Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 101


__ADS_3

Disebuah rumah yang terletak di kawasan perumahan elite itu, Seorang wanita parubaya yang masih terlihat cantik, Yang tiada lain adalah Arini, Wanita parubaya itu sedang duduk di taman belakang rumahnya. Sembari menikmati udara pagi yang segar, Ditemani secangkir teh hangat dengan beberapa cemilan kue kesukaannya,


Dahinya mengerut sembari menggeser layar ponsel nya keatas kebawah dengan serius, Seakan mencari sesuatu yang sangat penting, "Kemana berita itu, kenapa sekarang sudah tidak ada! Tidak mungkin aku salah melihat kemarin, " Ucapnya sangat pelan,-


Dirinya sangat bingung sebab apa yang dia cari kini sudah tidak ada lagi, Sudah setengah jam ia berselancar di dunia maya tersebut, Berharap mendapatkan apa yang tengah ia cari, Namun semua itu sia-sia saja, Sebab berita yang ingin ia lihat itu sudah lenyap dari jagat maya sejak malam tadi,


"Kok nggak ada sih! prasaan kemarin itu lagi panas-panas nya tuh berita, Kenapa sekarang kok hilang! " Arini masih belum menyerah dan terus saja mengatakan atik ponselnya dengan serius, Sehingga tidak sadar jika ada yang mendekatinya sejak tadi,


" Mah! mama ngapain lama-lama disini, itu papa dari tadi nyariin mama, Katanya ada yang mau disampaikan, " Fika berkata tiba-tiba dan hal itu sukses mengagetkan Arini, Hampir saja ponsel nyanterjatuh dari tangannya,


"Eh iya kah?," Jawab nya dengan jantung dag dig dug karena terkejut,


"Iya Fika dari tadi manggil-manggil mama tapi gak nyaut-nyaut, " Jelas nya sembari ikut duduk di kursi tepat didepan Arini,


"Mama lagi liat apa sih! serius banget dari tadi sampe Fika panggil saja di cuekin, " Tukas Fika lagi dengan sedikit manyun,


"Oh ini bukan apa-apa, Ya sudah mama masuk dulu ,. katanya sambil bamgkit dari duduk nya dan berlalu masuk kedalam rumah, " Ah hampir saja ketahuan Fika, " Gumam Arini dengan mengelus dadanya, setelah jauh dari jangkaun Fika,


Entah apa jadinya jika dirinya ketahuan sedang mencari berita itu, Fika yang suka kepo akan bertanya kepdanya, Apalagi jika sampai dia melihat Arum, Jangan sampai rahasianya terbongkar, Dirinya belum siap menghadapi semua itu,


Arini masuk kedalam dan mendatangi suaminya yang telah duduk di meja makan dengan segelas kopi panas yang masih mengepul kan asap di depan nya,


" Mama ngapain diluar pagi-pagi begini?, " Tanya Tuan Anton setelah Arini duduk di sampingnya, Kemudian meraih cangkir kopinya dan meminumnya,

__ADS_1


" Arini yang mendapat pertanyaan dengan nada kurang bersahabat dari suaminya itupun sedikit gugup, Perlahan ia menoleh ingin memastikan raut wajah sangat suami sebelum menjawab pertanyaannya,


" Tadi mama hanya menghirup udara segar saja pa!" Arini menjawab dengan sedikit takut, Takut jika suaminya akan mengetahui jika dirinya telah berbohong,


Tuan Anton hanya berdehem saja sebagai bentuk reaksinya, akan penjelasan istrinya, Sebenar nya ia merasa sedikit aneh dengam tingkah istrinya belakangan ini, Seperti ada yang dia sembunyikan entah apa itu,


..............................


"Apa mas! semua ini gagal begitu maksudmu? " Sabira tidak bisa menahan rasa kesalnya ketika tahu jika rencana nya yang ingin membuat Arum dan Azka hancur kini gagal lagi,


" Hem! sepertinya mereka punya seseorang yang tidak bisa di anggap remeh kemampuan nya di bidang IT, Anak buahku sudah melacak nya namun gagal,


Jelas Aditya dengan membuang kasar Nafas nya, Pikiran kalut kini semakin menumpuk dikepalanya,


Mereka lupa jika kejahatan akan kalah dengan kebenaran, Hanya tinggal menunggu waktu saja semua pasti akan terungkap,


" Bagaimana apa mereka masih tidak menyerah? " Tanya Azka dengan serius kepada Damar, Yang berdiri dihadapannya,


" Sepertinya begitu Tuan muda, Saya melihat mereka masih berupaya untuk mengulanginya lagi, " Jelas Damar dengan tegas,


"Hem sepertinya memang mereka harus di beri pelajaran agar bisa belajar dan bersyukur dengan kehidupan saat ini, Pantau terus pergerakan mereka, Wanita itu tidak akan berhenti sebelum keinginan nya terpenuhi, " Ucap Azka dengan memijit pelipis nya pelan,


" Siap Tuan, Anak buah kita masih terus memantau mereka, "Sahut Damar,

__ADS_1


" Bagaimana dengan semua bukti yang kita butuhkan, Apa semua sudah rampung?, "


" Hampir 99% akan rampung Tuan, kita hanya tinggal memastikan keberadaan mereka berdua saat itu, Apakah mereka berada di lokasi yang sama atau tidak, " Jelas Damar dengan detail,


"Bagus! Jika mereka berulah lagi maka kita akan bergerak dengan tegas kali ini, Aku tidak ingin keluargaku menjadi korban keserakahan mereka lagi, "


Jelas Azka dengan wajah dingin nya, Peristiwa tentang kecelakaan dirinya bersama kedua orang tuanya masih sering menghinggapi ingatan nya,


Disaat kedua orangtuanya pergi meninggalkannya, Dirinyan justru terbaring diranjang pesakitan tidak berdaya, Bahkan setelah dirinya sadarpun harus menerima kenyataan pahit dengan kelumpuhan kakinya saat itu,


Maka dari itu dirinya akan melindungi keluarganya sekuat tenaga, Tidak akan ia biarkan siapapun yang berani mengusik keluarganya,


"Tuan muda! Lulu minta izin ingin pulang ke desanya selama beberapa hari, " Ucap Damar menyampaikan izin Lulu untuk pulang kampung demi memenuhi permintaan sang bapak yang sedang sakit,


"Hubungi Roy minta beberapa orang anak buahnya yang terpilih untuk berjaga disekitar rumah, usahakan jangan sampai Arum mengetahuinya, Aku tidak ingin dia merasa risih karena ketatnya penjagaan, Ucap Azka dengan tegas,


" Baik Tuan muda, " sahut Damar, mengerti dengan maksud Tuan mudanya,


" Kamu sekalian ikut bersamanya, dan lakukan seperti yang aku perintahkan sebelumnya, Ingat tidak perlu membujuk atau apapun cukup lakukan tugas mu saja, " Tegas Azka sembari menatap Damar,


MAAF YA BESTIE TELAT LAGI🤧🙏


jangan lupa likom nya ya,

__ADS_1


dan maaf juga bila banyak typo😱


__ADS_2