
Sore hari yang di tunggu-tunggu pun kini telah tiba, Senyum wanita hamil itu sangat ceria menggambarkan kebahagiaan yang dirasakan nya saat ini,
Damar sudah pulang sejak pukul setengah tiga tadi, Ia sengaja meminta izin kepada Azka untuk pulang lebih awal, ia mengatakan jika dirinya akan bertemu sang pemilik rumah yang berada satu komplek dengan nya. yang Azka rekomendasi kan tempo hari,
Kini keduanya berjalan menuju lift dengan Damar yang merangkul bahu istrinya dengan mesra, Sepulang dari kantor tadi dirinya langsung mandi menggunakan shampo dan juga sabun bayi,
Setelah selesai mandi selayak nya bayi, Ia memakai telon dari ujung kaki hingga ujung rambut, sentuhan terakhir adalah memakai parfum bayi yang ia percik kan dipakaian nya, Fix Damar benar-benar sudah seperti bayi tua saat ini, mines Bedak bayi saja karena tidak mungkin pria dewasa keluar rumah memakai bedak tabur bayi,
Untung nya Lulu tidak mempermasalahkan hal itu, Baginya wangi telon dan juga parfum bayi itu sudah cukup meredakan rasa mual nya jika berdekatan dengan sang suami,
Demi sang istri tercinta Damar pun rela melakukan semua itu, Asalkan istrinya itu tidak mual saat berdekatan dengan nya,
" Ar!! Coba tebak aku lagi dimana ini? " Lulu mengangkat tinggi ponsel di tangan nya, Dengan mengarahkan kamera depan kepada dirinya dengan Background sebuah rumah mewah dua lantai dengan desain modern,
Lulu sengaja melakukan panggilan video. Ia ingin menjahili sang Sahabat, Damar yang melihat tingkah sang istri hanya menggeleng kan kepada nya. sambil mengamati area sekitar nya,
Pemilik rumah baru saja pergi usai melakukan kesepakatan, Besok tinggal pertemuan dengan Notaris untuk tanda tangan serah terima dan juga balik nama hak kepemilikan,
" Hem. Kamu lagi dimana Lu? Tumben kamu keluar. biasa juga jam segini nungguin bayi besarmu pulang kerja kan! " Arum menjawab pertanyaan Lulu dengan sedikit menggoda nya,
" Ish! Mama Arkha nih suka bener deh kalau ngomong hehe, " Lulu terkekeh diujung kalimat nya, Arum pun tak kalah terkekeh dari Lulu, yang merasa sangat Aneh dengan ngidam sahabatnya itu,
"Sebentar deh! kalau dilihat dari model dan gaya desain rumah nya kek nggak asing deh Lu, " Arum mengkerut kan kening nya merasa familiar dengan lingkungan di mana Lulu berada saat ini,
Sementara Lulu hanya mengulum bibir nya menahan senyum menyaksikan Reaksi Arum yang penasaran dengan keberadaan nya saat ini,
"Ih.. Malah senyum-senyum nih Onty, Ar kan makin penasaran dengan keberadaan Onty saat ini, " Ucap Arum meniru gaya bicara anak kecil Sembari memangku baby Ar yang baru saja selesai memakai baju setelah mandi sore,
"Uluh-uluh ponakan Onty udah cantik ajah nih, " Lulu sangat gemas saat wajah cantik nan menggemaskan baby Ar memenuhi layar ponsel nya,
" Iya dong Onty. Ar baru saja dimandiin sama mama, " Sahut Arum lagi masih dengan menirukan suara anak kecil,
"Pantes.wanginya sampe sini loh! Makin ngegemesin deh ahh pengen gigit pipinya! " Gemas Lulu saat melihat Baby Ar menguap lebar, sepertinya bayi itu kembali ngantuk setelah tubuhnya segar usai mandi sore,
__ADS_1
" Kan Onty juga punya baby. Baby yang bisa menerkam Onty hihi," Arum terkekeh sendiri saat Mengatakan hal itu,
"Iya dong baby ku ada brewok nya bikin emesss!! Ahaha! " Lulu juga tertawa di akhir kalimat nya,
Sementara Damar hanya mesem-mesem dengan cuping hidung yang mengembang saat mendengar perkataan istrinya itu,
"Hem.. iya deh emess sekarang ya!! Yang awal nya di tendang kini berbalik di sayang ya Onty. Malah nggak bisa tidur kalau nggak di peluk baby bewok nya hihi"
"Ish!!...Ngeledek ini ya ceritanya?, " Lulu berkata sembari memincingkan matanya menatap layar ponsel nya yang menampilkan wajah geli Arum,
"Ahahaha hanya sedikit Onty!, Ngomong-ngomong. Kamu lagi di komolek B ya? Aku kenal tuh rumah. Seperti rumah yang dijual di komplek B," Tanya Arum setelah ia mengingat tentang lokasi Lulu saat ini,
"Yups! 100 buat mama si kembar, kita bakal bertetangga Ar, bisa tiap hari ngeghibah. bareng duo serangkai hihi, "
"Ehem!! " Damar berdehem untuk menggode sang istri untuk menyudahi sesi bertelpon nya dengan Arum, bukan apa-apa ini sudah sore nanti tidak sempat mengecek keseluruhan isi dalam rumah tersebut,
Lulu menoleh sejenak kebelakang saat mendengar deheman suaminya, dan Damar menunjuk kan jam yang ada di pergelangan tangan nya memberi tahu jika sudah sore,
Lulu pun segera menyudahi panggilan vc nya bersama Arum,
Setelah mematikan ponsel nya dan memasuk kan nya kedalam slingbag nya. Lulu segera menghampiri sang suami yang sudah membuka pintu utama rumah itu,
"Bang.rumah nya terawat banget ya, lihat bunga-bunganya masih sangat subur, " Lulu menunjuk kan taman kecil yang berada di samping garasi. yang muat untuk tiga mobil itu,
"Iya.kata orang nya tadi tiap hari rumah ini di bersihkan sama mantan Art nya yang tinggal di perkampungan sebelah, " Jelas Damar seperti yang di jelaskan oleh sang pemilik rumah tadi setelah serah terima kunci,
"Wahh begitu ya bang, pantes rumah nya nggak seperti rumah kosong yang telah lama ditinggal penghuninya, "
Kedua nya masuk kedalam rumah, Didalam rumah itupun sangat bersih dan wangi pengharum ruangan sangat menyejuk kan indera penciuman kedua pasangan suami istri tersebut,
"Loh bang! Ini semua prabotan nya masih lengkap. Memang nya belum di angkut ya sama pemilik nya? " Tanya Lulu sedikit heran saat memasuki ruang keluarga yang masih terdapat satu set sofa lengkap dengan meja dan juga televisi berukuran besar,
"Kan memang rumah nya di jual beserta isi nya sayang, memang nya tadi nggak dengarin penjelasan pak Budi ya?" Damar menaikan sebelah Alis nya memandang istrinya yang kini tengah mesem-mesem itu sebab ketahuan jika tidak menyimak pembicaraan sang pemilik rumah dengan suaminya tadi, Dirinya tengah fokus menatap layar ponsel nya yang menayangkan iklan Es krim kekinian, yang lewat diberanda sosial media nya,
__ADS_1
"Aku tadi lagi kurang fokus bang hehehe, "
Damar hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah istri kesayangan nya itu,
" Ya udah yuk kita liat ruangan yang lain, Sayang mau liat yang mana dulu nih. Kamar dapur atau lantai atas? " Tanya Damar mengapsen semua yang mungkin akan di tuju pertama kali oleh istrinya itu,
"Aku mau liat Dapur aja dulu bang, Jika dapur aman. baru kita ketempat yang lain nya, Yuk!! " Lulu berjalan dengan semangat menelusuri rumah itu untuk mencari dimana letak dapur nya,
🌹🌹🌹🌹
Vika berdiri sejenak di depan ruangan papa nya, Hati nya ragu untuk mengetuk pintu bercat coklat tua tersebut,
Namun mengingat kondisi sang mama yang semakin bermuram durja karena sikap sang papa yang sudah kelewat batas menurut nya, akhirnya Vika memberanikan diri untuk menemui papa nya di kantor,
Sekilas ekor matanya melirik sekretaris papa nya yang tengah serius menatap layar komputer yang ada didepan nya, Hati nya menjadi kesal mengingat cerita Arini jika papanya terlibat hubungan dengan sekretaris nya sendiri,
Vika mencoba menahan diri untuk tidak melabrak wanita cantik dengan penampilan ok itu, Yang harus ia lakukan adalah berbicara dengan sang papa dahulu, Setelahnya baru ia akan mengurus si sekretaris gatel itu,
Tok!! Tok!!
Dua kali ketukan dipintu terdengarlah suara dari dalam yang ia kenali sebagai suara papa nya, yang menyuruh nya untuk masuk,
Perlahan Vika mendorong pintu tersebut kemudian masuk kedalam.
Ehem!!! nggak digantung kan ya?
Ya nggak dong. Othor kan baik hati tidak sambong dan selalu lupa menabung😑
Kita lanjut di bab berikut nya aja ya😉
Untuk para bestie setiaku I lop U poll pokonya😘
Terima kasih banget yang selalu setia 🥺
__ADS_1
Kalian tuh adalah orang-orang baik yang selalu sabar menanti up ku yang selalu molorr🙏
LOP YOU ALL BESTIE 😘😘🥰🤗