
" Mas, Ini beneran nggak apa-apa? Nggak berbahaya? " Arum yang telah di duduk kan di kursi didalam kamar mandi itupun mendongak, menatap Suaminya,
" Nggak bahaya Sayang, Tetapi sangat berbahaya bila Mas Yang lihat," Azka mengulum senyum saat mengatakan hal itu,
" Hem, Kok gitu?, " Arum semakin bingung saja dengan maksud Suaminya itu,
"Iya, Seperti ini," Azkaembenkan bibir mya di bahasa Arum dan menyesap nya sedikit Kuat, "Nah Bahayanya seperti ini kalau di liat Mas, Bisa mas tambahin lebih banyak lagi tanda Cinta Mas di Tubuh kamu,"
Azka terkekeh, Demi melihat Wajah malu istrinya,
" Ih.. mesum, Mas keluar aja sana, Aku mau mandi sendiri," Arum mendorong tubuh tegap Azka mengusir nya keluar,
" Kita mandi bareng, Mas juga belum mandi," Dengan cepat Azka membuka semua pakaian nya, di depan Arum tanpa mulu sedikit pun,
Arum yang melihat Tubuh polos Suami nya hanya memlingkn wajah nya malu,
" Kenapa? Masih malu?" Azka berjongkok di depan Arum dengan memegang kedua lutut Istrinya itu, Yang masih memalingkan wajah nya yang merona,
" Ih.., Nanti Rakha pulang nggak ada yang bukain pintu,"
"Kamu tenang aja, Mereka baru aja pergi, Mas udah titipin uang Jajan Sama Jaka, Buat Rakha nyobain permainan di taman itu,"
" Tapi Mas…"
Arum tak dapat menyelesaikan perkataan nya, Karena Suaminya itu sudah menyeruput kuncup Dada nya, dengan sebelah tangan nya memijat pelan salah satunya,
" Sekarang Adalah urusan kita, Mas masih pengen sayang, " Mata Azka sudah sayu karena pantikn gairah itu kembali datang,
" Mas pengen kamu cium ini sayang," Azka berdiri di depan Arum, dengan memegang kebanggaan nya yang sudah menegang itu,
Arum yang melihat langsung benda mengerikan itu pun mendelik, Mencium? Mencium bagaimana maksud Suaminya itu, Dia benar-benar tidak mengerti,
" Di cium..?" wajah polos Arum yang mendongak menatap suaminya, Benar-benar mengemaskan buat Azka,
Ya Ampun, ia benar-benar lupa jika istrinya ini sangat polos soal begituan, Walaupun Arum sudah menjadi seorang Ibu, Tetapi pengalaman nya soal hal-hal yang begituan tidak ada sama sekali,
Nampak nya ia harus mengajarkan banyak hal kepada Istri polos nya itu,
"Udah dong, jangan cemberut gitu muka nya, Kamu makin gemesin kalau manyun gitu, Mas jadi pengen di cium lagi…"
__ADS_1
"Mas…! Udah ah malu, " Arum semakin menekuk wajah nya kesal, kepada Suaminya itu,
Bagaimana tidak kesal, Setelah dirinya di ajarkan cium mencium, Suaminya itu mengajak nya kembali bercinta, Dan bilang jika hanya sekali dan tidak lama,
Namun yang katanya tidak lama itu ternyata, Hampir dua jam dirinya di bolak balik,Di dalam kamar mandi yang sempit itu, Dengan bermacam gaya, Sampai dengkul nya kembali Lemas, Dan kedinginan,
" Kan tadi bilang nya nggak lama, Taunya?, Lemes lagi kan Aku jadinya, ". Arum semkin memanyunkn bibir nya,
" Maaf sayang, Habis nya semua yang ada pada dirimu terlalu gurih sayang. Membuat Mas selalu ingin mengulanginya, "
Azka terkekeh, sembari membantu Mengeringkan rambut panjang dan lebat istri nya itu, .
" Untung saja Rakha belum pulang, Kalau nggak, Malu nya, sama Bu Siti," Ucap Arum,
" Tapi kan kamu suka sayang, kamu aja tadi sampai mende… Auhh.. Sakit sayang," Azka megusap perut nya yang masih belum mengenakan baju itu, Sehingga Capitan jari mungil istri nya itu begitu terasa,
" Biarin, Mas Rese ih, Makin kesel,"
Arum merengek dengan Suara manja nya,
" Nah kan mulai lagi, Nih Bangun lagi dia," Azka membawa tangan Arum dan meletakkan nya di atas inti Tubuh nya yang mulai menggeliat,
"Iya sayang, Nggak kok," Azka mengecup
Pipi istrinya,
" Oh iya sayang, Nanti sore kita keluar ya, Mas ada janji dengan teman Mas," Azka Memandang wajah istrinya yang sangat cantik di matanya itu,
" Teman Mas?, Kenapa nggak di suruh kesini aja Mas, Biar enak ngobrol nya," Arum menoleh Suaminya yang masih anteng memeluk nya,
" Katanya dia juga bawa anak nya yang ngambek pengen main di Mall katanya, sekalian kita makan malam disana,"
Azka kembali mengecup Pipi istrinya dengan gemes,
"Makan di luar?,Di Restoran?," tanya Arum, memastikan, Bukan ia katrok atau apa, Tetapi, ia mengingat Uang tabungan nya sudah menipis, Ia khawatir jika makan di Restoran mahal, Uang nya tidak akan Cukup,
" Iya sayang, di Resto yang berada di Mall XX, Nanti sekalian Rakha bisa main bareng anak nya Teman Mas, mereka nggak jauh beda kok umur nya, Anak temen Aku itu cewe, umur nya baru 5 tahun,"
__ADS_1
"Sebentar mas," Arum meleaskan belitan tangan Azka di pinggang nya, bangkit dari Duduk nya dan membuka lemari pakaian nya, Kemudian ia mengeluarkan Tas nya dan kembali duduk di samping Azka,
Azka hanya memerhatikan apa yang tengah di lakukan oleh Istri nya,
Azka melihat Arum yang sedang menghitung uang dengan pecahan 50ribu yang tidak banyak,
"Mas, Uang Aku tinggal satu juta, di ATM juga tinggal dikit, sekitar Dua jutaan, " Arum menjeda perkataan nya dengan Memandang Suaminya, Tak enak,
" Em.. Kalau kita makan di Resto, Takut nya bakal mahal Mas, Aku khawatir nanti nggak cukup uang kita, Nanti Mas bisa Malu sama temen nya," Ucap nya dengam perasaan tak enak,
Uang tabungan Arum selama ini, Sudah habis untuk biaya kebutuhan mereka, Selama hampir 5 bulan ini, Terapi Suaminya dan juga Obat-obatan dengan harga yang cukup mahal baginya, Namun Arum tidak pernah menyesal mengeluarkan uang nya, Demi kesembuhan Sang Suami dan Usahanya tidak sia-sia, Suaminya kini sudah sembuh, Dan itu adalah hal yang paling membahagiakan bagi Arum,
"Bagaiman kalau di ajak kesini aja Mas, Kita makan malam di rumah saja, Nanti aku masakin. Mas tinggal bilang aja mau di masakin apa, Asal jangan masakan luar, Aku nggak ngerti,?" Tukas nya dengan tersenyum kikuk,
" Sini sayang, " Azka menarik lengan istrinya dan mendudukkan nya di pangkuan nya, Dann memeluk nya dengan erat,
" Dengar Mas ya Sayang, Kita nanti ketemu Teman Mas, Sekaligus Pengacara Mas yang mengurus semua permasalahan Mas dengan Sabira, " Azka mengecup puncak kepala Istrinya yang bersandar di dada nya,
" Dia juga yang mas Suruh untuk mengurus kembali semua kartu Bank milik Mas, Yang selama ini telah di salah gunakan oleh Sabira,
Walaupun belum semuanya, Mas bisa ambil dari Mereka, Tetapi pelan-pelan, Mas akan mengambil semua yang menjadi milik Mas, Dan semua milik Mas, Adalah milik kamu dan juga Rakha sayng, jadi Mas minta Kamu jangan mencemaskan maslah apapun lagi ya,"
Azka kembali Membekn bibir nya di atas Bibir sexy istrinya, menyesap nya dengan membuat,
" Dalam waktu dekat ini juga Mas akn kembali berkerja," Ucap nya setelah melepas kan sesapan nya paya,
" Mas akan kembali mengurus Perusahaan Mas yang sudah.lama di obok-obok oleh mereka, Mas minta Kamu harus Sabar ya, Jika Nanti Mas sibuk dengan urusan Kantor hem,"
Tangan Azka mengusap Bibir Basah yang sedikit bengkak itu karena ulah nya, dengan Ibu jarinya,
" Tapi.. Mas, Apa mereka nggak akan menggangu Mas lagi? Jika mereka Tahu Mas sudah bisa berjalan lagi sekarang, Aku khawatir Mas," Arum kembali memeluk Suaminya dengan erat,
" Nggak sayang, Mereka nggak akan berani macam-macam, Sekarang, yang mereka Incar itu adalah Perusahaan DEWANTARA'S Group, Yang mereka sangka itu adalah perusahaan Warisan orang tuaku, Padahal itu adalah hasil kerja keras mas, Yang Mas dirikan sejak kuliah dulu,"
Azka kembali mengecup pucuk kepala istrinya, Dan mengeratkan pelukan nya, Ia sangat menyayangi Arum dan Rakha, Sangat,
Next….
__ADS_1