
"Sayang! My honey!!! Akhirnya kamu pulang juga setelah pergi berbulan-bulan meninggalkan aku sendiri disini, " Ucap Randy dengan suara keras, Sembari berjalan menghampiri Lulu,
Sedang yang di panggil honey yang tiada lain adalah Lulu, Kini merasa sangat kesal dengan tingkah putra darunpak lurah itu,
"Kamu dari mana aja honey? " Tanya Randy lagi tanpa menyadari keberadaan Damar disana, fokus nya hanya kepada Lulu sangat pujaan hati,
"Bukan urusanmu. Minggir jangan menghalangi jalan, " Ucap Lulu dengan ketus, Dirinya begitu kesal dengan kehadiran Randy di rumahnya, Bisa-bisanya ia di sambut
oleh manusia menyebalkan itu,
"Kamu jangan galak-galak honey! Aku ini calon suamimu, Sebentar lagi kita akan menikah!" Ucapnya lagi sedikit tidak Terima bila Wanita pujaan nya itu bersikap ketus kepadanya,
Lulu yang mendengar perkataan ngawur Randy, Sontak melotot kan matanya, Sejak kapan ia menyetujui menikah dengan nya,
"Kamu.. "
"Sayang!! siapa dia? "
Perkataan Lulu terpotong dengan Suara lembut Damar yang menghampirinya dan merangkul bahu nya,
Lulu terbengong dengan apa yang baru saja ia dengar, Lebih tepatnya tidak menyangka jika pria dingin nan cuek seperti Damar Anggara bisa juga bersandiwa seperti saat ini,
Sementara Randy yang baru menyadari jika ada orang lain disana, Merasa tidak Terima jika ada yang memanggil pujaan hatinya dengan panggilan sayang,
Apalagi melihat tangan lancang Damar merangkul bahu Lulu, semakin membuatnya kesal,
"Sayang! Kok diam aja sih ditanya, Dia siapa. apa dia kerabatmu? " Tanya Damar lagi santai masih dengan merangkuk mesra bahu Lulu,
" Anu.. Itu dia.dia teman Bapak. iya dia teman bapaku, "
Jawab Lulu dengan sedikit terbata-bata sebab merasa gugup berada dalam rangjulan hangat Damar,
Walaupun ia tahu jika Damar sengaja berakting untuk membantunya, Namun entah menggapa jantungnya berdegup sangat kencang saat berdekatan dengan Damar, apalagi mengingat kejadian di mess beberapa jam lalu, Semakin membuatnya dag dig dug,
__ADS_1
Randy yang mendengar perkataan Lulu yang menyebut jika dirinya adalah teman bapak nya semakin tak terima,
"Honey apa maksudmu mengatakan jika aku adalah teman Om Bambang." Ucap Randy dengan raut kecut,
"Dan kamu! " Tunjuk nya kepada Damar, " kamu itu siapa. Kenapa kamu berani merangkul calon istriku lepaskan tangan kurang ajar mu itu!," Ucap Randy dengan begitu kesal
Dan berniat akan melepaskan tangan Damar dari bahu Lulu, Namun belum juga ia lakukan harus terhenti karena kedatangan bu Yanti yang baru menyadari jika putri kesayangan nya sudah tiba,
"Ibu!! " Lulu berlari memeluk ibunya setelah menyadari kehadiran wanita parubaya yang begitu ia rindukan selama beberapa bulan terahir ini,
"Dia siapa nak? " Tanya bu Yanti setelah melepaskan pelukan nya kepada Lulu,
"Itu bu dia pak Damar sek… "
"Saya calon menantu ibu! " Ucap Damar dengan cepat meraih tangan kanan bu Yanti dan menyaliminya, Sementara Lulu yang mendengar kata calon suami dari mulut pria dingin itupun sontak melotot kan matanya,
"Calon menantu?" Ulang bu Yanti dengan bingung,
Sementara Lulu yang mendengar perkataan Damar hanya memalingkan wajahnya kesamping, Sembari bergumam, "Ahh seharusnya dia menjadi seorang Aktor profesional saja, bukan sekretaris," Gumam Lulu sangat pelan,
Mendengar hal itu bu Yanti bisa tersenyum dengan lega,Dan menyambut Damar dengan hangat, "Ah kenapa tidak bilang sedari tadi nak, Lulu bawa masuk kedalam nak Damar nya biar ibu siapkan makanan, Kalian belum makan kan?"
Ucap bu Yanti dengan semangat, Tanpa menghiraukan keberadaan Randy yang sejak tadi bersungut-sungut saat Damar memperkenalkan diri sebagai calon suami Lulu, bu Yanti terlalu bahagia pasalnya jika itu calon suami Lulu berarti dia tidak akan berbesan dengan pak Lurah,
"Iya bu! " jawab Lulu dengan kikuk,
Setelah itu bu Yanti pun berlaku masuk kedalam rumah untuk menyiapkan makan siang yang sudah sangat terlambat itu, Hatinya sangat bahagia mengetahui jika dirinya tidak akan berbesan dengan lurah di desanya itu,
"Wahh pak Damar hebat sekali ber… "
"Heh kamu berani sekali merebut calon istriku hah, " Bentak Randy dengan memegang kerah baju Damar hendak menonjok nya,
Namun belum juga sampai kepalan tangan nya Damar dengan cepat menagkisnya dengan menghadiahi satu bogeman tepat mengenai sudut bibir Randy, Yang seketika termundur dengan wahai meringis menahan perih,
__ADS_1
"Astaga!! Apa apaan sih kok malah berantem, " Pekik Lulu yang kaget sebab Kejadian nya begitu cepat di depan matanya,
Damar yang memang kesal sejak tadi ingin menonjok nya kembali, Namun dengan cepat Lulu menahanya, Bukan membela Randy tetapi dia khawatir jika jika Damar akan mendapat masalah nantinya,
"Sudah pak! Ayo kita masuk ibu sudah menyiapkan makan siang untuk kita, " Ucap dengan cepat menarik lengan beritot Damar dan membawanya masuk, Jangan sampai mereka menjadi bahan tontonan warga desa yang selalu kepo dengan urusan tetangga,
Randy semakin terbakar api cemburu saat melihat Lulu merangkul lengan Damar dan membawanya masuk kedalam Rumah,
"Sial!! Awas saja kau, kau belum tahu sedang berhadapan dengan siapa, Anak Lurah Jarot belum pernah kalah dari siapapun cih, " Ucap Randy sembari mengusap sudut bibir nya yang perih dan mengeluarkan sedikit darah, Akibat kerasnya tonjokan Damar,
"Aduhh mama!! Sakit banget bibir Randy, " Keluh nya lagi sembari berlalu dari rumah Lulu,
Di tempat lain. Masih di desa yang sama,
Dua orang pria parubaya kini sedang berjalan-jalan di tepi sawa sambil bercengrama, Tentang masa depan antara dua keluarga,
Pak Jarot dengan bangga menerangkan kepada pak Bambang tentang berapa luasnya Sawa milik nya, Kelak akan jatuh ke tangan Randy putra semata wayang nya
"Ini nantinya akan di kelolah oleh Randy, Bang jadi bisa dipastikan jika putrimu tidak akan menderita hidup dengan putraku, " Ucap nya sedikit sombong,
Sementara pak Bambang hanya Mangut-mangut mendengar penjelasan Calon besannya itu, Betul juga Lulu tidak akan hidup susah jika menikah dengan Randy,
Kedua bapak bapak seumuran itu tidak tahu jika telah terjadi sesuatu di rumah, khusus nya rumah pak Bambang, Dan rumah pak Lurah yang tengah heboh sebab Putra kesayangan nya,
putra semata wayang nya pulang dalam keadaan sudut bibirnya yang sedikit memar Dan kini sedang menggadu kepada Ibunya,
" Lancang sekali pria itu, Beraninya memukuli putra ku, belum tahu dia kehebatan Pak Lurah Jarot seperti apa," Ucap bu Tami istri pak Lurah Jarot dengan kesal nya, Karena tidak Terima anak nya di pukuli,
HAY BESTIE InI UP YANG KETIGA YA, DOAKAN OTHOR SUPAYA MAKIN RAJIN MENGETIK🤣
DAN BESOK BISA UP BANYAK LAGI🤧
AMIN SEMOGA YA HICK!!! 🤧🤧
__ADS_1