Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
nasi bakar,


__ADS_3

Pagi menyapa,


Arum menggeliatkan Tubuh nya, perlahan membuka matanya dan mendapati dada bidang sang suami,  Yang mendekap nya dengan hangat, 


Sekilas ungatn nya kembali saat ia dan suaminya bercinta Semalam, Membuat pipinya memanas, saat ingat itu melintas di benak nya, 


Ia masih mengingat dengan jelas, bagaimana ia dan suaminya  yang saling memuja, 


Arum mendongak kan wajah nya, dan mendapati dagu kasar suminya yang baru beberapa hari yang lalu bercukur, 


Dengan gemas Arum mencium dagu itu dan sedikit mengigit nya, " Kamu adlah suamiku, Milikku hanya milikku," Ucap Arum dengan kembali mengecup Dagu Azka yang masih tertidur, 


Setelah itu, Arum. Melepaskan belitan tangan Suminya dan berlalu ke kamar mandi, Untuk membersihan  dirinya, Ini adalah hari pertama mereka menempati rumah baru, 


 Belum ada Art, Arum masih ingin menikmati waktunya bersama suami dan anak nya, Tanpa kehadiran orang lain di dalam rumah itu, 


Rencana nya Mereka akan mencari Art seminggu kemudian, Azka mengatakan dirinya baru akan masuk kantor minggu depan, Untuk sementara ini ia akan berkerja dari rumah, Dengan Damar yang kini telah merangkap Asisten dan juga supir nya, Yang akan membawa berkas- berkas penting untuk ia periksa, 


Setelah Arum berlalu ke kamar mandi Azka membuka matanya, Dengan senyum mengembang, Bahagia? Tentu saja ia bahagia mendapat perlakuan manis dari sang istri, 


Dengan menarik guling dan kembali tidur, Ia sempat melirik jam yang tergantung di tembok,  Yang baru menunjukkan pukul lima subuh, masih sangat pagi, 


Ia akan menantikan  istrinya untuk membangun kan nya nanti, Hah. Dasar bapak bucin, 


Arum yang pagi itu sudah wangi, dengan rambut basah nya, Kini tengah berkutat di dapur, ingin membuat sarapan dengan menu Nasi bakar hati ayam,  


Entah kenapa ia ingin sekali memakan Nasi bakar tersebut, sudah jauh-jauh hari keinginan nya itu, Namun karena kesibukan pindah rumah mereka, ia batu sempat membuat nya hari ini, 


Bahkan ia sudah menelan liurnya berkali-kali saat menumis bumbu, Harum daun jeruk yang di tumis  membuat perutnya semakin lapar, 


Dan sangking ingin nya, Arum sampai mencolek bumbu itu dan menjilat nya, 


"Hem..Enak banget, "


" Mas…Mas.! Bangun udah jam pagi, Katanya Ada Asisten Mas nanti mau datang pagi ini," 


Arum yang sudah selesai membuat Nasi bakar, Itupun segera ke kamar, Untuk membangun kan Suaminya, 


" Mas..Bangun, "

__ADS_1


Arum mengelus rahang kokoh suaminya itu, Yang terasa kasar karena cambang nya yang mulai menumbuh,


" Hem.. Jam berapa sayang?, " Tanya Azka saat membuka matanya,.


"Sudah jam 6 lewat Mas, Ayo bangun, Mandi dan kita sarapan," Tukas Arum tersenyum, Hingga lesung pipi nya tercetak sempurna, 


" Cium dulu sini, " Azka memonyingkan bibir nya, menanti sebutan hangat dari Arum, 


Arum mengecup kedua  pipi suaminya dan yang terakhir mengecup Bibir nya singkat, Namun Azka dengan sigap menahan tengkuk nya dan memperdalam ciuman nya, Satu tangan nya sudah menagkup dada Arum, 


" Sudah Mas," Ucap Arum, melepaskan tautan bibir mereka, " Nanti nggak jadi sarapan, Buruan mandi aku udah laper  banget ini,"  


Azka dengan engan bangkit dari tempat tidur, Dengan wajah di buat sesedih mungkin, Sebab ingin nya mengulang lagi kegiatan mereka semalam, Namun Arum sudah menyuruh nya mandi,


" Ya Ampun.. Suamiku.. Suamiku ngambek?," Goda Arum, Saat melihat Muka Azka  yang manyun, Persisi seperti Rakha yang tidak di turutin mau nya,,


"Habis nya, Mas kan mau itu bentar, Anggap saja sarapan pagi sebelum sarapan yang sesungguhnya," Rengegk nya manja,


" Nanti lagi ya, Aku beneran udah laper bnget ini, " Arum berdiri di depan Azka yang masih memanyunkan bibir nya,


" Ya udah, Ini aja kalau gitu, Biar nggak lemes, Ya?,". Azka sudah seperti anak kecil yang merayu ibunya   agar  di turutin mau nya,


" Ya udah tapi nggak boleh lama ya,Janji," Ucap Arum kemudian,


Arum menyisir rambut lebat suaminya yang masih asik nemplok di dada nya, 


Lelaki dewasa yang  kadang bertingkah  seperti Rakha, Arum bersyukur suaminya sudah sembuh sekarang, 


Harapan nya tidak muluk-muluk, semoga Suminya itu akan selalu mencintainya, menyayanginya dan  juga Rakha, Sampai mereka menua nanti, 


Setelah Azka berlalu nek kamar mandi, Arum dengan cepat menyiapkan baju untuk suminya, Setelah itu Arum membuka pintu penghubung ke kamar  anak nya, 


"Uhh  masih nyenyak ternyata, Nyaman ya Nak, Rumah Ayah, AC nya dingin, " Gumam Arum, Sembari mengecup kening Anak nya yang masih terlelap, 


Rakha sangat senang saat tahu mendapatkan kamar sendiri anak itu sangat bersemangat, Tidur sendiri di temani berbagai macam boneka kesukaan nya, 


Dari boneka sapi hingga semua penghuni bikini bottom ada semua di kamar itu, Azka sengaja memenuhi kamar itu dengan boneka kesukaan Rakha,


.

__ADS_1


" Emm.., Ini enak banget sayang, Mas baru pertama kali makan beginian," 


Azka sudah menghabiskan Tiga bungkus nasi bakar itu, Dan sekarang sedang membuka yang ke empat, dengan bulir-bulir keringat di dahinya, 


Ting tong! 


Ting tong!


"Em itu pasti  Damar sayang, Biar mas bukain,"  Ucap Azka seraya berdiri dari duduk nya,


" Ajak kesini sekalian Mas, Biar  sarapan bareng," Teriak Arum, Karena Suaminya itu sudah menjauh dari ruang makan,


Dan samar-samar terdengar jawaban suaminya Ok, 


Arum pun segera menyiapkan piring, Untuk Asisten suaminya itu, 


" Sayang, Kenalin ini Damar,Asisten Mas, Kalau ada apa-apa, Atau butuh sesuatu, kamu bisa hubungi dia, Jika Mas Sibuk," Tukas Azka,


" Selamat pagi Nyonya…"


"Arum, Panggil Arum saja Mas Damar, Sepertinya Mas Damar masih di atas ku Umur nya, " Tukas Arum, tersenyum ramah,


" Tapi…." 


"Turutin seperti apa katanya Mar, Santai aja, Yuk ikut sarapan bareng kita, Nyonyamu lagi bikin Nasi bakar, Enak banget, Aku saja sudah yang ke empat ini," 


Azka kembali menikmati nasi bakar nya yang ke empat, 


" Ayo Mas Damar, Silahkan," Tukas Arum mempersilahkan, 


" Iya, Terim kasih, Maaf  sudah merepotkan," Ucap nya, Sambil melirik Azka yang tekun menikmati makanan nya, 


Ini kali pertama ia bertemu dengan Istri baru Atasan nya itu,Dan kesan pertama yang ia rasakan adalah Ramah baik hati,Dan sepertinya tidak sombong, seperti yang lalu,


Besar harapan nya, Semoga Tuan muda nya itu selalu bahagia, Dan semoga kali ini firasat nya benar, Jika wanita yang duduk di depan nya ini adalah wanita yang akan memberikan kebahagiaan untuk Tuan Muda nya, Sekarang, besok dan nanti,


Next…


.jangan lupa like nya ya,

__ADS_1


Terima kasih 🤗


 


__ADS_2