Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
harapan Azka


__ADS_3

Azka masih memandangi wajah cantik  istri nya yang tertidur, Usai  percintaan panjang mereka di waktu siang nan terik itu,


Tangan nya terulur membelai Pipi mulus Arum, yang telah berkerja keras demi kepuasan mereka bersama, Dalam sesi penyatuan mereka saat ini,


Azka kasian dengan istri nya itu, Namun apalah daya nya saat ini, yang belum bisa menggerakkan kan kakinya, 


Besar harapan Azka untuk sembuh, Agar ia bisa membahagiakan Arum dan juga putra nya, 


Azka bersyukur dengan datang nya Surat gugatan dari Sabira, Itu akan memudahkan ia bergerak nanti nya, Tanpa khawatir akan di ketahui oleh kedua penghianat itu, 


Mereka pikir dengan menikahkan nya dengan Arum, Dan menggugat nya atas tuduhan Poligami, Mereka bisaenguasai seluruh hartanya, 


Tidak semudah itu, Azka tersenyum smirk, mereka begitu bodoh pikir nya, Kedua manusia serakah itu akan mendapat balasan yang seimbang atas tewas nya kedua orang tuanya, waktu kecelakaan itu, 


" Kasian istri ku, Kelelahan karena harus kerja Extra," Gumam Azka sembari mengecup kening Arum yang masih tertidur pulas, di bawah sejuk nya Pendingin Ruangan di cuaca yang lumayan panas itu,


" Aku berjanji sayang, setelah urusan ku selesai dengan wanita itu, Aku akan meresmikan pernikahan kita," Azka kembali mengecup kening istri nya itu seraya mengeratkan pelukan nya kembali 


Pada tubuh Arum yang masih polos itu, 


Keduanya masih sama-sama polos, hanya selembar selimut yang menutup tubuh mereka, 


"Ahh, kamu memang selalu yang terbaik sayang," 


Jerit Sabira saat merasakan saat merasakan hujaman Adit pada tubuh nya, Yang kini sudah setengah Telan jang.


Stelan Formal yang membalut tubuh Sexy nya sudah tak berbentuk lagi, dengan bagian atas yang tinggal menyisakan kemeja putih yang kancing nya sudah terlepas keseluruhan nya dan Rok super pendek dan ketat nya sudah teronggok di lantai,


Dengan posisi memunggungi Adit, Dengan sedikit menunduk kan tubuh nya Sabira tak berhenti menjerit dan mendesah panjang, Saat menerima hujaman Adit yang luar biasa menurut nya,


Mereka tidak perduli sedang berada dimana saat melakukan maksiat itu, beruntung ruangan itu kedap suara, 


Jadi tidak akan mengganggu  orang-orang yang berlalu lalang di luar ruangan tersebut, 


Definisi dari manusia tak tahu diri,


" hemm…," Arum menggeliatkan tubuh nya, Dengan mata mengerjap-ngerjap, Matanya langsung di suguhi pemandangan indah di depan nya, 


Wajah tampan yang ada di hadapan nya sekarang ini adalah Suaminya, ingatan nya kembali pada sesi percintaan mereka,  bebrapa saat lalu, Dengan dirinya yang banyak bergerak, di atas tubuh sang suami,


Wajah nya merona malu mengingat hal itu,

__ADS_1


Mengingat bagaimana lengan berotot milik Azka membantu pergerakan nya dengan sensasional, 


Arum kembali menyembunyikan wajah nya,  dengan menutup nya dengan bantal, malu saat menyadari jika Dirinya masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun,


" Kenapa, malu hem?, " Azka yang tidak bisa tidur karena memang tidak mengantuk siang itupun hanya menutup matanya, menunggu Istri cantik nya itu bangun dari tidur nya, 


" Hah?, Mas Azka sudah bangun?, " Tanya Arum dengan polos nya, Setelah menyingkirkan bantal dari wajah nya,


" Tentu saja sayang, Dari tadi Mas menunggu putri tidur yang kelelahan karena_" 


" Nggak usah di bahas," Arum menutup mulut Suaminya dengan tangan nya,"  Sekarang aku udah bangun, Yuk kita mandi,"   ajak  nya sembari bangun dari berbaring nya, 


Namun Azka kembali menarik tangan nya sehingga membuat aku tubuh polos mereka kembali bersentuhan,  


" Mas!, " Pekik Arum dengan kaget,


" Apa sayang?" Goda Azka lagi


" Malu ih, Ayo mandi, Aku udah paper nih," 


Jawab Arum dengan menyandarkan kepala nya di Dada bidang Azka, Yang belum mengenakan apapun,


Tanpa menunggu lagi Azka segera menyatukan bibir mereka, menuesap nya dengan lembut, Satu tangan nya telah berpindah meremas boleh kong Arum yang bulat dan padat,


Azka sangat menyukai semua yang ada pada istri nya itu, Di sela serapan yang ia lakukan pada istri nya itu, 


Mendadak teringat Pria yang tak sengaja mereka temui di Rumah sakit pagi tadi, Pria yang lumayan gagah, Namun bodoh,Bodoh karena telah menyia-nyiakan Wanita sebaik dan secantik Arum, Yang kini telah menjadi istri nya, Milik nya,


Semangat dalam dirinya semakin berkobar untuk segera Sembuh dari kelumpuhan,


Apalagi ia bisa melihat dengan jelas dari gelagat nya jika Pria yang merupakan Ayah biologis Rakha itu masih mencintai Arum, Yang telah menjadi milik nya,


Di tambah lagi dengan perlakuan tidak menyenangkan seorang wanita parubaya, yang di panggil Ibu oleh istri nya, Namun mendapat penolak kan yang sangat menyakit kan,


Kruuk!!


Suara yang berasal dari perut istri nya itu, Berhasil menyadari kan Azka dari pikiran-pikiran nya tentang orang-orang masa lalu Istri nya, 


" Maaf sayang, Aku kebablasan,". Tukas Azka, Setelah melepaskan tautan bibir mereka, Ibu jarinya mengusap Bibir Arum yang sedikit bengkak karena ulah nya, 


" Aku laper," Rajuk Arum, Dengan mimik wajah menggemaskan, Membuat Azka mencubit pelan kuncup hidung nya, 

__ADS_1


" Iya.iya.., Yuk kita mandi, " Ucap nya kemudia,


Arum telah selesai berpakaian, Begitu pula dengan Azka, ketika Hp Arum yang terletak di atas Nafas kamar nya berdering, 


Dengan segera Arum meraih benda benda pipih milik nya itu, Dan melihat siapa yang menghubunginya, siang menjelang sore itu,


 " Siapa sayang?," Tanya Azka yang juga sedang mencoba Hp baru nya, yang radi di belikan Arum untuk nya,


" Mba Desi Mas," Jawab nya seraya mengusap layar Hp nya menerima panggilan dari Desi,


" Halo mba, Ada apa? Apa Rakha Rewel?" Tanya Arum  setelah menerima telpon dari Desi itu,


"Nggak Rum, kamu tenang aja, Anak kamu baru bangun tidur, Tuh lagi di suapin makan sama Danur, Paket sop kimlo," 


" Oh kirqn rewel mba, Aku nggak enak, Ngerepotin Mba terus," 


"ih kamu ini, kek sama siapa ajah, Oya sampe lupa kan, Mau ngomong apa,Gara-gara kamu nih ngomong yang aneh-aneh,".  


Omel Desi di sebrang telpon, 


Membuat Arum menahan senyum nya, mba nya ini  memang terlalu baik,


" Itu loh, Mba barusan kirim makanan buat kamu sama suami kamu, buat makan siang, kasian kan pasti kamu capek dari rumah sakit, Antri, jadi nggak usah masak, kamu tunggu saja, Nanti Ojol nya nelpon kamu itu kalau sudah deket rumah," 


Terang Desi, Dan hal itu membuat Arum kembali bersyukur karena memiliki seorang Desi yang baik hati,


" Ya ampun baik banget sih mba ku yang paling  cantik sedunia ini, Makasih ya, Aku sayang mba Desi, Mmuaahh," 


" Iya.. iya, Ya sudah tungguin itu mas ojol nya, Mba tutup dulu," 


 


Next..


Mohon maaf atas keterlambatan Up nya ya bestie, Othor belum pulih bener, tapi tetap di usahakan up,


Mohon maaf juga bila banyak Typo ya,


Papan ketik suka error🙏


Dan terimakasih buat doa kalian semua, semoga kita selalu sehat, 

__ADS_1


__ADS_2