Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
keluarga baru


__ADS_3

.


" Rum, jadi kamu mau pindah malam ini juga?, Tanya Desi muram, Sebab Arum adalah segalanya baginya, Penolong nya, Di tengah kemalangan hidup yang ia alami bersama ketiga Anak nya, Arum datang sebagai penolong nya,


Menolong nya dengan tak tanggung-tanggung, wanita muda yang tak kalah malang dengan dirinya itu,


" iya mba, Seperti yang udah aku bilang tadi, kasian mas Azka, sendirian di sana, kalian kalau mau main boleh kapan aja aku ada di rumah," pungkas nya denga tangan yang sibuk memasuk kan baju nya dan juga Arkha, kedalam tas besar,


" Kamu sudah yakin Rum, Kalau dia bersungguh-sungguh mau menerima kamu sama anak kamu?,"


Tanya Desi, Khawatir jika Arum akan di permainkan oleh lelaki yang dikatakan Arum tidak bisa berjalan, Bukan tanpa alasan Desi merasa khawatir, Sebab pernikahan mereka saja karena sebuah ancaman yang di lakukan oleh istri pertama lelaki itu,


Dia menyayangi Arum lebih dari apapun, karena nya mereka bisa hidup dengan layak, Arum mengajarinya memasak dengan berbagai olahan rumahan Namun sangat menggugah selera siapa saja,


Arum yang hidup di desa, Sudah sedari kecil belajar memasak kepada Bu Yanti, Ibu sahabat baik nya Lulu, Sehingga masakan Arum sangat di minati para Customer, Dan Arum mempercayakan semua nya kepada Desi wanita Baik hati yang sudah ia anggap sebagai kakak perempuan nya,


" Aku mengikuti kata hatiku saja mba, Aku nggak mau mempermainkan Pernikahan, Walaupun kami menikah di bawah tangan(siri) Tapi pernikahan kami sah di mata agama, Cukup maslaku saja yang kelam, Yang tak dapat ku perbaiki lagi, Kali ini aku akan mencoba berlapang dada, Menerima suamiku dengan segala kekurangan nya, " Tukas nya panjang lebar,


Desi yang mendengar penuturan panjang Arum pun hanya berdoa dalam hati semoga kebahagiaan selalu menyertai Arum dan juga putra nya,


" Ya sudah, kalau kamu sudah yakin begitu, kalau ada apa-apa jangan sungkan telpon Mba ya," Desi memeluk Arum saat Taxi yang Arum pesan kini sudah sampai dan sang sopir sedang membantu Arum menaikkan koper besar Arum dan juga segala keperluan Arkah,


" Danur, Sekolah yang rajin ya dek, nanti main-main ke rumah kakak ya, " Arum memeluk Danur yang kini sudah kelas satu SMP, Dan menepuk-nepuk punggung nya


" Pasti kak, Danur akan rajin sekolah, Biar menjadi sukses kalau sudah dewasa nanti," Ucap Danur penuh semangat,


" Desi menatap Taxi yang membawa Arum, Menjauh dari pandangan nya, tak di pungkiri hati kecil nya sangat merasa kehilangan, Akan sosok manja itu, masih segar di ingatan nya, Bagaimana Arum waktu hamil nya Re,

__ADS_1


Ngidam di tengah malam, Susah tidur, Tak jarang Desi ikut bergadang menemani Arum yang kala itu tak dapat memejam kan matanya kerena gerah dan sebagai nya, Keluhan wanita hamil yang masih berusia sangat muda itu,


" Bu. Kak Arum nggak ninggalin kita kah?," Suara Danur sudah serak, Dengan mata memerah, siap meluncurkan air matanya,


" Nggak sayang, Kak Arum sekarang sudah punya Suami yang harus dia urus, kita bisa sesekali berkunjung ke rumah nya, katan nya nggak terlalu jauh dari sini, " Tukas Desi menghibur putra sulung nya itu,


...****...


" Terima kasih banyak ya pak," Tukas Arum sembari menyerahkan Ongkos kepada bapak supir Taxi tersebut, setelah mengeluarkan Semua barang-barang Arum dan menaruh nya di dekat pintu masuk yang masih tertutup,


" Sama-sama Neng, Mari!" bapak sopir tersebut pamit setelah menutup bagasi mobil nya dan berlalu dari sana,


Arum segera mengendong Anak nya dan berjalan menuju pintu masuk Rumah nya, Waktu sudah menunjuk kan pukul 8 malam, Pasti Azka sudah lapar sekarang, untung saja Mba Desi dengan Cekatan membungkuskan beberapa lauk dan sayur serta Nasi putih, untuk ia bawa pulang,


Katanya biar nggak usah repot masak malam'malam begini, Arum pasti capek seharian ini, Dirinya sangat beruntung memiliki wanita sebaik Desi itu, Seorang kakak perempuan yang sangat perhatian kepada nya dan juga putra nya,


" Assalamualaikum Mas, Maaf ya! Aku lama," Tukas Arum sembari menurunkan Arkha dari gendongan nya dan menduduk kan nya di lantai yang telah di gelari karpet yang baru,


" Wa.alaikumssalam, Iya nggak apa-apa, Rum, ehh Ini namanya siapa? Tanya Azka menyapa Bayi Tampan di depan nya itu, Yang sedang memandang nya tanpa berkedip, Mungkin merasa aneh dengan penampilan Azka yang terlihat gondrong semua,


"Nama aku Arkha Om!" Arum menjawab pertanyaan Azka kepada Anak nya yang masih terbengong menatap Azka yang baru di temui nya itu,


" Arkha?," Ulang Azka lagi memastikan, sebabp kemiripan nama yang sangat kebetulan, jika ia tak salah dengar, Panggil nya jangan Om dong, Panggil Ayah ya," koreksi Azka saat mendengar Arum menyebut dirinya Om,


" Maaf Mas, aku takut Mas keberatan," Cicit nya pelan,


" Nama lengkap nya siapa Rum?" Tanya Azka kembali, ia penasaran siapa nama lengkap pria kecil nan tampan itu, yang di perhatikan sangat mirip dengan Arum itu,

__ADS_1


" Nama lengkap nya, Arkha Dewananda Mas, panggilan nya Arkha," Tutur Arum belum menyadari kemiripan Nama Anak dan suaminya,


Sedang Azka semakinerasa sangat mirip nama depan dan juga nama belakang nya,


benar-benar kemiripan yang sangat kebetulan, Pikirnya.


" Wahh nama yang bagus, sangat cocok dengan orang nya yang tampan dan gagah ini," Azka mengelus pucuk kepala Arkha, dengan sayang,


Sedang pria kecil itu sudah sudah tersipu-sipu, Saat mendengar pujian Azka untuk nya,


" Ya Sudah Arkah sama Ayah dulu ya, Ibu mau masukin ini dulu ke kamar, " Arum berkata sambil menenteng semua barang-barang nya menuju kamar yang sudah ada tempat tidur serta lemarinya, Arum juga melihat ranjang tersebut di lengkapi dengan Box untuk Arkha dengan pagar keliling untuk keanan Anak nya saat tidur agar tidak jatuh, yang menyambung dengan Tempat tidur nya yang besar,


" Yuk kita makan dulu, " Arum memangil kedua Pria lintas usia itu.untuk makan malam, Dirinya yang sudah segar usai membersihkan dirinya di kamar tadi dan berganti dengan pakaian favorit nya Sebuah daster midi sebatas lutut, dengan rambut panjang nya yang ia gulung ke atas dengan asal,


Sejenak Azka terpana dengan penampilan Arum yang hanya mengenak kan daster tipis itu, Kaki jenjang nya yang putih dan mulus kini tak luput dari perhatian nya, tengkuk nya yang putih denga. anak-anak rambut yang menjuntai, membuat Azka merasakan sesuatu yang mengeliat,


" Mas, Ayo!" Suara Arum, Mengaget kan Azka dari pikiran nya tentang Arum,


" Ahh Ayo, dengan cepat tangan Azka menggangkat Arkha untuk ia pangku setelah itu Arum mendorong kursi roda Azka dengan Arkha yang duduk anteng di pangkuan Pria yang sudah menjadi Suaminya itu,


Next...


Jangan lupa like dan komen nya ya Sayang-sayang nya Othor 🤗


terima kasih🙏


mohon maaf bila banyak Typo nya yah🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2