perlu lagi dirinya bercapek-capek keliling menjajahkan dagangan nya, Tidak perlu lagi dirinya berpanas-panasan demi mencari sesuap nasi,
Dengan menjadi Istri Anton Arini menikmati peran nya sebagai seorang Nyonya Mochtar, Menjadi Ibu sambung yang baik, Menyayangi Vita seperti anak nya sendiri, Bahkan sangking terlenan nya dengan kemewahan yang Anton berikan, Dirinya sampai melupakan darah dagingnya sendiri, Dan juga orang tua nya yang telah sepuh,
"Apa perlu kita ke dokter besok?, Papa khawatir dengan kesehatan Mama, Setiap malam pasti terbangun karena mimpi buruk," Lanjut Anton Lagi, Sembari ikut menyandarkan Tubuhnya di kepala Ranjang, Sebelah tangan nya merangkum bahu Arini dan mengelus,
"Mama nggak apa-apa Pah. Mungin hanya lelah saja Ngurus butik, ". Elak nya ia tak ingin Suaminya mengetahui masa lalu nya, Juga kebohongan besar nya,
" Jangan terlalu lelah, perbanyak lah beristirahat Papa nggak mau Mama terlalu capek dan jatuh sakit, Yuk tidur lagi," Ucap Anton, Kembali membaringkan tubuh nya, Bersiap untuk tidur kembali,
Arini pun menurut kemali mencoba tidur, dengan pelukan hangat Suaminya,
.
.
.
Ya Setelah Arum menghabiskan seporsi seblak spesial buatan Desi dan Devan itu, Iapun segera melakukan tes mengunakan testpack yang baru di belikan oleh Azka, Karena tidak sabar ingin memastikan kebenaran nya, Rencana nya besok mereka akan ke dokter kandungan,
Dan hasil nya adalah positif, dengan Garis dua pekat, Yang membuat Azka tak kuasa menitihkan air mata bahagia nya, Di usianya yang hampir menginjak 36 tahun itu akhirnya Dirinya akan menjadi seorang Ayah seutuh nya,
Azka yang bermimpi sedang menggendong bayi kembar perempuan itu merasa sangat bahagia, Dengan Rakha yang berdiri di samping nya, Yang juga sedang menatap bayi-bayi menggemaskan itu,
Namun salah satu bayi perempuan itu memanggilnya dengan memanggil nya Mas.. membuat nya terkaget,
" Mas..Mas..!"
Azka terkaget saat suara itu semakin nyata dan terdengar Seperti..
__ADS_1
" Mas.. Bangun Mas.." Arum mengguncang tubuh suaminya yang sedang tersenyum-senyum itu, Membuat nya bertanya-tanya, Apa yang di mimpikan Suaminya itu, Sehingga membuat nya tersenyum,
" Hem, Ada apa sayang, " Jawab Azka dengan suara parau, Dengan menggosok kedua matanya mencoba mengumpulkan kesadaran nya,
"Mas aku laper, pengen makan nasi goreng buatan Mas," Ucap Arum, Namun tidak ada respon dari Azka, Pria itu malah melamun dengan wajah ngantuk nya,
"Hah. ternyata yang barusan itu mimpi,"
"Mas kok malah bengong?." protes Arum dengan bibir manyun,
"Eh ada apa sayang?," Kaget Azka menoleh wajah istrinya yang sudah mrmanyunkan bibir nya,
" Mas ihh nggak di dengar kita ngomong, " Rajuk Arum, Dengan mimik sedih, Membuat Azka sedikit heran, Tidak biasanya Arum ngambek kan dan melow begini,
Apakah ini bawaan bayi?
" Maaf kan Mas sayang, Sekarang katakan kamu mau apa hem?," Tanya Azka lembut, Dengan membelai Rambut panjang istrinya,
"Aku laper.., Pengen makan nasi goreng buatan Mas," Cicit Arum pelan, Dan hal itu membuat Azka tercengang,
Memasak nasi goreng? Tengah malam begini? Oh ya Ampun, Yang benar saja, dirinya tidak pernah memasak, bahkan alat-alat dapur saja ia tidak tahu nama-nama nya,
"Em sayang, Mas nggak bisa masak, Nanti tidak enak, Kita beli saja ya?, Atau…"
Kata-kata Azka menguap begitu saja saat mendengar ucapan istri tersayang nya itu,
"Nggak! Pokok nya Aku mau makan masakan Mas, Titik, Atau Mas memang nggak mau masakin buat aku?," Raut wajah Arum mendadak sedih, Dengan Mata yang sudah berkaca-kaca, Siap meluncurkan kristal bening itu,
"Sayang hey, Bukan begitu.. , Ya sudah yuk Mas buatkan," Azka pasrah, Tak tega menolak keinginan ngidam Istrinya itu,
Yang sabar ya Ayah Azka, ngadepin Bumil,
Next…
Jangan lupa like nya ya beib 😍
Love u all 🤗🤗
__ADS_1
.