Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab 90


__ADS_3

"Hey pak saya tidak bersalah kenapa harus di perlakukan seperti ini!! "


Nyonya Gayatri masih saja memberontak dengan sisa-sisa tenaganya, walaupun ia tahu jika itu hanya sia-sia saja. Sebab tenaga nya tidak sebanding dengan tenaga para anak buah Damar tersebut,


"Diam lah Nenek tua! Jika kau tidak ingin tenggorokan mu tidak bisa lagi berfungsi, " Ucap salah satu dari anak buah Damar yang merasa kesal karena ulah brisik Nyonya Gayatri yang memekak kan telinga,


Anak buah Damar segera membawa wanita tua itu ke sebuah tempat, Seperti apa yang telah di perintahkan oleh big boss mereka,


Ya Azka memerintahkan kan Damar untuk membawa Nyonya Gayatri ke suatu tempat yang agak jauh dari kota,Sebelum ia akan menyerahkan nya kepada pihak berwajib untuk di roses hukuman nya, ,


… … … … … …


Malam kian larut jam kini sudah menunjuk kan pukul 12 malam, Namun mata Desi tak juga tertutup entah lah wanita tiga anak itu tengah menerka-nerka siapa yang telah tega mencelakai Danur,


Otak nya terus berpikir dan mengingat-ingat adakah ia pernah berselisih paham dengan orang lain, Tiba-tiba sekelebat ingatan menyusup di otak nya,


Seketika Wanita cantik itu terduduk dengan tegak, Jantung nya berdetak dengan kencang, "Apakah… apakah ini ada hubungan nya dengan wanita perubaya yang mengaku sebagai Nenek nya Citra, Apa semua ini adalah peringatan dari nya untuk ku? " Batin Desi berkata dengan perasaan yang tak karuan,


Desi meraup kasar wajahnya nya, Jika benar semua yang terjadi pada Danur adalah perbuatan wanita yang mengaku sebagai Nenek nya Citra yang tiada lain adalah mantan mertua dari Devan. Pria yang telah berhasil mencuri hatinya,


"Ya Tuhan!! apa aku telah salah memilih jalan! Sehingga membahayakan nyawa keluarga ku!? " Ucap Desi dengan suara lirih, Tenggorokan kan nya tercekat dada nya terasa sesak saat menyadari kesalahan yang telah ia lakukan,


Dengan perlahan Desi bangkit dari tempat duduk nya, Ia ingin mencari udara segar di luar ruangan, hatinya sakit dadanya terasa sangat sesak, Rasanya oksigen di ruangan itu tidak cukup untuk ia hirup saat ini,


"Mba Desi mau kemana! Apa mba butuh sesuatu? "


Sebuah suara dari arah sofa yang menghentikan langkah kaki Desi, Rupanya Lulu terbangun saat merasakan ada aktifitas di ruangan itu,


Lulu memang sangat peka dengan suara gerak apapun, dirinya akan terjaga jika di dalam satu ruangan itu ada yang beraktivitas seperti berjalan dan sebagainya,


"Mba butuh apa biar aku yang carikan! " Tukas Lulu dengan merapihkan rambut nya dan bersiap beranjak, Namun Desi segera mencegah nya, Dengan mengatakan jika Ia hanya akan mencari udara segar di luar,


"Nggak Lu, Kamu lanjut aja istirahat nya. Mba titip Danur sebentar ya! Mba hanya ingin menghirup udara segar di luar, " Jawab Desi sehingga membuat Lulu kembali duduk di Sofa,


Setelah mengatakan itu Desi segera keluar menuju sebuah Taman rumah sakit yang terletak di samping loby rumah sakit tersebut, Rasanya Ia ingin segera meluapkan rasa sesak di dada nya yang telah ia tahan sejak tadi, Perasaan nya kini campur aduk. Merasa bersalah kepada Danur, merasa tidak berguna dalam melindungi keluarga nya,


Sementara itu Devan yang tidak bisa memejamkan matanya karena terus memikirkan Desi dan Danur, Kini bangkit dari tempat tidur nya, Tidak lagi berpikir dua kali pria duda satu anak yang masih terlihat sangat tampan itu segera meraih dompet HP dan juga kunci mobil nya,


Ia tidak bisa lagi menunda keinginan nya untuk menemui Desi wanita cantik yang telah berhasil merebut hati nya itu, Ia akan menjelaskan dan juga akan meminta maaf karna telat menyadari sesuatu yang membahayakan mereka,

__ADS_1


Sebelum menemui Desi Devan melangkah kan kaki nya menuju kamar Bibi yang berada di belakang, untuk menitipkan Citra yang tertidur pulas di kamar nya setelah rewel karena ingin bertemu dengan Desi dan juga Dara dan Dimas,


Gadis kecil itu tertidur saat Devan menjanjikan jika esok hari akan mengunjungi Ibu nya itu,


Devan mengemudikan mobil nya dengan laju sebab jalanan sedikit lenggang karena sudah jam malam,


Hanya beberapa kendaraan saja yang berlaku lalang,


Tak berselang lama Devan telah memarkirkan mobil nya tepat di samping Taman Rumah sakit di mana Danur di rawat, Setelah mematikan mesin mobil nya ekor matanya tak sengaja menangkap sesosok wanita yang sangat ia rindukan,


"Desi!" Batin nya terenyuh kala melihat dari kejauhan jika wanita itu tengah menangis seorang diri di bawah remang nya lampu Taman,


Dengan segera ia keluar dari mobil nya dan dengan langkah lebar ia menghampiri Wanita yang telah bertahta di hatinya itu, Semakin Mendekat suara isak tangis Desi yang sangat menyayat hati itu semakin terdengar,


Hal itu semakin membuat Devan merasakan sakit, Wanitanya menangis dan bersedih karena nya, Tanpa menunggu lama kini Devan telah sampai di bangku yang Desi duduki, Dan tanpa berkata apapun Devan segera duduk dan meraih tubuh rapuh itu dan membawanya kedalam pelukan nya,


"Maaf kan aku sayang. Maaf kan aku, ini semua adalah kesalahanku, Maaf , "


Desi yang kaget karena tiba-tiba ada yang memeluk nya ingin berontak namun Suara dan juga Aroma maskulin yang begitu ia kenali akhirnya ia pasrah dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Devan, Tangis nyan kembali pecah seakan ia ingin memgadu dan menunjuk kan jika saat ini dirinya tidak baik-baik saja,


"Tenang sayang jangan menangis, Maafkan Aku yang tidak becus menjaga kalian, Maaf kan aku yang telah menjadi sumber kesedihan mu, Aku janji setelah ini Aku akan berusaha dengan baik untuk menjaga kalian dari segala hal dan gangguan di luar sana, " Ucap Devan dengan mengelus punggung Desi dengan lembut,


Desi yang mendengar ucapan Devan semakin membuat nya sedih, Apakah setelah ini mereka masih bisa bersama, apakah hubungan mereka akan terus berlanjut jika anak-anak nya akan menjadi korban! Apakah Dirinya akan egois dan hanya akan memikirkan kebahagian nya saja,


… . … … … . … … . … … ..


Pagi harinya Arum sedang menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga nya, Ibu hamil itu sangat bersemangat memasak untuk Putra dan Suaminya,


Juga ada Dimas dan Dewi, keponakan tersayang nya,


Arum membuat nasi goreng spesial untuk sarapan pagi keluarga nya.


Bu siti dan juga Bu Tina belum datang, Mereka biasanya akan tiba pukul 7:30,


Dan sekarang masih pukul 6:30.


"Bu sini saya bantu. Kasian itu debayi nya kecapean nanti,? "


Salah satu Art yang bertugas di bagian laundry itu merasa kasian dengan Arum,

__ADS_1


"Ahh tidak apa-apa Mba Ida. Mba kerjain yang lain saja, "


Arum menjawab tampa menoleh. Sebeb sedang fokus mengaduk nasi goreng yang ada di hadapan nya.


"Tapi saya nggak tega bu. Liat ibu mengerjakan itu, " Sahut Ida lagi merasa khawatir dengan keadaan Arum yang tengah hamil. dengan perut nya yang buncit tengah menghadap kompor,


"Kasian debayi nya Bu. Kegerahan loh nanti. karna dari tadi dekat kompor terus, " Gurau Ida lagi dengan tersenyum kecil,


"Hahaha ada-ada saja Mba Ida ini, " Sahut Arum dengan tertawa geli. Kala membayangkan jika apa yang di katakan oleh Art nya itu benar. Kedua bayi kembar nya tengah kegerahan saat ini, "


Di tengah tawa keduanya itu, Azka muncul di ambang pintu dapur.Dan melihat sang istri yang sedang memasak,


Ida yang menyadari kehadiran majikan nya itu segera undur diri dari Dapur tersebut, "Baiklah bu kalau begitu saya lanjut kebelakang saja, " Pamit nya dan segera berlalu dari sana,


Dan Arum menanggapinya dengan anggukan kepala


Di tengah-tengah menyelesaikan masakan nya, Arum di kaget kan dengan sepasang tangan yang melingkari perut nya dari belakang,


Senyum nyaengembang kala menyadari siapa pemilik tangan tersebut, Ia pun segera membalik kan tubuh nya setelah mematikan api kompor nya, "Mas sudah bangun?, " Tanya nya sembari mengalungkan kedua tangan nya keleher sang suami,


" hem," Jawab Azka dengan deheman dan langsung memeluk nya sembari membenam kan wajah nya di cekuk leher sang istri dan menghirup aroma khas Istri kesayangannya itu, "Apa yang kau masak sayang?" Tanya Azka masih setia mendekap istrinya dan menghirup aroma yang selalu menenangkan pikiran nya itu,


"Masak nasi goreng special untuk suami tersayangku, " Jawab nya dengan mengedip kan sebelah matanya dengan nakal sengaja menggoda sang suami,


Benar saja Azka kembali mendekap nya dan semakin menyembunyikan wajahnya di celuk leher Arum dengan sedikit mengigit nya karena gemas dengan tingkah Arum barusan,


"Mas!! Hentikan geli ihh, " Arum segera melepaskan dirinya dari pelukan sang suami, Takut jika sang suami akan kebablasan nantinya,


"Hem habis nya kamu nakal sayang," ucap Azka dengan mengecup pipi Arum dengan sayang, Dalam hati nya ia sangat bersyukur kepada yang Kuasa karena telah mengirimkan malaikat tak bersayap untuk nya, Azka Masih setia dengan lamunan nya kala suara Arum kembali menyadar kan nya,


"Mas!! Kok malah bengong sih," Tegur Arum sebab suaminya itu sedari tadi melamun,


"Ahh iya sayang, Tadi ngomong apa? " Tanya Azka sebab memang dirinya tidak mendengar apa yang di katakan istrinya tadi,


"Aku Tanya Mas bagaimana dengan urusan dengan orang yang telah mencelakai Danur, Apa mereka akan di penjara?" Tanya Arum kembali sembari menggiring suaminya untuk duduk di kursi meja makan,


Next……


Hay maaf ya telat up nya🙏

__ADS_1


Jangan lupa ya jejak jejak cintanya 😍 biar othor makin klepek-klepek🤣🤣


Terimakasih buat semuanya 🙏


__ADS_2