
Tok!
Tok!
Tok!
"Masuk,"
"Ini yang anda pesan Tuan," Damar menyodorkan Paper bag di hadapan Azka yang sedang memeriksa berkas dengan serius,
"Oh iya makasih ya Mar, Setengah jam lagi saya keluar. Mau ngajak Arum ke Mall, Tolong kamu handle pertemuan dengan. Investor dari kota B ya,"
"Baik Tuan muda, kalau begitu saya perminsi," Dengan sedikit menunduk kan kepalanya Damar berlalu dari ruangan Azka,
" Mas..Baju aku mana?," Arum menyembulkan kepala nya di balik pintu kamar pribadi suaminya itu, dengan. Kepala yang dililit handuk, Sepertinya baru saja selesai mandi,
"Sebentar sayang," Azka bangun dari kursi nya setelah merampungkan pekerjaan nya, Kemudian meraih Paper bag yang di sodorkan Damar kepada nya tadi,
"Sudah mandi? Kenapa nggak tungguin Mas Aja, Biar Mas bantuin mandinya," Tukas Azka dengan tatapan mesum kepada istrinya itu,
"Huh..Kalau nungguin Mas yang ada aku nggak mandi-mandi Mas," Sahut Arum memanyunkan bibir nya,
" Ya sudah sini aku bantu berpakaian," Azka tidak kehilangan akal untuk memesumi istrinya itu,
"Nggak Ah.Mas mah banyak modus nya," Tukas Arum sembari mengeluarkan isi Paper bag itu,
"Ish…Malu nya ehh biar daleman juga Damar yang beli, Mas yang suka plorotin kadang di robek juga, Giliran beli nyuruh orang lain, Mau di taruh dimana muka ku Mas?.."
Omel Arum saat menyadari jika Damar membelikan baju beserta dalaman nya,
"Nggak sayang, Bukan Damar yang milih, Itu Mas yang telpon toko nya, Damar tinggal ambil saja, Jadi aman terkendali hanya Mas yang boleh melihat dan membeli dalan kamu, Karena Mas Juga sangat suka sama isinya, "
"Ish mesum nya suamiku," Kekeh Arum seraya mulai memakai dalaman nya,Dengan sedikit menunduk,
Dengan usil Azka membelai nakal bo kong istrinya yang sedang menunduk saat memakai dalaman nya,
"Ish Usil nya…Mas ini," Arum melototi Suaminya yang terkekeh karena telah berhasil menggoda sang istri,
__ADS_1
"Gemes sayang.Mas jadi kepengen anu lagi ini, Nih sudah bangun aja dianya pengen ketemu si bunga," Azka membelai si otong yang sudah kembali menegang hanya karena membelai si bunga tadi,
"Mas..Jangan gitu ih.., Nanti aku nggak bisa jalan, ini aja aku masih lemes rasanya.Lutut ku serasa udah nggak ada tulang nya," Protes Arum saat Azka menunjuk kan bongkahan yang sudah mengeras itu,
"Ya sudah yuk kita ngeMall, Nanti kalau lama-lama di dalam sini malah nggak jadi jalan lagi," Jawab Azka setelah melihat Arum sudah selesai memakai bajunya, Dan menyisir rambut panjang nya,
Azka merangkul pinggang istrinya saat berjalan keluar menuju Loby, Dimana mobil nya berada, Tadi Damar Sudah menyiapkan nya,
Semua Karyawan yang berpapasan dengan mereka menunduk hormat, Azka hanya menggakguk saja sebagai balasan nya, Sedang Arum membalas mereka dengan seulas senyum,
"Ehh tuh liat.istri si Bos cantik banget ya masih muda lagi," Ucap salah satu Karyawan pria kepada teman-teman nya yang lain,
" Iya.ramah nggak sombong kek nya,"Sahut lain nya,
"Cantik sih. Tapi pelakor. Bu Sabira emang sombong tapi menurutku tetap nggak pantes di khianati," Tukas Seorang lagi yang bernama Chika,
"Eehh.. Nggak boleh ngomong sembarangan kamu, Kita kan nggak tahu kejadian yang sebenarne nya, bisa aja Bu Sabira duluan yang selingkuh, Buktinya, Begitu cerai sama Bos, Bu Sabira langsung Nikah lagi sama Pak Adit,Pak Adit juga langsung dipecat kan?..,"
"Ehem…Asik nya bergosip, Apa perlu potong gaji nih?,"
Kesemua yang berkerumunan itupun langsung menoleh ke belakang, Mata mereka terbelalak saat mengetahui Damar sudah berdiri dengan memasang wajah seram,
Semua yang bergosip tadi sudah pergi.mengerjakan pekerjaan mereka.masing-masing,
Damar menghela Nafas ny dengan kasar, jika mereka yang tidak tahu seperti apa yng sebenarnya, maka mereka akan menganggap jika Arum adalah seorang pelakor,
.
"Mas kita mau ngapain kesini?,"
Tanya Arum saat Azka mengajak nya memasuki toko perhiasan ternama, Di dalam Mall tersebut,
"Udah ikut aja nggak ada bantahan Oke..!,"
"Saya mau yang ini satu set dan juga Cincin pernikahan yang paling bagus, " Ucap Azka kepada Manager Toko perhiasan tersebut,
"Baik Tuan Dewantara, mohon tunggu sebentar," Ucap sang manager tersebut, Sembari berlalu untuk pengambilan sesuai yang di mau Azka,
__ADS_1
Beberapa saat kemudian,
"Silahkan Tuan ini adalah keluaran terbaru dari Toko kami, Dan hanya di produksi satu set saja, " Jelas Sang Manager tersebut dengan sangat sopan,
"Mas, Ini pasti mahal harga nya,Nggak usah beli disini gih. Beli di pasar aja," Bisik Arum, di telinga Azka,
"Tenaga saja sayang, Suamimu ini masih mampu jika hanya membelikan mu satu Toko perhiasan," Ujar Azka sedikit Sombong, Sebab Istrinya ini seperti ketakutan jika uang nya habis,
"Mas ih.." Arum memonyongkan Bibir nya, Kesal dengan jawaban Azka,
"Saya ambil yang ini juga ini," Azka menunjuk Satu pasang Cincin pernikahan dan juga dua set perhiasan untuk istrinya itu,
" Mas.. Nggak usah banyak-banyak itu…"
"Syhut.., Diam dan nikmati saja Nyonya Dewantara, Jangan khawatir tuangku masih banyak," Lagi-lagi Arum hanya bisa menghela nafas saat Mendengar jawaban dari suaminya itu,
" Yang ini langsung di pake saja sayang," Azka meraih tangan kanan Arum dan menyematkan cincin yang sangat indah, Kemudian Azka memakai kan kalung berlian di leher putih istrinya itu berikut gelang yang senada dengan kalung nya,
Kalung itu semakin. Bersinar saat Arum memakai nya, Kulit putih bersih itu sangat Cocok dengan perhiasan yang melekat di tubuh nya dan semakin menambah kecantikan nya,
"Kamu makin cantik sayang, Maaf kan aku karena baru bisa menghiasimu sekarang, Istriku semakin cantik, " Azka mencium kening Arum yang tersipu malu karena di puji sedemikian oleh suaminya itu,
Manager Toko dan seorang bawahan nya juga ikut tersipu-sipu saat menyaksikan keromantisan pasangan suami istri tersebut,
"istrik semakin terpancar kecantikan nya, Jadi pengen anu...,"
"Mass..malu ih.." Arum menyembunyikan wajah merona nya di balik lengan Azka, yang terkekeh-kekeh, karena telah berhasil menggoda istrinya itu,
Dari luar Toko yang memiliki dinding kaca itu seorang wanita parubaya tengah memperhatikan mereka,
Ada setitik rasa yang sulit di ungkapan di sudut hatinya yang paling dalam, Hatinya juga bertanya-tanya, Seraya apa suaminya sampai bisa memasuki Toko perhiasan ternama itu, Bahkan dirinya saja yang seorang Istri dari pengusaha Expedisi ternama saja tidak berani memasuki nya,
Next…
Jangan lupa like dan komen nya ya guys, 🤗
Terima kasih 🙏
__ADS_1
Mohon maaf bila masih banyak Typo 🙏