Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab. 138


__ADS_3

πŸ“±"Sayang aku merindukanmu, " Suara Damar Terdengar begitu indah di telinga Lulu pagi itu,


πŸ“±"Em.abang masih lama disitu?" Tanya Lulu mengalihkan pembicaraan bukan apa-apa, jantung nya sudah ingin melompat dari tempat nya, Saat mendengar pernyataan rindu suaminya,


πŸ“±"Paling lambat lusa abang sudah kembali. Apa istri ku juga tengah b merindukan ku?, " Goda Damar, Ia tahu pasti pipi istrinya sudah merona saat ini,


πŸ“±"Sayang?, " Panggil Damar, sebab tidak ada respon dari Lulu,


πŸ“±" Iya bang!, "


πŸ“±"Iya apa?. Iya Karana merindukan ku juga?, " Damar menahan tawanya saat mengucapkan itu,


πŸ“±"Ish abang jangan menggoda ku, cepat pulang bang aku.. aku juga kangen abang!!, " Lulu segera mematikan sambungan telpon nya sepihak sembari berguling-guling di kasur,


Wajah nya ia tutup mengunakan bantal, Malu bercampur bahagia, begitulah perasaan yang sedang di rasakan Lulu saat ini,


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Ini bos semua data tentang wanita itu, " Seru Roni sembari menyodorkan sebuah maf kepada Andre yang duduk didepan nya,


"Terima kasih!, Bagaimana apakah dia masih punya keluarga di kota ini? , Tanya Andre tangan nya terukur mengambil maf tersebut, kemudian mengeluarkan isinya,


" Tidak bos dia tidak memiliki kerabat di kota ini, beberapa jam yang lalu dia baru saja di usir dari kost nya karena sudah menunggak pembayaran beberapa bulan, " Lapor Roni yang di tugas kan oleh Andre untuk mengawasi Nur dan juga mencari tahu semua informasi tentang wanita itu,


"Untuk lebih detail nya semua sudah ada di dalam situ!, " Lanjut Roni lagi menunjuk kertas yang ada di tangan Andre,


"Ok! kembalilah bekerja, " Tukas Andre, menyuruh anak buah nya untuk kembali bekerja,


Andre membaca dengan seksama informasi tentang wanita yang baru saja ia culik beberapa jam yang lalu,


Nurlinda usia 24 tahun lahir dan besar di desa B, Nurlinda memiliki dua orang adik yang masih bersekolah, Ayah nya sudah lama meninggal, Nur adalah tulang punggung keluarga,


Ibunya yang sakit-sakitan sejak ditinggal suaminya meninggal, Dan harus berjuang menghidupi tiga orang anak nya, yang saat itu masih kecil, Hanya Nur yang sudah sedikit besar dan bisa membantunya menjaga adik-adik nya saat dirinya bekerja di kebun orang,


Nurlinda yang hanya Lulusan SMA di desa itu sebab dirinya mendapat bantuan dari pemerintah dengan sekolah gratis tidak membayar buku dan sebagainya,

__ADS_1


Nurlinda diajak ke kota oleh tetangganya mengajak nya bekerja sebagai Art di sebuah Rumah, Nur bertemu dengan Nyonya Gayatri sebagai majikan nya,


Karena Nur yang begitu setia kepadanya dan juga memiliki paras yang cantik dengan kulit putih, Akhirnya Nyonya Gayatri memanfaatkan nya untuk merayu Devan,


Saat putri nya meninggal karena mengalami pendarahan saat melahirkan Citra cucunya,


Wanita tua itu tidak rela jika akan ada wanita lain yang akan menggantikan posisi putri nya dan menikmati harta kekayaan Devan begitu saja,


Maka dari itu Nyonya Gayatri mengusulkan Nur untuk menjadi pengasuh Citra kepada Devan, Devan yang saat itu memang sedang membutuhkan kan bantuan itu pun menerima usulan Ibu mertuanya itu tanpa curiga sedikit pun,


Nur yang masih polos saat itu menurut saja saat Nyonya Gayatri mengimingi nya dengan Uang untuk biaya hidup adik-adik dan ibunya di desa yang memang sedang membutuhkan biaya untuk berobat dan juga untuk makan sehari-hari,


Terlalu nyaman berada di dekat Devan dan juga perintah-perintah dari Nyonya Gayatri yang menyuruh nya ini itu, Membuat otak polos Nur tercemar dengan timbul nya keinginan untuk menjadi istri Devan,


Ditambah lagi dengan Nyonya Gayatri yang tidak menepati janjinya untuk membiayai kehidupan adik dan ibunya di desa,


Membuat Nur semakin nekat untuk menggoda Devan agar menjadikan nya sebagai istri, Berbagai macam alasan dengan memanfaatkan Citra agar dirinya lebih dekat lagi dengan Devan,


Namun karena kehadiran Desi semua usahanya tidak ada yang berhasil, Nyonya Gayatri pun sering melayangkan perkataan kasar dan memaki-maki dirinya karena tidak becus menjalankan tugas,


Namun semua itu sia-sia saja, Bukan nya tergoda Devan malah memecat nya dan mengusir nya dari kediaman nya,


Kebencian nya kepada Desi semakin bertambah saat melihat Citra yang semakin lama semakin lengket saja,


Dan mendorong dirinya untuk melakukan hal-hal yang mencelakai orang dan juga merugikan dirinya sendiri,


Andre menghela nafas dengan panjang saat selesai membaca semua informasi tentang Nurlinda,


Pria gagah itu melangkah keluar dari ruang kerjanya, Tujuan nya ingin melihat apakah gadis itu sudah sadar atau belum,


πŸ“±"Dia sudah saya amankan bos," Ucap Andre menelpon atasan nya Roy, Dengan terus memperhatikan wajah tenaga Nur yang masih belum sadarkan diri,


πŸ“±"Ok! Kerja bagus aku serahkan dia padamu, terserah mau kau apakan dia, " Tukas Roy setelah itu langsung mengakhiri panggilan nya,


Andre menatap wanita yang masih tertidur pulas itu dengan intens, Lebih tepatnya belum sadarkan diri dari pengaruh obat bius yang diberikan anak buahnya nya tadi,

__ADS_1


"Hem dia lumayan cantik juga, " Batin nya dengan tatapan penuh arti hanya dia dan Tuhan saja yang tahu,


"Eum..," Suara serak nan lemah itu keluar dari bibir wanita yang baru saja mendapat kesadaran ya, "Aduhh kepalaku kenapa sakit sekali!, " Rintih nya dengan suara yang sangat lemah dengan mata yang masih tertutup,


Tangan nya terangkat dengan lemah memijit pelipisnya, demi menghalau rasa pening yang menghantam kepalanya,


"Kau sudah sadar?, " Suara Andre sukses membuat wanita itu terlonjak dengan mata yang terbuka sempurna,


"Siapa kamu?, " Tanya nya dengan kepala menoleh kesana kemari, Asing itulah yang wanita itu rasakan,


"Dimana aku. Kau siapa?, " Tanya nya lagi sembari berusaha untuk bangun dari tempat tidur itu dengan tubuh yang masih lemah akibat pengaruh obat bius,,


Sedang Andre pria itu hanya diam memperhatikan wanita di depan nya itu tanpa berniat menjawab pertanyaan nya,


Dengan langkah terseok-seok Nur menyeret langkah nya menuju pintu yang tertutup rapat itu, Wajah nya semakin pias kala pintu itu ternyata tidak bisa di buka,


"Aku dimana? " Nur bertanya ulang dengan wajah panik keringat dingin sudah mengucur di kening nya,


"Kenapa aku bisa berada disini dan kamu! Kamu siapa. Kenapa pintunya tidak bisa di buka?, " Nur semakin ketakutan saat Andre melangkah mendekatinya,


"Kamu mau apa?!!, " Pekik nya dengan wajah pias ketakutan,


"Menurutmu?, " Ucap Andre satu tangan nya mengelus pipi yang nampak pucat itu, Namun segera di tepis oleh wanita itu,


"Jangan menyentuhku!! buka pintu nya. Aku mau keluar!!, "


"Mau keluar?, Jangan bermimpi sayang kamu akan disini selamanya, " Ucap Andre dengan senyum smirk nya,


BESTIE!!! JANGAN LUPA KOMEN KOMEN NYA YESSπŸ˜‰πŸ˜‰


MAAFKAN JIKA BANYAK TYPO🀧 SUDAH DI BACA BERULANG² SEMOGA TYPO NYA NGAK KEBANGETAN YA🀣🀣


MAAF YA BELUM SEMPAT BALAS KALIAN SATUΒ² AKOHH LAGI MODE SEBOOK πŸ™πŸ™


TERIMAKASIH ALL BESTIE SUDAH MAU MELUANGKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBACA KARYA RECEH KU INIπŸ™πŸ’•

__ADS_1


SINI PEYYUKKK ONLINE DOLOπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2