Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 177


__ADS_3

Kedua anak dan ayah itu kini duduk saling berhadapan, Dengan meja yang menjadi pembatas di antara mereka. Kedua nya masih. Sama-sama bungkam belum ada yang mau memulai membuka suara,


Hening hanya suara detak jarum jam saja yang menjadi melodi di antara keheningan di sore hari ini, Vika masih belum mengeluarkan suaranya. Wanita muda itu masih berpikir dan menyusun kata demi kata yang sekiranya tidak menyinggung perasaan sang papa,


"Jadi... "


"Pa! Sebaiknya papa pulang kerumah. Sudah cukup memberikan mama hukuman, " Vika dengan cepat menyelah Anton yang baru mengeluarkan satu kata,


Anton menghela nafas nya dengan pasrah, rasa-rasanya ia masih malas pulang kerumah, Bukan apa-apa jika ia pulang dan bertemu Arini. Sudah pasti dirinya akan Luluh kembali saat melihat wajah memelas istrinya itu,


"Kasian mama pa, mama sekarang semakin kurus. Nggak ada semangat sama sekali, Vika hanya khawatir jika mama sakit nantinya karena terlalu memikirkan papa yang nggak kunjung pulang. Apalagi mama juga pernah memergoki papa yang sedang bermesraan dengan sekretaris papa yang gak jelas itu,


Anton semakin menghela nafas nya dengan dalam, Menjelaskan nya lepada Vika. Sudah tentu putri nya itu tidak akan mengerti dengan alasan nya, menggapa ia melakukan hal itu,


" Pulang lah. Papa masih banyak pekerjaan, " Tukas Anton sembari berdiri dari duduk nya. Pria parubaya itu berjalan kembali menuju singgah sana nya dengan menyibukkan diri dengan laptop nya,


Tidak bisa dipungkiri jika rasa khawatir itu ada saat mendengar perkataan putri nya tentang keadaan Arini saat ini, Apakah dirinya telah kelewatan menghukum sang istri.


Kini giliran Vika yang menarik nafas nya dengan berat, Saat melihat respon papa nya yang biasa saja, Tidur khawatir kah papa nya itu dengan sang mama,


Gesture Anton yang seperti itu justru semakin menguatkan perkataan mama nya jika papa nya itu terlibat hubungan dengan sang sekretaris,


" Vika nggak nyangka papa tega berbuat seperti itu. Papa tega menghianati mama. 'Mama memang salah. Tapi nggak seharusnya nya papa membalas nya dengan berselingkuh!"


Akhirnya keluar juga uneg-uneg Vika yang sudah tidak tahan karena merasa kecewa terhadap kelakuan papa nya itu,


"Vika.nggak seperti itu kejadian yang sebenarnya nya, " Akhirnya Anton pun menjelas kan tetang apa yang terjadi sebenarnya,


Akhirnya Vika pulang dengan hati plong, Ternyata papa nya tidak sebejat itu, Ia bisa bernafas lega setelah sang papa menjelaskan semuanya,


Papa nya juga berjanji jika akan pulang setelah urusan pekerjaan nya telah selesai,

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Senyum Arum masih menghiasi wajah cantik nya. Ketika pintu kamar dibuka dari luar, Sosok tampan suaminya masuk kedalam kamar setelah mengantarkan Arkha kepada bu Tina yang akan membantunya mandi sore,


Anak sulung Arum itu berkata jika ia akan mandi bersama bu Tina, 'Abang sudah besar mau mandi sendiri biar bu Tina yang bantu liatin abang, jadi mama nggak repot. Mama mandiin adek kembar aja' Begitu ucap nya tadi sebelum berlalu keluar kamar dengan dituntun Ayah nya,


"Kenapa senyum-senyum begitu sayang? " Azka duduk dibelakang Arum yang tengah memakaikan kaos kaki kepada baby Sil yang bagian terakhir memakai baju, Setelah baby Ar lebih dulu rapih dan sudah terlelap didalam box nya,


"Hem mas tahu nih. " Tukas Azak menggantungkan kalimat nya,


"Apa? " Tanya Arum dengan menoleh kebelakang yang langsung di sambut dengan kecupan di bubir nya oleh Azka,


"Ih! Mas modus ya? " Tuduh Arum yang sedikit terkejut dengan tindakan suaminya barusan " Malu mas. Tuh diliatin anak nya, " Arum menunjuk baby Sil yang kebetulan tegah menatap keduanya, Sementara Azka hanya terkekeh dibelakang punggung istrinya,


" Baby masih kecil sayang belum ngerti juga dengan apa yang kita lakukan barusan, " Jawab nya dengan kedua tangan memeluk pinggang Arum, dengan dagu yang dia tumpuk kan di bahu kanan Arum,


"Hem paling bisa deh ngeles nya si Ayah, " Ucap Arum sembari mencubit kecil lengan Azka saat tangan pria itu menjelajah di area kawasan gunung kembar nya,


"Iya. Tadi Damar izin pulang lebih dulu katanya mau ketemu sama pemilik rumah nya, " Jelas Azka.


"Wah!! Semoga aja rumah nya cocok dan sesuai dengan selera mereka ya mas. Biar kita tetanggaan hihi, " Arum terkikik sendiri saat mengingat percakapan nya dengan Lulu tadi,


"Hem..sayangku bahagia banget ya kalau bisa bertetangga dengan bestienya? "


"Iya dong. Kan jadi dekat kalau kangen pengen rujakan bareng, "


"Sayang! kapan bisanya mas buka puasa? Kepala mas udah pening atas bawah nih, laman banget...! " Azka mengeram di belakang punggung Arum, Mengigit pelan bahu Arum yang polos setelah ia menurunkan lengan daster yang di kenak kan istrinya,


"Mash hentikan ih geli..! " Dengan menahan gelenyar aneh pada tubuh nya Arum menggoyangkan bahunya supaya sang suami melepaskan sesapan nya,


"Mas kangen sayang..! " Rengek Azka dengan suara serak sarat akan gairah yang telah memuncak,

__ADS_1


Sebelah tangan nya terangkat menyisihkan rambut arum sehingga terpampang lah leher putih nan mulus milik sang istri, Tanpa menunggu lama Azka segera menyesap leher putih yang selalu menggiurkan untuk ia cicipi itu,


"Mas harus sabar ya, tunggu sampai usia baby tiga bulan baru boleh buka puasa, " Arum menoleh kan kepalanya melihat wajah nelangsa suaminya. Hati tidak tega melihat wajah suaminya yang begitu frustasi menahan hasratnya, Namun mau bagaimana lagi, Semua itu juga demi kesehatan nya sendiri


"Lepas dulu mas. Biar aku pindahkan dulu baby Sil nya, Setelah itu aku akan membantumu, " Arum berucap sembari mengelus rahang tegas Azka,


"Yess...! " Seketika Azka bersorak riang saat mendengar perkataan istrinya, Jika Arum sudah berkata begitu, itu artinya ia akan mendapat pelayanan yang super waw dari sang istri,


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Dimana dia? "


"Non Linda ada di taman belakang Tuan," Bi Yatun yang baru bekerja kurang lebih satu bulan di rumah Andre itu menjawab pertanyaan majikannya dengan kepala menunduk takut


"Apa dia masih menangis? "


"Ma... masih Tuan! " Bi Yatun menjawab dengan tangan bergetar, Takut jika dirinya akan disalahkan sebab tidak becus melayani majikan nya itu,


Andre menghela nafas nya dengan kasar, Merasa bingung dengan sikap wanita yang telah ia peristri itu, Sikap Nurlinda akhir-akhir ini sangat aneh, Dan lebih cengeng apa-apa nangis,


Sudah dua hari ini ia di telpon boleh Art nya dengan dengan kasus yang sama, Art nya itu mengatakan jika Nurlinda tidak ingin makan siang dengan makanan yang telah ia masak,


Nurlinda hanya mau memakan makanan yang dibuat oleh nya, bukan buatan Art nya, Jika tidak maka Nurlinda akan menangis sepanjang waktu sampai ia datang karena di telpon oleh Art nya yang kebingungan melihat sikap aneh sang majikan,


Karna aku baik hati jadi gak ku buat gantungan kunci ya๐Ÿ˜…


Bestie..!


Aku ngantuk๐Ÿฅฑ ngetik nya terkantuk-kantuk jadi jika banyak typo mohon maklumin ya๐Ÿ˜…


Terimakasih buat All bestie peluk online untuk kalian semua๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2