
"Bagaimana apa kamu mendapatkan apa yang kamu ingin kan?" Tanya sang Nenek yang baru saja pulang dari sawah,
" Juragan hanya memberikan jajan saja untuk Armand Nek, Katanya beliau belum bisa mengabulkan permintaan Wati saat ini," Wati menjawab sembari duduk di bangku kayu dekat tungku yang biasa mereka gunakan sehari-hari nya sambil memasak,
Sang Nenek hanya menghela nafas nya dengan berat, wanita tua itu mendongak kan kepalanya ke atas, Banyak sekali lubang yang terdapat pada atap rumah itu,
"Andai saja Arum tidak minggat, Dia pasti akan bekerja keras untuk memperbaiki rumah ini, Hah dasar anak itu tidak tahu balas budi sama orang tua yang telah membesarkan nya,"
Wanita tua itu memang sangat kesal dengan perginya Arum entah kemana, Arini juga tidak ada kabar nyabhingga saat ini,
Hal itu semakin membuat nya kesal,
" Hah anak sama ibu sama saja kelakuan nya, tidakningat sama orang tua, " lanjut nya lagi masih mengerti dalam hati nya,
"Mbok yo kamu usaha toh Ti, Kamu liat sendiri kan rumah kita ini, " Sang Nenek menunjuk atap yang sudah menyerupai bintang-bintang yang berkelap kelip karna cahaya matahari yang masuk melalui bolongan kecil atap tersebut
Watipun mendongak kan kepalanya, Betul kata sang Nenek, Atap rumah mereka sudah sangat parah bolong nya, Namun mau bagaimana lagi saat ini ia belum berhasil meminta uang kepada Juragan Gatot yang merupakan Ayah dari Putra nya, Walaupun ia menggunakan Armand sebagai alasan nya,
" Nanti jika musim hujan tiba kita semua akan basah kuyup Ti, Jika kamu tidak bisa juga meminta juragan untuk di bangun kan rumah untuk putra mu itu, "
Lanjut sang Nenek dengan wajah lelah nya, Lelah tenaga lelah pikiran semua menjadi satu, menumpuk di kepala nya,
" Wati sudah beberapa kali mengutarakan hal itu kepada juragan Nek, Nenek tidak lihat muka aku masih belar begini? " Wati menyingkap rambut nya yang menutup sebelah pipi nya dan memperlihatkan kan nya kepada sang Nenek,
Sang Nenek sampai meringis melihat pipi cucu nya yang sudah membiru itu, "Lah kok sampai seperti itu Ti? " Tanyanya sedikit kasihan dengan Cucu nya,
"Iyalah Nek, ini semua adalah perbuatan si mak Lampir itu," Kesal Wati, " Kemarin aku mencoba berbicara dengan nya, Aku menuntut hak Armand sebagai putra satu-satunya Juragan, Dan inilah yang aku dapat darinya penganiayaan,"
__ADS_1
Wanita tua itu akhirnya bungkam, Tidak lagi bertanya atau memprotes Wati setelah ia mendengar apa yang Wati alamai kemarin,
… … .. . … . … … . … … . … ….
"Bagaimana ini bisa terjadi mba? " Arum bertanya setelah Desi mengurai pelukan mereka, Walaupun masih sesegukan tetapi Desi sudah sedikit lebih tenang dari sebelum nya,
"Kok bisa Danur sampai mengalami kecelakaan, Bagaimana kronologis nya? " Tanya bumil tersebut sembari menyusup air matanya,
"Nggak tahu Rum, Mba juga belum tanya kepada mereka," Jawab Desi sembari menunjuk ke arah petugas kepolisian, Disana Azka sedang berbincang serius dengan salah satu dari petugas kepolisian itu,
" Sekarang bagaimana Rum, Dokter bilang Kaki kanan dan bahu kirinya mengalami retak dan patah tulang, Aku nggak bisa membayangkan bagaimana perasaan Danur nanti kamu tahu sendiri kegiatan dia kan, "
Desi kembali menangis kala membayangkan semua itu,Namun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat bersyukur kepada Tuhan yang Maha kuasa, Karena masih menyelamatkan nyawa Danur satu-satunya keluarganya yang masih tersisa,
"Sudah mba jangan seperti ini mba harus kuat, Kita akan upayakan pengobatan yang terbaik untuk kesembuhan Danur," Ucap Arum dengan kembali memeluk tubuh Desi yang berguncang karena tangis,
Dari keterangan polisi tadi yang mengatakan jika Danur di tabrak oleh sebuah mobil dari arah samping, Keterangan itu di dapatkan oleh petugas kepolisian dari para saksi di TKP tadi pagi,
"Sayang,"
Mendengar suara Suaminya Arum pun perlahan mengurai pelukan nya kepada Desi, " Iya Mas. Bagaimana apa kata mereka?"
Tanya Arum sembari melihat ke arah para polisi yang kini telah meninggalkan ruang UGD dimana Danur masih terbaring di dalam sana karena belum sadarkan diri,
"Kalian tenng saja jangan terlalu banyak pikiran doa kan Danur agar cepat sadar terutama kamu sayang, Ingat Ada baby twins, " Ucap Azka dengan lembut satu tangan nya membelai perut buncit Istrinya dengan sayang,
"Kalian tenang kan pikiran. aku sudah menghubungi Damar untuk memeriksa CCTV di sepanjang jalan yang di lalui Danur, Sepertinya kecelakaan ini di sengaja, " Ucap Azka menatap wajahnya Desi yang kini tampak kaget,
__ADS_1
" Menurut keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, Danur di tabrak oleh sebuah mobil dari arah samping, Dan pelaku tersebut segera melarikan diri sebab saat itu jalanan tengah lenggang,"
"Siapa yang melakukan hal itu Mas, Kami tidak perna punya musuh," Ucap Desi dengan wajah muram,
"Apa Mas Edy yang melakukan nya, Tapi buat apa ia berbuat seperti ini, Bukan kah kami sudah keluar dari rumah itu," Batin Desi, Mengingat mantan Suaminya yang memang tidak menyukai keberadaan Danur,
"Nanti biar Damar yang menyelidiki semuanya, Siapa yang mencoba bermain-main dengan semua ini, " Ucap Azka dengan geram, Baginya Desi sudah seperti Saudara perempuan nya, Dan ia sangat menyayangi Anak-anak Desi sama seperti ia menyayangi Rakha,
Maka jika ada yang berani mengusik mereka itu sama saja telah mengusik dirinya, Dan ia tidak akan membiarkan siapaun menyakiti atau mengganggu ketengan keluarga nya,
Siapapun itu dia harus mendapatkan ganjaran nya, Bahkan lebih menyakit kan dari apa yang dia telah perbuat kepada Danur,
Kini Danur telah di oindahkan di ruang rawat VVIP atas perintah Azka, Azka berkata jika Danur Harus mendapatkan perawatan yang terbaik, Alhasil Desi tidak dapat menolak dan menuruti keputusan Azka,
Setelah menggurus administrasi dan melunasi semua biaya operasi Danur, Kini Azka pulang dengan Arum yang sedikit berat hati untuk meninggalkan Desi seorang diri di rumah sakit,
Namun dalam keadaan nya yang sedang mengandung bayi kembar yang membuat nya sulit bergerak dan gampang lelah itupun akhir nya Arum menurut untuk pulang dengan catatan Jika Lulu yang akan menggantikan dirinya menemani Des,
Sore itu setelah keluar dari rumah sakit Azka menjemput Dimas dan Dara terlebih dahulu yang di tinggalkan Desi di rumah bersama para karyawan yang sehari-hari bekerja dengan nya dalam menjalankan usaha katering nya,
Next…….
Jangan lupa ya bestie ku like dan komentar nya ya biar Athor recehan ini makin semangat🤣
Dan penyakit mager nya semakin menjauh🤭🤭
Mohon maaf bila banyak typo nya ya🙈 maklum kadang mata tak jeli dalam mengoreksi perkalimat nya🙏😁
__ADS_1
Sepertinya matanya butuh hiling ini🤣🤭