
"Auuhhh!! Sakitttt!!!, " Karena kaget dengan rasa sakit yang mendera nya, Dengan reflek Lulu menggerakan kaki nya kedepan hingga,..
Bukkk!!
Bruukkk!!!
Damar jatuh terjungkal dari tempat tidur itu dengan posisi telentang, Untuk sesaat dia masih terdiam tanpa bergerak sedikitpun, Sampai akhirnya ia bagun mendudukkan dirinya dengan sedikit nyeri di bagian bo ko ng nya karena mencium latai tanpa aba-aba,
Sadar dengan apa yang telah ia lakukan Lulu segera bangkit dari tidur nya kemudian mendekati suaminya yang tersungkur di lantai akibat tendangan nya yang tidak sengaja ia lakukan,
Semua itu reflek karena kaget akan rasa sakit di inti tubuh nya, Karena terkejut dengan kelakuan nya sendiri, Lulu sampai melupakan jika tubuh nya tidak tertutup apapun saat ini,
"Bang." Panggil nya dengan sedikit takut. Takut jika suaminya itu akan marah dan memukul nya, Seperti yang sering ada di berita-berita seputar kota,
Damar yang masih syok akibat ulah istrinya itu hanya memdesis dalam hati, Istrinya ini memang benar-benar bar-bar, Bagaimana jika yang menjadi suaminya si Randy anak lurah yang manja itu, Pasti bakal masuk rumah sakit itu anak, Akibat kekerasan yang di alami di malam pertama,
"Bang maaf aku nggak sengaja tadi bang, " Lulu berjongkok di hadapan Damar dengan kedua lututnya bertumpuh di lantai, Damar yang kesal akibat ulah istrinya itupun menoleh dan mendapati istrinya yang menatapnya dengan wajah bersalah,
"Apa begitu perlakuan istri yang baik kepada suaminya di malam pertama? " Tanya Damar sengaja ingin mengerjai istri nakal nya itu,
"Bukan begitu bang, " Lulu semakin merasa bersalah kepada suaminya itu, "Aku beneran nggak sengaja tadi Suerr, " Ucap nya lagi dengan menaikan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V,
"Lalu.? " Damar menikmati pemandangan yg ada di hadapan nya saat ini, Istri nya yang terlihat sangat menggemaskan dengan penampilan polos nya, Wajah nya panik dengan rasa bersalah,
"Maaf kan aku bang. Ayo aku bantu berdiri, " Lulu mengulurkan tangan nya hendak membantu suaminya untuk berdiri, Damar tidak menyia-nyiakan hal itu, Dengan cepat ia menyambut tangan istrinya,
"Maaf ya bang aku beneran nggak sengaja melakukan nya Aku.. akhh!! Abang! " Lulu menutup mulut nya agar tidak mengganggu orang lain dirumah itu karena teriakan nya, Akibat Ulah Damar yang membopongnya secara tiba-tiba,
"Aku memaafkan mu istriku sayang. Sekarang giliran aku yang akan memakanmu tanpa ampun, " Ucap Damar dengan Lulu yang sudah berada di gendongan nya,
Lulu ingin berontak namun Damar dengan cepatenywrang nya setelah membaringkan nya di atas ranjang, Karena terlalu semangat hingga dia melupakan sesuatu,
__ADS_1
"Bang! Kita tunda dulu aja gimana aku beneran takut nih. Tadi itu sakit banget bang, " Lulu terus saja merengek di bawah kukungan Damar yang terus menjalankan aksi nya,
"Nggak bisa sayang kepala aku udah pening nih, Dari tadi nahan masa gagal lagi sih, " Damar memandang wajah istri nya dengan mata sayu penuh permohonan, Sehingga membuat Lulu tidak tega,
"Ya sudah bang kita lanjut. Tapi abang janji ya harus pelan-pelan, " Akhirnya Lulu pasrah akan nasip nya malam ini, Sebagai istri yang baik dia akan melayani suaminya dengan baik, Walaupun akan sangat menyakitkan,
"Auhhh bang stop dulu aku nggak tahan sakit, " Untuk kesekian kali nya Lulu menghentikan kegiatan suaminya saat akan melakukan nya,
Damar yang sudah menahan pening antara kepala atas dan bawah nya sudah berdenyut nyeri akibat tarik ulur yang tiada habisnya itu, Akhirnya terpaksa menahan kedua tangan Lulu dengan satu tangan nya, Dan segera memposisikan diri nya untuk memasuki sang istri,
"Bang pelan-pelan ya, " Lulu terus menggerakan tubuhnya karena rasa panik, Sementara Damar berusaha menahan posisi sang istri agar tidak bergese terus,Sehingga membuat pergerakan mereka semakin tak teratur hingga akhirnya..
BRUUKKK!!!!!
Suara barang roboh begitu menggema di ruangan itu, Sedang Damar hanya mampu memejamkan kedua matanya dengan perasaan kesal yang luar biasa,
" Bang. Dipan nya Roboh bang! " Ucap Lulu kaget yang masih berada di bawah suaminya,
"Lulu ada apa. Apa yang roboh Lu suaranya nyaring sekali, " Suara ketukan pintu di sertai suara pak Bambang terdengar dari luar pintu,
"Iya pak sebentar! " Lulu menjawab panggilan bapak nya,
"Bang! " Lulu memandang Damar dengan sejuta permintaan maaf nya kepada suaminya itu, " Maaf bang! " Ucap nya lagi dengan mengelus wajah suaminya,
Damar bangkit dari posisi nya dan segera mencari pakaian memereka kemudian memakanya, Setelah itu ia memungut daster sang istri kemudian membantunya berpakaian, Setelah itu dia berjalan membukakan pintu untuk mertuanya itu,
Ceklek!!
Begitu pintu terbuka Damar melongo sebab bukan hanya bapak mertuanya tetapi semua penghuni yang ada di rumah itu tengah berdiri di depan kamar,
"Maaf nak Damar kalau sudah di ganggu, Kami kaget karena mendengar suara seperti barang roboh. Apakah ada yang… "
__ADS_1
"Bapak Dipan Lulu roboh tadi ada kecoa di atas ranjang jadinya kami kaget karena takut dengan kecoanya jadi kami berdua lompat-lompat di atas dipan itu taunya malah roboh iyakan bang, " Lulu yang berada di belakang suaminya menjawab pertanyaan bapak nya,
Dia takut jika Damar akan berkata jujur, jika penyebab roboh nya dipan itu adalah dirinya, Dengan merangkul lengan suaminya Lulu berharap suaminya itu mengiyakan penjelasan nya,
"Iya Pak saya sedikit geli dengan serangga itu, " Ucap Damar tidak mungkin kan dia mengatakan yang sejujur nya, Bisa malu tujuh turunan dia,
"Ya Ampun kok bisa ada kecoa didalam sini, padahal tadi pagi sudah di bersihkan semua Seluruh ruangan nya, " Tukas bu Yanti merasa prihatin dangan nasip dipan tersebut,
"Ya sudah ayo bapak bantu membereskan papan-papan itu, " Ucap pak Bambang, berjalan masuk kedalam kamar putrinya yang di mana dipan nya sudah tidak berbentuk lagi, kelopak bunga mawar sudah bercecer kemana-mana,
Sedang bu Yanti segera pergi menuju dapur untuk mengambil sapu dan serok, Untuk membersihkan debu yang di hasilkan oleh papan dipan yang patah,
"Wah. Dahsyat juga serangan mu bro! Sampai dipan saja roboh, udah berapa ronde? " Goda sepupu Lulu yang berbisik di telinga Damar,
Damar hanya memasang expresi yang sulit di tebak,
Sementara Lulu hanya diam membisu dengan sesekali menoleh wajah sang suami yang sedang membantu bapak nya membersihkan dipan yang roboh itu,
" Bang maaf kan aku ya. Aku beneran nggak bermaksud… , "
"Sudahlah nggak usah di bahas. Sini kita tidur besok kamu siapkan barang-barang kita ya, " Damar menarik tubuh Lulu dan membawanya kedalam pelukan nya, Kini keduanya tidur di kasur tanpa Dipan,
Setelah setengah jam membersihkan kayu-kayu tersebut kini saat nya mereka tidur karena malam sudah larut, Tubuh juga sudah lelah,
"Hem kita kembali besok? " Tanya Lulu mendongak menatap suaminya,
"Iya Kita kembali besok ada sedikit masalah di cabang perusahaan yang ada di kota A, Tadi tuan muda mengabari lewat email, " Jelas Damar sembari mengencang kan pelukan nya kepada Lulu menghirup aroma tubuh nya yang selalu membuatnya nyaman,
Ya pada akhirnya nya malam ini mereka tidur di lantai tanpa melanjutkan lagi kegiatan mereka yang tertuda itu,
Belom berhasil ya bang Damar, Sabar yo nanti aja di kota dijamin aman dari dipan yg roboh, 🤣🤣🤣🏃🏼♀️🏃🏼♀️
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya ya bebeb² ku🥰🥰🙏