Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 126


__ADS_3

"Titip Citra ya sayang, maaf mas nggak bisa ikut sarapan bareng. Mas sudah ditunggu sama client sidang nya setengah jam lagi akan di mulai, Nggak apa-apa ya, " Ucap Devan sembari melihat jam tangan nya


"Iya mas nggak apa-apa. Mas hati-hati ya jangan telalu ngebut bawa mobil nya, " Desi tersenyum dengan begitu manis kepada Devan sehingga membuat pria duda satu anak itu mengeram dalam hati,


"Astaga sayang kamu selalu membuatku tidak tahan, "


Devan menarik pinggang Desi hingga tubuh mereka menempal erat,


" Mas nanti ada yang lihat, " Ucap Desi kaget sembari menoleh kiri kanan khawatir bila ada tetangga yang melihat mereka, Pria ini selalu saja membuatnya terkejut,


"Itu lebih bagus sayang dengan begitu kita akan langsung dinikahkan saat ini juga, Mas rela mengingkari jandi dengan client demi bisa menikahimu saat ini juga auuhhh!!! Kok di cubit sih yank!! "


Protes Devan mengusap-usap perutnya yang sedikit perih karena capitan jari jemari lentik Desi,


"Makanya jangan ngawur kalau ngomong, Udah sana buaraun berangkat entar telat loh jadian orang yang sudah menunggu, Menunggu itu nggak enak loh mas, " Usir Desi kepada Devan yang masih saja menempel kepadanya,


"Hem bentul sekali menunggu itu nggak enak, sama seperti mas yang menunggumu menjadi istriku," Sahut Devan dengan memasang wajah murung di depan Desi,


Membuat Desi merasa sedikit bersalah karena sudah membuat pria itu menunggu, Namun mau bagaimana lagi, Dirinya tidak tega jika menikah sementara Danur masih duduk di kursi roda, Ia ingin meraih kebahagiaan bersama anak-anak nya yang tidak kekuarangan apapun dan dalam keadaan sehat semuanya,


"Maaf mas yang sabar ya doakan Danur semoga semua terapinya berjalan lancar dan segera pulih kembali, " Desi memeluk lengan Devan dan menempelkan sebelah pipinya di sana,


"Ya sudah mas berankat dulu ya, Jangan lupa nanti siang bawakan mas makan siang ke kantor ya, " Devan mengecup kening Desi sebelum akhirnya masuk kedalam mobil nya,


Jika terus disana dirinya pasti akan khilaf melihat bibir merekah kekasih tercintanya itu, Apalagi lokasi nya tidak tepat untuk itu dia segera masuk kedalam mobil nya,


"Iya mas. Kabari saja nanti jika mas sudah kembali ke kantor," ucap Desi dengan melambaikan tangan nya, saat mobil devan telah melakukan meninggalkan pekarangan rumahnya,


Wanita itu segera masuk kedalam rumah nya untuk menyiapkan sarapan anak-anak nya, Tidak jauh dari rumah Desi seseorang tengah mengumpat tidak jelas melihat kemesraan Devan dengan Desi barusan,


"Kurang ajar ternyata mereka sudah semakin lengket saja, Apa pekerjaan wanita tua itu sehingga tidak bisa mencegah hubungan mereka, Atau membuat mereka bubar, " Kesal wanita tersebut dengan menghentakan kakinya ia berlalu dari tempat mengintainya tadi,

__ADS_1


"Kenapa sih pak Devan nggak milih aku, Apa coba menarik nya wanita jendes itu, Aku masih cantik masih muda. Masih bisa melahirkan anak untuk nya, Aku yakin pasti wanita itu hanya mengincar harta nya saja, " Omel nya sepanjang jalan meninggalkan lingkungan tempat tinggal Desi,


Tring!!! Sebuah pesan masuk ke ponsel nya. membuat Desi menghentikan kegiatan nya sebentar, Demi membaca pesan yang masuk ke ponsel nya, Dia tahu jika itu pesan dari Devan sebab sekarang sudah menunjukan pukul 11: 30 , Sebentar lagi waktunya makan siang,


Benar saja pesan itu dari Devan yang mengabarkan jika dirinya telah kembali ke Kantor. Dan meminta dirinya untuk segera datang membawakan makan siang nya,


Desi membalas pesan sangat kekasih, setelah itu segera menyelesaikan pekerjaan nya yang menyiapkanenu makan siang favorit kekasih nya itu,


Menu sayur capcay udang dengan Nilai goreng crispy serta sambel Matah sudah tersaji di kotak makan siap di antarenuju kantor sangat oujaan hati,


Desi juga sudah menyuapi Citra Danur dan Dara makan sehingga dia bisa tenang meninggalkan anak-anak itu sebentar, Tidak mungkin dirinya mbawa mereka serta, karena Desi akan pergi menggunakan motor,


Desi bwrpamitan kepada Danur Citra dan Dara, Untuk keluar sebentar, Dan ketika nya kompak mengangguk kan kepala, Dan meminta ibu mereka berhati-hati di jalan, Desi juga. Pamit bdan menitipkan anak-anak kepada pekerja di rumahnya,


Desi membawa motor matic nya menyusuri jalan raya yang sudah mulai padat, Karena waktu makan siang sudah hampir tiba, semua pekerja kantoran banyak yang mencari makan di luar sehingga membuat jalanan macet,


15 menit kemudian Desi telah memarkirkan motor nya di tempat parkir khusus karyawan, Kemudian wanita itu mengirim pesan kepada Devan mengabar kan jika dirinya sudah di loby,


Tak butuh berapa lama Devan muncul membuat senyum Desi mengembang sempurna, Desi bergegas menghampiri sangat kekasih yang terlihat sangat tampan siang ini,


"Ayo sayang langsung naik ke atas saja, " Ucap Devan dengan menggandeng tangan Desi dan membawanya menuju lift, Beberapa karyawan nya hanya melongo melihat atasan mereka menggandeng seorang wanita yang berpenampilan biasa saja itu,


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Setelah melakukan perjalanan selama 6 jam lamanya akhirnya mobil damar kini telah memasuki parkiran Apartemen milik nya, Dengan tubuh lelah keduanya berjalan beriringan menuju lift untuk membawa mereka ke lantai 10 dimana unit Damar beeada,


"Sayang kita istirahat dulu nanti malam baru kita keruma Tuan Muda, " Ucap Damar setelah menutup pintu Apartemen nya,


"Iya bang aku mau mandi dulu gerah, " Sahut Lulu setelah itu segera berjalan menuju kamar Damar, Setelah meletakan oleh-oleh untuk Arum kedalam lemari pendingin,


" Sayang mandi bareng ya, " Ajak Damar tanpa menungu persetujuan istrinya pria itu segera menyusul nya masuk kedalam kamar,

__ADS_1


"Loh abang mau ngapain ikut masuk kedalam sini? " Tanya Lulu saat Damar ikut masuk kedalam kamar mandi,


"Mandi bareng. Mau apalagi, " Damar berkata dengan menaikan sebelah alis nya,


"Tapi bang.. "


"Nggak ada tapi tapian sekarang kamu tidak akan bisa lolos dariku, " Ucap Damar lagi dengan membuka satu persatu kancing kemejanya, sehingga menampakan dada bidang dengan perut sixpack nya,


Lulu yang melihat semua itu hanya memalingkan pandangan nya kearah lain, Dada nya berdesir kagum akan keindahan bentuk tubuh suaminya namun rasa takut itu masih saja ada,


"Bang apa nggak bisa nanti aja, kita baru melakukan perjalanan jauh loh, Apa abang nggak lelah? " Tanya Lulu berharap suaminya itu menunda keinginan nya untuk meng unboxing dirinya saat ini,


" Nggak bisa sayang abang sudah menahan nya dari semalam, Apa kamu tega menyiksaku seperti ini terus, " Tukas nya dengan menarik sebelah tangan Lulu kemudian meletakan nya diinti tubuh nya yang sudah mengeras seperti kayu ulin,


"Ini sangat menyiksaku sayang, " Lanjut nya dengan wajah memelas mandang mata gadis yang telah sah menjadi istrinya itu, Berharap bisa mengerti dengan kondisinya saat ini,


Dengan tangan yang gemetar akhirnya Lulu mengangukan kepalanya, menyetujui permintaan suaminya, Dengan sekuat tenaga melawan rasa takutnya akan rasa sakit yang akan di alaminya sebentar lagi,


"Bang!! Sakitttt!! " Rintih Lulu bergerak gelisah di bawah tubuh suaminya, Sesaat setelah Damar berhasil membobol pertahanan istri bar-bar nya itu,


Dengan melalui perjuangan yang panjang tentunya, Ya setelah mereka menyelesaikan ritual mandi nya kini keduanya telah bergumul di atas kasur di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya,


"Iya sayang rilex hem, aku akan bergerak pelan, " Setelah mengucapkan itu Damar kembali me lu mat bibir istri nya, Memberinya sentuhan-sentuhan lembutnya di tubuh nya supaya istrinya itu sedikit rilex dan tidak terlalu merasakan sakit akibat ulah nya,


Kening Lulu sudah berembun menahan segala perih yang teramat di bagian sensitif nya,


EHEM EHEM, AIR AKU BUTUH AIR, πŸƒπŸΌβ€β™€οΈπŸƒπŸΌβ€β™€οΈ


SILAHKAN MAR TERUSKAN PERJUANGAN MU, OTHOR MAU REBAHAN DULU 🀣🀣


Moon maaf ya bestie gak. Bisa terlalu anuuu MP nya sebab nanti reviw nya lama, kita cari aman saja lah ya okπŸ™

__ADS_1


Jangan lupa jejak jejak nya yaπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—


moon maaf juga bila banyak typo nya, keyboard yang kadang suka mengubah kataπŸ˜“πŸ˜©


__ADS_2