
Pagi menyapa. Sang surya kini sudah mulai menampakan kegagahan nya, Dengan bersinar terang menerangi bumi, Semua orang kemabli pada aktifitas nya masing-masing,
Sinar mentari yang menyusup masuk melalui fentilasi kamar, Yang mana penghuni nya masih tertidur nyaman dalam dekapan hangat, Yang membuat nya tidur dengan nyenya,
Arum menggeliat kan Tubuh nya yang sedikit pegal, Sebab posisi tidur nya yg tidak berubah sejak semalam,
Di tatap nya wajah suami nya. yang masih tertidur, Senyum nya mengembang di bibir indah nya, Suaminya memang sangat tampan,
Tangan nya terangkat dan mengusap rahang kokoh sangat suami, Dirinya masih tidak menyangka bisa bersuamikan pria setampan dan sebaik suaminya ini,
Arum sangat bersyukur, Dari semua rasa sakit dan penderitaan yang ia alami sejak kepergian Ayah tercintanya, Yang kuasa memberikan kebahagiaan yang begitu indah untuk nya,
mengangkat derajat nya begitu tinggi, Memberinya orang-orang yang begitu menyayanginya, Yang begitu perduli dengan nya,
Arum mendekat kan wajah nya dengan perlahan, kemudian mengecup dagu suaminya dengan gemas,
Tak ingin membangun kan nya, Arum pun segera bangkit dari tempat tidur dengan perlahan, Kemudian ia memunguti pakaian nya yang berserak kan di lantai, Akibat percintaan mereka semalam,
Arum menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Pagi ini Ia ingin membuatkan sarapan kesukaan sangat suami, Sudah lama sekali dirinya tidak memasak di dapur,
Setelah ia hamil, Azka melarang dirinya untuk turun ke dapur, Dengan alasan jika ia tidak ingin anak dan istrinya kelelahan,
__ADS_1
Arum pun hanya bisa pasrah dan menurut dengan keinginan suaminya itu, Namun pagi ini ia akan membuatkan sarapan untuk suaminya sebagai tanda terima kasih nya, karena telah mau berbesar hati untuk mengunjungi Kakek Nenek nya di desa Kelak,
15 menit kemudian. Arum telah rapih dengan pakaian yang membuat nya terlihat sangat imut, Arum mengenakan kan Dress sabatas lutut, Berwarna coklat, sangat kontras dengan kulit putih nya,
Dengan pelan ia membuka pintu kamar nya dan menutup nya kembali, Arum melangkah menuju dapur yang sudah lama tidak ia kunjungi itu,
Sesampainya di dapur Arum langsung menuju kulkas dan mbukan nya, Kemudian ia berjongkok dengan menumpuh kedua lutut nya di lantai, Agar perut nya an tidak tergenjet,
Arum memilih bahan-bahan sayur dan lauk untuk ia masak, Arum memilih membuat Nasi goreng seafod kesukaan Suaminya, dengan campuran aneka sayur, Seperti wortel sawi dan jagung, dan juga ayam udang dan pentol bakso,
Dengan cekatan ia mengerjakan semua itu, Tanpa terhalang dengan perut nya yang semakin membuncit,
Arum bisa mencium aroma segar yang menguar di indera penciuman nya, Sepertinya suaminya itu sudah mandi, Terbukti dari aroma sabun mandi dan sampo yang biasa di gunakan suaminya itu,
" Pagi-pagi sudah hilang, Mas masih pengen memeluk mu sayang, " Dengan sedikit membungkuk Azka menyandarkan kepalanya di bahu Arum yang masih asik dengan kegiatan nya,
Tanpa terganggu dengan kelakuan Suaminya itu,
"Jangan terlalu lelah sayang, Mas nggak mau kamu capek, " Azka kembali berkata. tangan nya menyibak rambut panjang istrinya, Kemudianemciumi leher putih itu dengan gemas, Membuat Arum sedikit terganggu karena geli,
"Mas! jangan begini geli ih, " Arum mematikan kompor nya setelah nasi goreng nya matang, Lalu ia membalikan tubuh nya menghadap sang suami, Yang masih tidak melepaskan belitan tangan nya itu,
__ADS_1
Perut buncit nya bersentuhan dengan area bawah suaminya yang, Arum mendongak menatap sangat suami yang juga tengah menatap nya dengan penuh cinta,
"Aku sengaja bangun pagi, Ingin membuatkan Mas sarapan, Nasi gorengan kesukaan Mas, " Tukas Arum dengan senyum manis nya, Yang menampakan lesung pipi nya yang begitu indah di mata Azka,
Tak tahan dengan semua ke indahan yang tersusun di depan matanya itu, Azka membungkuk kan tubuh nya kemudian memang ut dengan cepat bibir terbelah istrinya itu, Dengan satu tangan menegan tengkuk Arum untuk memperdalam ciuman nya,
Arum menyambut nya dengan membalas nya dengan penuh cinta, "Sarapan yang ini lebih nikmat dan lezat sayang, " Tukas Azka sembari terkekeh, setelah melepaskan tautan bibir mereka,
Arum tersipu malu dengan pipi nya yang memerah, Saat memdengar perkataan sangat suami, Azka yang lihat wajahenhhaskan Arum segera meriang kemudian menciumi seliaruh wajah Arum tanpa terlewat akan seincipun,
"Mas sangat mencintai kamu dan anak-anak kita sayang, Mas akan berusaha untuk memberikan kalian yang terbaik," Ucap Azka lagi dengan mendekap tubuh istrinya dan menciumi pucuk kepalanya dengan sayang,
" Aku juga sayang sama Mas, Jangan pernah tinggalkan aku ya Mas, " Sahut Arum dengan kepala yang bersandar di dada bidang sangat suami, Yang selalu memberikan nya kenyamanan dan juga ketenangan,
.
Next.....
Jangan lupa like nyanya bestie 🤗
mohon maaf belum bisa up setiap hari🙏
__ADS_1